cover
Contact Name
Muhammad Mujib Baidhowi
Contact Email
mujibbaidhowi@metrouniv.ac.id
Phone
+6282378475889
Journal Mail Official
moderatio@metrouniv.ac.id
Editorial Address
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Moderatio/about/editorialTeam
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama
ISSN : 27975096     EISSN : 27980731     DOI : -
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama publishes articles on religious moderation from various points of view, both case studies in literature studies and field studies. This journal places emphasis on aspects that include four pillars of strengthening Religious Moderation, namely national commitment, tolerance, non-violence, and respect for local culture. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related disciplines.
Articles 134 Documents
GEREJA DAN MODERASI BERAGAMA Daud Saleh Luji
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 2 (2022): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai-nilai alkitabiah yang dapat dijadikan oleh gereja sebagai kekuatan dalam melakukan moderasi beragama. Penelitian ini dilakukan mengunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisa mendalam terhadap berbagai literatur dengan mangacu pada alkitab sebagai landasan biblis utama. Ada empat nilai yang ditemukan dari penelitian ini yaitu 1). Nilai kebaikan dan perdamaian yang direflesikan dari ajaran Raja Daud, Rasul Yohanes dan Rasul Paulus tentang berbuat baik, menjauhi yang jahat, tidak membenci orang lain dan selalu berupaya untuk mencari perdamaian. 2). Nilai mengasihi tanpa dibatasi oleh suku, agama, ras dan golongan. Nilai ini diperoleh dari cerita nabi Yunus, kisah orang Samaria yang murah hati, kisah penyembuhan yang Yesus lakukan bagi perempuan Sirofenesia dan hamba seorang perwira di Kapernaum dan terakhir karya penyelamatan yang dilakukan Yesus kepada semua orang tanpa memandang suku bangsa dan golongan. 3). Nilai kerukunan yang menurut mazmur Daud dapat mendatangkan berkat bagi semua orang. 4). Gereja yang dipanggil untuk melayani sesama. Yesus dalam keseharianNya bekerja untuk melayani orang dalam segala aspek kehidupan, karena itu gereja dipanggil menjadi alat untuk terus melayani sesama tanpa memandang muka dan inilah nilai pelayanan harus dilakukan oleh Gereja.
STRATEGIES OF RELIGIOUS MODERATION HOUSE IN RUNNING ITS ROLE ON PTKI Rafiud Ilmudinulloh; Edi Gunawan; Ahmad Bustomi; Farida Isroani
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5574

Abstract

The mainstreaming of religious moderation is included in the 2020-2024 National Medium Term Development Plan (RPJMN) compiled by Bappenas. PTKI (Islamic Religious Colleges) has a strategic role in strengthening religious moderation by establishing RMB (Religious Moderation House) as the Leading Sector in the internalization of moderate religious understanding in the campus environment. However, the position of RMB in terms of the organization in several Islamic colleges is still unclear, thus affecting the sources of institutional funding. The purpose of this study is to describe RMB's strategies in disseminating Wasathiyyah Islam to students. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The data were then analyzed using the Huberman technique which consisted of data collection, data presentation, data reduction, and conclusions. The credibility of the data was tested using a triangulation technique of methods and data sources. The results showed that the RMB strategies in disseminating Wasathiyyah Islam to students consisted of 1) focusing on virtual world activities that minimized the use of budgets such as building social media networks by creating official institutional accounts on the website, Instagram, Facebook, YouTube, etc., 2) developing creative and interactive contents with messages and activities of religious moderation, 3) facilitating lecturers and students who wish to disseminate the results of their thoughts and research related to religious moderation, and 4) compiling a book containing a collection of articles from the RMB management as a final project.
MODERASI BERAGAMA DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) Rita Afrina
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi disalahpahami sebagai kompromi teologis keyakinan antara satu agama dengan agama lainnya. Oleh karena itu, masyarakat memerlukan pandangan, sikap, dan praktik keagamaan tertentu untuk digolongkan moderat atau ekstrem. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman ketika melaksanakan CSR telah menjadi tren baru yang menarik di dunia perbankan. Pelaksanaan CSR bertujuan untuk menjaga dan melestarikan manfaat serta menolak mafsadah (kerugian). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana moderasi dalam Corporate Social Responsibility (CSR) didalam perbankan syariah.
SOCIALIZATION OF THE GRANTING OF INTEGRATION RIGHTS TO NON-HEIRS OF RELIGIOUS MODERATION PERSPECTIVE Muhammad Syakir Al Kautsar; Nurul Mahmudah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 02 (2021): Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The socialization of granting inheritance rights to non-heirs from a moderate perspective is to take place in religion because there are two important factors, namely social environmental factors and family factors. This socialization is greatly influenced by education and the ability of the community to accept opinions. Thus, the supporting and inhibiting factors of the Community Service team's socialization activities were carried out. If young people are active and invite people to participate in religious activities, one of the activities is understanding Islamic law. Then behavior in activities based on sharia, especially Islamic inheritance can be reduced
THE CHARACTERS AND OBSTACLES OF ISLAMIC MODERATION PRACTICE Ahmad Bustomi
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 2 (2022): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article can give explanation about Islamic moderation values as good way to make Indonesia which has the biggest Islam Follower in the world becomes trend setter of the world. This article come due to the danger of radicalism which stronger in 212 movement. For more specific it will be more docuse onto character and the obstacle in practice. This research is library research and Data collected method uses deskriptiv-interpretation. Data consist of primer data and secondary data. The result of this research show first, Character of Islamic Moderation consist of six character: Base on divinity (Rububiyah), Base on prophetic guidance, Compatible with human fitrah, Without conflict, Consistent, Universal and comprehensive. Second, Obstacles of moderation practice (Islam Washatiyyah) consist of Foolishness, Fanaticism of faction (Ta’asub) snd Exaggeration. Keyword: Moderation Practice, moderate character, religious moderation obstacle. Abstrak: Artikel ni memberikan penjelasan tentang nilai-nilai moderasi Islam sebagai jalan terbaik untuk membuat Indonesia yang memiliki pemeluk agama Islam terbesar di dunia menjadi pusat perhatian dunia. Tulisan ini hadir dikarenakan bahaya radikalisme yang semakin menguat pasca Gerakan demonstrasi 212. Lebih spesifik lagi akan menjadi lebih difokuskan terhadap karakteristik moderasi islam dan hambatan-hambatan moderasi Islam dalam praksisnya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan metode pengumpulan datanya adalah interpretasi deskriptif. Data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Karakter moderasi islam terdiri dari enam karakter, yaitu Berasaskan Ketuhanan (Rububiyah), Berlandaskan petunjuk kenabian, kompatibel dengan fitrah manusia, terhindar dari pertentangan, konsisten, bermuatan universal dan komprehensip. Kedua, hambatan dari praktik moderasi (Islam Washatiyyah) adalahKebodohan, fanatisme golongan, sikap berlebih-lebihan.
PEMBENTUKAN KARAKTER MODERAT PADA SANTRI MELALUI KEGIATAN PEMBACAAN SHALAWAT DI TPQ AN-NAHDLIYAH NURUL IMAN KELURAHAN MARGOREJO Nurul Mahmudah; Krisna Moneta Ria; Evy Septiana
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya persoalan karakter dewasa ini, khususnya pada peremehan peneladanan terhadap karakter Rasulullah saw. yang merupakan suri tauladan yang baik. Pada zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, kebanyakan manusia tidak menyadari apa yang diperbuat. Hasilnya akan merugikan diri sendiri. Seharusnya dalam menempuh kehidupan yang hanya sementara ini, manusia senantiasa mengacu pada keteladanan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw sebagai tauladan karakter moderat. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan karakter Moderat pada santri melalui kegiatan pembacaan shalawat di TPQ An-Nahdliyah Nurul Iman Kelurahan Margorejo. Dimana karakter Moderat merupakan suatu karakter seseorang yang meneladani karakternya Rasulullah saw.
Penanaman Fondasi Budaya Islam sebagai Akar Moderasi Beragama pada Masa Nabi Muhammad SAW Abdurrahman Abdurrahman
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.6799

Abstract

Tulisan Ini membahas bagaimana akar moderasi beragama sudah ditanam menjadi akar pondasi budaya islam oleh Rasulullah Saw, menanamkan pondasi ke diri kaum muslimin saat itu, hingga sekarang masih bisa kita rasakan betapa kuatnya pengkaderan yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap umatnya yaitu Kuatnya pondasi ini karena dimulai dari sosok Rasulullah sendiri, dengan digladi langsung oleh Allah Swt, Rasulullah Saw, dari semenjak masih muda merupakan seorang yang mandiri.Sikap Rasulullah yang bijak dalam menyelesaikan masalah. Kita bisa melihat saat beliau belum diangkat menjadi Rasul, bagaimana beliau menyelesaikan permasalahan dalam meletakkan hajar aswad kembali ke tempat semula Semangat dan sikap gigih Rasulullah Saw, dalam memperjuangkan Islam. Beliau tidak pernah terlena dengan bujuk rayu. Entah berupa harta, tahta ataupun wanita.Lebih mengedepankan umatnya daripada diri beliau sendiri. Kita bisa melihat bagaimana rasa sayang beliau terhadap umatnya, sehingga diperintahkan untuk hijrah.Menjadi sosok pemimpin yang selalu dirindukan. Sebagaimana perkataan orang Khajraz “Bangsa kami telah lama terlibat dalam permusuhan. Mereka benar – benar merindukan perdamaian. Semoga Tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaraan engkau dan ajaran – ajaran yang engkau bawa. Oleh karena itu, kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yang kami terima dari engkau ini”. Rasulullah melakukan sebuah pembai’atan. Yaitu janji setia penduduk Madinah terhadap Rasulullah. Padahal waktu itu belum ada hal demikian. Meniggalkan Ali di Madinah untuk menyelesaikan urusan beliau. Hal seperti ini merupakan pelajaran akan sebuah tanggungjawab yang diajarkan langsung oleh Rasulullah. Bahwasanya jika seorang pemimpin harus bisa mencari wakilnya apabila ingin meninggalkan tempat. Membangun masjid bukan hanya sebagai pusat Ibadah, tapi juga sebagai tempat penyelesaian masalah
Model MODEL MODERASI BERAGAMA PADA BUKU TEKS Asep - Abdurrohman
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.6551

Abstract

This study aims to find out and analyze the extent to which the religious moderation model was developed by the author of TK B textbooks. Researchers used library research with qualitative research as a type of research. Sources of data studied, namely; Kindergarten B textbooks totaled seven books. To examine the text and images contained in TK B textbooks, researchers used Content Analysis. Content Analysis is a scientific analysis of the contents of a communication message. Technically, the scope of content analysis substance includes; classification of signs used in communication, using criteria as a basis for classification, and using certain analytical techniques as predictors. The results showed that the religious moderation model in TK B textbooks was introduced through local wisdom and national commitment. Local wisdom is represented by; relics of the past, such as; temples, statues, chariot wheels, jugs, pinisi boats, swords, temple gates, temple banners, traditional houses, traditional dances, traditional clothes, and names based on local traditions. While the national commitment is represented by the red and white flag and its pole, flag ceremonial activities, and the Garuda bird in the palace. But on the other hand, accommodating music playing as a symbol of a unifying tool for the nation and prevention of national disintegration. traditional dances, traditional clothing, and local tradition-based names. While the national commitment is represented by the red and white flag and its pole, flag ceremonial activities, and the Garuda bird in the palace. But on the other hand, accommodating music playing as a symbol of a unifying tool for the nation and prevention of national disintegration. traditional dances, traditional clothing, and local tradition-based names. While the national commitment is represented by the red and white flag and its pole, flag ceremonial activities, and the Garuda bird in the palace. But on the other hand, accommodating music playing as a symbol of a unifying tool for the nation and prevention of national disintegration.
STUDI ISLAM INTERDISIPLINER DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MODERASI BERAGAMA Dedi Wahyudi; Novita Kurniasih
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The movement of the times encourages science to transform into an increasingly flexible and dynamic form. Today's phenomenon shows a new scientific trend which is based on inter-scientific integrations. Islam has never lost its allure for scientists to study more deeply about it. Various kinds of religious-related problems often occur due to the radically portrayed religious expressions of the adherents. Clashes between various sects, various beliefs, and various interests are unavoidable. The implication of this phenomenon is the destruction and loss of peace, whereas the purpose of Islam is to bring mercy to the universe. Building Islamic education based on religious moderation through interdisciplinary Islamic studies is one of the links that cannot be separated. By using library research, this paper was born from deep thoughts from the literature review obtained. In an effort to realize the interdisciplinary Islamic studies movement in strengthening Islamic education based on religious moderation, it is necessary to make steps that are carried out with firmness, encouragement and cooperation from various parties. Keywords: Religious Moderation, Interdisciplinary Islam, Islamic Education Abstrak Pergerakan zaman mendorong ilmu pengetahuan untuk bertransformasi menjadi bentuk yang semakin fleksibel dan dinamis. Fenomena hari ini menunjukkan sebuah trend baru keilmuan yang mmeiliki basis pada integrasi-interkoneksi antar keilmuan. Islam tidak pernah kehilangan daya pikatnya bagi para ilmuan untuk mengkaji lebih dalam tentangnya. Macam-macam problematika berbau agama seringkali terjadi disebabkan ekspresi keagamaan pemeluknya yang diperankan secara radikal. Benturan antara berbagai aliran, bermacam kepercayaan, dan berbagai kepentingan menjadi tidak terhindarkan. Implikasi dari adanya fenomena tersebut adalah kehancuran dan hilangaknya kedamaian, padahal tujuan dari agama Islam adalah untuk membawa rahmat bagi semesta. Membangun pendidikan Islam berbasis moderasi beragama melalui studi Islam interdisipliner merupakan salah satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Dengan menggunakan library research, tulisan ini lahir dari pemikiran mendalam dari kajian literatur yang didapatkan. Dalam upaya merealisasikan gerakan studi Islam interdisipliner dalam memperkokoh pendidikan Islam berbasis moderasi beragama, maka perlu untuk membuat langkah yang berjalan dengan dengan tegap, dorongan dan kerjasama dari berbagai pihak. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Islam Interdisipliner, Pendidikan Islam
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM MODERASI BERAGAMA DI MASA PANDEMI COVID-19: PENTINGNYA MENGHARGAI DAN BERTOLERANSI ATAS PERBEDAAN DENGAN AGAMA LAIN M Ainun Najib
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 02 (2021): Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country with a multicultural society that becomes an extraordinary social force if we are open-minded to each other and work together in the differences that exist. The development of technology and information in the 4.0 era can be used to convey data more effectively and quickly through social media. Moderation must be done by paying attention to each other to practice the ability to manage differences. Tolerance is a form of accommodation in social interaction. Religious tolerance is tolerance that includes issues of belief in humans related to the faith or divinity that they believe in

Page 2 of 14 | Total Record : 134