cover
Contact Name
Muhammad Mujib Baidhowi
Contact Email
mujibbaidhowi@metrouniv.ac.id
Phone
+6282378475889
Journal Mail Official
moderatio@metrouniv.ac.id
Editorial Address
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Moderatio/about/editorialTeam
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama
ISSN : 27975096     EISSN : 27980731     DOI : -
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama publishes articles on religious moderation from various points of view, both case studies in literature studies and field studies. This journal places emphasis on aspects that include four pillars of strengthening Religious Moderation, namely national commitment, tolerance, non-violence, and respect for local culture. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related disciplines.
Articles 134 Documents
URGENSI MODERASI BERAGAMA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI DESA SUKADANA PASAR Nency Dela Oktora; Rizka Diana
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 2 (2022): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi beragama ditengah pandemi merupakan suatu tindakan yang sangat dibutuhkan dalam situasi pandemi covid-19 supaya tidak terjebak dalam suatu perilaku beragama yang berlebihan dan ekstrim. Meluasnya virus corona mewajibkan kita untuk menjaga jarak serta melaksanakan segala kegiatan beribadah tidak seperti kebiasaan sebelumnya seperti melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Artikel ini dibuat dengan bertujuan supaya kita dapat memahami moderasi beragama di tengah pandemi covid-19.
POTRET PENGARUSUTAMAAN MODERASI BERAGAMA DI GORONTALO AbdurRahman Adi Saputera
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelisik upaya pengarusutamaan Moderasi Beragama di Gorontalo melalui eksistensi kearifan lokal dan sinergitas kolaborasi pemerintah bersama NU dan Muhammadiyah, serta meneropong peluang dan tantangan moderasi bergama di daerah tersebut. Secara keseluruhan penelitian ini menggunakan Mix Method Kuantilatif karena bersifat Field Research dan mengaplikasikan alternatif Library Research. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kearifan lokal adalah piranti kunci dalam menguatkan nilai-nilai moderasi beragama di Gorontalo, melalui Praktek Huyula dan Tiayo, Timoa dan Duluhu, serta Dembulo dan Depito. Sinergitas kolaborasi pemerintah bersama NU dan Muhammadiyah dalam upaya pengarusutamaan moderasi beragama di Gorontalo selama ini dapat dikatakan sangat baik, dimana realisasi nyata dari pada upaya tersebut terejawantahkan dalam dimensi sosial-politik, pendidikan-edukasi, keimanan, dan akhlak. Peluang pengarusutamaan Moderasi beragama di Gorontalo, sangat terbuka dan potensial. Kembali pada prinsip dan karakteristik masyarakat Gorontalo sendiri yang mempunyai pandangan hidup yang harmonis antara agama dan budaya " Adati hula-hula’a to syara’a wau syara’a hula-hula’a to Qurani ", Sedangkan tantangannya secara normatif lahir dari diksi moderasi beragama itu sendiri masyarakat pada umumnya menyalah pahami makna moderasi beragama dengan tudingan sebagai agenda untuk meliberalisasi agama.
REALITAS MODERASI BERAGAMA DALAM UCAPAN HARI BESAR KEAGAMAAN Sultonul Arifin
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In understanding Christmas greetings, it must be understood holistically and integrally on the one hand but on the other hand it must also be separate. Confusion and misunderstanding will result in wrong actions and so on. So that the considerations used do not always start from the text and must also end in the text again. However, it must be viewed from various sources and existing approaches so as to produce a complete conclusion. By dividing the two concepts above, namely the concept of theology (shari>'ah) and tolerance above, differences will appear and conflicts that will arise are relatively avoidable.
MODERASI BERAGAMA DALAM KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG Khoiruddin Khoiruddin
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5865

Abstract

Persoalan moderasi bukan sekedar urusan orang perorang, melainkan kelompok dan umat, masyarakat dan negara, terlebih ketika saat ini beragam kelompok ekstrem yang telah menampakkan wajah dengan dalih penafsiran agama yang sangat jauh dari hakikat Islam. Salah satu yang perlu dibahas adalah moderasi beragama dalam budaya kearifan lokal. Pendekatan kebudayaan lokal dapat menjadi kunci membangun paradigma dan sikap moderasi beragama. Di sisi lain, dapat pula menahan pengaruh penetrasi radikalisme beragama. Sikap akomodatif terhadap kebudayaan lokal dapat mengantarkan sikap keberagamaan yang inklusif dan toleran serta menjadikan suasana kehidupan keagamaan yang damai, dinamis dan semarak. Agama tidak datang untuk memberanguskan varian lokal yang menghampirinya. Sebaliknya agama mesti hadir untuk kemudian masuk dan berdifusi hingga memberikan pengaruh pada wajah kebudayaan sebuah komunitas tanpa menghilangkan identitas kebudayaannya. Dengan demikian agama dan kebudayaan lokal, berjalin kelindan dan saling mengisi satu sama lain yang terwujud dalam sikap kearifan agama yang berbudaya dan budaya yang berlandaskan agama. Inilah yang terjadi di masyarakat Pesisir Barat Lampung. Kearifan lokal yang ada di Pesisir Barat dan terus terjaga sampai saat ini, yaitu pitu likokh, ngejalang kubokh, ngumbai atakh dan ngumbai lawok. Keywords: moderasi beragama, kaarifan lokal, ngejalang, ngumbai,
MODERASI DALAM MEMAKNAI HAK-HAK ANAK Siti Nurjanah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the concept of moderation inaddressing children's rights in terms of family,environment and society. This paper uses a descriptivequalitative research method that is literary in nature.The result of this paper is to emphasize that there arefour aspects of religious moderation that need to be therights of children in achieving tolerant religiousqualities, namely planting national commitment,strengthening tolerance, anti-violence, and introducingand preserving local culture. Strengthening religiousmoderation is a right to be taught to children from anearly age in the family and community so that childrenare able to have moderate traits and prevent radicalismin the future
MENILIK HISTORIKAL PRAKTIK MODERASI BERAGAMA WALISONGO DI INDONESIA Dea Tara Ningtyas
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 02 (2021): Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walisongo or Walisanga is known as a propagator of Islam in Java in the 14th century. They live in three important areas, namely the north coast of Java Island, namely Surabaya, Gresik, Lamongan and Tuban in East Java, then Demak, Kudus, and Muria in Central Java, then Cirebon in West Java.
LIVING HADIS ISLAM WASATHIYAH: Analisis Terhadap Konten Dakwah Youtube “Jeda Nulis” Habib Ja’far Ibnu Akbar Maliki; Syariful Anam; Arif Prasetyo
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.7041

Abstract

Abstrak: Islam wasathiyah menjadi tolak ukur normatif umat Islam dalam menjalankan moderasi beragama di tengah bangsa multikultural. Toleransi merupakan sikap yang mesti diterapkan dalam menghadapi kehidupan bangsa multi religi. Namun kenyataannya, hal tersebut sangat sulit diwujudkan akibat adanya penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme secara masif di media sosial. Habib Ja’afar adalah salah satu pendakwah milenial yang sering melakukan dialog lintas agama di media sosial. Dialog tersebut dikemas dalam konten dakwah dan senantiasa mengedepankan prinsip Islam Wasathiyah. Artikel ini mengkaji nilai-nilai syiar Islam dalam konten Youtube “Jeda Nulis” milik Habib Ja’far dengan menggunakan pendekatan studi living hadith. Penelitian ini merupakan hasil kajian lapangan bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan observasi serta dianalisis dengan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang Islam wasathiyah telah hidup dalam dakwah Habib Ja’far. Melalui media Youtube, Habib Jaa’far menghidupkan nilai-nilai hadist Islam wasathiyah melalui tiga tradisi. Pertama, tradisi lisan yakni melalui konten podcast dan ceramah. Kedua, tradisi tulisan yakni quotes bertajuk moderasi beragama. Ketiga, tradisi praktik yakni melalui dialog lintas agama dengan menghadirkan berbagai sudut pandang dan perspektif. Adapun kontribusi penelitian ini ialah sebagai ikhtiar dakwah Islam wasathiyah di era digital, terutama di platform media sosial Youtube. Kata Kunci: Islam Wasathiyah; Living Hadith; Jeda Nulis; Habib Ja’far
MODERASI AGAMA DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL QUR’AN KOTA METRO susanti, liana dewi; Mala, Asnal; Angkasa, Nawa
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia adalah negara yang dimana banyak yang menganut Agama Islam dan dimana juga menjadi negara yang penduduk muslimnya terbanyak sehingga menjadi sorotan dari beberapa negara dan menjadi sorotan dalam moderasi Agama. Salah satu di antaranya Pesantren Raudlatul Qur’an, juga menggeser relasi antara kiai dengan santri, dari relasipaternalisme meajdi relasi yang semakin funsiaonal. tawaduk ta’dim terhadap kiyai atau guru nya dan di ajarkan untuk toleransi agar selalu menjaga kerukunan antar uat beragama.Sorang kiai kini tak lagi mengurusi semua hal tentang pesantren. Kepengrusan pesantren Raudlatul Qur’an sudah ada yang mengelolanya sendiri. Pengurus dari pesantren tersebut anak kiai itu sendiri yang sudah lama mondok di pesantran dan mempunyai pengetahuan yang mumpuni serta mempunyai jiwa kepemimpinan. Kemudian pesantren Raudlatul Qur’an juga menjadi sebuah yayasan untuk berjaga-jaga agar pesantren tidak lenyap bersama meniggalnya kiai, bila ahli waris tidak mampu atau tidak mau melanjutkan fungsi orangtua mereka. Di pondok pesantren Raudlatul Qur’an ini menganut golongan Nahdlatul Ulama (NU) yang dimana santri di ajarkan untuk selalu mandiri dan di dalam Islam itu tidak menganggap semua agama itu sama tapi Islam menjarkan untuk memperlakukan semua agama itu sama.
PEMBENTUKAN KARAKTER MODERAT PADA SANTRI MELALUI KEGIATAN PEMBACAAN SHALAWAT DI TPQ AN-NAHDLIYAH NURUL IMAN KELURAHAN MARGOREJO Mahmudah, Nurul; Ria, Krisna Moneta; Septiana, Evy
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya persoalan karakter dewasa ini, khususnya pada peremehan peneladanan terhadap karakter Rasulullah saw. yang merupakan suri tauladan yang baik. Pada zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, kebanyakan manusia tidak menyadari apa yang diperbuat. Hasilnya akan merugikan diri sendiri. Seharusnya dalam menempuh kehidupan yang hanya sementara ini, manusia senantiasa mengacu pada keteladanan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw sebagai tauladan karakter moderat. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan karakter Moderat pada santri melalui kegiatan pembacaan shalawat di TPQ An-Nahdliyah Nurul Iman Kelurahan Margorejo. Dimana karakter Moderat merupakan suatu karakter seseorang yang meneladani karakternya Rasulullah saw.
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN MATERI EKSTRAKULIKULER BERBASIS MODERASI BERAGAMA DI SD NEGERI 1 BANJARSARI suwardoyo, agung; Supiah, Supiah
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v1i1.3244

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah” bagaimana Meningkatkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama”. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk Meningkatkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama DI sd Negeri 1 Banjarsari. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah kelompok B berusia 5-6 tahun berjumlah 20 anak yang terdiri dari 12 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Tehnik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi.Tehnik analisis data yang digunakan analisis data deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti yaitu pada saat Pra Tindakan Kemampuan toleransi Melalui Kegiatan Keagamaan dan Sosial hanya sekitar 15% atau 3 anak dengan kategori berkembang sesuai harapan (BSH). setelah dilaksanakan siklus I kemampuan dengan berkembang sangat baik (BSB) terdapat 45% atau 9 anak. dan pada saat dilaksanakan siklus II terjadi peningkatan yaitu sekitar 90% atau 18 anak dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah Kepala harus memiliki berbagai macam strategi dan metode pembelajaran dalam mengembangkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama pada anak. Agar anak mampu memahami dan dapat melaksanakan apa yang diarahkan oleh Kepala Sekolah. Kepala Sekolah juga merupakan pemeran utama dalam proses pembelajaran.

Page 5 of 14 | Total Record : 134