Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi
Jurnal Ilmiah Manajamen Informasi dan Komunikasi menerima naskah-naskah berbasis penelitian di bidang manajemen informasi dan komunikasi antara lain bidang literasi informasi dan komunikasi, tata kelola informasi, public relations, corporate social responsibility, serta kajian-kajian ilmiah multidisiplin mengenai informasi dan komunikasi.
Articles
85 Documents
Analisis Semiotik Komodifikasi Kemiskinan Dalam Reality Show “Uang Kaget” Episode 482 Di GTV
Bayu Satyayoga Purwidyasmara;
Widhihatmini Widhihatmini
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v6i1.177
This research is motivated by a reality show with the theme of poverty containing commodification practices that manipulate the show into a form of commodity that is consumed by its viewers. This practice turns poverty into a commodity that is exploited for the benefit of the media industry. This study aims to analyze the commodification of poverty in the reality show “Uang Kaget” episode 482. This study uses a qualitative approach, data was collected through observation and documentation, and it was analyzed using Charles Sanders Peirce's semiotics. The research results show that there is a commodification of poverty content in the visualization of the condition of food, clothing, housing, health, and education in the reality show "Uang Kaget" episode 482. The elements of poverty dominate in each segment of the show by displaying reality in a manipulative way so that it looks close to the real reality. The results of this study are expected to contribute to policy makers regarding reality show content, television show production creators to provide more educational, entertaining, and creative information; television program managers as reference for media policy makers; viewers to participate in supervising shows containing commodification: and the public to be more selective in appreciating television shows.
STRATEGY OF “KIOS-K” CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT IN IMPROVING EXCELLENT SERVICE OF PT ANGKASA PURA I ADISUTJIPTO YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT
Adin Noviana;
Bambang Sujarwadi
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v3i1.13
This study analyzes the "Kios-K" customer relationship management (CRM) strategy in improving the excellent service of PT Angkasa Pura I Adisutjipto Yogyakarta International Airport. Using qualitative descriptive methods and interview data collection techniques (7 informants fromairport service users, customer service staff, and PT Angkasa Pura I Yogyakarta's communications and legal section staff), observation, and documentation, data analysis was carried out through the stages of data reduction and presentation, conclusion drawing, and verification. Based on the analysis, it is known that there are stages in the CRM strategy implemented by "Kiosk-K" PT Angkasa Pura I Yogyakarta, namely: (1) continuity marketing, (2) one to one marketing, and (3) partnering program. PT Angkasa Pura I Yogyakarta has implemented a CRM strategy in accordance with the existing stages. Bandara service users are also satisfied with the CRM strategy "Kiosk-K" service that is implemented in accordance with the excellent service standards set forth in the Decree of the Minister of Administrative Reform No. 63/KEP/M.PAN/7/2003. From the results of the analysis it can be concluded that the CRM strategy of "Kiosk-K" PT. Angkasa Pura I Yogyakarta has been implemented well, so that airport service users are satisfied and excellent service is achieved.
Analisis Kebutuhan Informasi Wisatawan dalam Pengembangan Desa Wisata Kembangarum di Kabupaten Sleman
Bambang Sujarwadi
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v4i1.84
Dalam menentukan tujuan wisata, para wisatawan sangat membutuhkan informasi yang rinci dan lengkap sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk berkunjung ke obyek wisata. Untuk itu, pengelola informasi desa wisata Kembangarum seharusnya menyampaikan informasi yang dimiliki kepada masyarakat luas dengan menggunakan berbagai media, terutama media online, sehingga memenuhi kecepatan akses informasi yang tinggi dan jangkauan penyebaran informasi yang sangat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan informasi wisatawan dalam pengembangan desa wisata Kembangarum di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan survey. Populasi penelitian terdiri atas para wisatawan pengunjung desa wisata Kembangarum yang jumlahnya tidak diketahui, sehingga penentuan jumlah anggota sampel mengikuti pendapat Slovin yaitu 96 orang, dan dibulatkan menjadi 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis destribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara kebutuhan informasi wisatawan dengan penyediaan informasi oleh pengelola informasi desa wisata Kembangarum. Penyebaran informasi desa wisata Kembangarum lebih mengandalkan pada media tatap muka (gethok tular) dan kurang memaksimalkan penggunaan media online atau internet yang memiliki aksesibilitas tinggi dan jangkauan penyebaran informasi yang sangat luas, sehingga menjadi salah satu penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke desa wisata Kembangarum dari tahun 2016 sampai sekarang.
Pengaruh User Interface Aplikasi Shopee terhadap Minat Beli Masyarakat
Shafa Giyan A'yuni;
Dhety Chusumastuti
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 5, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v5i1.154
Kemajuan dari teknologi telah menghadirkan banyak e-commerce. Namun, masih banyak aplikasi e-commerce yang sulit untuk digunakan, terutama pada aspek User Interface dimana hal tersebut berdampak pada minat beli masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh User Interface, khususnya pada aplikasi Shopee terhadap minat beli masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tidak diketahui jumlahnya, baik yang telah memiliki atau tidak memiliki akun Shopee. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan rumus Cochran, sehingga jumlah sampel penelitian diperoleh sebanyak 100 orang. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa User Interface aplikasi Shopee memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli masyarakat sebesar 41,6% dan sisanya sebesar 58,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hyperreality On The Youtube Channel Ismi n Hidayah
Ardian Setio Utomo;
Rizqi Eko Bramantyo;
Ade Siti Khaeriah;
Dewi Warhamni
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v7i1.257
Tayangan video di YouTube telah menjadi komoditas media sosial, sehingga banyak penonton menikmatinya secara kasat mata saja. Akibatnya, konten kreator di YouTube sering diposisikan sebagai objek penghibur, bukan sebagai subjek penghibur. Di era postmodern ini, di mana segala sesuatu tak lagi bermakna tunggal, hiperrealitas dalam media sosial menjadi suatu hal yang lumrah. Permasalahan yang diangkat menjadi objek penelitian dalam kajian ini adalah bentuk simulasi yang dilakukan para pelaku media dalam menyampaikan informasi di kanal YouTube Ismi N Hidayah, sehingga menjadi tayangan yang hiperrealis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simulasi yang digunakan media, dan mengetahui sejauh mana hiperrealitas yang terjadi dapat membentuk pola pikir penonton menjadi apa yang dibentuk oleh media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa mendalam secara kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan secara studi kepustakaan dan analisa narasi menggunakan teori simulasi Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi dalam tayangan video melalui YouTube dan melalui aplikasi teknologi, dimana simulasi yang terjadi telah menggiring pola pikir penonton terhadap citra Ismi N Hidayah tersebut seolah nyata. Selain itu, hiperrealitas yang terjadi akibat proses simulasi yang dilakukan menjadikan video YouTube Ismi N Hidayah menjadi konsumsi yang menjual citra baru bukan memberikan edukasi tentang citra yang sebenarnya dari Ismi Nur Hidayah sampaikan.
IMPLEMENTASI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION (IMC) DALAM MEMPERKUAT BRAND SWARAGAMA GROUP YOGYAKARTA
Yolanda Presiana Desi;
Melia Helena
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v1i1.47
Perkembangan media baru menyebabkan jumlah pendengar radio semakin menurun setiap tahunnya. Penurunan jumlah pendengar serta banyaknya jumlah stasiun radio saat ini membuat perusahaan radio siaran menyusun strategi komunikasi pemasaran terintegrasi untuk mempertahankan pendengarnya. Penelitian studi kasus ini mendeskripsikan bagaimana implementasi strategi komunikasi pemasaran terintegrasi {IMC} Swaragama Group dalam memperkuat brand sebagai "top of mind'' radio di Yogyakarta. Saat ini Swaragama Group memiliki enam unit usaha yaitu Swaragama FM, JogjaFamily, PBS FM Serang, MyMagz, Swaragama Training Center (STC), dan Swaragama Production (SPro!). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi IMC yang digunakan Swaragama Group adalah periklanan, promosi penjualan, acara (event), humas, penjualan personal, pemasaran langsung, danpemasaran interaktif (internet marketing). Penerapan ketujuh saluran komunikasi pemasaran terintegrasi tersebut dinilai berhasil memperkuatbrand Swaragama Group.
Peran Media Sosial Tiktok Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Masker Kecantikan Yeppeoskin
Niga Mufti Ayu Sawitri;
Dhety Chusumastuti
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v5i2.148
Seiring berkembangnya waktu, media sosial juga ikut terus berkembang. Hal tersebut mendorong kita semua untuk terus melakukan perubahan. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dalam mengikuti perkembangan zaman khususnya media sosial. Saat ini, hampir semua aspek kehidupan berkaitan dengan media sosial. Dengan demikian, media sosial berhasil menempati popularitas tertinggi saat ini. Salah satu media sosial yang saat ini tengah banyak disukai oleh masyarakat, khususnya semenjak adanya pandemi Covid-19 ialah media sosial TikTok. Media sosial ini berhasil mengambil perhatian khalayak luas karena fitur dan kemudahannya untuk menyebarkan suatu informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dari penggunaan media sosial TikTok khususnya dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap beberapa narasumber. Narasumber diambil menggunakan teknik purposive sampling yang kemudian dilakukan wawancara secara daring. Hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa peran media sosial TikTok telah diterapkan dengan baik, diantaranya: penggunaan fitur hashtag dalam setiap unggahan yang membantu pihak Yeppeoskin untuk melakukan branding sekaligus marketing produk masker kecantikan yang mereka miliki. Penggunaan fitur direct message dan kolom komentar yang mempermudah Yeppeoskin untuk melakukan komunikasi dua arah dengan pelanggannya, serta penggunaan fitur share oleh pelanggannya yang membuat video Yeppeoskin menjadi viral.
Pengaruh Kualitas Sistem dan Kualitas Informasi Aplikasi Telemedicine Halodoc Terhadap Kepuasan Pengguna Pada Follower Akun Twitter @Halodocid
Ahmed Kemal Ariadanang;
Dhety Chusumastuti
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v6i2.210
User satisfaction continues to be a top priority in terms of digital services and is a very important factor for the success of the services. Halodoc is a telemedicine with a mobile application platform whose users are increasing due to the need for information during the Covid-19 pandemic. Halodoc as a health application that has a function as a health information and consulting service in Indonesia is expected to provide good service to provide user satisfaction.In that regards, this study aims to examine the effect of system quality and information quality of Halodoc application on user satisfaction. This research was conducted based on the Information Systems Success model designed by DeLone and McLean by taking several dimensions of success or the required variables.The samples used in this study were followers of the Twitter account @HalodocID who used the Halodoc application as of 10 August 2021. Questionnaires were distributed on 19-30 August 2021.This study chose the multiple linear regression model as a data analysis method that passed five tests; those are the normality test, the linearity test, the multicollinearity test, the autocorrelation test, and the heteroscedasticity test.Prior to the five tests, all questionnaire data from respondents had been tested and declared valid and reliable.Hypothesis testing in this study was carried out by examining the effect of system quality and information quality variables on user satisfaction through simultaneous testing (F test) and partial testing (t test). The research result proves that system quality and information quality have a positive and significant effect on user satisfaction.
ANJANGSANA SEBAGAI STRATEGI MELAKSANAKAN CSR DI PT. TIRTAINVESTAMA AQUA KLATEN
Sigit Purnomo
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56873/jimik.v1i1.42
Dewasa ini kelangsungan hidup sebuah korporat cenderung ditentukan oleh faktor-faktor Profit, People, Planet and Procedure (4P). Sehingga hidup matinya sebuah korporat juga ditentukan oleh adanya hubungan baik antara korporat dengan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Public Relations (PR) PT. Tirtainvestama (PT.TIV) Aqua Klaten dalam melaksanakanprogram Corporate Social Responsibility (CSR) dengan melakukan Anjangsana untuk mengeliminasi atau meniadakan tindakan demo dengan berbagai persoalan masing-masing elemen masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukanobservasi partisipasi dan wawancara mendalam dengan dua orang narasumber sebagai subjek penelitian. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa masa krisis yang ditimbulkan oleh berbagai demo di perusahaan ini terkait dengan masalah konservasi, pertanian, air bersih, dan sanitasi lingkungan, perbaikan jalan, perizinan produksi, maupun kepentingan bisnis. Krisis ini dapat diselesaikan atau diredam dengan kegiatan Anjangsana oleh PR perusahaan. Dengan melakukan kegiatan Anjangsana, PR dapat melakukan komunikasi empatik dan prinsip kesetaraan dengan warga masyarakat terdampak. Sehingga dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program-program CSR yang meliputi 6 (enam) program dari 13 (tiga belas) program dapat terlaksana di perusahaan dengan baik. Hal ini berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, bahwa program-program CSR-nya sangat membantu masyarakat, baiksecara sosial, ekonomi bahkan kelestarian lingkungan alam.