cover
Contact Name
Adi Hadianto
Contact Email
adihadianto@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8621834
Journal Mail Official
ijaree@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis Kampus IPB Darmaga Gd. Fakultas Ekonomi dan Manajemen W3 L2 Darmaga Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics
ISSN : -     EISSN : 29622328     DOI : https://doi.org/10.29244/ijaree.v1i1
Jurnal IJAREE (Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics) sesuai dengan namanya fokus dalam publikasi karya ilmiah di bidang ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan. Beberapa tema tulisan yang diterbitkan di Jurnal JAREE diantaranya terkait dengan; 1. Analisis kebijakan pembangunan pertanian, 2. Analisis kebijakan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan, 3. Analisis kelayakan ekonomi, 4. Ekonomi produksi, 5. Ekonomi rumah tangga 6. Perdagangan pertanian, 7. Bioekonomi, 8. Analisis keberlanjutan, 9. Ekonomi Perilaku, 10. Ekonomi Kelembagaan, 11. Valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan, 12. Ekonomi wisata, serta topik lainnya yang terkait
Articles 35 Documents
Fluktuasi Harga dan Integrasi Pasar Cabai Merah Besar (Studi Kasus: Pasar Induk kramat Jati dan Pasar Eceran di DKI Jakarta): Price Fluctuations and Market Integration of Big Red Chilies (Case Study: Kramat Jati Main Market and Retail Market in DKI Jakarta) Yuditya, Azzahra; Hardjanto, Arini; Sehabudin, Ujang
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50669

Abstract

Fluktuasi harga pangan merupakan fenomena yang menjadi perhatian yang serius yang dapat memengaruhi tingkat inflasi. Salah satu kelompok sayuran yang menyumbang inflasi adalah cabai merah besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perkembangan harga cabai merah besar di Pasar Induk Kramat Jati (PKIJ) dan di lima pasar eceran di DKI Jakarta, faktor –faktor yang memengaruhi flukuasi harga cabai merah besar di PIKJ, peramalan harga cabai merah besar di PIKJ tahun 2023, dan integrasi pasar antara pasar grosir dengan pasar eceran di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, OLS (Ordinary Least Squares), ARIMA (Auto Regressive Integrated Moving Average), and VECM (Vector Error Correction Model) techniques. Hasil penelitian menunjukkan bahwapola perkembangan harga cabai merah besar di PIKJ dan di lima pasar eceran di DKI Jakarta memiliki pola yang berfluktuasi. Hasil peramalan harga rata –rata cabai merah besar di PIKJ selama 8 bulan sebesar Rp29.858/kgsertahasil integrasi pasar menunjukkan bahwa PIKJ memiliki keterkaitan jangka panjang antara Pasar Jatinegara, Pasar Minggu, dan Pasar Tanah Abang. Fluctuations in food prices are a matter of serious concern as they can impact the inflation rate. Among the contributing factors to inflation, a significant group includes certain vegetables, such as large red chilies. This study aims to analyze the patterns of large red chili price developments in Kramat Jati Market (PIKJ) and five retail markets in DKI Jakarta. It also seeks to examine the factors influencing fluctuations in large red chili prices in PIKJ, forecast large red chili prices in PIKJ for 2023, and assess market integration between wholesalers and retail markets in DKI Jakarta. The research employs a descriptive analysis method, as well as OLS (Ordinary Least Squares), ARIMA (AutoRegressive Integrated Moving Average), and VECM (Vector Error Correction Model) techniques. The findings reveal that large red chili prices in PIKJ and five retail markets in DKI Jakarta exhibit a fluctuating pattern. Significant factors affecting large red chili price fluctuations in PIKJ include the average lag of red chili prices in PIKJ, the average price of curly red chilies in PIKJ, and the availability of stock of large red chilies in PIKJ. Meanwhile, the average price forecast for large red chili in PIKJ for the next eight months is 29,858 IDR/kg. The market integration analysis indicates that PIKJ exhibits a long-term relationship with Jatinegara Market, Sunday Market, and Tanah Abang Market
Analisis Komparasi Daya Saing Ekspor Arang Tempurung Kelapa ASEAN di Pasar Jepang: Analysis of the Competitiveness of ASEAN Coconut Shell Charcoal Exports in the Japanese Market Putri, Lovina Aresta; Hidayat, Nia Kurniawati
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50008

Abstract

Jepang merupakan negara tujuan ekspor arang tempurung kelapa (HS 440290) dariASEAN, dimana ekspor Indonesia untuk produk tersebut di pasar Jepang berfluktuasi selama periode 2010-2021. Hal ini menunjukkan ekspor arang tempurung kelapa Indonesia di pasar Jepang belum optimal akibat kelangkaan bahan baku dan adanya potensi nilai ekspor yang belum dimanfaatkan (untapped potential). Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis daya saing komparatif ekspor produk arang tempurung kelapa negara ASEAN termasuk Indonesia di pasar Jepang periode 2010-2021; (2) menganalisis daya saing kompetitif ekspor produk arang tempurung kelapa negara ASEAN termasuk Indonesia di pasar Jepang periode 2010-2021; (3) menganalisis potensi pengembangan pasar ekspor produk arang tempurung kelapa Indonesia dibandingkan negara ASEAN lainnya di pasar Jepang. Penelitian ini menggunakan metode analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD), dan X-Model. Hasil analisis RCA, dan RSCA menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing komparatif di pasar Jepang bersamaan dengan Laos dan Malaysia. Sementara itu, dilihat dari sisi EPD dan X-Model, arang tempurung kelapa Indonesia didominasi posisi retreat dan pasar kurang potensial di bawah Laos, Filipina, dan juga Vietnam. Implikasi kebijakan dalam penelitian ini adalah arang tempurung kelapa Indonesia masih berorientasi ekspor dengan produk berkualitas rendah, sehingga dalam rangka peningkatan daya saing ekspor pemerintah Indonesia dapat mengadaptasi strategi ekspor yang diberlakukan oleh Laos, Filipina, dan Vietnam. Japan is the largest importer of coconut shell charcoal products (HS 440290) globally, mainly sourced from the ASEAN region. Despite being the foremost exporter of coconut shell charcoal, Indonesia faces fluctuating export values to the Japanese market. This variability indicates suboptimal export of Indonesian coconut shell charcoal due to scarcity of raw material and unrealized export potential. This study aims to (1) analyze the comparative competitiveness of coconut shell charcoal exports from ASEAN nations, including Indonesia, in the Japanese market from 2010 to 2021, (2) assess the competitiveness of coconut shell charcoal exports from ASEAN countries, including Indonesia, during the 2010-2021 period, (3) examine the potential for developing the Indonesian coconut shell charcoal export market compared to other ASEAN nations in Japan. The research employs the Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD), and X-Model analysis methods. RCA and RSCA analyses reveal Indonesia's comparative competitiveness in the Japanese market, alongside Laos and Malaysia. However, EPD and X-Model perspectives indicate that Indonesian coconut shell charcoal is positioned behind Laos, the Philippines, and Vietnam, signifying lower market potential. The policy implication underscores Indonesia's export reliance on lower-quality coconut shell charcoal. The Indonesian government might consider adopting strategies akin to Laos, the Philippines, and Vietnam to enhance export competitiveness.
Estimasi Kerugian Akibat Banjir di Desa Murung Kenanga: Estimated Flood Losses in Murung Kenanga Village Rahmah, Azkia; Fauzi, Akhmad; Nuva, Nuva
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50241

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah rawan bencana banjir di Indonesia. Tingginya intensitas hujan pada pertengahan bulan Januari 2021 di beberapa wilayah tersebut menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir. Desa Murung Kenanga merupakan salah satu kawasan yang turut dilanda banjir. Wilayah Desa Murung Kenanga diapit oleh Sungai Martapura di kedua sisinya, sehingga cukup sering dilanda banjir karena kenaikan permukaan air sungai. Selain itu, banjir di Desa Murung Kenanga disebabkan oleh tingginya curah hujan di bulan Januari 2021. Adanya kejadian banjir menyebabkan masyarakat harus menanggung kerugian ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai kerugianekonomi akibat banjir di Desa Murung Kenanga. Hasil penelitian menunjukkan kerugian terbesar yang diderita masyarakat terdiri atas biaya kehilangan pendapatan dan biaya kehilangan peralatan rumah tangga. Total kerugian ekonomi masyarakat akibat banjir pada tahun 2021 sebesar Rp 4.191.344.608. South Kalimantan province was one of the flood-prone areas in Indonesia. The high intensity of rain in mid-january 2021 was one of the triggers for flooding. Murung Kenanga Village was one of the areas that was also hit by the floods. The Murung Kenanga Village area was flanked by the Martapura River on both sides, so that it was frequently hit by floods due to rising river levels. In addition, the floods in Murung Kenanga Village was caused by high rainfall in january 2021. The occurrence of floods caused the community to bear economic losses, both directly and indirectly. This studied aims to estimate the valued of economic losses of flooding in murung kenanga village. The results showed that the biggest losses suffered by the community consist of the costed of lost income, the costed of building repairs, and the costed of losing household equipment. The total economic loss to the community due to the flood in 2021 amounted to 4.191.344.608 IDR.
Analisis Persepsi Dan Kelayakan Finansial Pengolahan Sampah Menggunakan Maggot Black Soldier Fly: Analysis of Perceptions and Financial Feasibility of Waste Processing Using Maggot Black Soldier Fly Zuhdirabbani, Genadi; Sapanli, Kastana
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50578

Abstract

Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatanmerupakan daerah penghasil perikanan tangkap dan produksi produk olahan hasil perikanan seperti terasi, otak-otak, kemplang, dan empek-empek. Usaha tersebut pada umumnya menghasilkan limbah ikan dari sisa produksi. Salah satu cara pemanfaatan limbah ikan adalah menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis tingkat persepsi masyarakat mengenai pengolahan sampah menggunakan maggot BSF di Perkumpulan Pengusaha Kecil dan Menengah (PPKIM); (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat masyarakat dalam mengelola sampah menggunakan maggot BSF di PPKIM; (3) menganalisis kelayakan finansial mengenai pengolahan sampah menggunakan maggot BSF di PPKIM. Metode analisis yang digunakan dalampenelitian ini yaitu analisis persepsi, analisis regresi logistik biner, dan cost benefit analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat mendapatkan hasil persepsi baik mengenai maggot BSF. Faktor yang memengaruhi adalah tingkat pendidikan dan penerimaan. Usaha pengolahan sampah menggunakan maggot BSF di PPKIM layak untuk dijalankan dengan nilai NPV Rp186.849.344, BCR 3,55, IRR 52%, dan Payback Periode selama 1 Tahun 11 Bulan. Toboali District is renowned for its fisheries and various processed fishery products, including shrimp paste, otak-otak, kemplang, and empek-empek. However, these businesses often generate fish waste as a byproduct. Utilizing Black Soldier Fly (BSF) larvae presents an opportunity for fish waste management. This study aims to (1) Analyze the public perception regarding waste management using BSF maggots at PPKIM, (2) Investigate the factors influencing public interest in waste management using BSF maggots at PPKIM, (3) Evaluate the financial feasibility of waste processing using BSF maggots at PPKIM. The research utilizes perception, binary logistic regression, and cost-benefit analyses. Results indicate the positive public perception of using BSF maggots for waste management. Factors influencing interest include education level and income. Moreover, the waste processing business using BSF maggots at PPKIM demonstrates financial viability, boasting an NPV value of IDR 186,849,344, a BCR of 3.35, an IRR of 52%, and a Payback Period of 1 Year 11 Months.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Petani Bawang Putih Menggunakan Kredit Usaha Rakyat di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur: Factors Influencing Micro KUR Adoption (Case Study: Garlic Farmers in Sembalun District, East Lombok Regency) Adelia Amna, Dhia; Hardjanto, Arini; Hadianto, Adi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50775

Abstract

Daerah sentra bawang putih di Indonesiasalah satunyaberadadi Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat.Produktivitas bawang putih yang tinggi di Kecamatan Sembalun tidak diimbangi dengan harga input usahatani yang stabil dan harga jual yang menguntungkan, sehingga memengaruhi pendapatan petani dan ketersediaan modal. Salah satu alternatif tambahan modal usahatani yangtersedia bagipetani bawang putih di Kecamatan Sembalun adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro. Berdasarkanhaltersebut penelitian ini bertujuanuntuk(1) mengidentifikasi prosedurKUR Mikro kepada petani bawang putihdi Kecamatan Sembalun,(2)menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani bawang putihdi Kecamatan Sembalun menggunakan KUR Mikro.Penelitian ini menggunakanmetode analisis deskriptifdananalisis regresi logistik biner dengan metode logit. Berdasarkan analisis yang dilakukan, penelitian ini menunjukkanbahwa terdapat dua tahapan yang perlu dilalui petani calon nasabah untuk dapat mengajukanKURMikroyaitu pemenuhan kelengkapan berkas dan pengajuan berkas permohonan KUR Mikro.Hasil analisis regresilogistik memperlihatkanfaktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani bawang putih menggunakan KUR Mikro adalah usia, luas lahan, lama usahatani, pendapatan, frekuensi KUR Mikro dan keikutsertaan kelompok tani. The Sembalun district serves as a primary center for garlic production in Indonesia. Despite the high productivity of garlic, the area faces challenges related to unstable farm input prices and fluctuating selling prices. This volatility significantly impacts farmers' incomes and the availability of capital for subsequent farming seasons. To address this issue, some garlic farmers in Sembalun district opt for microcredit financing as an additional farm capital source. This study aims to (1) Identify the microcredit distribution procedures for garlic farmers in Sembalun district. Analyze the influencing factors behind garlic farmers' decisions to utilize microcredit. The research uses descriptive analysis methods and binary logistic regression analysis employing the logit method. Findings reveal a two-stage process for prospective customers to apply for microcredit financing, involving complete file fulfillment and submission of microcredit application files. Regression analysis results indicate that significant factors influencing garlic farmers' decisions to use microcredit include age, land area, years of farming experience, income, frequency of microcredit usage, and participation in farmer groups.
Analisis Capaian Program Swasembada Beras di Pulau Jawa: An Examination of the Rice Self-Sufficiency Program's Achievements on Java Island Hadianto, Adi; Dewi Raswatie, Fitria; Virgiani, Vania
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.51682

Abstract

Beras merupakan makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia sehingga swasembada beras menjadi agenda penting pada RPJMN 2015-2019. Indonesia dinyatakan mampu mencapai swasembada beras tahun 2016 dan tahun 2019-2021. Strategi peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian pada Renstra Kementan 2020-2024 menjadi upaya agar swasembada beras dapat berkelanjutan. Produksi beras Indonesia paling banyak dihasilkan oleh Pulau Jawa namun peningkatan produksinya relatif kecil. Hal ini dikhawatirkan menimbulkan permasalahan ketahanan pangan dan menganggu keberlanjutan swasembada beras karena Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk yang banyak dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan produksi dan konsumsi beras di Pulau Jawa, memproyeksikan produksi dan konsumsi beras di Pulau Jawa dan hubungannya dengan swasembada beras, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi di Pulau Jawa. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif, Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), dan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan pada periode tahun 2000-2021 produksi beras di Pulau Jawa cenderung meningkat setiap tahunnya sedangkan konsumsi beras terus menurun tetapi tahun 2016-2021 mulai kembali meningkat. Hasil proyeksi produksi dan konsumsi beras menunjukkan pada tahun 2027 swasembada beras di Pulau Jawa sudah tidak dapat dicapai. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi yaitu tenaga kerja dan jumlah pupuk SP-36.
Nilai Ekonomi Objek Taman Wisata Sungai Mudal Menggunakan Metode Individual Travel Cost Method: The Economic Value of Mudal River Tourist Park Objects Using the Individual Travel Cost Method Endah Ayu Kusuma Wardhani; Handayani, Hanny; Az Zahra, Salsa; Jordan Hasan, Muhammad; Octavianida Arlina, Elsa
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.47903

Abstract

Taman Wisata Sungai Mudal terletak di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Destinasi wisata ini mengangkat tema ekowisata yang mengeksplorasi pemandangan alam pegunungan menoreh dan aktivitas wisata air sebagai daya tariknya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik wisatawan dan mengetahui potensi nilai ekonomi objek wisata alam Sungai Mudal. Potensi nilai ekonomi dihitung dengan surplus konsumen menggunakan pendekatan Individual Travel Cost Method (ITCM). Sedangkan karakteristik wisatawan dianalisis dari data usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, dan jarak. Data diperoleh melalui data primer (wawancara, observasi, dan kuesioner) dan data sekunder (literatur). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik wisatawan Taman Wisata Sungai Mudal mayoritas berjenis kelamin laki-laki (50,9%) selaras dengan atraksi wisata Sungai Mudal yang memiliki karakteristik petualangan. Mayoritas wisatawanberasal dari kalangan pelajar/mahasiswa dengan usia rata-rata 15-25 tahundan pendapatan mayoritas <Rp1.000.000. Jarak domisili sampai ke lokasi wisata paling banyak di rentang 0-50 km karena terbanyak berasal dari wisatawan Kota Yogyakarta. Nilai potensi ekonomi Taman Wisata Sungai Mudal sebesar Rp23.257.628.649,27per tahun dengan rata-rata surplus konsumen per individu per tahun sebesar Rp346.634,25. Sedangkan, nilai ekonomi aktual sebesar Rp7.052.230.000 di tahun 2022 atau setara 30% dari total potensi nilai ekonominya. Artinya, wisatawan Taman Wisata Sungai Mudal mendapatkan manfaat jasa lingkungan yang lebih besar daripada biaya riil yang dikeluarkan. Akan tetapi, potensi nilai ekonomi ini bukan nilai yang bisa langsung diuangkan. Pengelola Taman Wisata Sungai Mudal perlu melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi aktual wisata. The Sungai Mudal Tourism Park is situated in Banyunganti Hamlet, Jatimulyo Village, Girimulyo District, Kulon Progo Regency. This destination showcases ecotourism, emphasizing the natural beauty of the Menoreh mountains and water-based activities as its primary attractions. This study aims to analyze tourist characteristics and determine the potential economic value of Mudal River's natural allure. The potential economic value is calculated via consumer surplus using the Individual Travel Cost Method (ITCM). Tourist characteristics, including age, gender, occupation, income, and distance, are analyzed based on primary data gathered through interviews, observations, and questionnaires, supplemented by secondary data from literature. The findings reveal that Mudal River Tourism Park mostly attracts male visitors (50,9%), drawn to its adventurous offerings. The majority are students aged 15-25 with income levels mostly below Rp1.000.000. Most visitors reside within a distance of 0-50 km, primarily originating from Yogyakarta City. The calculated economic potential value of Sungai Mudal Tourism Park reaches IDR Rp 23.257.628.649,27 per year, averaging IDR 346.634,25 per individual annually in consumer surplus. However, the actual economic value recorded in 2022 stands at IDR 7.052.230.000 which represents 30% of the total potential economic value. This indicates that tourists visiting Sungai Mudal Tourism Park obtain environmental service benefits surpassing the incurred costs. Yet, this potential economic value is non-monetary. Effective management strategies for Sungai Mudal Tourism Park are necessary to enhance the actual economic value of tourism.
Analisis Pengaruh Implementasi AANZFTA terhadap Kreasi dan Diversi Perdagangan Impor Daging Sapi di Indonesia: Analysis of the Impact of AANZFTA Implementation on Beef Import Trade Creation and Diversion in Indonesia Putri, Elgi; Kurniawati Hidayat, Nia
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.50322

Abstract

ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) merupakan integrasi ekonomi di antara negara-negara ASEAN, Australia, dan New Zealand. Salah satu bentuk implementasi AANZFTA terwujud dalam penurunan hambatan tarif impor pada komoditas daging sapi. Penurunan tarif tersebut dapat memengaruhi Indonesia sebagai negara net importir daging sapi. Daging sapi impor yang berasal dari negara-negara anggota AANZFTA memiliki keunggulan kompetitif akibat penurunan tarif impor dibandingkan dengan daging sapi impor yang berasal dari negara-negara non anggota AANZFTA. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk: (1) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi impor daging sapi di Indonesia selama tahun 2005-2020; dan (2) Menganalisis pengaruh implementasi AANZFTA terhadap kreasi perdagangan dan diversi perdagangan impor daging sapi di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan membandingkan volume dan nilai impor daging sapi Indonesia dari beberapa negara anggota (Australia, New Zealand, dan Singapura) dan non anggota (Amerika Serikat, India, Jepang, dan Spanyol) AANZFTA dalam rentang tahun 2005-2020. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi data panel dengan model gravitasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Impor daging sapi Indonesia dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh PDB riil per kapita Indonesia, PDB riil per kapita negara sumber impor, dan diversi perdagangan serta dipengaruhi secara signifikan dan negatif oleh produksi daging sapi di Indonesia, nilai tukar riil rupiah terhadap mata uang negara sumber impor, dan kreasi perdagangan. (2) Implementasi AANZFTA menyebabkan impor daging sapi Indonesia dari negara-negara anggota AANZFTA menurun sebesar 2,97 persen dan impor daging sapi Indonesia dari negara-negara non anggota AANZFTA meningkat sebesar 2,39 persen dibandingkan dengan sebelum AANZFTA diimplementasikan. The ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) represents an economic integration among ASEAN, Australia, and New Zealand. Within the AANZFTA framework, a commitment was made to reduce beef import tariff barriers. This reduction in beef import tariffs has the potential to impact Indonesia as a net importer of beef. Beef imports from AANZFTA member countries gain a competitive advantage due to reduced import tariffs, unlike beef imported from non-AANZFTA member countries. Hence, this research aims to: (1) Analyze the influencing factors on beef imports in Indonesia from 2005 to 2020, and (2) Assess the impact of AANZFTA implementation on the creation and redirection of Indonesia’s beef imports. The study involves comparing the volume and value of Indonesian beef imports from AANZFTA member countries (Australia, New Zealand, and Singapore) and non-member countries (United States, India, Japan, and Spain) during the 2005-2020 period. The analytical method employed is panel data regression analysis using a gravity model. The research findings indicate: (1) Beef imports in Indonesia between 2005 and 2020 were influenced by various factors including Indonesia’s beef production, real exchange rate, real GDP per capita of Indonesia, real GDP per capita of exporting countries, trade creation dummy, and trade diversion dummy; (2) AANZFTA implementation resulted in a 2,97% reduction in Indonesia’s beef imports from AANZFTA member countries and a 2,39% increase in beef imports from non-AANZFTA member countries compared to the scenario without AANZFTA implementation.
Estimasi Nilai Manfaat Ekonomi Pengelolaan Minyak Jelantah Rumah Tangga di Kampung Kebon Kopi, Desa Cibanteng, Kabupaten Bogor: Estimated Economic Benefits of Household Waste Cooking Oil Management in Kebon Kopi Cibanteng Village, Bogor District Faimi, Sulistiowati Nur; Tampubolon, Bahroin Idris
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.50399

Abstract

Minyak jelantah adalah sisa minyak atau produk sampingan yang dihasilkan dari proses penggorengan makanan. Umumnya, masyarakat Indonesia membuang minyak jelantah begitu saja ke lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan baik minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku sekunder untuk produk non pangan dan memberikan manfaat ekonomi. Kampung Kebon Kopi tepatnya di RW 10, Desa Cibantengmenjadi salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang mulai mengadakan program pengumpulan minyak jelantah. Untuk mengetahui potensi minyak jelantah di Kampung Kebon Kopi, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi timbulan minyak jelantah yang dihasilkan oleh rumah tangga di Kampung Kebon Kopi dan mengestimasi nilai manfaat ekonomi dari pengelolaan minyak jelantah. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan SNI-19-3964-1994, analisis pendapatan, dan benefit transfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rumah tangga di Kampung Kebon Kopi menghasilkan 9,42 liter minyak jelantah per tahun. Hasil estimasi,timbulan minyak jelantah yang dihasilkan oleh seluruh rumah tangga di KampungKebon Kopi sebesar 3.118,44 liter per tahun. Nilai manfaat ekonomi yang diperoleh rumah tangga dengan melakukan pengelolaan minyak jelantah adalah sebesar Rp 2.024.853/KK/tahun. Secara keseluruhan, pengelolaan minyak jelantah di Kampung Kebon Kopi cenderung memiliki nilai manfaat ekonomi langsung yang masih rendah, karena jumlah minyak jelantah yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga masih tergolong sedikit. Waste Cooking Oil (WCO) refers to the residual oil or by-products resulting from food frying. Typically, Indonesians dispose of WCO into the environment. However, if appropriately managed, WCO can serve as a secondary raw material for non-food products, offering economic benefits. Kebon Kopi Village in Bogor Regency has initiated WCO collection programs. This study aims to estimate WCO generation in Kebon Kopi Village households and evaluate the economic benefits of WCO management. Quantitative descriptive methods, employing the SNI-19-3964-1994 approach, income analysis, and benefits transfer, were utilized. Findings revealed that, on average, households in Kebon Kopi Village produce 9,42 liters of WCO annually. The collective WCO generation by all households in the village amounts to an estimated 3.118,44 liters per year. The economic benefits derived from WCO management for households equate to IDR 2.024.853 per household per year. Overall, the direct economic benefits of used cooking oil management in Kebon Kopi Village appear modest due to the relatively small amount of WCO produced by each household.
Potensi Supply dan Demand Wisata Edukasi Kelola Sampah Anorganik di Desa Cibanteng: Potential Educational Tourism Supply and Demand in Cibanteng Village for Managing Inorganic Waste Rahmawati; Rahmawati, Rahmawati; Ekayani, Meti; Pramudita, Danang
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.50840

Abstract

The waste issue persists in Indonesia, primarily characterized by household-generated plastic waste dominating the waste composition. Educational tourism plays a pivotal role in encouraging and educating the public on environmental conservation. Cibanteng Village in Bogor Regency exhibits potential for the development of educational tourism, fostering sustainable green practices within the village. This research aims to identify the components of tourism green classes, analyze their social, economic, and environmental impacts, and assess the potential implementation of green class tourism. The methodology incorporates descriptive analysis, the Contingent Valuation Method (CVM), Likert scale, and a literature review. The study reveals an alignment between supply and demand for implementing edutourism green classes, showcasing visitor Willingness to Pay (WTP) lower than the Willingness to Accept (WTA) of the manager. Prospective trial tourists exhibit a higher WTP compared to prospective non-trial tourists. The economic, social, and environmental impacts of edutourism green classes indicate positive outcomes, including income generation from tourism, waste reduction, and potential sustainability impacts on green activities. In essence, the edutourism green class shows significant potential for implementation in Cibanteng Village.

Page 2 of 4 | Total Record : 35