cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
REPRESENTASI HOMOSEKSUALITAS DALAM FILM METHOD (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Rizqi Qurrota A'yuni; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i1.15804

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui representasi homoseksualitas yang tergambar melalui tanda-tanda yang terkandung dalam adegan-adegan dalam film Method. Peneliti berusaha untuk mempresentasikan dan menganalisis bentuk homoseksual menurut analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini merupakan analisis konten dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian semiotika Roland Barthes. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari adegan pada film. Analisis data dalam penelitian ini terdapat langkah-langkah yang terdiri atas penanda, petanda, makna denotatif, makna konotatif, dan mitos untuk menganalisis adegan dalam film tersebut. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa terdapat 16 adegan yang mempresentasikan perilaku homoseksualitas, namun bentuk perilaku yang ditunjukkan terdapat 11 perilaku homoseksual, yaitu 1) suara lembut, 2) tatapan mata, 3) bisikan, 4) sentuhan, 5) pelukan, 6) ciuman, 7) menolak ajakan berhubungan intim dengan lawan jenis, 8) berenang berdua, 9) foto mesra, 10) ungkapan cinta, dan 11) kecewa dan sakit hati. Berdasarkan hal tersebut, dalam setiap adegan memperlihatkan suatu perkembangan kedekatan antara kedua aktor yaitu Young Woo dan Jae Ha. Faktor kedekatan inilah yang akhirnya membentuk perasaan cinta dari keduanya. Perilaku homoseksual yang terbentuk dalam film Method diawali oleh suatu pertemanan dalam projek kerja yang kemudian berubah menjadi hubungan intim antar keduanya. Sehingga, perilaku homoseksual dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kata Kunci: Film, Homoseksualitas, Representasi, Roland Barthes
Dampak Perubahan Teknologi Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2019 Alif Fatkhan; Kinkin Yuliaty Subarsa Putri
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i4.20989

Abstract

AbstrakDi era seperti ini teknologi menjadi sangat penting dalam kehidupan. Seperti halnya dalam pendidikan, kesehatan, transportasi dan bahkan sampai kepada militer. Akan tetapi dibalik sebuah suksesnya sebuah teknologi juga dapat berbagai masalah, salah satunya adalah kesehatan mental. Studi kasus yang peneliti tulis pada penelitian ini merupakan mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Negeri Jakarta yang dimana semua generasi masih dalam kategori pengguna teknologi kelompok muda. Pengujian ini dilaksanakan dalam rangka mengetahui korelasi dari variabel X mengenai Perkembangan Teknologi dan variabel Y mengenai kesehatan mental. Penelitian yang telah diteliti ini memakai pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah salah satu penelitian untuk menjelaskan hipotesis penelitian, yang dibuktikan dengan hipotesis yang diprediksikan oleh peneliti. Penelitian ini selaras paradigma positivisme. Positivisme merupakan salah satu komunikasi source-oriented. Hasil dari proses tersebut tergantung pada usaha yang dilakukan oleh pengirim pesan, mempelajari karakteristik atau ciri dari penerima untuk menentukan rencana dalam penyampaian pesan.Kata kunci : Teknologi, kesehatan mental , mahasiswa.
Strategi komunikasi humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penyebaran informasi gerakan zero sampah anorganik Lolita Paramesti Nariswari; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i4.20973

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi komunikasi dan komponen kehumasan Humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penyebaran informasi Gerakan Zero Sampah Anorganik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 2 pegawai humas. Hasil penelitian menujukkan bahwa: 1) strategi komunikasi dalam penyebaran informasi terbagi dari proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan proses evaluasi, (2) komponen komunikasi kehumasan mencakup pihak yang berperan dalam penyebaran informasi, pihak yang menjadi sasaran, serta media cetak, elektronik dan media sosial sebagai media penyebaran informasi Gerakan Zero Sampah Anorganik, media paling efektif yang digunakan Humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penyebaran Gerakan Zero Sampah Anorganik, (3) dukungan dari masyarakat Kota Yogyakarta menjadi faktor pendukung keberhasilan penyebaran Gerakan Zero Sampah Anorganik, namun intesitas informasi yang ada di Kota Yogyakarta menjadi faktor penghambat, upaya yang dilakukan Humas Pemerintah Kota Yogyakarta tetap mengupayakan kegiatan sosialisasi dan sarasehan bank sampah secara berkelanjutan dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).Kata kunci : strategi komunikasi, humas, zero sampah anorganik AbstractThe aim of this research is to describe the communication strategy and public relations components of the Yogyakarta City Government Public Relations in disseminating information about the Zero Inorganic Waste Movement. This research is a qualitative descriptive study. The informants in this research consisted of 2 public relations employees. The results of the research show that: 1) communication strategies in disseminating information are divided into planning processes, implementing activities and evaluation processes, (2) the public relations communication component includes parties who play a role in disseminating information, parties who are targeted, as well as print, electronic and media. social as a medium for disseminating information on the Zero Inorganic Waste Movement, the most effective media used by Yogyakarta City Government Public Relations in spreading the Zero Inorganic Waste Movement, (3) support from the people of Yogyakarta City is a supporting factor in the success of the spread of the Zero Inorganic Waste Movement, but the intensity of the information available in The city of Yogyakarta is an inhibiting factor, efforts made by Government Public Relations The City of Yogyakarta continues to strive for sustainable waste bank socialization and workshops and the construction of Reduce-Reuse-Recycle Waste Processing Sites (TPS3R).Keywords : communication strategy, public relations, zero inorganic waste
PENERAPAN PATERNITY LEAVE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KELUARGA (Studi pada Pegawai Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul) Irfan Sharif Lukman; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i5.16375

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan paternity leave yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal dalam keluarga dan untuk mengetahui manfaat penerapan paternity leave dalam keluarga saat di awal kelahiran bayi. Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Bantul sebagai salah satu instansi yang menerapkan cuti paternity leave. Penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini menggunakan informan tiga  perawat laki-laki pada Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul yang mendapatkan cuti paternity leave. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan tahap pengumpulan data, reduksi data, display data serta verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan paternity leave sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh suami adalah 1) Komunikasi interaksional berupa interaksi sederhana seperti melakukan obrolan ringan seputar kesehatan istri, kondisi bayi dan makanan yang dikonsumsi istri sehingga mendukung pemberian ASI eksklusif untuk bayi, 2) Komunikasi stimulus-respon (S-R) berupa sentuhan ringan pada bayi, menggendong bayi, mengusap dan membelai bayi dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang dapat memberikan rasa nyaman pada bayi, 3) Komunikasi ABX berupa pengertian dan toleransi satu sama lain, dengan memberi nasehat, menanyakan sesuatu hal sebelum dilakukan dan menjadi pendengar yang baik. Selain hal tersebut, terdapat manfaat diterapkannya paternity leave, 1) Paternal engagement, dimana ayah berinteraksi dan memiliki kontak langsung dengan bayi. Kontak langsung yang diberikan berupa sentuhan ringan dan usapan kepada bayi.  Hal ini dapat menjadi cikal kelekatan ayah dengan bayi, 2) Paternal accessibility, ayah dapat memberikan waktu lebih kepada istri dan buah hati tercinta. Akses waktu yang intensif selama dari suami kepada istri pasca persalinan dapat membantu istri dalam pemulihan mental dan fisik, 3) Paternal responsibility, merupakan tanggungjawab dari suami kepada istri dan anaknya. Hal ini dilakukan dengan memberi nasehat mengenai kesehatan istri dan bayi, memberi pilihan lokasi untuk periksa rutin istri dan bayi serta menimbulkan rasa nyaman pada sang istri. Kata Kunci: Paternity Leave, Komunikasi Interaksional, Komunikasi Stimulus-Respons, Komunikasi ABX.
Presentasi diri grup K-Pop Cross Cover Dance Dracarys di Yogyakarta Fernanda Sekar Erviansari; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i3.20961

Abstract

AbstrakPenelitian berjudul Presentasi Diri Grup K-Pop Cross Cover Dance Dracarys di Yogyakarta bertujuan untuk mengetahui presentasi diri yang dilakukan oleh grup dance cover Dracarys guna mendapatkan kesan yang diharapkan dari audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan dramaturgi dan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan kriteria tertentu. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data. Analisi data yang digunakan merupakan tahapan koding data berupa transkip wawancara, catatan lapangan, dokumen, dan sebagainya. Penelitian ini menghasilkan adanya presentasi diri yang ditunjukkan Dracarys pada front stage  yang meliputi setting dan personal. Setting berupa tempat atau lokasi yang digunakan Dracarys melakukan cross cover dance yaitu panggung. Personal front terbagi menjadi appearance dan manner. Appearance ditunjukkan dengan penggunaan atribut yang menunjukkan identitas grup asli yang di-cover. Manner ditunjukkan dengan tingkah laku dan lipsync sesuai peran idol yang dimaikan. Sedangkan pada panggung belakang, anggota Dracarys menjadi diri sendiri sebagai wanita yang memiliki aktivitas dan peran pada keseharian masing-masing.Kata Kunci : cover dance, cross cover dance, Dracarys, presentasi diri, front stage, back stage AbstractThe research entitled Self Presentation of K-Pop Cross Cover Dance Group Dracarys in Yogyakarta aims to find out the self-presentation carried out by the Dracarys dance cover group in order to get the expected impression from the audience. This research uses a dramaturgical approach and the method used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by interviews, observation, and documentation. The sampling technique used purposive sampling with consideration of certain criteria. The data validity technique in this research uses data triangulation. The data analysis used is the data coding stage in the form of interview transcripts, field notes, documents, and so on. This research results in the self-presentation shown by Dracarys on the front stage which includes setting and personal. Setting is a place or location used by Drcarays to do cross cover dance, namely the stage. Personal front is divided into appearance and manner. Appearance is shown by the use of attributes that show the identity of the original group being covered. Manner is shown by behavior and lipsync according to the idol role being played. While on the back stage or back stage, Dracarys members become themselves as women who have activities and roles in their respective daily lives. Keywords : cover dance, cross cover dance, Dracarys, self-presentation, front stage, back stage
Komunikasi interpersonal orang tua dengan siswa dalam upaya menanggulangi kenakalan remaja Rani Bella; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i1.21037

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui komunikasi interpersonal orang tua dengan siswa dalam upaya menanggulangi kenakalan remaja. (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal orang tua dan siswa dalam upaya menanggulangi kenakalan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Tempat penelitian di SMP N 5 Lawe Sigala-gala Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dengan mengumpulkan pertanyaan lalu di record dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa, guru, dan orang tua. Peneliti mengumpulkan informasi dengan cara mewawancarai informan. Sumber data yang digunakan ialah sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang dilakukan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi interpersonal orang tua dengan siswa dalam menanggulangi kenakalan remaja di SMP Negeri 5 Lawe Sigala-gala masih kurang baik. Hal itu tercermin dari sibuk-Nya orang tua dalam bertani sehingga komunikasi yang terjalin antara orang tua dengan siswa minim. Terdapat faktor-faktor yang dalam komunikasi interpersonal dalam upaya menanggulangi kenakalan remaja yaitu: faktor kejujuran, persepsi interpersonal, hubungan interpersonal, lingkungan fisik dan atraksi interpersonal.Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Orang Tua dan Anak, Kenakalan Remaja Abstract            This study aims (1) to determine the interpersonal communication of parents with students in an effort to overcome juvenile delinquency. (2) to determine the factors that influence the interpersonal communication of parents and students in an effort to overcome juvenile delinquency. This research is a qualitative approach. Research site at SMP N 5 Lawe Sigala-gala The methods used are observation, interviews by collecting questions and then recording and documentation. The subjects in this study were students, teachers, and parents. Researchers gather information by interviewing informants. The data sources used are primary and secondary data sources. Data analysis techniques carried out are data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing / verification or called interactive models. The results showed that interpersonal communication between parents and students in tackling juvenile delinquency at SMP Negeri 5 Lawe Sigala-gala was still not good. This is reflected in the busy parents in farming so that communication between parents and students. There are factors that are in interpersonal communication in an effort to overcome juvenile delinquency, namely: honesty factors, interpersonal perceptions, interpersonal relationships, physical environment and interpersonal attractions. Keywords : Interpersonal Communication, Parent and Child, Juvenile Delinquency
Representasi gay dalam pemberitaan di media online Nur Syafira Rahman; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i2.20945

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi gay dalam pemberitaan Ragil Mahardika melalui pandangan media online Liputan6.com selama periode Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis dengan model analisis wacana Teun A. van Dijk. Penelitian ini diterapkan pada pemberitaan Ragil Mahardika dalam media online Liputan6.com periode Mei 2022 dengan sumber data berupa teks berita. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Analisis data difokuskan pada elemen teks. Elemen teks model van Dijk meliputi struktur makro/tematik, superstruktur/skematik dan struktur mikro (semantik, sintaksis, stilistik dan retoris) untuk menampilkan bagaimana gay direpresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gay direpresentasikan sebagai hal yang negatif, dan Ragil Mahardika digambarkan sebagai sosok yang tidak diterima oleh masyarakat Indonesia. Gay dianggap sebagai kultur yang tidak sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. Ketidakberpihakan masyarakat pada gay ditunjukkan melalui refleksi berupa respon yang dilakukan, sebagai contoh; tanggapan negatif masyarakat terhadap konten yang memuat unsur gay. Konsep gay dianggap sebagai hal yang menyimpang karena tidak sesuai dengan konsep pasangan. Secara implisit Liputan6.com juga menerangkan bahwa pandangan terhadap gay merupakan suatu hal yg bersifat relatif. Secara singkat, Liputan6.com merepresentasikan Ragil Mahardika sebagai gay melalui pandangan yang cenderung kontra dan/ atau juga netral.Kata kunci : Representasi, Gay, Analisis van Dijk, dan Media online Abstract The purpose of this study was to find out the representation of gays in Ragil Mahardika's news through the views of  Liputan6.com online media during May 2022. This study uses the critical discourse analysis method with the discourse analysis of Teun A. van Dijk model. This research is applied to Ragil Mahardika's reporting on Liputan6.com online media for May 2022 which data source in the form of news text. The data collection technique used is documentation. Data analysis focused on text elements. The elements of van Dijk's model text include macro structure/thematic, superstructure/schematic and micro structure (semantic, syntactic, stylistic and rhetorical) to show how gay is represented. The results of the study show that gay is represented as a negative thing, and Ragil Mahardika is described as someone who is not accepted by Indonesian society. Gay is considered a culture that is not in accordance with the norms that exist in society. Society's impartiality towards gays is shown through reflection in the form of responses made, for example; the public's negative response to content containing gay elements. The concept of gay is considered as a deviant thing because it is not in accordance with the concept of a partner. Implicitly, Liputan6.com also explains that the view of gays is a relative thing. In short, Liputan6.com represents Ragil Mahardika as gay through views that tend to be counter and neutral.Keywords : Representation, Gay, Van Dijk Analysis, and Online media
Manajemen media sosial (studi kasus pada akun Instagram @kemendag) Mas’ud Hamdani Bin Rohmad; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i4.20979

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait dengan manajemen media sosial pada akun Instagram @kemendag yang dikelola oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dengan jenis penelitian ini, maka digunakan teknik wawancara mendalam dalam mengumpulkan data yang ditemukan. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Teknik keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber, untuk mengomparasikan data hasil penelitian yang ditemukan. Sedangkan dalam proses analisis data model analisis Miles and Hubberman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan empat aspek dalam teori The Circular Model of SOME yang dikemukakan oleh Regina Luttrell yaitu share, optimize, manage dan engage, maka mampu dipaparkan jika aspek share, Tim Media Sosial melakukan banyak kegiatan yang mendukung proses membagikan postingan diantaranya pelaksanaan riset audiens, membangun ciri khas, hingga membuat sistem yang mampu meningkatkan konektivitas dengan audiensnya. Dalam aspek optimize, menunjukkan proses Tim Media Sosial mengoptimalkan penggunaan media sosial, diantaranya dengan mengikuti hingga andil dalam tren yang berkembang di media sosial. Aspek manage, diketahui proses manajemen media sosial dilakukan dengan melakukan monitoring sebagai proses mengawasi dan mengatur kegiatan bermedia sosial hingga bermuara pada kegiatan evaluasi bulanan. Serta pada aspek engage, mampu dijabarkan mengenai proses Tim Media Sosial dalam membangun interaksi. Salah satu cara yang diketahui dengan menggunakan jasa influencher yang marak akhir-akhir ini untuk memperluas jangkauan audiens di media sosial.Kata Kunci : Manajemen Media Sosial, Manajemen Instagram, The Circular Model of SOME Abstract            This study aims to describe social media management on the Instagram account @kemendag which is managed by the Ministry of Trade of the Republic of Indonesia. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. With this type of research, in-depth interview techniques were used to collect the data found. In determining the informants, researchers used a purposive sampling technique. The data validity technique used is source triangulation, to compare the research data found. Meanwhile, in the data analysis process, the Miles and Hubberman analysis model. Based on research conducted using four aspects in The Circular Model of SOME theory put forward by Regina Luttrell namely share, optimize, manage and engage, it can be explained that if the share aspect is shared, the Social Media Team carries out many activities that support the process of sharing posts including conducting research audience, building characteristics, to create a system that is able to increase connectivity with the audience. In the optimize aspect, it shows the process of the Social Media Team optimizing the use of social media, including by following to share in the trends that are developing on social media. In managing aspects, it is known that the social media management process is carried out by monitoring as a process of supervising and regulating social media activities so that it leads to monthly evaluation activities. As well as on the engage aspect, it is able to describe the process of the Social Media Team in building interactions. One known way is to use the services of influencers, which have been popular lately, to broaden the reach of your audience on social media.Keywords : Social Media Management, Instagram Management, The Circular Model of SOME
ATRIBUT MEREK DALAM VIDEO AKUN TWITTER LIVERPOOL FC (@LFC) Nazlan Syahputra; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16818

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut merek yang ditampilkan oleh klub sepak bola profesional (Liverpool FC) dalam video pada media sosial Twitter (@LFC). Media sosial menawarkan berbagai keuntungan bagi klub sepak bola profesional terutama dalam meningkatkan citra merek dan menjaga loyalitas fan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah video pada Twitter Liverpool FC lebih didominasi oleh atribut merek non-produk (61%) daripada atribut merek produk (39%). Liverpool FC sangat menonjolkan dimensi Kesuksesan Tim (19,2%) dalam merekam momentum kejayaan mereka. Selain itu, Liverpool FC juga tidak melupakan Tanda Merek (16,4%) dengan senantiasa meletakkan logo dan warna merah pada konten video. Figur personal seperti Pemain Bintang (15,4% dengan 5 indikator) dan Pelatih Kepala (4% dengan 1 indikator) seringkali juga dilibatkan. Liverpool FC berfokus pada dimensi Citra Merek (14,6%). Video yang diunggah @LFC memberikan porsi yang cukup terhadap Fan (10,9%). Kata kunci: sepak bola, media sosial, atribut merek, Liverpool FC  ABSTRACTThis study aims to determine the brand attributes displayed by professional football clubs (Liverpool FC) in videos on social media Twitter (@LFC). Social media offers various advantages for professional football clubs especially in enhancing brand image and maintaining fan loyalty. This research uses quantitative content analysis method with descriptive approach. This research’s coding sheet was based on the conceptualization of brand. The results of this study are the videos on Liverpool FC’s Twitter are more dominated by non-product brand attributes (61%) than product brand attributes (39%). Liverpool FC greatly emphasizes the dimension of Team Success (19.2%) in recording the momentum of their glory. In addition, Liverpool FC also did not forget the Brand Mark (16.4%) by always putting logos and red color in the video content. Personal figures such as Star Players (15.4% with 5 indicators) and Head Coaches (4% with 1 indicator) are often also involved. Liverpool FC focuses on the Brand Image dimension (14.6%). Videos uploaded @LFC provide a sufficient portion of Fan (10.9%). Keywords: football, social media, brand attributes, Liverpool FC
Strategi komunikasi krisis Humas Kementerian Perdagangan pada kasus kenaikan harga minyak goreng tahun 2022 Garneda Puspa Pinandhita; Eko Prasetyo Nugroho Saputro
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i3.20966

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi krisis yang dilakukan Humas Kementerian Perdagangan pada kasus kenaikan harga minyak goreng tahun 2022. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode analisis yang menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik uji keabsahan berupa triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Humas Kementerian Perdagangan menerapkan sembilan konsep strategi komunikasi krisis meliputi: memiliki tim komunikasi, kontak media massa, mengumpulkan fakta, konferensi pers secara berkala, tidak menutup informasi, berhati-hati dalam menyampaikan informasi, one gate communication, komunikasi reputasi, dan banyak saluran komunikasi. 2) Faktor pendukung strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Humas Kementerian meliputi: kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kemampuan manajemen waktu, fasilitas yang mendukung dan kemampuan mengelola media sosial. Adapun faktor penghambat implementasi strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Humas Kementerian Perdagangan meliputi: banyaknya pemberitaan negatif, tingginya permintaan wawancara, kurangnya kuantitas sumber daya manusia, dan banyaknya hate comment di media sosial.Kata kunci : Komunikasi Krisis, Strategi Komunikasi, Humas Abstract            This study aims to determine the crisis communication strategy carried out by the Public Relations of Ministry of Trade in the case of rising cooking oil prices in 2022. The researcher used a qualitative descriptive method. The analysis method uses the Miles and Huberman models with the validity test technique in the form of source triangulation. The results of this study indicate: 1) The Ministry of Trade's Public Relations applies nine concepts of crisis communication strategy including: having a communication team, mass media contact, gathering facts, regular press conferences, not hiding information, being careful in conveying information, one gate communication, reputation communications, and multiple communication channels. 2) Supporting factors for the crisis communication strategy carried out by the Ministry's Public Relations include: quality of Human Resources (HR), time management skills, supporting facilities and the ability to manage social media. The inhibiting factors for the implementation of the crisis communication strategy carried out by the Public Relations Bureau of the Ministry of Trade include: the large number of negative reports, the high demand for interviews, the lack of quantity of human resources, and the large number of hate comments on social media. Keywords : Crisis Communication, Communication Strategy, Public Relations

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue