cover
Contact Name
Muhammad Mujib Baidhowi
Contact Email
mujibbaidhowi@metrouniv.ac.id
Phone
+6282378475889
Journal Mail Official
moderatio@metrouniv.ac.id
Editorial Address
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Moderatio/about/editorialTeam
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama
ISSN : 27975096     EISSN : 27980731     DOI : -
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama publishes articles on religious moderation from various points of view, both case studies in literature studies and field studies. This journal places emphasis on aspects that include four pillars of strengthening Religious Moderation, namely national commitment, tolerance, non-violence, and respect for local culture. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related disciplines.
Articles 134 Documents
PENERAPAN KONSEP MODERASI BERAGAMA SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR KONFLIK SOSIAL KEAGAMAAN DI MADRASAH NEGERI 5 LAMPUNG UTARA Anggoro Dwi Cahyo
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 2 (2022): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019 Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan istilah “moderasi beragama” dalam setiap keputusan serta rencana yang dibuatnya. Memahami moderasi beragama sangat penting untuk memiliki pandangan yang tepat tentang moderasi beragama. Kementrian agama sebagai pencetus moderasi beragama juga memiliki lembaga pendidikan dari RA hingga perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah kepustakaan. Mengoptimalkan peran seorang guru didalam kelas terutama wali kelas yang biasanya menentukan struktur organisasi didalam kelas tersebut. Anak laki-laki dan wanita memiliki kesamaan derajat pada zaman sekarang ini. Baik dari segi pendidikan di tingkat MI, MTs, MA dan Perguruan tinggi tetapi dalam pemilihan ketua kelas atau pengurus kelas yang lainnya harus memilih anak yang mampu mengemban amanah tersebut.
LITERASI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI REAKTUALISASI “JIHAD MILENIAL” ERA 4.0 Dedi Wahyudi; Novita Kurniasih
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ruang-ruang digital yang dikendalikan kecepatan elektronika, eksistensi manusia berubah dari sebuah bentuk tubuh yang bergerak dalam sebuah ruangan, berubah menjadi sebuah bentuk tubuh diam di tempatnya serta hanya mampu menyerap semua informasi yang ada melalui simulasi elektronik. Tidak jarang ruang-ruang digital tersebut diisi dengan berbagai muatan yang menyulut konflik dan menghidupkan perpecahan. Pemaknaan jihad yang luas melahirkan “jihad milenial” sebagai upaya dalam kontekstualisasi makna jihad yang tidak homogen dan tunggal, akan tetapi dapat fleksibel, lentur sesuai dengan konteks zamannya. Kajian ini akan mendedah bagaimana literasi moderasi beragama di era 4.0 yang memanfaatkan kemajuan pengetahuan dan teknologi informasi diharapkan dapat menjadi salah satu upaya “jihad milenial” dalam menyebarkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kajian ini adalah bentuk penelitian kualitatif yang menggunakan studi kepustakaan atau library research sebagai pendekatannya. Sumber penelitian yang digunakan didapatkan dari berbagai sumber ilmiah yaitu buku, artikel jurnal, serta berbagai sumber lainnya yang berhubungan dengan kajian penelitian. Selanjutnya dengan teknik analisis data berupa deskriptif-analitik, peneliti akan melakukan analisis terhadap data-data yang ditemuinya sebelum menyajikannya kepada pembaca di tengah-tengah masyarakat multikultural. Keyword: Literasi, Moderasi Beragama, Jihad Milenial, Era 4.0
MODERASI BERAGAMA DAN PENERAPAN AKAD QARDHUL HASAN PADA PRODUK AL-QARDH Jakfar Shodiq; Nurul Mahmudah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the application of the qardhul hasan contract on al-qardh ceria product according to religion moderation. Al-qardh ceria is a benefit financing to finance the productive and consumptive sectors for the poor. This researh uses the type of field research and is descriptive. Data collection uses interviews with information sources from branch leaders, marketing, and members of qardhul hasan financing. The results showed that that the product of al-qardh ceria was not in accordance with Fatwa DSN-MUI No. 19/DSN-MUI/IV/2001. Because in the fatwa, the recipien of al-qardh ceria is only charged an administrative fee. However, in its implementation, members of the qardhul hasan , apart from being charged an administrative fee, memebres are charged a takaful fee.
MODERASI BERAGAMA MENURUT BUYA HAMKA BERDASARKAN Q.S. AL-BAQARAH AYAT 256 Mutaqin Alzamzami
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5436

Abstract

Abstract:This study focuses on the study of surah al-Baqarah: 256 on religious freedom according to Buya Hamka in the interpretation of Al-Azhar by using a content analysis approach. Through this approach, the author tries to describe it analytically and interpretively. And this research method is categorized into a qualitative type, which focuses on literature and library materials as data sources. The results of this study are First, Buya Hamka explained that the verse and the previous verse (Al-Baqarah:255) are closely related and inseparable. He explained that the Verse of The Throne is the most important teaching in Islam which clearly states about monotheism. Second, Buya Hamka in Tafsir al-Azhar explains the verse using the bi al-Ma'śūr method. Third, according to Buya Hamka, based on the Qur'an letter al-Baqarah: 256, that Islam does not allow coercion in embracing religion. But invites people to think about the truth of the message of Islam. For him, coercion in embracing religion makes one's religion false and can cause conflict. The relevance of Buya Hamka's interpretation at this time when viewed from a variety of religions must be maintained in accordance with the struggle of the founding fathers in formulating Pancasila that can embrace all diversity, not by prioritizing egoism. Keywords: Freedom of religion, al-Baqarah verse 256, Buya Hamka.
PENELUSURAN ISLAM WASHATIYAH DALAM PEMANTAPAN MODERASI BERAGAMA Zainal Asikin; M Kholis Amrullah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 02 (2021): Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan teori-teori untuk membangun sebuah ulasan mengenai penelusuran kaidah Islam Wasatiyyah yang dipergunakan untuk mendalami moderasi beragama di Indonesia. Artikel ini menggunakan desain penulisan pengumpulan data pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa kaidah yang berintegrasi dalam kehidupan umat beragama yaitu Wasatiyyah melalui pendekatan makna dan substansi, Wasatiyyah berdampingan dengan sejarah, Wasatiyyah Sebagai Penyeimbang, Wasatiyyah Berdapingan dengan Syariat, Wasatiyyah dan Perubahan, Wasatiyah dan Peribadahan, Wasatiyyah dan Ekonomi, dan Wasatiyyah dan Lingkungan.
DERADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA AKTIVIS DAKWAH KAMPUS DI PERGURUAN TINGGI PROVINSI LAMPUNG Elfa Murdiana; Titut Sudiono; Toto Andri P
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama dan Radikalisasi selalu menjadi fokus kajian yang menarik untuk dibahas begitu hal nya dengan Deradikalisasi, namun faktanya teror dari tindakan radikalisasi yang dilakukan tak juga menemui format sempurna dalam pencegahan dan penangananya. Pemahaman terhadap teks agama menjadi bagian utama dari penyebab munculnya Radikalisme dikalangan mahasiswa seperti yang terjadi di beberapa perguruan tinggi Propinsi Lampung. Olehkarnanya gerakan Deradikalisasi gencar disosialisasikan, bahkan menjadi program khusus penerapannya di Perguruan Tinggi Provinsi Lampung. Melalui pendekatan sosiologis dan metode purposive sampling dan snowball, diperoleh data melalui wawancara dan observasi yang dilakukan kepada Mahasiswa yang tergabung sebagai Aktivis Dakwah Kampus bahwa terdapat problematika yang dihadapi oleh mahasiswa dalam memahami teks- tek Islam sehingga pengaruh secara eksternal yang hadir dalam wadah kurikulum matakuliah Agama Islam dipahami secara tekstual tanpa penelaahan secara komprehensif. Faktor Intern dan Ekstern menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kelirunya pemahaman agama. Dan pada perjalanannya terjadi deradikalisasi secara personal Aktivis Dakwah Kampus (ADK) yang disebabkan oleh kejenuhan pada penggunaan literasi dan metodologi pemahaman agama, sehingga tanpa disadari terjadi Deradikalisasi dengan sendirinya, tanpa bentuk penanganan khusus kepada mereka Reformulasi Kurikulum dan Metode pengajaran yang disesuikan dengan keraifan lokal dan Moderasi beragama harus dihadirkan dalam rangka deradikalisasi Pemahaman Agama di Lingkungan Perguruan Tinggi . Formulasi Kebijakan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan terjadinya Radikalisasi merupakan upaya yang dapat dilakukan demi meciptakan Perlindungan dan Kepastian Hukum. Tak kalah pentingnya bahwa out-put adalah eksplorasi story para ADK yang mengalami Deradikalisasi diri dapat menjadi acuan konkrit dan kepastian hukum penanggulangan Radikalisasi agama di kalangan mahasiswa Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung yang berbasis moderasi beragama
PENGARUH PENGETAHUAN MODERASI BERAGAMA SANTRI PONDOK PESANTREN AL MUBALLIGHIN MUARA BUNGO TERHADAP MINAT MEMILIH PRODUK BANK SYARIAH Rohmawati Solikhah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 2 (2022): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Santri pondok pesantren Al Muballighin Muara bungo merupakan masyarakat berpendidikan yang aktif dalam lembaga pendidikan Islam dan sekaligus mewakili kelompok agamis, dan tentunya mereka pernah dengar tentang perbankan syari’ah atau bahkan pernah menggunakan jasa lembaga keuangan syari’ah khususnya bank syari’ah maupun non syari’ah untuk kepentingan pribadi, karena hal ini mempermudah melakukan transaksi atau untuk menjaga amannya keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan modderasi beragama santri Pondok Pesantren Al Muballighin Muara bungo terhadap minat memilih produk bank syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan sifat penelitiannya bersifat deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Data hasil temuan digambarkan secara deskriptif dan dianalisis menggunakan cara berpikir induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan moderasi beragama warga pondok pesantren Al Muballighin Muara bungo tentang Bank syariah sangat berpengaruh pada minat warga pondok Pesantren dalam menggunakan Jasa Bank Syariah. Tidak tahunya mereka tentang Bank Syariah jadi sedikit sekali yang menggunakan jasa Bank Syariah. Lebih Banyak yang menggunakan Bank Konvensional padahal seharusnya Pondok itu lebih memilih Bank Syariah karena terhindar dari riba. Namun pengetahuan yang minim serta wawasan yang kurang luas membuat mereka mengabaikan tentang bank Syariah. Bukan hanya itu namun mereka mengetahui tentang Bank Syariah saat berada di Bangku Kuliah, dan untuk pengurus atau santri yang tidak duduk di bangku kuliah, dia tidak tau tentang Bank Syariah. Bahkan menurut peneliti kurangnya pengetahuan moderasi beragama tentang bank Syariah. Mereka mengira bahwa mereka menggunakan Bank yang jangkauannya luas, yang ATMnya dimana-mana. Sampai mereka melupakan kecanggihan teknologi dan pentingnya mengembangkan usaha berbasis syariah, bank syariah sudah ada fasilitas M-Banking nya, dan itu memudahkan saat melakukan transaksi, namun orang-orang banyak yang belum tahu mengenai hal itu. Mungkin juga dikarenanakan usaha Bank Syariah dalam mensosialisasikan Produknya yang masih kurang dalam hal moderasi beragama.
Islam Wasatiyya in the View of Majelis Ulama Indonesia Muhammad Alan Juhri; Abdillah Assegaf; Darma Ami Fauzi
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.6538

Abstract

This article examines wasatiyya through the eyes of the Indonesian Ulema Council (MUI). In terms of current religiosity in Indonesian society, most people are polarized into two extreme patterns, namely the extreme right and the extreme left. The role of the Indonesian Ulema Council (MUI) is demonstrated by demonstrating the concept of Islamic wasatiyya taught by the Prophet Muhammad SAW. The emergence of radicalism and liberalism was undoubtedly influenced by several factors, including religious exaggeration or, conversely, taking religious matters lightly. This article specifically seeks to answer two questions. First and foremost, how did the MUI come to be? Second, how does the MUI view the concept of wasatiyya da'wah? Third, what is the role of the Indonesian Ulema Council's (MUI) fatwa for the Indonesian people? As a result, we can see that the MUI, a semi-official institution in Indonesia, plays an important role in religious matters for Indonesian society, including preventing the emergence of extreme right and extreme left views. Until we believe MUI has carried out a religious moderation movement, also known as Wasatiyya al-Islam. Keywords: MUI, Preaching, Radical, Wasatiyya.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMAHAMAN KEUANGAN SYARIAH BAGI GENERASI MILENIAL Mariyatun Iftiyah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman dan implementasi pada generasi melenial seperti skarang ini memiliki tantangan yang sangat kompleks baik dalam tuntutan akademik maupun dalam lingkup sosial. Indonesia pada saat ini telah masuk dalam era globalisasi, dimana ditandai dengan mudahnya masyarakat memperoleh banyak informasi dari berbagai belahan dunia secara global sebagai implementasi dari perkembangan teknologi. Sehingga Hal Ini tentusaja membawa pengaruh bagi masyarakat, entah itu bersifat positif maupun pengaruh yang bersifat negatif tergantung bagaimana sikap seseorang menerima informasi tersebut. Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas mengenai bagaimana penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam keberagaman agama pada masyarakat. Dengan adanya kuliah pengabdian masyarakat ini mahasiswa melakukan bimbingan kepada anak-anak memberikan solusi pemahaman, agar kiranya tidak terjadi kesalahan-kesalah dalam menanggapi sikap moderasi. Literasi keuangan yang baik khususnya dalam ranah digital saat ini menjadi penting dipahami oleh generasi milenial. Digitalisasi perbankan Syariah mampu menyediakan produk-produk keuangan yang lebih efisien, aman, cepat, dan resiko kehilangan uang lebih kecil masih belum dipahami dengan baik oleh generasi ini. Layanan digital perbankan syariah dalam hal ini mobile banking dan internet banking yang menggambarkan proses virtual penunjang seluruh layanan diharapkan mampu secara nyata menaikkan tingkat literasi perbankan syariah dan berdampak positif pada pertumbuhan bisnis secara umum.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI MUSHOLA NUR AHMAD Zahdi Zahdi; Iqrima Iqrima
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Being a country with the most Muslim population makes Indonesia a country with many mosques as places of worship. Which then gave rise to many Al-Qur'an Reading Gardens that stood in every mosque. One of the functions of the mosque is a means of education, both formal and non-formal. Since the time of the Prophet Muhammad, the mosque has not only functioned as a place of worship. The mosque functioned as a meeting room to gain knowledge and wisdom from the Prophet Muhammad. It is narrated that at the time of the Prophet Muhammad, the Prophet's Mosque, apart from being used as a place of worship, also functioned for the companions of the Prophet who did not have a place to live. Therefore, in this case, how is religious moderation in Arrohim Mosque and its application to TPQ children and the surrounding community? This is the main problem in this research whose answers can be found through a qualitative approach. For the purpose of collecting accurate data, researchers used interviews and direct observation techniques conducted at the Arrohim Mosque, Nampirejo Village, Batanghari District, East Lampung Regency. This study reveals several things, including that religious moderation in the Arrohim Mosque is going well and the existence of the mosque is able to raise the enthusiasm of the community and also the surrounding children to worship and get closer to the Almighty and to be more enthusiastic in learning Islam

Page 3 of 14 | Total Record : 134