cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
PENGARUH TERPAAN BEAUTY VLOGGER TERHADAP MINAT BELI PRODUK KECANTIKAN (Survey terhadap Mahasiswa Teknik Rias FT UNY Peminat Maybelline The Powder Matte yang Dipengaruhi Vlog Sarah Ayu) Purna Dhatu Martani; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i2.15815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh terpaan beauty vlogger terhadap minat beli produk kecantikan Maybelline The Powder Matte. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitiannya adalah Ex-Post Facto.  Data yang digunakan merupakan data hasil pengisian kuesioner oleh para responden yang termasuk dalam kategori mahasiswa aktif Prodi Teknik Rias Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yaitu seluruh mahasiswa angkatan 2016 – 2018.  Pengolahan data hasil kuesioner menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Prodi Teknik Rias Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta dengan jumlah 115 mahasiswa aktif pada tahun 2016 - 2018. Seluruh anggota populasi menjadi sampel, sehingga penelitian ini merupakan penelitian sensus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh positif antara terpaan beuaty vlogger terhadap minat beli produk kecantikan Maybelline The Powder Matte oleh mahasiswa Teknik Rias FT UNY yang diperoleh dari korelasi Product Moment dimana ????ℎ???????????????????? lebih besar dari ???????????????????????? (0,364 0,195). Hasil dari uji signifikansi menggunakan korelasi Product Moment menunjukkan jika hipotesis diterima sehingga terdapat pengaruh positif antara Terapaan Beauty Vlogger terhadap minat beli produk kecantikan Maybelline The Powder Matte mahasiswa Teknik Rias FT UNY. Kata kunci: Beauty Vlogger, Vlog, Minat Beli
Pengaruh jingle Pemilu serentak 2024 di Instagram terhadap kesadaran memilih gen-z di Kabupaten Bantul Bayu Aji Firmansyah; Fikri Disyacitta
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i1.21042

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jingle pemilu serentak 2024 KPU di instagram dalam membentuk kesadaran memilih gen-z di Kabupaten Bantul. Pendekatan yang dipilih adalah kuantitatif dengan metode survei eksplanatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh gen-z di Kabupaten Bantul yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih di pemilu 2024 dengan sampel berjumlah 120. Penelitian dilakukan pada 21 Desember 2023-1 Januari 2024 bertempat di Kabupaten Bantul. Pengumpulan data menggunakan teknik angket tertutup dengan sistem skala linier sebagai instrumen penelitian. Sedangkan analisis data memakai regresi linier sederhana dengan bantuan spss. Dari uji statistik menemukan adanya hubungan searah antara X (Jingle pemilu serentak 2024) dengan Y (Kesadaran memilih). Selanjutnya penulis melakukan uji koefisien determinasi untuk menghitung besaran pengaruh X terhadap Y yang menghasilkan X memberikan pengaruh sebesar 47.9% terhadap Y. Selain jingle, terdapat faktor lain yang mempengaruhi kesadaran memilih adalah kesadaran dari diri sendiri, teman, keluarga, dan media tradisional.Kata kunci : Jingle, Kesadaran memilih, Generasi Z AbstractThe aim of this research is to identify the impact of Pemilu Serentak 2024 KPU jingle on Instagram in shaping gen-z voting awareness in Bantul Regency. The approach chosen is quantitative with an explanatory survey method. The population in this research were all gen-z in Bantul Regency who had qualified as voters in the 2024 election with The number of samples taken was 120 respondents. The research was conducted on December 21, 2023-1 January 2024 in Bantul Regency. The data collection method used a closed questionnaire technique with a linear scale system as the research instrument. While data analysis used simple linear regression with the assist of SPSS. The statistical test found an unidirectional correlation between X (Jingle simultaneous election 2024) and Y (voting awareness). Furthermore, the author conducted a coefficient of determination test to calculate the amount of influence of X on Y, which resulted in X having an influence of 47.9% towards Y. Apart from jingles, other factors that influenced voting awareness are awareness from oneself, friends, family, and traditional media.Keyword : Jingle, voting awareness, Generation Z
Pola komunikasi antarpribadi pelatih dan siswa dalam membangun motivasi berolahraga cabor Taekwondo Nurfadila Nurfadila; Novianto Yudha Laksana
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i2.20950

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pola Komunikasi Antarpribadi Pelatih dan Siswa RTC Cirebon dalam membangun motivasi berolahraga yang diterapkan dan digunakan pelatih RTC Cirebon kepada siswa terutama siswa usia dini dan siswa remaja. Penelitian ini berlokasi di unit/dojang Rotan Taekwondo Club Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan secara triangulasi sumber data. Dalam wawancara pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam analisis data menggunakan empat tahapan yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pola komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh pelatih RTC Cirebon memiliki perbedaan antara pola komunikasi yang digunakan kepada siswa remaja dan siswa usia dini. Pola komunikasi yang berbeda yang dilakukan pelatih RTC Cirebon kepada siswa remaja dan siswa usia dini dilakukan dengan melihat dari karakter dari masing – masing anak yang bebeda. Hambatan – hambatan yang datang baik dari pihak internal dan eksternal , dimana hambatan pihak internal datang dari sesama siswa sedangkan pihak eksternal datang dari orang tua siswa. Dengan pola komunikasi yang berbeda pelatih RTC Cirebon pada siswanya dan jalinan hubungan yang baik menjadikan komunikasi berjalan dengan sangat baik dan efektif serta memberikan motivasi kepada para atlet atau siswa untuk tetap berlatih.Kata kunci : Pola Komunikasi Antarpribadi, Pelatih, Taekwondo AbstractThe study aims to describe communication patterns between coach and RTC cirebon students in building the applied exercise motivation and used by RTC cirebon to mainly young students and teenage students. This study is located in the unit/dojang rotan taekwondo club cirebon. Research uses a qualitative approach with the type of case study, the method of data collection conducted on this study is interviews, observation and documentation. The validity of data was triangulated by data sources. In the interview for the selection of the informant using an intergalactic sampling technique. In data analysis, using the four phases of data collection, data reduction, data presentation, and deduction drawing. As a result of the study, it was learned that the interpersonal communication patterns of coach RTC cirebon had a difference between the communication patterns used to young and early students. The different communication patterns that coach RTC cirebon offers to teenage and early-age students by looking at the characteristics of each young child. Obstacles - barriers that come from both internal and external parties, where internal barriers come from fellow students while external parties come from student parents. Using different communication patterns that coach RTC cirebon his students and good relationships make communication run very well and effective and provide motivation for athletes or students to keep training. Keywords : interpersonal communication patterns, coach, taekwondo
Strategi komunikasi pemasaran Kebun Binatang Gembira Loka di media sosial instagram @glzoojogja Muhammad Nafi Maula; Ulfah Hidayati
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i4.20976

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi pemasaran kebun binatang Gembira Loka di media sosial Instagram menggunakan analisis SOSTAC. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan bagian humas dan pemasaran serta studi dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, website, jurnal dan penelitian terdahulu. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teori Miles and Huberman (1984) meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah analisis SOSTAC yang menunjukkan a) Situation analysis dengan memanfaatkan peluang fitur story dan promosi untuk menjangkau audiens dan meningkatkan engagement rate, b) Objectives berupa meningkatkan brand awareness dan menghemat biaya promosi, c) Strategy dilakukan dengan menentukan keluarga muda dengan anak balita sebagai target,  d) Tactics dilakukan dengan mempublikasikan setiap pembaruan layanan dan mengadakan diskon, e) Actions yang dilakukan yaitu memanajemen SDM dan membuat alur publikasi, f) Control dilakukan dengan membuat laporan kegiatan setiap bulan.Kata kunci : Strategi komunikasi pemasaran, Media sosial, Instagram, SOSTAC. AbstractThis study aims to determine the marketing communication strategy of Gembira Loka Zoo on social media Instagram using SOSTAC analysis. This research use descriptive qualitative approach. Primary data were obtained from interviews with public relations and marketing departments and documentation studies, while secondary data were obtained from books, websites, journals and previous research. The validity of the data in this study uses source triangulation. Data analysis uses the theory of Miles and Huberman (1984) including data reduction, data presentation and data verification. The results of this study are in accordance with the SOSTAC analysis steps which show a) Situation analysis by taking advantage of story and promotional feature opportunities to reach audiences and increase engagement rates, b) Objectives that is increasing brand awareness and saving promotion costs, c) Strategy is carried out by determining young family with toddlers as the target, d) Tactics are carried out by publishing every service update and giving discounts, e) Actions are carried out with managing human resources and making publication flows, f) Control is carried out by making activity reports every month.Keywords : Marketing communication strategy, Social media, Instagram, SOSTAC.
Analisis resepsi toxic relationship dalam drama Korea Nevertheless di kalangan mahasiswa Yogyakarta Laila Putri Wahyuni; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i3.20963

Abstract

Abstrak            Penelitian ini megenai pemaknaan toxic relationship dalam drama Korea Nevertheless di kalangan mahasiswa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pemaknaan pesan toxic relationship dalam drama Korea Nevertheless di kalangan mahasiswa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Metode pengumpulan data dengan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah enam informan mahasiswa Yogyakarta yang ditetapkan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis resepsi encoding/decoding yang membagi audiens menjadi tiga posisi yaitu dominan hegemoni, negosiasi, dan oposisi. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Keenam informan sebagian besar berada di posisi oposisi dalam pemaknaan toxic relationship di drama Nevertheless, dimana cenderung menolak pesan yang disampaikan media massa; (2) Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemaknaan informan mengenai toxic relationship dalam drama Nevertheless yaitu media habits, latar belakang sosial budaya, framing knowledge, dan pengalaman pribadi.Kata kunci : Resepsi, Toxic Relationship, Korean Drama, Media Massa Abstract            This research is about the meaning of toxic relationship in the Korean drama Nevertheless among Yogyakarta students. This study aims to find out how the toxic relationship message is interpreted in the Korean drama Nevertheless among Yogyakarta students. This study uses a qualitative descriptive method approach. Data collection method by interview. The data sources in this study were six Yogyakarta student informants who were determined by the purposive sampling method. Data analysis used encoding/decoding reception analysis techniques which divided the audience into three positions, namely dominant hegemony, negotiation, and opposition. The results of this study are: (1) Most of the six informants are in an oppositional position in the meaning of toxic relationship in the drama Nevertheless, where they tend to reject messages conveyed by the mass media; (2) There are several factors that influence the meaning of informants regarding toxic relationships in the drama Nevertheless, namely media habits, socio-cultural background, framing knowledge, and personal experience.Keywords: Reception, Toxic Relationship, Korean Drama, Mass Media
Optimalisasi media sosial tiktok live sebagai media komunikasi persuasif pada fashion untuk menghasilkan omzet sesuai target (studi kasus pada Oemah Gamis) Nur Aulia Kadarisman; Ratna Ekawati
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i1.21039

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penggunaan media sosial Tiktok live sebagai media komunikasi promosi pada fashion untuk menghasilkan omzet sesuai target penelitian ini dilakukan pada Oemah Gamis yang memfokuskan penjualan pada Tiktok Iive. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara secara mendalam dengan narasumber selaku host live pada Oemah  Gamis. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi pada media sosial Tiktok Oemah Gamis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Oemah Gamis menggunakan 4 tahap pada teori circular model of SOME, (1) share (membagikan), dengan cara memaksimalkan komunikasi pada live streaming menggunakan bahasa persuasif. (2) optimize (optimalisasi), Oemah Gamis pada tahap Optimize memaksimalkan penggunaan media sosial Tiktok untuk meningkatkan omzet penjualan dengan memberikan promo, gift away, konten, dan judul yang menarik pada saat live streaming berlangsung. (3) Manage (mengelola) Pada tahap ini Oemah Gamis belum secara maksimal mengelola dengan baik kerja sama team dan media sosial dibuktikan dengan banyaknya komentar negatif yang masuk dengan berbagai permasalahan dan menyebabkan omzet penjualan menurun. (4) engage (melibatkan), dalam membangun hubungan dengan audiens dan costumer Oemah Gamis menggunakan sistem afiliator dan tidak menggunakan influencers. Hasil penelitian Oemah Gamis belum secara maksimal menerapkan circular model of some dan belum menjaga hubungan baik dengan costumer sehingga omzet penjualan menurun.Kata kunci : circular model of some, Komunikasi persuasif, media sosial. AbstractThis study aims to determine the optimization of the use of Tiktok live social media as a promotional communication medium in fashion to generate turnover according to the target this research was conducted at Oemah Gamis which focuses on Tiktok Iive sales. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach. This research uses in-depth interviews with sources as live hosts at Oemah Gamis. Data validity in this study uses source triangulation. Data collection was carried out by interview, observation on Tiktok Oemah Gamis social media. The results showed that Oemah Gamis uses 4 stages in the circular model of SOME theory, (1) share, by maximizing communication on live streaming using persuasive language. (2) optimize, Oemah Gamis at the Optimize stage maximizes the use of Tiktok social media to increase sales turnover by providing promos, gift away, content, and attractive titles during live streaming. (3) Manage At this stage, Oemah Gamis has not maximally managed well the teamwork and social media as evidenced by the many negative comments that have entered with various problems and caused sales turnover to decline. (4) Engage, in building relationships with audiences and customers Oemah Gamis uses an affiliate system and does not use influencers. The results of Oem's research..Keywords : circular model of some, persuasif communication, social media
Diplomasi humanis Russia Beyond dalam membangun citra positif Rusia pada publik Indonesia melalui konten media Grandyforceta Grandyforceta; Gilang Jiwana Adikara
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i2.20947

Abstract

Abstrak            Tingginya perhatian publik terhadap konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina tidak menghentikan Russia Beyond dalam melakukan diplomasi budaya Rusia kepada publik Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti mengeksplorasi bagaimana Russia Beyond menggambarkan Rusia dan menyampainya dalam konten yang mereka publikasikan dalam situasi ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kualitatif dengan pendekatan semiotik Roland Barthes untuk memahami semiotika dalam enam artikel berbahasa Indonesia yang dipublikasikan oleh Russia Beyond pada 3-5 Maret 2022 di situs web mereka. Artikel-artikel tersebut dipilih sebagai sampel sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Russia Beyond pada periode 3-5 Maret 2022 secara konsisten menghadirkan sisi humanis Rusia, menyoroti tradisi budaya dan sejarah masa lalu dalam narasi yang positif dan penuh kebanggaan. Namun, dalam keenam artikel tersebut, tidak ada penggunaan kalimat atau gambar yang mengacu pada konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina. Russia Beyond tampaknya berusaha untuk menjauhkan topik konflik tersebut dari kontennya, seolah-olah konflik tersebut tidak ada atau tidak relevan, meski minat publik Indonesia terhadap isu tersebut sangat tinggi.Kata kunci : Rusia, Russia Beyond, Diplomasi Humanis, Citra Positif Abstract            The high public attention towards the ongoing armed conflict between Russia and Ukraine hasn't deterred Russia Beyond from continuing its cultural diplomacy efforts towards the Indonesian audience. In this study, the researcher explores how Russia Beyond portrays Russia and conveys it in their content amidst these circumstances. This research employs a qualitative discourse analysis method with Roland Barthes' semiotic approach to understand the semiotics in six Indonesian-language articles published by Russia Beyond on March 3-5, 2022, on their website. These articles were selected as samples according to the research criteria. The research findings indicate that during the period of March 3-5, 2022, Russia Beyond consistently highlights the humanistic aspects of Russia, showcasing cultural traditions and historical heritage in a positive and prideful narrative. However, within these six articles, there was no use of sentences or images related to the armed conflict between Russia and Ukraine. Russia Beyond appears to distance itself from the conflict topic in its content, as if the conflict does not exist or is not relevant, despite the high interest of the Indonesian public in the issue.Keyword : Russia, Russia Beyond, Humanist Diplomacy, Positive Image
Analisis resepsi anggota Kube Karya Mandiri terhadap iklan Kecap ABC suami sejati mau masak Fitriani Dian Pertiwi; Gilang Jiwana Adikara
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i4.20981

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui pemaknaan audiens tentang peran domestik perempuan, (2) mengetahui pemaknaan audiens tentang peran publik perempuan, (3) mengetahui resepsi peran ganda ibu rumah tangga yang bekerja, dan (4) mengetahui resepsi peran laki-laki di sektor domestik. Penelitian ini adalah analisis resepsi audiens dengan pendekatan kualitatif. Objek pada penelitian ini adalah iklan Kecap ABC Suami Sejati Mau Masak. Subjek penelitian ini adalah anggota Kube Karya Mandiri. Jumlah subjek penelitian berjumlah empat orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis resepsi Stuart Hall yang meliputi pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Informan memaknai peran domestik perempuan sebagai bentuk marginalisasi serta sebagai tanda pengabdian perempuan kepada keluarganya, (2) Informan memaknai peran publik perempuan untuk menjalankan motif ekonomi dan psikologi serta peran gender perempuan di sektor publik ditentukan oleh keluarga, (3) Resepsi peran ibu rumah tangga dalam yang bekerja dalam iklan tersebut menghasilkan dua informan perempuan berada di posisi dominan hegemoni dan dua informan laki-laki berada pada posisi negosiasi, (4) Resepsi peran laki-laki di sektor domestik dalam iklan tersebut menghasilkan dua informan perempuan berada pada posisi dominan hegemoni dan dua informan laki-laki berada pada posisi negosiasi, (5) terdapat perbedaan pemaknaan antara informan laki-laki dan perempuan. Kedua informan perempuan menangkap pesan secara dominan hegemoni, sedangkan laki-laki pada posisi negosiasi. Hal ini karena perbedaan jenis kelamin serta latar belakang pengetahuan. (6) Kebiasaan bermedia memengaruhi bagaimana individu meresepsi pesan media.Kata Kunci : Analisis resepsi, Kecap ABC, iklan AbstractThe aims of this study were: (1) to find out the audience’s meaning about women’s domestic roles, (2) to find out the audience’s meaning about women’s public roles, (3) to find out the reception of housewife’s double role as a worker, and (4) to find out the reception of men’s role in domestic sector. This study is an audience reception analysis with qualitative approach. The object in this study is Kecap ABC Suami Sejati Mau Masak edition advertisement. The subject in this study is Kube Karya Mandiri members. The number of this research’s subjects was four people. Data collection techniques were done by interviews. Data analysis performed using Stuart Hall’s reception analysis technique which include data collection, analysis, and interpretation. The results showed that: (1) The informant interpreted women’s domestic roles as a form of marginalization and as a sign of women's devotion towards her family, (2) The informant interpreted women’s public roles is to do economic and psychologic motive, also women’s gender role in public sector is determined by their significant others, (3) The reception of housewife’s double role as a worker in said advertisement resulted in two women informants stands on dominant hegemonic position and two men informants stands on negotiated position, (4) The reception of men’s role in domestic sector resulted in two women informants stands on dominant hegemonic position and two men informants stands on negotiated position, (5) there is difference reception result between men and women. This happens because of differences in gender and background knowledge. (6) Media habits can influence how individuals perceive media messages.Keywords : Reception analysis, Kecap ABC, advertisement
Efektivitas penggunaan media sosial untuk mensosialisasikan produk Rumah Belajar Kemendikbudristek Anggitya Khalifa Bumi; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i4.20971

Abstract

Abstrak            Tujuan penelitian ini untuk menganalisa efektivitas serta hambatan komunikasi yang dilakukan oleh Kemendikbudristek melalui media sosial dalam mensosialisasikan produk Rumah Belajar Kemendikbudristek kepada pelajar di Indonesia.  Lokasi penelitian terletak di Kantor Pengelola Website Rumah Belajar di Pusdatin, Ciputat dan Yogyakarta. Penelitian berlangsung dari bulan April 2022 hingga Mei 2023. Metode dan instrument pengumpulan data menggunakan metode wawancara serta pengolahan dokumen. Pengunaan media sosial dalam mensosialisasikan konten Rumah Belajar hasil dari kegiatan sosialisasi menjangkau total 399 ribu pengikut media sosial Pustadin Kemendikbudristek dan total engagement 35,4 ribu. Kegiatan sosialisasi Rumah Belajar pada akun media sosial Pusdatin Kemendikbudristek dilakukan secara komunikatif melalui pesan langsung dan komentar oleh para pengikut maupun pengguna Rumah Belajar. Kegiatan sosialisasi Rumah Belajar melalui media sosial Pustadin Kemendikbudristek ternilai efektif dengan mencapai tujuan kegiatan sosialisasi yang ditargetkan, namun terdapat hambatan sehingga sosialisasi ternilai kurang efisien akibat kurangnya SDM yang mengelola media sosial Pusdatin Kemendikbudristek.Kata Kunci : Efektivitas, Rumah Belajar, Media Sosial Abstarct            The purpose of this study was to analyze the effectiveness and communication barriers carried out by the Kemendikbudristek through social media in disseminating the Rumah Belajar Kemendikbudristek products to students in Indonesia. The research location is located at the Website Management Office at Pusdatin, Ciputat and Yogyakarta. The research took place from April 2022 to May 2023. Data collection methods and instruments used interviews and document processing. The use of social media in socializing Rumah Belajar content as a result of socialization activities reached a total of 399 thousand Pusdatin Kemendikbudristek social media followers and a total engagement of 35.4 thousand. Rumah Belajar socialization activities on the Pusdatin Kemendikbudristek social media account are carried out communicatively through direct messages and comments by followers and users of Rumah Belajar. Socialization activities for Rumah Belajar through Pustadin Kemendikbudristek's social media were considered effective in achieving the objectives of the targeted, but there were obstacles so that the socialization was considered less efficient due to a lack of human resources managing Pusdatin Kemendikbudristek's social media.Keywords : Effectiveness, Rumah Belajar, Social Media
Toxic relationship behaviour sebagai perilaku komunikasi interpersonal pemain roleplayer K-Pop di Twitter Putri Jumiati Chairunnisa; Awanis Akalili
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i3.20959

Abstract

AbstarkPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pemain roleplayer Kpop di Twitter; (2) Komunikasi interpersonal melalui media (CMC); (3) Bentuk toxic relationship behaviour yang terjadi selama melakukan komunikasi interpersonal; (4) Respon pemain roleplayer Kpop di Twitter ketika mendapatkan toxic relationship behaviour selama berkomunikasi. Hasil dari penelitian ini ialah toxic relationship behaviour sebagai perilaku pemain roleplayer Kpop di Twitter: (1) Komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pemain roleplayer Kpop memenuhi beberapa ketentuan komunikasi interpersonal yang efektif yaitu keterbukaan, empati, dan dukungan.; (2) Komunikasi interpersonal yang dilakukan melalui media (CMC) memenuhi komponen CMC yang efektif yaitu penggunaan bahasa, pesan delay, dan segi estetika; (3) Bentuk toxic relationship yang terjadi adalah dominasi, serangan verbal, pemerasan emosional, pemusnahan karakter, gaslighting, cemburu dan posesif berlebihan, manipulative dan playing victim; (4) Respon yang diberikan oleh pemain roleplayer Kpop di Twitter ketika mengalami toxic relationship ketika berkomunikasi berkaitan dengan pola hubungan toxic yaitu pola ambeven dan pola cemas menghindarKata kunci : toxic relationship, roleplayer, komunikasi interpersonal AbstractThis research uses a qualitative approach with phenomenological methods. This study aims to find out: (1) Interpersonal communication carried out by Kpop roleplayers on Twitter; (2) Interpersonal communication through the media (CMC); (3) Forms of toxic relationship behavior that occur during interpersonal communication; (4) The response of Kpop roleplayers on Twitter when getting toxic relationship behavior during communication. The result of this study is toxic relationship behavior as the behavior of Kpop roleplayer players on Twitter: (1) Interpersonal communication carried out by Kpop roleplayer players has been several provisions for effective interpersonal communication, namely openness, empathy, and support.; (2) Interpersonal communication carried out through media (CMC) meets the effective components of CMC, namely the use of language, delay messages, and aesthetic aspects; (3) The forms of toxic relationships that occur are domination, verbal attacks, emotional blackmail, character annihilation, gaslighting, excessive jealousy and possessiveness, manipulative and playing victim; (4) The response given by Kpop roleplayers on Twitter when experiencing toxic relationships when communicating is related to toxic relationship patterns, namely ambeven patterns and anxious patterns of avoidanceKeywords : toxic relationship, roleplayer, interpersonal communication

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue