cover
Contact Name
Muhammad Mujib Baidhowi
Contact Email
mujibbaidhowi@metrouniv.ac.id
Phone
+6282378475889
Journal Mail Official
moderatio@metrouniv.ac.id
Editorial Address
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Moderatio/about/editorialTeam
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama
ISSN : 27975096     EISSN : 27980731     DOI : -
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama publishes articles on religious moderation from various points of view, both case studies in literature studies and field studies. This journal places emphasis on aspects that include four pillars of strengthening Religious Moderation, namely national commitment, tolerance, non-violence, and respect for local culture. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related disciplines.
Articles 134 Documents
STUDI PEMAKNAAN MAHASISWA DI KOTA MALANG TERHADAP BERITA TERORISME M Ainun Najib; Ja'far Shodiq
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 2 (2022): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian lapangan ini untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa non muslim di kota malang memberikan makna pada berita terorisme seperti bom bali, aksi teror di Sarinah Plaza dan penembakan di orlando Amerika serikat yang selalu dikaitkan dengan umat islam. Apakah terorisme dimaknai sebagai bagian dari ajaran isam atau tidak. Pada dasarnya manusia memiliki kemampuan untuk memberikan makna pada simbol. Makna itu diperoleh dari interaksi individu dengan lainnya. Seperti yang digagas oleh Herbert Blummer. Dan dalam teori connectivitas Edwad Lee Thorndike, hubungan antara berita dan makna dilihat sebagai stimuli dan respon. Semakin sering terjadi hubungan antara berita dan makna, semakin kuat pula hubungan keduanya. Pada saatnya makna akan menjadi makna tunggal. Hasil penelitian yang telah dilkukan, mahasiswa memaknai berita terorisme, bahwa aksi teror yang dilakukan tidak bisa dilepaskan dari ajaran islam. Makna itu dikonstruk berdasarkan interaksi mereka dengan mahasiswa yang lain. Semakin sering mereka menemukan berita terorisme, semakin sering pula mereka melakukan pemaknaan. Dengan demikian, hubungan antara makna dan berita akan semakin kuat. Di samping itu, ada juga kalangan mahasiswa yang memaknai, bahwa aksi teror merupakan inisiatif pribadi, tidak memiliki hubungan dengan agama. Ajaran agama tidak mengajarkan kekerasan.
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN MATERI EKSTRAKULIKULER BERBASIS MODERASI BERAGAMA DI SD NEGERI 1 BANJARSARI agung suwardoyo; Supiah Supiah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v1i1.3244

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah” bagaimana Meningkatkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama”. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk Meningkatkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama DI sd Negeri 1 Banjarsari. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah kelompok B berusia 5-6 tahun berjumlah 20 anak yang terdiri dari 12 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Tehnik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi.Tehnik analisis data yang digunakan analisis data deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti yaitu pada saat Pra Tindakan Kemampuan toleransi Melalui Kegiatan Keagamaan dan Sosial hanya sekitar 15% atau 3 anak dengan kategori berkembang sesuai harapan (BSH). setelah dilaksanakan siklus I kemampuan dengan berkembang sangat baik (BSB) terdapat 45% atau 9 anak. dan pada saat dilaksanakan siklus II terjadi peningkatan yaitu sekitar 90% atau 18 anak dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah Kepala harus memiliki berbagai macam strategi dan metode pembelajaran dalam mengembangkan meningkatkan Toleransi Siswa sebagai Wujud Moderasi Beragama pada anak. Agar anak mampu memahami dan dapat melaksanakan apa yang diarahkan oleh Kepala Sekolah. Kepala Sekolah juga merupakan pemeran utama dalam proses pembelajaran.
TINGKAT PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA, INTEGRASI, DAN INTERNALISASI PENGEMBANGAN NILAI-NILAINYA DI MA.ALKHAIRAAT KOTA GORONTALO Abdurrahman Adi Saputera
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyibak tingkat pemahaman moderasi beragama, dan upaya integrasi, serta internalisasi pengembangan nilai-nilainya di MA.Alkhairaat Kota Gorontalo. Adapun metode penelitian yag digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan analisis Miles dan Huberman, serta 55 responden dari para santri/wati dan para asatidz. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemahaman moderasi beragama para santri dan asatidz di lingkungan MA.Alkhairaat tentang moderasi beragama, mayoritas responden (76,4%) mengaku belum begitu memahami apa itu moderasi beragama, namun pada indikator moderasi beragama itu sendiri secara spesifik hampir seluruh responden memahami 1) Persoalan komitmen kebangsaan, 2) Kewajiban untuk toleransi beragama (73,1%), 3) Bahaya nir kekerasan atau anti anarkism (64,4%), 4) Sedangkan sikap akomodatif terhadap budaya lokal (61,5%). Adapun Integrasi dan internalisasi konsep moderasi beragama di madrasah ini tertuang dalam hal, 1) Elaborasi nilai-nilai moderasi bergama pada mata pelajaran para santri/wati, dan 2) melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler para santri/wati, dan 3) Pengembangan moderasi beragama melalui sikap dan keteladanan Asatidz di lingkungan Madrasah. Abstract This study aims to uncover the level of understanding of religious moderation, and efforts to integrate, as well as internalize the development of its values ​​in MA.Alkhairaat Gorontalo City. The research method used is qualitative using the analysis of Miles and Huberman, as well as 55 respondents from students and asatidz. The results showed that the level of understanding of religious moderation of the santri and asatidz in the MA.Alkhairaat environment regarding religious moderation, the majority of respondents (76.4%) admitted that they did not really understand what religious moderation was, but on the indicator of religious moderation itself, almost all respondents specifically understand 1) the issue of national commitment, 2) the obligation for religious tolerance (73.1%), 3) the danger of non-violence or anti-anarchism (64.4%), 4) while being accommodative towards local culture (61.5%). The integration and internalization of the concept of religious moderation in madrasas is contained in terms of, 1) Elaboration of the values ​​of religious moderation in the subjects of santri/women, and 2) through extracurricular activities for students, and 3) Development of religious moderation through Asatidz's attitude and example in the Madrasah environment.
Syuhada A`Lannas: Road Map Penanaman Sikap Patriotisme Melalui Nilai Islam Wasathiyah dalam Al-Qur’an Zezen Zainul Ali; Annisa Wulandari
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5655

Abstract

This study will discuss the Road Map or guidelines in the effort to form an attitude of patriotism through the concept of Syuhada 'ala Nas as an implementation of Islam Wasathiyah values so that Syuhada 'ala Nas can be a reference in attitude and become an example that can be applied in the life of the nation and state. patriotic. This research is library research, the data used is taken from several kinds of literature in the form of books, and journals that have similarities in the object of study. So, it was found that efforts in constructing an attitude of patriotism have been conceptualized and taught in Islam, namely in the meaning of Syuhada 'ala Nas in Surah Al-Baqarah: 143, Syuhada 'ala Nas has the meaning of testimony, as a witness must have fair and moderate values. middle as contained in Islam Wasathiyah values. The relevance between Islam Wasathiyah and the value of Patriotism provides a road map for inculcating patriotism, namely through the meaning of Syuhada 'ala Nas.
ANALISIS TERHADAP UPAYA MA’HAD AL-JAMIAH IAIN SULTAN AMAI GORONTALO DALAM PROSES PENGARUSUTAMAAN DAN PEMBENTUKAN SIKAP MODERASI BERAGAMA BAGI MAHASANTRIWATI AbdurRahman Adi Saputera; Erika Djau
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 02 (2021): Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk melisik sejauhmana upaya pengarusutamaan sikap Moderasi Beragama bagi Mahasantriwati Ma’had Al-Jamiah IAIN Sultan Amai Gorontalo, lokasi penelitian dilakukan di Ma’had Al-Jamiah kampus 1 itu sendiri, adapun respondennya adalah seluruh mahasantriwati dan para asatidz dosen pengajar, metode penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dan dikategorikan sebagai penelitian deskriptif (descriptive research)., dengan menitikberatkan pada wawancara mendalam untuk menggali informasi, selanjutnya dianalisis melalui empat tahap: tahap identifikasi, klasifikasi, kategorisasi, dan interpretasi, kemudian terakhir adalah penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil peelitian ini menunjukan bahwa upaya pengarusutamaan pembentukan sikap mahasantriwati Ma’had yang diaksudkan diatas tertuang dalam beberapa item : 1) Pengembangan strategi kurikulum dan metode pembelajaran Mahasantriwati Ma’had berbasis Moderasi Beragama, 2) Program Pengembangan SDM, Silabi, dan Kelembagaan Ma’had berbasis nilai-nilai positif Moderasi Beragama, 3) Program Peningkatan Potensi Akademik dan Keterampilan Diskusi Mahasantiwati Ma’had berbasis Moderasi Beragama
MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA M. Luqmanul Hakim Habibie; Muhammad Syakir Al Kautsar; Nor Rochmatul Wachidah; Anggoro Sugeng
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 1 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang isinya sangat relevan untuk semua zaman dan tempat (mashalih li kulli zamanin wa makanin), salah satu konsepsi al-Quran yang menarik ialah tentang Moderasi beragama. Moderasi beragama ialah suatu teori yang berisikan tentang gagasan berlaku moderat, adil dan tengah-tengah dalam setiap aspek kehidupan didunia ini. Baik berlaku Moderat dalam Aqidah, Ibadah, Muamalah/akhlaq, maupun moderat dalam Tasyri' (Pembentukan Syariat). Sedangkan istilah Moderasi beragama selalu digambarkan dalam al-Quran dalam satu himpunan besar berbagai tipe karakter antara lain karakter Kejujuran, keterbukaan pola pikir, cinta kasih, dan karakter luwes, yang saling terintegrasi satu sama lain, holistic dan universal, semuanya tidak dapat dipisahkan, saling menguatkan dan memberi manfaat. Moderasi Beragama juga dipentingkan dalam pendidikan Islam di Indonesia terutama pada aspek teknik pembelajaran dan isi materi yang meliputi materi Al-Quran hadist, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, Syariah (hukum islam) dan Tarikh islam (sejarah islam). Semua materi pendidikan islam diatas disajikan dengan cara dan teknik yang menjunjung tinggi nilai dan prinsip-prinsip moderasi beragama sehingga menumbuhkan karakter dan pribadi yang memiliki keluwesan, cinta kasih, pluralis, kepedulian dan mampu berlaku adil dan tengah-tengah dalam menghadapi setiap masalah yang datang dan semakin banyak generasi pluralitas yang menjunjung tinggi asas persamaan dan saling menghargai asas perbedaan, semakin muncul generasi yang cinta keberagaman dalam keberagamaan sehingga Indonesia menjadi Negara yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.
RELASI MAQASHID SYARI’AH DAN MODERASI BERAGAMA DALAM PROBLEMATIKA HUKUM KELUARGA Evy Septiana
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 2 (2022): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi Beragama menjadi wacana khusus saat ini di Indonesia sebagai salah satu upaya nasional pemerintah dalam merencanakan perdamaian Negara. Tulisan ini mencoba memaparkan relasi maqashid syariah dengan moderasi beragama dalam memecahkan soal-soal hukum keluarga yang saat ini. Tulisan ini memanfaatkan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka. Buku referensi utama menjadi sumber primer dan beberapa kajian tentang artikel terkait menjadi sumber sekunder. Adapun hasil tulisan ini adalah Maqashid syariah merupakan upaya hukum yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan problematika hukum islam. Ilmu ini menjadi salah satu landasan hukum bagi pelopor moderasi beragama agar nantinya setiap masalah baru dalam hukum keluarga dapat dipecahkan dengan upaya hukum generasi baru tersebut.
Moderasi Beragama Dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika Untuk Membentuk Generasi Millenial Ummatan Washatan Choirul Salim
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 3 No 1 (2023): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5681

Abstract

Moderasi beragama dalam bingkai bhineka tunggal ika adalah sebuah paradigma berpikir yang mampu berpikir dengan caranya yang objektif tanpa menjatuhkan golongan apapun baik dari segi agama,kultur dan kehidupan sosial yang ada pada masyarakat indonesia. Konsep berpikir dan bersikap dengan cara yang moderat seperti yang di ajarkan dalam alquran surah Al Baqarah ayat 143 bahwa kita harus berpikir moderat di tengah kemajemukan yang ada pada masyarakat Indonesia. Genarasi millenial ummatan washatan adalah generasi yang mampu berpikir dan bersikap moderat di tengah keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia. Karaterisitk generasi millenial ummatan washatan antara lain adalah membangun keberagaman,membangun sikap toleransi di tengah keberagaman dan mempunyai sudut pandang yang insklusif (berpikir dengan cara yang positif). Hal ini menjadi karakteristik generasi millenial ummatan washatan di era 4.0 saat ini.
REKONSTRUKSI TAFSIR AYAT-AYAT BERPOTENSI TATHARRUF DENGAN PERSPEKTIF ISLAM WASATHIYAH DI ERA PANDEMI Ibnu Akbar Maliki; Muhamad Nasrudin; Digdo Aji Mukti; Robiansyah Robiansyah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A solid society based on nationalism is absolutely necessary for the Indonesian nation during the Pandemic. However, in reality there are still internal conflicts due to excessive religious practices (tatharruf) which are based on the verses of the Qur'an. The forms of tatharruf include the existence of a discourse on the basis of the state, acts of intolerance, and narrow interpretations of religious texts. This is certainly an obstacle in efforts to deal with the impact of the pandemic. Surah Al-Baqarah [2]: 143 confirms that the position of Islam is to be in the middle (wasatiyah), not to overdo it and not to underestimate it. This study will examine the reconstruction of verses that have the potential to be taharruf with the Islamic perspective of wasatiyah in the pandemic era. This research is the result of a descriptive qualitative literature review with an inductive approach. The results of the study show that wasatiyah Islam as an interpretive strategy is reflected in 'moderate' theology in the al-Asy'ariyyah doctrine which emphasizes two things, namely: a contextual approach by considering the context of space and time; and pay attention to aspects of benefit. As a tatharruf solution, Islam wasatiyah as an interpretation strategy provides the following views: On the issue of the basic discourse of the state, the caliphate is not a solution that can be applied in viewing the issue of government failure during a pandemic because it is prone to causing conflict in a multicultural society. On the issue of intolerance, Wasatiyah Islam recognizes the right for adherents of other religions to allow them to choose and carry out the guidance of their respective religions. Then on the issue of narrow religious interpretations about Covid-19, it is important for us to anticipate fear by considering the benefit, as stated in the MUI Fatwa.
CHARACTER OF RELIGIOUS MODERATION IN SHARIA MAQHASID REVIEW Thoha Aufadin Zaka
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 1 No 02 (2021): Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The understanding and practice of Islamic religious practice of Wasathiyah has several characteristics, namely Tawassuth (moderate), Tawazun (balanced), I'tidâl (straight and firm), Tasamuh (tolerant), Musawah (egalitarian and non-discriminatory), Aulawiyah (puts priority on priority). ), Tahaddhur (civilized), Tathawwur wa Ibtikar (dynamic, creative, and innovative). The concept is expected to be able to be applied in the life of the state and nation. So that this moderation concept will bring Indonesia to a better direction, so that there is no discrimination in diversity and creates a sense of security and comfort.

Page 4 of 14 | Total Record : 134