cover
Contact Name
Muhammad Mujib Baidhowi
Contact Email
mujibbaidhowi@metrouniv.ac.id
Phone
+6282378475889
Journal Mail Official
moderatio@metrouniv.ac.id
Editorial Address
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Moderatio/about/editorialTeam
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama
ISSN : 27975096     EISSN : 27980731     DOI : -
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama publishes articles on religious moderation from various points of view, both case studies in literature studies and field studies. This journal places emphasis on aspects that include four pillars of strengthening Religious Moderation, namely national commitment, tolerance, non-violence, and respect for local culture. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related disciplines.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA" : 8 Documents clear
MODERASI AGAMA DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL QUR’AN KOTA METRO liana dewi susanti; Asnal Mala; Nawa Angkasa
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia adalah negara yang dimana banyak yang menganut Agama Islam dan dimana juga menjadi negara yang penduduk muslimnya terbanyak sehingga menjadi sorotan dari beberapa negara dan menjadi sorotan dalam moderasi Agama. Salah satu di antaranya Pesantren Raudlatul Qur’an, juga menggeser relasi antara kiai dengan santri, dari relasipaternalisme meajdi relasi yang semakin funsiaonal. tawaduk ta’dim terhadap kiyai atau guru nya dan di ajarkan untuk toleransi agar selalu menjaga kerukunan antar uat beragama.Sorang kiai kini tak lagi mengurusi semua hal tentang pesantren. Kepengrusan pesantren Raudlatul Qur’an sudah ada yang mengelolanya sendiri. Pengurus dari pesantren tersebut anak kiai itu sendiri yang sudah lama mondok di pesantran dan mempunyai pengetahuan yang mumpuni serta mempunyai jiwa kepemimpinan. Kemudian pesantren Raudlatul Qur’an juga menjadi sebuah yayasan untuk berjaga-jaga agar pesantren tidak lenyap bersama meniggalnya kiai, bila ahli waris tidak mampu atau tidak mau melanjutkan fungsi orangtua mereka. Di pondok pesantren Raudlatul Qur’an ini menganut golongan Nahdlatul Ulama (NU) yang dimana santri di ajarkan untuk selalu mandiri dan di dalam Islam itu tidak menganggap semua agama itu sama tapi Islam menjarkan untuk memperlakukan semua agama itu sama.
PEMBENTUKAN KARAKTER MODERAT PADA SANTRI MELALUI KEGIATAN PEMBACAAN SHALAWAT DI TPQ AN-NAHDLIYAH NURUL IMAN KELURAHAN MARGOREJO Nurul Mahmudah; Krisna Moneta Ria; Evy Septiana
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya persoalan karakter dewasa ini, khususnya pada peremehan peneladanan terhadap karakter Rasulullah saw. yang merupakan suri tauladan yang baik. Pada zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, kebanyakan manusia tidak menyadari apa yang diperbuat. Hasilnya akan merugikan diri sendiri. Seharusnya dalam menempuh kehidupan yang hanya sementara ini, manusia senantiasa mengacu pada keteladanan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw sebagai tauladan karakter moderat. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan karakter Moderat pada santri melalui kegiatan pembacaan shalawat di TPQ An-Nahdliyah Nurul Iman Kelurahan Margorejo. Dimana karakter Moderat merupakan suatu karakter seseorang yang meneladani karakternya Rasulullah saw.
LITERASI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI REAKTUALISASI “JIHAD MILENIAL” ERA 4.0 Dedi Wahyudi; Novita Kurniasih
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ruang-ruang digital yang dikendalikan kecepatan elektronika, eksistensi manusia berubah dari sebuah bentuk tubuh yang bergerak dalam sebuah ruangan, berubah menjadi sebuah bentuk tubuh diam di tempatnya serta hanya mampu menyerap semua informasi yang ada melalui simulasi elektronik. Tidak jarang ruang-ruang digital tersebut diisi dengan berbagai muatan yang menyulut konflik dan menghidupkan perpecahan. Pemaknaan jihad yang luas melahirkan “jihad milenial” sebagai upaya dalam kontekstualisasi makna jihad yang tidak homogen dan tunggal, akan tetapi dapat fleksibel, lentur sesuai dengan konteks zamannya. Kajian ini akan mendedah bagaimana literasi moderasi beragama di era 4.0 yang memanfaatkan kemajuan pengetahuan dan teknologi informasi diharapkan dapat menjadi salah satu upaya “jihad milenial” dalam menyebarkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kajian ini adalah bentuk penelitian kualitatif yang menggunakan studi kepustakaan atau library research sebagai pendekatannya. Sumber penelitian yang digunakan didapatkan dari berbagai sumber ilmiah yaitu buku, artikel jurnal, serta berbagai sumber lainnya yang berhubungan dengan kajian penelitian. Selanjutnya dengan teknik analisis data berupa deskriptif-analitik, peneliti akan melakukan analisis terhadap data-data yang ditemuinya sebelum menyajikannya kepada pembaca di tengah-tengah masyarakat multikultural. Keyword: Literasi, Moderasi Beragama, Jihad Milenial, Era 4.0
DERADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA AKTIVIS DAKWAH KAMPUS DI PERGURUAN TINGGI PROVINSI LAMPUNG Elfa Murdiana; Titut Sudiono; Toto Andri P
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama dan Radikalisasi selalu menjadi fokus kajian yang menarik untuk dibahas begitu hal nya dengan Deradikalisasi, namun faktanya teror dari tindakan radikalisasi yang dilakukan tak juga menemui format sempurna dalam pencegahan dan penangananya. Pemahaman terhadap teks agama menjadi bagian utama dari penyebab munculnya Radikalisme dikalangan mahasiswa seperti yang terjadi di beberapa perguruan tinggi Propinsi Lampung. Olehkarnanya gerakan Deradikalisasi gencar disosialisasikan, bahkan menjadi program khusus penerapannya di Perguruan Tinggi Provinsi Lampung. Melalui pendekatan sosiologis dan metode purposive sampling dan snowball, diperoleh data melalui wawancara dan observasi yang dilakukan kepada Mahasiswa yang tergabung sebagai Aktivis Dakwah Kampus bahwa terdapat problematika yang dihadapi oleh mahasiswa dalam memahami teks- tek Islam sehingga pengaruh secara eksternal yang hadir dalam wadah kurikulum matakuliah Agama Islam dipahami secara tekstual tanpa penelaahan secara komprehensif. Faktor Intern dan Ekstern menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kelirunya pemahaman agama. Dan pada perjalanannya terjadi deradikalisasi secara personal Aktivis Dakwah Kampus (ADK) yang disebabkan oleh kejenuhan pada penggunaan literasi dan metodologi pemahaman agama, sehingga tanpa disadari terjadi Deradikalisasi dengan sendirinya, tanpa bentuk penanganan khusus kepada mereka Reformulasi Kurikulum dan Metode pengajaran yang disesuikan dengan keraifan lokal dan Moderasi beragama harus dihadirkan dalam rangka deradikalisasi Pemahaman Agama di Lingkungan Perguruan Tinggi . Formulasi Kebijakan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan terjadinya Radikalisasi merupakan upaya yang dapat dilakukan demi meciptakan Perlindungan dan Kepastian Hukum. Tak kalah pentingnya bahwa out-put adalah eksplorasi story para ADK yang mengalami Deradikalisasi diri dapat menjadi acuan konkrit dan kepastian hukum penanggulangan Radikalisasi agama di kalangan mahasiswa Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung yang berbasis moderasi beragama
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI MUSHOLA NUR AHMAD Zahdi Zahdi; Iqrima Iqrima
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Being a country with the most Muslim population makes Indonesia a country with many mosques as places of worship. Which then gave rise to many Al-Qur'an Reading Gardens that stood in every mosque. One of the functions of the mosque is a means of education, both formal and non-formal. Since the time of the Prophet Muhammad, the mosque has not only functioned as a place of worship. The mosque functioned as a meeting room to gain knowledge and wisdom from the Prophet Muhammad. It is narrated that at the time of the Prophet Muhammad, the Prophet's Mosque, apart from being used as a place of worship, also functioned for the companions of the Prophet who did not have a place to live. Therefore, in this case, how is religious moderation in Arrohim Mosque and its application to TPQ children and the surrounding community? This is the main problem in this research whose answers can be found through a qualitative approach. For the purpose of collecting accurate data, researchers used interviews and direct observation techniques conducted at the Arrohim Mosque, Nampirejo Village, Batanghari District, East Lampung Regency. This study reveals several things, including that religious moderation in the Arrohim Mosque is going well and the existence of the mosque is able to raise the enthusiasm of the community and also the surrounding children to worship and get closer to the Almighty and to be more enthusiastic in learning Islam
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN MATERI EKSTRAKULIKULER BERBASIS MODERASI BERAGAMA DI SD NEGERI 1 BANJARSARI agung suwardoyo; Supiah Supiah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v1i1.3244

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah” bagaimana Meningkatkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama”. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk Meningkatkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama DI sd Negeri 1 Banjarsari. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah kelompok B berusia 5-6 tahun berjumlah 20 anak yang terdiri dari 12 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Tehnik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi.Tehnik analisis data yang digunakan analisis data deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti yaitu pada saat Pra Tindakan Kemampuan toleransi Melalui Kegiatan Keagamaan dan Sosial hanya sekitar 15% atau 3 anak dengan kategori berkembang sesuai harapan (BSH). setelah dilaksanakan siklus I kemampuan dengan berkembang sangat baik (BSB) terdapat 45% atau 9 anak. dan pada saat dilaksanakan siklus II terjadi peningkatan yaitu sekitar 90% atau 18 anak dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah Kepala harus memiliki berbagai macam strategi dan metode pembelajaran dalam mengembangkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama pada anak. Agar anak mampu memahami dan dapat melaksanakan apa yang diarahkan oleh Kepala Sekolah. Kepala Sekolah juga merupakan pemeran utama dalam proses pembelajaran.
MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA M. Luqmanul Hakim Habibie; Muhammad Syakir Al Kautsar; Nor Rochmatul Wachidah; Anggoro Sugeng
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang isinya sangat relevan untuk semua zaman dan tempat (mashalih li kulli zamanin wa makanin), salah satu konsepsi al-Quran yang menarik ialah tentang Moderasi beragama. Moderasi beragama ialah suatu teori yang berisikan tentang gagasan berlaku moderat, adil dan tengah-tengah dalam setiap aspek kehidupan didunia ini. Baik berlaku Moderat dalam Aqidah, Ibadah, Muamalah/akhlaq, maupun moderat dalam Tasyri' (Pembentukan Syariat). Sedangkan istilah Moderasi beragama selalu digambarkan dalam al-Quran dalam satu himpunan besar berbagai tipe karakter antara lain karakter Kejujuran, keterbukaan pola pikir, cinta kasih, dan karakter luwes, yang saling terintegrasi satu sama lain, holistic dan universal, semuanya tidak dapat dipisahkan, saling menguatkan dan memberi manfaat. Moderasi Beragama juga dipentingkan dalam pendidikan Islam di Indonesia terutama pada aspek teknik pembelajaran dan isi materi yang meliputi materi Al-Quran hadist, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, Syariah (hukum islam) dan Tarikh islam (sejarah islam). Semua materi pendidikan islam diatas disajikan dengan cara dan teknik yang menjunjung tinggi nilai dan prinsip-prinsip moderasi beragama sehingga menumbuhkan karakter dan pribadi yang memiliki keluwesan, cinta kasih, pluralis, kepedulian dan mampu berlaku adil dan tengah-tengah dalam menghadapi setiap masalah yang datang dan semakin banyak generasi pluralitas yang menjunjung tinggi asas persamaan dan saling menghargai asas perbedaan, semakin muncul generasi yang cinta keberagaman dalam keberagamaan sehingga Indonesia menjadi Negara yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.
POTRET PENGARUSUTAMAAN MODERASI BERAGAMA DI GORONTALO AbdurRahman Adi Saputera
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelisik upaya pengarusutamaan Moderasi Beragama di Gorontalo melalui eksistensi kearifan lokal dan sinergitas kolaborasi pemerintah bersama NU dan Muhammadiyah, serta meneropong peluang dan tantangan moderasi bergama di daerah tersebut. Secara keseluruhan penelitian ini menggunakan Mix Method Kuantilatif karena bersifat Field Research dan mengaplikasikan alternatif Library Research. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kearifan lokal adalah piranti kunci dalam menguatkan nilai-nilai moderasi beragama di Gorontalo, melalui Praktek Huyula dan Tiayo, Timoa dan Duluhu, serta Dembulo dan Depito. Sinergitas kolaborasi pemerintah bersama NU dan Muhammadiyah dalam upaya pengarusutamaan moderasi beragama di Gorontalo selama ini dapat dikatakan sangat baik, dimana realisasi nyata dari pada upaya tersebut terejawantahkan dalam dimensi sosial-politik, pendidikan-edukasi, keimanan, dan akhlak. Peluang pengarusutamaan Moderasi beragama di Gorontalo, sangat terbuka dan potensial. Kembali pada prinsip dan karakteristik masyarakat Gorontalo sendiri yang mempunyai pandangan hidup yang harmonis antara agama dan budaya " Adati hula-hula’a to syara’a wau syara’a hula-hula’a to Qurani ", Sedangkan tantangannya secara normatif lahir dari diksi moderasi beragama itu sendiri masyarakat pada umumnya menyalah pahami makna moderasi beragama dengan tudingan sebagai agenda untuk meliberalisasi agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 8