cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
Dinamika respons audiens digital di media sosial x terhadap kampanye diversitas & inklusivitas sebagai brand activism skin game Lintang Kinanthi, Agnes Jatayu; Akalili, Awanis
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21769

Abstract

AbstrakPenelitian ini berupaya untuk menyingkap pemahaman mengenai respons audiens pengguna media sosial X terhadap diversity and inclusive brand activism yang dilakukan oleh Skin Game sebagai merek dagang bagi salah satu skincare di Indonesia. Berupa studi kasus yang dilakukan pada enam belas respons audiens, penelitian dikaji menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, dan analisis didasarkan pada Brand Activism Theory yang di dalamnya terkandung Framework of Optimal Incongruence, didukung dengan konsep-konsep mengenai Karakteristik Aktivitas Audiens Digital. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) Terdapat ragam respons audiens, mulai dari yang termasuk dalam zona satisfaction, delight, hingga outrage; (2) Audiens berinteraksi menggunakan fitur like, retweet, dan reply terhadap respons yang cenderung menerima dan memercayai nilai kampanye; (3) Skin Game memberikan tanggapan melalui fitur reply terhadap beragam jenis respons; (4) Beberapa aktivitas audiens digital yang terjadi antara lain keikutsertaan audiens non-komunitas skincare dan aktivisme sosial, pemanfaatan anonimitas, serta penghapusan pesan. Kata Kunci : Brand Activism, Brand Skin Game, Diversity Inclusive Marketing, Respons Audiens AbstractThis research seeks to reveal an understanding of the response of the audience of X social media users to the diversity and inclusive brand activism carried out by Skin Game, an Indonesian brand for skincare products. Conducted on sixteen audience responses, this research was studied using descriptive qualitative methods. Datas are collected through observation and documentation, analysed based on Brand Activism Theory which contains the Framework of Optimal Incongruence, supported by concepts regarding the Characteristics of Digital Audience Activities. The results show that: (1) There are various audience responses, ranging from those in the zone of satisfaction, delight, to outrage; (2) Audiences interact using the like, retweet and reply features for responses that tend to accept and believe the value of the campaign; (3) Game Skin provides responses via the reply feature to various types of responses; (4) Several digital audience activities that occurred included the participation of non-community skincare audiences and social activism, the abuse of anonymity, and the deletion of uploaded messages.Keywords : Audience Response, Brand Activism, Brand Skin Game, Diversity Inclusive Marketing
Motivasi partisipasi pengguna media sosial dalam produksi dan distribusi user generated content (studi kasus meme Mixue) Priatama, Ryan; Adikara, Gilang Jiwana
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21776

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk melihat dasar motivasi partisipasi pengguna media sosial dalam memproduksi dan mendistribusi meme Mixue di akun media sosialnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Penelitian ini dilakukan secara daring melaui Zoom Meeting dengan tiga informan yaitu, pemilik akun Ghosty’s Comic, social media specialist Kyou Hobby Shop, dan pemilik akun Dane Rama sebagai sumber data primer. Sedangkan sumber data sekunder didapatkan dari studi kepustakaan, dokumentasi, dan arsip. Teori yang digunakan adalah Model of Motivastions for User Generated Content oleh Vong, A., Stax, M. (2017). Hasil penilitian menunjukan: (1) Meme Mixue termasuk dalam User Generated Content; (2) Bentuk partisipasi yang dilakukan adalah expression; (3) Self-expression, self-actualization, self-presentation, identity formation, self-assurance, gain rewards, professional advancement, intrinsic enjoyment, dan habit merupakan motivasi personal yang dimiliki informan; (4) Social norm, social recognition, social networking, social experience, peer communication, information gathering, dan information dissemination merupakan motivasi sosial yang dimiliki informan; (5) Motivasi dimensi brand yang dimiliki informan adalah brand recognition dan brand affiliation; (6) Terdapat delapan motivasi yang saling terintegrasi dalam motivasi personal dan motivasi sosial; (7) Dan terdapat penemuan baru bahwa satu dimensi motivasi dapat saling berintegrasi. Kata Kunci : Media Sosial, Meme Mixue, Motivasi, User Generated Content Abstract            This research aims to examine the underlying motivations for user participation in producing and distributing Mixue memes on their social media accounts. The research methodology employed is descriptive research with a qualitative case study approach. The study was conducted online via Zoom Meeting with three informants: the owner of Ghosty’s Comic account, a social media specialist from Kyou Hobby Shop, and the owner of Dane Rama account as primary data sources. Secondary data sources were obtained from literature review, documentation, and archives. The literature used for this research is Model of Motivastions for User Generated Content by Vong, A., Stax, M. (2017). The research findings indicate: (1) Mixue memes are classified as User Generated Content; (2) Forms of participation include expression; (3) Personal motivations identified among informants include self-expression, self-actualization, self-presentation, identity formation, self-assurance, gain rewards, professional advancement, intrinsic enjoyment, and habit; (4) Social motivations among informants include social norm, social recognition, social networking, social experience, peer communication, information gathering, and information dissemination; (5) Brand dimension motivations among informants are brand recognition and brand affiliation; (6) Eight motivations are integrated within personal and social motivations; (7) A new finding indicates that one dimension of motivation can be mutually integrated.Keywords : Mixue Memes, Motivations, Social Media, User Generated Content
Analisis wacana kritis nasionalisme banal dalam film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail Yudha Leksana, Tegar Satria; Setiawan, Benni
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21772

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kritik terhadap wacana nasionalisme banal dihadirkan serta mengetahui kontestasi wacana nasionalisme yang terbentuk dalam film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis berupa analisis wacana krits model Norman Fairclough. Analisis dilakukan pada tataran teks yang hadir dalam film Lewat Djam Malam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dengan coding sheet sebagai instrtumen penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan dan menyiapkan data, membaca dan melihat seluruh data, membuat koding seluruh data, membuat koding sebagai bahan membuat deskripsi, menghubungkan antar tema, dan memberi interpretasi dan makna tentang nasionalisme banal Hasi penelitian ini adalah kritik Usmar Ismail terhadap nasionalisme banal dalam film Lewat Djam Malam dapat dikelompokan menjadi tiga pokok pikiran, diantaranya adalah: (1) Nasionalisme banal dapat melegitimasi kekuasaan pemerintah yang otoriter, (2) Nasionalisme banal dapat menyebabkan sikap apatis dan tidak kritis terhadap pemerintah, dan (3) Nasionalisme banal dapat menyebabkan pengabaian terhadap nilai-nilai HAM. Peneliti juga menemukan adanya kontestasi wacana dalam film Lewat Djam Malam di mana terdapat wacana nasionalisme progresif yang muncul sebagai wacana tandingan terhadap nasionalisme banal.Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis, Film, Nasionalisme Banal, Usmar Islmail Abstract            This research aims to understand how critiques of banal nationalism discourse are presented and to identify the contestation of nationalist discourse formed in the film "Lewat Djam Malam" by Usmar Ismail. The study employs a qualitative approach with analytical methods using Norman Fairclough's critical discourse analysis model. The analysis is conducted on the textual level present in the film "Lewat Djam Malam". Data collection techniques involve document analysis with a coding sheet as the research instrument. Data analysis is carried out by organizing and preparing the data, reading and examining all the data, coding all the data, coding to create descriptions, connecting themes, and providing interpretation and meaning regarding banal nationalism. The result of this research is that Usmar Ismail's critique of banal nationalism in the film "Lewat Djam Malam" can be grouped into three main ideas, namely: (1) Banal nationalism can legitimize authoritarian government power, (2) Banal nationalism can lead to apathetic and uncritical attitudes towards the government, and (3) Banal nationalism can lead to neglect of human rights values. The researcher also found a discourse contestation in the film "Lewat Djam Malam" where there is a progressive nationalist discourse emerging as a competing discourse against banal nationalism.Keywords : Critical Discourse Analysis, Film, Banal Nationalism, Usmar Ismail
Strategi Komunikasi Widyaiswara dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Dan Kinerja Aparatur Sipil Negara Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nasution, Farizka Rusyda; Rengkaningtias, Ayu Usada
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21778

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi serta hambatan komunikasi yang dilakukan oleh Widyaiswara dalam kegiatan Pelatihan peningkatan kapasitas dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari Widyaiswara DPR RI dan ASN DPR RI. Teknik pengumpulan data meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, sumber arsip, internet, jurnal, publikasi, serta dokumen relevan mengenai masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Widyaiswara DPR RI dalam menajalankan program diklat dapat menjalankan strategi komunikasi yang cukup baik dalam kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja yang ditujukan oleh ASN DPR RI. strategi yang digunakan yaitu pengenalan khalayak dengan menjalankan pre-test terhadap ASN sebelum menjalankan pelatihan, penentuan pesan dengan membuat kurikulum pembelajaran dan Rancang Bangun Pembelajaran Mata Pelatihan (RBPMP), penetapan metode dengan menjalankan two ways communication serta ice breaking dalam kegiatan pelatihan, penggunaan media seperti bahan ajar, bahan tayang, dan bahan peraga, serta analisa pendukung dan hambatan Widyaiswara dalam menjalankan pelatihan.Kata kunci: Strategi komunikasi, Widyaiswara, Pendidikan dan Latihan, Aparatur Sipil Negara                                                                                                     Abstract This research aims to explore the communication strategies and barriers employed by Widyaiswara in the training activities aimed at enhancing the capacity and performance of Civil Servants (ASN) at the House of Representatives of the Republic of Indonesia (DPR RI). This study adopts a qualitative research approach with a descriptive method. The selection of informants utilizes purposive sampling technique, consisting of Widyaiswara from DPR RI and ASN from DPR RI. Data collection techniques include primary data obtained through in-depth interviews, while secondary data are collected from books, archival sources, the internet, journals, publications, and relevant documents regarding the research problem. The results of the study indicate that Widyaiswara from DPR RI can execute communication strategies fairly well in training activities aimed at enhancing the capacity and performance of ASN from DPR RI. The strategies employed include audience recognition through pre-tests conducted on ASN prior to the training, message determination by developing learning curricula and Training Material Development (RBPMP), method determination by employing two-way communication and ice breaking during training activities, utilization of media such as teaching materials, visual aids, and demonstrators, as well as analysis of the supporting factors and obstacles faced by Widyaiswara in conducting the training.Impact GameKeywords: Communication strategies, Widyaiswara, Education and Training, Civil Servants
Analisis Sosial Media Monitoring TikTok Terhadap Event Make Over ‘DREAMscape’ pada Bulan Maret 2024 Salsabila, Putriani; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21766

Abstract

AbstrakSemakin berkembangnya zaman dan teknologi, brand-brand kecantikan dituntut untuk bisa terus berinovasi dan menciptakan kreatifitas baru. Menurut data Kemenko Perekonomian RI 2024, pada tahun 2023 industri kosmetik di Indonesia berkembang hingga  21,9%, yakni dari 913 perusahaan di 2022 menjadi 1.010 perusahaan. Bertumbuhnya brand kecantikan di Indonesia tentunya tidak hanya menambah persaingan namun juga menumbuhkan potensi brand untuk berkolaborasi. Experiential event bertajuk ‘DREAMscapes’, merupakan hasil kerja sama dari tiga brand kecantikan asal Indonesia, Make Over, Instaperfect dan Tavi dengan menggandeng Haluu World, experiential creator asal Indonesia. Hal ini mengundang beragam respon terutama di media sosial TikTok, sehingga diperlukan media monitoring sebagai upaya pemantauan brand. Menggunakan paradigma positivisme dengan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan alat pemantauan media Brand24 untuk melakukan pengumpulan data sentimen, penyebutan dan jangkauan di media sosial TikTok.Kata Kunci : Brand24, Media Monitoring, Make Over, TikTok Abstract            As time and technology advances, beauty brands are required to continue to innovate and create new creativity. According to 2024 data from the Coordinating Ministry for the Economy of the Republic of Indonesia, in 2023 the cosmetics industry in Indonesia will grow by 21.9%, namely from 913 companies in 2022 to 1,010 companies. The growth of beauty brands in Indonesia certainly not only increases competition but also increases the potential for brands to collaborate. The experiential event entitled 'DREAMscapes', is the result of collaboration between three beauty brands from Indonesia, Make Over, Instaperfect and Tavi in collaboration with Haluu World, an experiential creator from Indonesia. This invites various responses, especially on TikTok social media, so media monitoring is needed as a brand monitoring effort. Using a positivism paradigm with quantitative descriptive methods by utilizing the Brand24 media monitoring tool to collect sentiment, mention and reach data on TikTok social mediaKeywords: Brand24, Media Monitoring, Make Over, TikTok
Pola komunikasi interpersonal pelatih dan atlet dalam Olahraga Crossfit di Yogyakarta Wijaya, Alda Nadila; Laksana, Novianto Yudha
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21773

Abstract

AbstrakCrossfit merupakan olahraga yang populer di mancanegara. Sementara di Indonesia, peminatnya hanya tersebar di kota-kota besar, salah satunya di Yogyakarta. Minimnya kompetisi, berdampak pada jumlah prestasi yang dihasilkan oleh atlet olahraga crossfit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi interpersonal pelatih dan atlet dalam olahraga crossfit. Objek dari penelitian ini yaitu pelatih dan atlet crossfit di Bhumi Satoe, Yogyakarta. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk pengumpulan data pada penelitian yaitu wawancara dan observasi, untuk menentukan informan dalam pengambilan data menggunakan purposive sampling. Peneliti menggunakan teknik analisis data yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pola komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet crossfit di Bhumi Satoe adalah pola komunikasi sirkular, yaitu bentuk komunikasi dua arah berkelanjutan yang menghasilkan berbagai umpan balik atau feedback seperti dukungan, suportifitas, empati dan kesetaraan. Namun pada poin keterbukaan antara pelatih dan atlet masih belum dilakukan secara optimal.Kata Kunci : Crossfit, Komunikasi Interpersonal, Pola Komunikasi AbstractCrossfit is a popular sport overseas. While in Indonesia, enthusiasts are only spread in big cities, one of which is in Yogyakarta. The lack of competition has an impact on the number of achievements produced by crossfit athletes. Therefore, this study aims to determine how the interpersonal communication of coaches and athletes in crossfit sports. The object of this research is crossfit coaches and athletes at Bhumi Satoe, Yogyakarta. The approach used in this research is to use a qualitative approach. For data collection in the study, namely interviews and observations, to determine informants in data collection using purposive sampling. Researchers used data analysis techniques, namely, data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, it is known that the interpersonal communication pattern between trainers and crossfit athletes at Bhumi Satoe is a circular communication pattern, which is a form of continuous two-way communication that produces various feedback or feedback such as support, supportiveness, empathy and equality. But at the point of openness between trainers and athletes is still not done optimally.Keywords : Crossfit, Interpersonal Communication, Patterns of Communication
Peran Humas Perumda PDAM Tirtamarta dalam pelayanan pada Konsumen Kota Yogyakarta Kusuma, Erza Wahyu; Ekawati, Ratna
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21780

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami peran Humas Perumda PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta saat melangsungkan pelayanan kepada konsumen, 2) Mengetahui hambatan atas penyelenggaraan peran Humas Perumda PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta saat menjalankan pelayanan kepada konsumen, dan 3) Mengetahui upaya Humas Perumda PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta dalam mengatasi hambatan pelayanan kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari Petugas Humas, Koordinator Humas, dan Kepala Bagian Langganan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran Humas di PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta sebagai communicator, relationship, back up management, dan good image maker, 2) Hambatan Humas dalam memberikan pelayanan kepada konsumen seperti, laporan pengaduan pelanggan tidak diselesaikan pada hari itu juga karena melewati berbagai tahap dan melalui bagian terkait, 3) Upaya Humas dalam mengatasi hambatan adalah dengan melakukan evaluasi dan studi banding.Kata Kunci : Peran humas, Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Pelayanan Abstract            This research aims to: 1) Understand the role of Public Relations of Perumda PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta when providing services to consumers, 2) Find out the obstacles to implementing the role of Public Relations of Perumda PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta when providing services to consumers, and 3) Understand the efforts of Public Relations of Perumda PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta in overcoming service barriers to consumers. This research uses qualitative descriptive research. The data collection method uses interviews and documentation methods. The research subjects consisted of Public Relations Officers, Public Relations Coordinators, and Head of Subscriptions. The data validity technique used is the source triangulation technique. Data analysis uses data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that: 1) The role of Public Relations at PDAM Tirtamarta Yogyakarta City as a communicator, relationship, back up management, and good image maker, 2) Public relations obstacles in providing services to consumers such as, customer complaint reports are not resolved on the same day because they pass through various stages and through related sections, 3) Public Relations efforts to overcome obstacles are by conducting evaluations and comparative studies.Keywords : The role of public relations, Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Services
Strategi komunikasi pembangunan Andromeda Learning Center dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat di Yogyakarta Setiawan, Habib Diki; Setiawan, Benni
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21767

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi komunikasi pembangunan yang dilakukan oleh Andromeda Learning Center dalam mengembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat dan menjelaskan karakteristik komunikasi pembangunan yang terjalin antara Andromeda Learning Center dengan masyarakat. Penelitian ini menyoroti peran komunitas sosial tersebut dalam pembangunan dengan perspektif pemberdayaan. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta selama kurang lebih enam bulan. Narasumber dipilih dan ditentukan dengan metode purposive judgement. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi non partisipant. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Serta analisis data menggunakan model Miles and Hubberman. Penelitian ini menunjukan bahwa Andromeda Learning Center mengombinasikan dua strategi komunikasi pembangunan yaitu strategi partisipatif sebagai yang utama dan strategi instruksional sebagai pelengkap. Strategi tersebut bertolak  pada tiga pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan potensi dan kearifan lokal, pendekatan komunikasi bottom-up, pendekatan partisipatif dan pemberdayaan. Upaya pelibatan masyarakat dalam strategi partisipatif tersebut menggunakan komunikasi yang bersifat dialogis yang sesuai dengan model komunikasi sirkuler. Sementara karakteristik komunikasinya secara garis besar sesuai dengan landasan dialog Freire, yaitu kesetaraan, pengatasan masalah, praksis, dan penyadaran. Dengan demikian tujuan pembangunan dapat diwujudkan melalui Pariwisata Berbasis Masyarakat.Kata kunci : Strategi Komunikasi, Komunikasi Pembangunan, Pembangunan Partisipatif, Pariwisata berbasis Masyarakat AbstractThis research aims to describe the development communication strategy carried out by the Andromeda Learning Center in developing Community-based Tourism and explain the characteristics of development communication between the Andromeda Learning Center and the community. The highlight of this research is the role of social communities in development with an empowerment perspective. This research design is descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted in Yogyakarta for approximately six months. Informants were selected and determined using the purposive judgment method. Data collection used in-depth interview and non-participant observation methods. Data validity using source triangulation. Data analysis using the Miles and Hubberman model. The results show that Andromeda Learning Center combines two development communication strategies, which are participatory strategy as a main, and instructional strategy as a complement. These strategies are based on the three development communication approaches used. These are potential and local wisdom approach, bottom-up communication approach, participatory and empowerment approach. The efforts to involve the community in this participatory strategy use dialogic communication in accordance with the circular communication model. Meanwhile, the communication characteristics are broadly in accordance with Freire's dialogue, including equality, problem solving, praxis and awareness. Therefore, development goals can be realized through Community-based Tourism..Keywords : Communication Strategy, Development Communication, Participatory Development, Community-based Tourism
Narasi Counter-Stereotype Etnis Batak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022) Trianingsih, Defi; Akalili, Awanis
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21774

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana narasi counter-stereotype direpresentasikan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis isi berupa analisis wacana kritis Norman Fairclough. Penelitian ini berfokus analisis pada level teks yang dihadirkan dalam film. Analisis pada level praktik wacana dan praktik sosial budaya dilakukan untuk menganalisis secara kritis alasan narasi counter- stereotype dihadirkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sebelas scene yang menunjukan adanya counter-stereotype etnis Batak dalam film Ngeri-Ngeri Sedap yang terbagi dalam beberapa kategori, yakni counter-stereotype pekerjaan etnis Batak dalam bidang hukum, counter-stereotype pernikahan etnis Batak, counter-stereotype sifat keras kepala etnis Batak, counter-stereotype sifat keras kepala etnis Batak, counter-stereotype perempuan etnis Batak, dan counter-stereotype anak laki-laki terakhir etnis Batak. Selain itu, pemilihan narasi yang dihadirkan dalam film dilatar belakangi oleh kehidupan pribadi pembuat film serta keresahan khalayak.Kata kunci : Counter-stereotype, Representasi, Etnis Batak, Wacana Kritis AbstractThis study aims to find out how counter-stereotype narratives of Batak ethnic are represented in Ngeri-Ngeri Sedap movie. This study uses a qualitative method with content analysis of Norman Fairclough's critical discourse analysis. This research focuses on analysis at level of text presented in film. Analysis at level of discourse practice and socio-cultural practice are carried out to critically analyse the reasons why counter-stereotype narratives are presented. The results of the study show that there are eleven scenes which show counter- stereotypes of Batak ethnic in Ngeri-Ngeri Sedap movie which are divided into several categories, namely counter-stereotypes of Batak ethnic work in the legal field, counter- stereotypes of Batak ethnic marriages, counter-stereotype of the Batak ethnic stubbornness, counter-stereotype of the Batak ethnic stubbornness, counter-stereotype of women from Batak ethnicity, and counter-stereotype of the last son from Batak ethnicity. In addition, the narrative selection presented in film is motivated by filmmaker’s personal life and the audience’s concerns.Keywords: Counter-stereotype, Representation, Batak ethnic, Critical Discourse
Pemanfaatan Youtube Bantul TV sebagai media penyebaran informasi Pemerintah Kabupaten Bantul Ahmad Fauzi, Nova Nur; Setiawan, Benni
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i4.22316

Abstract

Abstrak            Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan YouTube Bantul TV sebagai media penyebaran informasi pemerintah Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa pelaksana pengelolaan YouTube Bantul TV adalah Subkoordinator Kelompok Substansi Produksi dan Distribusi Informasi Publik, Bidang Pengelola Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Bantul. Jenis informasi dan konten yang ada di YouTube Bantul TV cukup beragam diantaranya berita, iklan layanan masyarakat, promosi UMKM, Dialog Generasi Muda, Talkshow, Informasi, Inspirasi, Hiburan, serta kegiatan yang ada di masyarakat maupaun Pemerintah Kabupaten Bantul. Informasi yang ada ditujukan untuk masyarakat umum. Penggunaan YouTube digunakan sebagai media penyebaran informasi Pemerintah Kabupaten Bantul adalah karena perubahan khalayak yang beralih ke media sosial, selain itu arahan dari pimpinan untuk memanfaatkan media baru. Tidak ada batasan khalayak yang ditetapkan dalam pembuatan konten, untuk memisahkan segmen khalayak maka dibuat daftar putar. Kritik dan saran yang hadir dari masyarakat, tokoh masyarakat, maupun dinas lain yang bisa disampaikan secara langsung melalui kolom komentar yang disediakan oleh YouTube dapat ditanggapi langsung oleh Tim dari Bantul TV.Kata Kunci : Pemanfaatan, YouTube, Informasi. Diskominfo Bantul.  Abstract            The purpose of this study was to describe the use of YouTube Bantul TV as a medium for disseminating information on the government of Bantul Regency. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The results of the study revealed that the implementer of the management of YouTube Bantul TV was the sub-coordinator of the Public Information Production and Distribution Substance Group, Information Management and Public Communication Division, Diskominfo Bantul. The types of information and content on YouTube Bantul TV are quite diverse including news, public service advertisements, MSME promotions, Young Generation Dialogues, Talkshows, Information, Inspiration, Entertainment, as well as activities in the community and the Government of Bantul Regency. The information provided is intended for the general public. The use of YouTube as a medium for disseminating information from the Bantul Regency Government is due to changes in audiences turning to social media, in addition to directives from leaders to utilize new media. There is no defined audience limit in content creation, to separate audience segments, playlists are created. Criticisms and suggestions that are present from the public, community leaders, or other agencies that can be conveyed directly through the comments column provided by YouTube can be responded to directly by the Team from Bantul TV.Keywords : Utilization, YouTube, Information. Diskominfo Bantul.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue