cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
Analisis framing pemberitaan klithih pada media lokal Harian Jogja Ulul Azmi Muhsin; Gilang Jiwana Adikara
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i1.21035

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing pemeberitaan Harian Jogja mengenai kasus ”Klithih” dengan menggunakan modal analisis framing Robert N Entman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan 9 berita Harian Jogja dalam rentan waktu 26 Maret 2023 hingga 5 April 2023 berita tentang Klithih sebagai sumber data primer dengan metode teknik dokumentasi dalam pengumpulannya.  Uji keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Penelitian ini menunjukan bahwa; 1) Harian Jogja mendefinisikan klithih sebagai kejahatan jalanan, tindak kekerasan, perilaku yang melanggar moral dan konflik sosial. 2) Harian Jogja menyebutkan fenomena Klithih muncul akibat kenakalan remaja yang dipengaruhi kurangnya pendidikan karakter. 3) Harian Jogja tidak menyajikan bagaimana masyarakat memandang isu Klithih dalam menyajikan pemberitaan namun, menonjolkan peran pemerintah dalam menangani kasus Klithih. 4) Harian Jogja tidak berhasil tampil secara berimbang dalam menyajikan pemberitaan klithih di Yogyakarta, yang berarti tidak adanya prinsip cover both sides yang dalam pemberitaan Klithih.Kata kunci : Analisis Framing, Klithih, Model Robert Entman AbstractThis research purpose to unvocer how the Harian Jogja reporting on the "Klithih" case is framed using Robert N Entman's framing analysis. This research is descriptive research with a qualitative approach. This research uses 9 Harian Jogja news stories from 26 March 2023 to 5 April 2023, news about Klithih as a source of primary data using documentation techniques in collecting them. Test the validity of the data using the triangulation method. This research shows that; 1) Harian Jogja defines klithih as street crime, acts of violence, behavior that violates morals and social conflict. 2) Harian Jogja stated that the klithih phenomenon emerged as a result of juvenile delinquency which was influenced by a lack of character education. 3) Harian Jogja does not present how the public views the Klithih issue in its news presentation, but rather emphasizes the government's role in handling the Klithih case. 4) Harian Jogja failed to appear balanced in presenting Klithih news in Yogyakarta, meaning there is no principle of covering both sides in reporting Klithih. Keywords : framing analysis, Klithih, Robert Entman’s Model
Pola komunikasi organisasi pada komunitas E-Sport UNY (UNY E-Sport) Fakhry Adhimas Harenda; Gilang Jiwana Adikara
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i2.20943

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pola komunikasi organisasi yang terbentuk dan hambatan yang terjadi pada komunitas UNY E-SPORT dimana Pola komunikasi organisasi sangat diperlukan dalam proses terbentuknya organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, hal tersebut berguna untuk menentukan bagaimana jalannya proses komunikasi yang berlangsung. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang yaitu ketua, sekretaris bendahara, dan humas atau public relation komunitas UNY E-SPORT. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur. Kemudian teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Kemudian untuk pemeriksaan keabsahan data, menggunakan teknik triangulasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi yang digunakan komunitas UNY E-SPORT adalah pola komunikasi model roda dan lingkaran, yang mana hal ini terbukti bahwa ketua merupakan pusat dari segala aktivitas dan pengambilan keputusan. Namun ketika peran ketua tidak berjalan, pengurus dan bawahan bertranformasi mengambil alih peran tersebut sehingga semua anggota memiliki peran yang sama dan tidak adanya batasan dengan bawahan yang membedakan hanya pada posisi jabatan masing-masing. Hambatan mengenai kurangnya peran ketua sebagai pilar utama mejadi hambatan dalam proses pola komunikasi organisasi yang berlangsung. Kemudian kurangnya agenda pertemuan dikarnakan tidak adanya tempat atau basecamp secara langsung menjadi hambatan pengurus dan anggota dalam proses komunikasi.Kata kunci : Pola komunikasi, Komunikasi Organisasi, Komunitas, E-Sport Abstract            This study aims to describe how organizational communication patterns are formed and the obstacles that occur in the UNY E-SPORT community where organizational communication patterns are needed in the process of forming an organization so that it can achieve the goals that have been set, this is useful for determining how the communication process takes place. This study used descriptive qualitative research, with the selection of informants using a purposive sampling technique with predetermined criteria. The informants in this study consisted of three people, namely the chairperson, treasurer secretary, and public relations or public relations for the UNY E-SPORT community. Data collection techniques in this study used semi-structured interviews. Then the data analysis technique went through three stages, namely data reduction, data presentation and verification. Then to check the validity of the data, using triangulation techniques. The results of this study indicate that the communication pattern used by the UNY E-SPORT community is the wheel and circle model of communication, which proves that the chairman is the center of all activities and decision making. However, when the chairman's role does not work, the management and subordinates are transformed to take over the role so that all members have the same role and there are no restrictions with subordinates that differ only in their respective positions. Obstacles regarding the lack of the role of the chairman as the main pillar are obstacles in the process of ongoing organizational communication patterns. Then the lack of a meeting agenda due to the absence of a place or basecamp directly became an obstacle for administrators and members in the communication process.Keywords : Communication Pattern, Organizational Communication, Community,  E-Sport
Komunikasi pemasaran digital brand “Good Day” di media sosial (analisis konten dan persepsi konsumen pada customer engagement brand “Good Day” di media sosial Instagram) Debora Glori Permatasari; Eko Prasetyo Nugroho Saputro
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i4.20977

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten Instagram Brand Good Day sebagai cara komunikasi pemasaran digital dalam membangun customer engagement serta menganalisis persepsi konsumen terhadap konten tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Data-data diabsah menggunakan triangulasi sumber dan dianalisis menggunakan Model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Day memanfaatkan media sosial Instagramnya dengan melakukan komunikasi pemasaran digital. Melalui media tersebut, Good Day dapat membangun keterlibatan konsumen dengan menciptakan konten-konten yang menarik di Instagram. Konten-konten tersebut berupa promotional content (konten promosi), entertaintment content (konten hiburan), educational content (konten edukasi), conversational content (konten percakapan), seasonal content (konten musiman), dan konten repost. Cara tersebut memberikan dampak positif terhadap customer engagement, yang ditandai dengan persepsi positif konsumen, seperti ketertarikan dan kebutuhan konsumen terhadap konten-konten Instagram Good Day, keinginan konsumen untuk merekomendasikan produk ke orang lain, serta keaktifan konsumen dalam memberikan timbal balik.Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran Digital, Customer Engagement, Social Information Processing AbstractThis study aims to analyze Instagram Brand Good Day content as a way of digital marketing communication in building customer engagement and to analyze consumer perceptions of the content. The research was carried out using descriptive qualitative methods and data collection through in-depth interviews, documentation studies, and literature studies. The data were validated using source triangulation and analyzed using the Miles and Huberman Models. The results of the study show that Good Day takes advantage of its Instagram social media by conducting digital marketing communications. Through these media, Good Day can build consumer engagement by creating interesting content on Instagram. These contents are in the form of promotional content, entertainment content, educational content, conversational content, seasonal content, and repost content. This method has a positive impact on customer engagement, which is indicated by positive consumer perceptions, such as consumer interest and need for Instagram Good Day content, consumers' desire to recommend products to others, and consumers' activeness in providing feedback.Keywords : Digital Marketing Communication, Customer Engagement, Social Information Processing
PESAN KRITIK SOSIAL TERHADAP LINGKUNGAN PENDIDIKAN DI KOREA SELATAN (ANALISIS ISI PADA DRAMA SKY CASTLE) Mikhael Yudhistira Prananjaya; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16825

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) Pesan kritik sosial terhadap lingkungan pendidikan yang terdapat dalam drama Sky Castle. 2) Bagaimana pesan kritik sosial terhadap lingkungan pendidikan yang terdapat dalam drama Sky Castle disampaikan. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kualitatif  dengan  metode  analisis  isi.  Objek penelitian yang dipilih adalah drama Sky Castle karya Yoo HyunMi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan studi pustaka terhadap adegan-adegan dalam 20 episode drama Sky Castle. Analisis data menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Terdapat beberapa kritik sosial terhadap lingkungan pendidikan  di  Korea  Selatan  dalam  drama  Sky  Castle  yaitu;  a)  Untuk  lingkungan    keluarga, terdapat pesan kritik untuk fenomena education fever, yaitu fenomena dimana orang tua memiliki hasrat yang besar dan terobsesi untuk memasukan anaknya ke tiga Universitas ternama, SKY (Seoul National University, Korea University dan Yonsei University). Lalu muncul juga pesan kritik untuk kultur di Korea Selatan dimana seorang ayah jarang terlibat dalam proses pendidikan anak. b) Untuk lingkungan sekolah, terdapat pesan kritik untuk murid yang menjadi egois dan sombong, dan menganggap teman sekelasnya adalah batu loncatan dan saingan yang harus dikalahkan. Lalu juga muncul kritik untuk guru yang kurang peduli pada muridnya dan hanya terfokus untuk mempersiapkan dan menekan murid-murid untuk lolos ujian universitas. c) Untuk lingkungan masyarakat, terdapat kritik untuk masyarakat  yang terlalu kompetitif dan bersaing secara brutal hingga melalukan kecurangan untuk memasukan anaknya ke SKY. 2) Pesan kritik sosial dalam drama Sky Castle digambarkan atau dimunculkan dalam dialog konflik antar tokoh.Kata kunci: Kritik Sosial, Lingkungan Pendidikan, Sky Castle, dan analisis isi ABSTRACTThe objective of this research are to describe: 1) Social critics message towards Educational Enviroment in Yoo Hyunmi’s Sky Castle 2) the methods of portraying the social critics message towards Educational Environment in Yoo Hyunmi’s Sky Castle. This research used a qualitative approach with content analysis method. The chosen object of this research was Yoo Hyunmi’s Sky Castle. The data collection tehnique used in this research was documentation, observation, literature study toward  the scenes that occurred in 20 episodes of Sky Castle. The Data analysist used in this research was content analysist. The result that shown in this research are; 1) There are social critics message toward educational environment in South Korea shown in Sky Castle, which are; a) to family enivroment, there are critics for phenomenon called Education Fever, which was a phenomenon where the parents had a strong desire and obsessed to put their childern to three most prestigious University, SKY  (Seoul National University, Korea University andYoesei University). Moreover, there was a critics message of the culture in south korea caused by the absence of father’s involvement in children’s education process. b) to School Environment, there are critics for student who turned into a selfish individual and arrogant, also considered her classmates as stepping stones and enemies that should be taken over. Moreover, there are critics that shown for ignorance teachers who focused only to prepare and emphasize their students to pass University’s entrance examination. c ) to social environment, there are critics message for society that are being too competitive and brutally  compete up to the point of using all methods to make their childern to pass the SKY University entrance examination. 2) Social critics message in Yoo HyunMi’s Sky Castle, are portrayed or shown in the form of conflict dialogues between characthers.Keywords: Social Critics, South Korea, Education Environmental , Sky Castle,  content analysist
ANALISIS PROFESIONALISME JURNALIS BERITAGAR.ID DI ERA POST TRUTH Rima Trisnayanti; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i3.16311

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman profesional jurnalis Beritagar.id, sehingga pengalaman itu memberi kontribusi pada profesionalisme di era post truth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beritagar.id menjadi wadah jurnalis-jurnalis yang sudah berpengalaman untuk mengaplikasikan keterampilan. Jurnalis Beritagar.id memiliki jalinan relasi yang kuat, terampil menuliskan berita interpretatif, disiplin jurnalisik dalam mengungkap kebenaran, berimbang dalam membentuk opini publik, memanfaatkan media sosial sebagai sumber berita pendukung dan jurnalisme data (2) nilai-nilai kode etik jurnalistik diterapkan jurnalis Beritagar.id menjadikan jurnalis Beritagar.id memiliki integritas, independen, serta terjaga martabat dan profesionalismenya (3) pengetahuan khusus jurnalis Beritagar.id teraktualisasi seiring dengan mereka bekerja, sehingga tidak alpa pada fenomena baru yaitu post truth (4) Uji Kompetensi Jurnalis dan sertifikasi bagi jurnalis Beritagar.id tidak sepenuhnya menjadi tolak ukur profesionalisme jurnalis. Kata kunci: profesionalisme jurnalis Beritagar.id, post truth, fenomenologi
Strategi komunikasi persuasif Ditbinmas Polda D. I. Yogyakarta dalam menanggulangi kejahatan jalanan di Yogyakarta Amir Safruddin Safruddin; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i3.20964

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses strategi komunikasi persuasif Ditbinmas Polda D. I. Yogyakarta dalam menanggulangi kejahatan jalanan remaja di Yogyakarta serta kelebihan dan kekurangan selama proses berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penentuan informan menggunakan metode purposive sampling, menghasilkan lima personil sebagai informan kunci. Teknik keabsahan data menggunakan teknik tringaluasi metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif yang dilakukan Ditbinmas adalah : (1) penemuan fakta, (2) perencanaan, (3) komunikasi, (4) evaluasi. Selain itu dalam proses komunikasi menggunakan strategi komunikasi persuasif psikodinamika, sosikultural, dan the meaning construction. Terdapat unsur-unsur agar keberhasilan komunikasi persuasif terjadi, yaitu persuader, persuadee, persepsi, pesan persuasif, saluran persuasif, dan umpan balik dan efek. Kelebihan dari strategi komunikasi persuasif yang diterapkan yaitu: (1) kegiatan sosialisasi meningkatkan citra positif masyarakat kepada kepolisian, (2) kedekatan anggota memudahkan untuk koordinasi berbagai kegiatan. Sedangkan kekurangannya adalah: (1) terkendala waktu kegiatan, (2) keterbatasan anggaran, (3) keterbatasan personil dan transportasi.Kata kunci : strategi komunikasi persuasif, ditbinmas, kejahatan jalananAbstractThis study aims to identify and describe the process of a persuasive communication strategy for the Yogyakarta police directorate of community development in overcoming youth street crime in yogyakarta as well as the advantages and disadvantages during the process. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. In determining the informants using a purposive sampling technique, the resulting results are five personnel as key informants. The data validity technique uses the method trivaluation technique. The data analysis technique used Miles and Huberman's interactive model. The results of the research show that the directorate of community development persuasive communication strategy is implemented included: (1) facts, (2) planning, (3) communication, (4) evaluation. In addition, the communication process uses psychodynamic, sociocultural, and the meaning construction persuasive communication strategies. There are also elements for the success of persuasive communication, persuaders, persuades, perceptions, persuasive messages, persuasive channels, and feedback and effects. The strengths of the persuasive communication strategy applied are: (1) socialization activities increase the positive image towards the police, (2) the closeness of members makes it easier to coordinate various activities. Meanwhile, the disadvantages are: (1) time constraints for activities, (2) budget constraints, (3) personnel and transportation limitations.Keywords : persuasive communication strategy, directorate of community development, street crime
PENGARUH TERPAAN TAYANGAN DRAMA KOREA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KULINER KOREA Shafir Walida Haq; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i2.16320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh terpaan tayangan drama Korea terhadap keputusan pembelian produk kuliner Korea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitiannya adalah penelitian survei.  Data yang digunakan merupakan data hasil pengisian kuesioner oleh para responden yang termasuk dalam kategori mahasiswi K-popers dalam rentang umur 21 sampai 24 tahun. Pengolahan data hasil kuesioner menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan berusia 20-24 tahun di Sleman, Yogyakarta dengan jumlah 18.082 orang. Pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik Multistage Random Sampling, dan ditentukan sebanyak 100 sampel. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara terpaan tayangan drama Korea terhadap keputusan pembelian produk kuliner Korea dimana ????ℎ???????????????????? lebih besar dari ???????????????????????? (0,588 0,163). Hasil dari uji signifikansi menggunakan korelasi Product Moment menunjukkan jika hipotesis diterima sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan antara terpaan tayangan drama Korea terhadap keputusan pembelian produk kuliner Korea. Kata kunci: terpaan media, keputusan pembelian, K-Pop, kuliner Korea, drama Korea 
PROSES GATEKEEPING BERITA KRIMINAL DALAM PENENTUAN HEADLINE KORAN MERAPI PERIODE 21 DESEMBER 2018 – 11 JANUARI 2019 Ani Very Hepy; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i4.16346

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses gatekeeping yang dilakukan Koran Merapi dalam menentukan berita kriminal sebagai headline khusunya periode 21 Desember 2018 – 11 Januari 2019. Penelitian ini mengggunakan teori gatekeeping milik Shoemaker. Hasil penelitian ini adalah pihak yang paling berperan dalam proses gatekeeping ini ada tiga, yaitu wartawan, redaktur, dan redaktur pelaksana (redpel). Proses gatekeeping yang berpengaruh dalam produksi berita kriminal pada Koran Merapi: pada level individu proses seleksi dilakukan dengan cenderung subjektif karena tergantung pilihan wartawan dan selera redaktur pelaksana. Pada level rutinitas media pola kerja yang diterapkan sama dengan memprioritaskan berita kriminal yang unik dan menghebohkan. Level organisasi (Redaktur pelaksana memiliki kuasa lebih dalam menentukan headline), Level Ekstramedia dipengaruhi oleh sumber/informan yaitu: polisi, dan audience yaitu pembaca berita kriminal), dan pada level sistem sosial dipengaruhi oleh kode etik jurnalistik, visi misi dan tagline Koran Merapi.Kata kunci: headline, berita kriminal, gatekeeping, Koran Merapi 
Analisis resepsi mahasiswa UNY mengenai nilai-nilai Nasionalisme dalam film Susi Susanti – love all Triananda, Aldi Heru; Handayani, Wuri
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i1.21033

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui resepsi atau pemaknaan khalayak terhadap nilai-nilai nasionalisme yang disampaikan dalam Film Susi Susanti: Love All. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode analisis resepsi Stuart Hall. Pengumpulan data dalam penelitian ini di peroleh melalui wawancara terhadap informan dan Analisis isi konten media yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi kode-kode nasionalisme serta dokumentasi yang berguna untuk mendukung informasi penelitian ini. Dalam penentuan sample teknik yang digunakan yaitu purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan dan terdapat 5 orang sebagai informan utama yang terdiri atas satu ahli film dan empat sample khalayak. Film Susi Susanti: Love All menampilkan pemaknaan nasionalisme yang beragam, dimana nasionalisme tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kecintaan dan pengabdian terhadap bangsa dan negara namun juga dimaknai sebagai bentuk perlawanan terhadap diskriminasi. Khalayak dikategorikan sebagai penerima pesan yang didasari oleh aspek profil psikologis yang ditunjukan oleh opini mereka terhadap karakter Susi Susi dan adanya perasaan trauma terhadap pengalaman masa lalu serta aspek karakteristik prilaku khalayak yang umumnya menyukai olah raga dan studi film. Faktor tersebut menempatkan khalayak pada posisi yang berbeda-beda, diantaranya adalah Dominant Hegemonic, Negotiated Position, Oppotitional Position.This research was conducted to determine the audience's reception or meaning of the nationalist values conveyed in the film Susi Susanti: Love All. This research is qualitative research using the Stuart Hall reception analysis method approach. Data collection in this research was obtained through interviews with informants and content analysis of media content used to help identify nationalism codes and useful documentation to support this research information. In determining the sample, the technique used was purposive sampling with predetermined criteria, and there were 5 people as main informants consisting of one film expert and four audience samples. The film Susi Susanti: Love All displays various meanings of nationalism, where nationalism is interpreted as a form of love and devotion to the nation and state and as a form of resistance to discrimination. Audiences are categorised as message recipients based on psychological profile aspects shown by their opinion of the character Susi Susi, feelings of trauma from past experiences, and aspects of the behavioural characteristics of audiences who generally like sports and film studies. These factors place the audience in different positions, including Dominant Hegemonic, Negotiated Position, and Oppositional Position.
Jurnalisme warga pada akun Instagram @infocegatansukoharjo sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat Sukoharjo Prasetyo, Bayu; Handayani, Wuri
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21775

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji bagaimana kegiatan jurnalisme warga pada akun Instagram @infocegatansukoharjo dapat menjadi suatu bentuk kepedulian sosial masyarakat, dalam penelitian ini yaitu di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Founder akun Instagram @infocegatansukoharjo dan 3 orang followers akun tersebut. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi data, teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial terhadap sesama masyarakat ditunjukkan melalui kegiatan jurnalisme warga yang memunculkan sikap empati terhadap sesama masyarakat diantaranya, membantu orang lain, mendoakan orang lain, dan mengapresiasi orang lain. Sikap empati ini muncul setelah masyarakat menerima informasi jurnalisme warga yang diunggah pada akun Instagram @infocegatansukoharjo, kegiatan jurnalisme warga yang merupakan penyebaran informasi juga termasuk dalam sikap peduli sosial yaitu meningatkan orang lain agar peduli terhadap penderitaan orang lain di sekitarnya. Namun dalam beberapa kegiatan jurnalisme yang diunggah oleh akun @infocegatansukoharjo belum disertai kronologi peristiwa sehingga membuat masyarakat kurang memahami informasi mengenai peristiwa yang sedang terjadi.Kata kunci : Jurnalisme warga, Instagram, dan Kepedulian sosial. AbstractThis research examines how citizen journalism activities on the Instagram account @infocegatansukoharjo can serve as a form of societal care, within the context of Sukoharjo Regency. The study adopts a qualitative approach with a descriptive method. Data collection involves observation, documentation, and interviews. Informant selection employs purposive sampling based on predefined criteria. The informants consist of the founder of the Instagram account @infocegatansukoharjo and three of its followers. Data validity is ensured through data triangulation, and analysis utilizes the interactive model proposed by Miles and Huberman. The findings indicate that societal care towards others is manifested through citizen journalism activities, fostering empathy among community members by aiding others, praying for them, and appreciating their efforts. This empathy emerges following the dissemination of citizen journalism information on the @infocegatansukoharjo Instagram account. These journalistic activities, which involve information dissemination, contribute to societal care by raising awareness among individuals to be mindful of others' suffering in their surroundings. However, some of the journalism activities posted by @infocegatansukoharjo lack chronological event descriptions, leading to a limited understanding of ongoing events among the community.Keywords : Citizen Journalism, Instagram, Social Concern.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue