cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
Analisis Semiotika dalam Iklan Gojek “Ungkapkan yang dihati, Kirimkan yang Berarti” Wijayanti, Annisa Alifiana; Wibowo, Arif Ardy
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i1.23719

Abstract

Komunikasi dalam keluarga sangat penting untuk menunjang keharmonisan. Komunikasi memiliki dua jenis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Dalam kehidupan secara tidak sengaja komunikasi nonverbal sering digunakan dan memiliki berbagai macam pandangan ketika seseorang menggunakan komunikasi nonverbal sebagai respon atau memberikan pesan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotasi, konotasi serta dikaitkan dengan mitos yang terjadi di masyarakat dalam iklan gojek “Ungkapkan yang dihati, Kirimkan yang berarti” yang berkaitan dengan komunikasi interpersonal bapak dan anak. Iklan ini mengisahkan sebuah keluarga yang tidak harmonis akibat hambatan dalam berkomunikasi yang menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan semiotika Roland Barthes yang mengkaji dua tiga unsur yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian terdapat 4 scene yang mengandung unsur komunikasi interpersonal yang terjadi antara bapak dan anak yang ditampilkan dari tindakan verbal maupun nonverbal. Dengan penelitian ini dapat dijadikan gambaran mengenai komunikasi interpersonal dalam mewujudkan keharmonisan keluarga. 
STRATEGI KOMUNIKASI PDAM TIRTANADI DALAM PELAYANAN PROGRAM SALURAN SANITASI KEPADA MASYARAKAT DI KOTA MEDAN Juarsa, Izkal Dwifa; Azhar, Anang Anas
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i2.24225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi yang diterapkan PDAM Tirtanadi dalam pelayanan program L2T2 dan L2T3 kepada masyarakat di Kota Medan. Urgensi penelitian terletak pada masih rendahnya partisipasi masyarakat serta tantangan komunikasi dalam menjangkau kelompok dengan literasi sanitasi dan akses media yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap praktik komunikasi institusi layanan publik dalam konteks lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berbasis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi PDAM bersifat multikanal dan partisipatif, dengan menggabungkan media sosial, tatap muka, komunikasi interpersonal, serta media komunitas digital seperti WhatsApp grup. Namun, ditemukan kendala dalam hal penyebaran informasi yang belum merata, miskomunikasi terkait tagihan, serta keterbatasan saluran umpan balik publik. Pembahasan menggunakan teori Difusi Inovasi menyoroti pentingnya tahapan persuasi dan konfirmasi dalam proses adopsi layanan. Kesimpulan menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang efektif, inklusif, dan adaptif merupakan kunci keberhasilan program, serta diperlukan evaluasi dan inovasi berkelanjutan untuk memperkuat kepercayaan dan partisipasi masyarakat.
KOMUNIKASI LINGKUNGAN DALAM PARIWISATA, PELESTARIAN, & KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DI DESA TAMPAKANG & PULAU SAMBUJUR, KALIMANTAN SELATAN Salam, Akbar Apriandi; Fernandy, Deyan; Pramesti, Dhea Putri; Shula, Fidelya; Setiawan, Ghina Salsabella; Khairunnisa, Khairunnisa; Puspita, Mayang; Mumin, Muhammad Arsyada Ul; Anwari, Muhammad Rizky; Tuska, Mosa Kanaka Thaariq; Syahadat, Tegar Karang
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i1.23726

Abstract

Pariwisata telah mengambil peran penting dalam meningkatkan pendapatan daerah tempat objek wisata di Indonesia terutama pada Provinsi Kalimantan Selatan. Pulau Sambujur yang terletak di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan pemandangan alam, pepohonan rindang dan kerbau rawa nya berpotensi menjadi objek wisata Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktar-faktor yang menghambat pengembangan Pulau Sambujur sebagai objek wisata. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan perspektif partisipan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Partisipan pada penelitian ini dipilih secara purposive berdasarkan kriteria tertentu, berjumlah 6 orang (Tokoh masyrakat, ibu rumah tangga, dan pemuda yang ada di Desa Tampakang). Teknik analisis data menggunakan analisis tematik mengaitkan temuan dengan literatur yang relevan dan teori yang mendasari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan, menunjukkan bahwa pengelolaan Pulau Sambujur menjadi objek wisata terkendala dengan surat hak milik tanah pada pulau tersebut dan tidak ada komunitas yang bertanggung jawab untuk mengelola. Dibutuhkannya peran pemerintah pemangku kepentingan dalam pengambilan kebijakan sektor pariwisata. Besar harapan warga desa tampakang menjadikan Pulau Sambujur menjadi tempat objek wisata Kalimantan Selatan.
Digital Marketing Communication of Banyunibo Temple Area Through Tiktok Prasetyo Nugroho Saputro, Eko; Wahyu Widiarti, Pratiwi; Disyacitta, Fikri; Ekawati, Ratna
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i2.24460

Abstract

The Banyunibo Temple area holds significant potential that requires effective digital marketing communication to introduce its value to a broader audience. To support this digital marketing communication strategy, suitable media platforms are essential for quickly and efficiently conveying messages to the public. This research aimed to develop a digital marketing communication medium in the form of TikTok to promote the Banyunibo Temple area in Bokoharjo Village. The study employed a Research and Development (RD) methodology. The findings demonstrate that TikTok content was successfully developed as a digital marketing tool for the Banyunibo Temple Area. The stages of development follow the ADDIE model (Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate). However, the research only progressed through the implementation stage. The developed content was evaluated by two media experts and a social media manager from the Banyunibo Temple area. The evaluation feedback was used to revise the product, ensuring its effectiveness as a digital marketing communication medium. These revisions significantly improved the content, leading to a successful implementation phase where the TikTok posts achieved considerable viewership, averaging over 230 views per post.Keywords: Banyunibo, Tiktok, Media, Digital Marketing Communication.
Media Sosial dan Perubahan Budaya Lokal: Tinjauan Sistematis atas Dampak Facebook Rusli, Ayu Nurhidayat; Aziz, Syamsuddin; Akbar, Muh
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i3.25143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tinjauan literatur sistematis mengenai pengaruh media sosial Facebook terhadap nilai budaya masyarakat lokal, dengan fokus pada tren, kesenjangan, dan arah masa depan penelitian. Facebook, sebagai platform media sosial global, telah menjadi ruang publik digital yang memungkinkan pertukaran dan transformasi nilai budaya secara lintas batas. Namun, pengaruhnya terhadap nilai-nilai lokal masih menunjukkan dinamika yang kompleks dan beragam, tergantung pada konteks sosial dan budaya pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematis berbasis kerangka PRISMA dengan mengkaji 30 artikel jurnal terindeks internasional dari tahun 2010 hingga 2023. Temuan menunjukkan bahwa Facebook dapat memperkuat, mentransformasi, maupun mengaburkan nilai budaya lokal melalui proses negosiasi digital yang dipengaruhi oleh faktor kolektivisme, privasi, kehormatan, ekspresi diri, dan afiliasi sosial. Studi ini juga menemukan kesenjangan dalam representasi populasi, keterbatasan metodologis, serta kurangnya pendekatan multidisipliner dalam kajian sebelumnya. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan pemetaan tematik, identifikasi celah penelitian, serta usulan arah riset masa depan yang lebih inklusif dan kontekstual. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya penguatan literasi digital berbasis budaya lokal serta perumusan kebijakan kebudayaan yang adaptif terhadap disrupsi teknologi.
SIMBOLISME DIGITAL DALAM STRATEGI HUMAS INSTAGRAM PELNI CREWING Dwyangghara, Muhammad Arief; Widyaningrum, Septiana Yustika; Rahman, Azizul; Fariza, Muhammad Rio
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i3.24423

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami strategi komunikasi digital yang tertuang dalam content pillar  PT Pelita Bandar Nasional (PELNI Crewing) melalui akun Instagram resminya, dalam konteks praktik digital public relations. Pendekatan ini diposisikan sebagai bagian dari upaya institusi BUMN dalam membangun identitas organisasi, memperkuat legitimasi simbolik, serta menjalin hubungan yang partisipatif dengan publik digital secara strategis. Penelitian menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan desain deskriptif-eksploratif, yang menempatkan konten Instagram sebagai artefak simbolik dalam praktik komunikasi organisasi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi digital dan observasi non-partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan interpretative thematic analysis berbasis teori komunikasi: framing, agenda building, identitas korporat, interaksi simbolik, dan komunikasi dialogis. Hasil menunjukkan bahwa empat pilar konten—Brand Knowledge, Information, Engagement, dan Call to Action—tidak hanya menjalankan fungsi informatif dan promosi, tetapi juga berperan sebagai medium relasi simbolik antara organisasi dan publik. Strategi ini mencerminkan praktik public relations modern yang berorientasi pada narasi, kedekatan emosional, dan partisipasi aktif publik dalam ruang digital.
REPRESENTASI TRANSPUAN DALAM VIDEO MUSIK (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA VIDEO MUSIK “MANUSIA”) Wiryawan, Yanuar Galih; Rizqiyah, Arin Hafidzoh
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i3.25279

Abstract

Music Video (MV) memiliki peran penting dalam memperkuat makna dan pesan sebuah lagu, baik secara emosional maupun ideologis. MV tidak hanya mengiringi musik, tetapi juga merepresentasikan konstruksi sosial yang dapat memperkuat hegemoni, termasuk patriarki. Rumusan masalah dalam penelitian ini berangkat dari bagaimana MV ‘Manusia’ karya David Bayu merepresentasikan transpuan serta kaitannya dengan wacana patriarki dan marginalisasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan paradigma constructivism dengan metode semiotik Roland Barthes, yang menekankan analisis denotasi dan konotasi terhadap adegan-adegan dalam MV. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji representasi transpuan dalam MV sebagai bentuk kritik sosial terhadap dominasi patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MV Manusia menampilkan pengalaman diskriminasi yang dialami tokoh transpuan melalui penolakan keluarga, stigma masyarakat, hingga stereotip pekerja seks, sekaligus menyingkap mitos sosial mengenai “ketidakpantasan” identitas gender nonbiner. Namun, MV ini juga membuka ruang mediated intergroup contact yang berpotensi memperluas empati audiens, sehingga dapat dibaca sebagai upaya dekonstruksi hegemoni patriarki dan pengakuan terhadap transpuan sebagai “manusia seutuhnya.”
Penerapan Teori Dramaturgi Dalam Citra Diri Media Sosial Instagram (Studi Kasus Mahasiswa UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar) Dewi, Made Ika Kusuma; Putra, Anggara Putu Dharma; Prabawa, Bagus Ade Tegar; Yogantari, Komang Dewi Komala
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i3.25072

Abstract

Second account menciptakan dinamika dramatis baru dalam konteks media sosial, dimana individu memiliki lebih banyak kendali atas presentasi diri pengguna dan cara individu berinteraksi dengan berbagai audiens. Penggunaan second account dapat dianggap sebagai bentuk dramaturgi digital, dimana individu secara sadar membentuk dan memainkan peran dalam pertunjukan online media sosial Instagram. Sejalan dengan pandangan Goffman tentang interaksi sosial sebagai suatu dramaturgi, setiap individu berusaha untuk mengekspresikan diri sesuai dengan harapan sosial dan menciptakan kesan yang diinginkan dihadapan orang lain. Istilah panggung depan merujuk pada apa yang ditampilkan saat individu berinteraksi dengan orang lain atau dalam konteks kelompok sosial dimasyarakat, yang mencerminkan identitas sosial yang diinginkan. Hasil penelitian terdapat penerapan teori dramaturgi pada aktivitas sosial media Instagram mahasiswa UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Mahasiswa memberikan informasi bagaimana aktivitas first account yang mencerminkan bagaimana mahasiswa ingin dikenal oleh pengikut media sosial Instagram agar dapat mencitrakan diri sebaik mungkin. Pada second account aktivitas media sosial yang hanya dapat diakses kalangan tertentu untuk menampilkan sisi yang berbeda dari first account.
REPRESENTASI DIRI DISABILITAS TULI @AMANDA_FARLIANY DI INSTAGRAM: ANALISIS SISTEM MENTAL DAN BAHASA Fidaraini, Nuha
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i3.25398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna mengenai identitas penyandang disabilitas Tuli yang direpresentasikan melalui konten Instagram. Dengan fokus pada akun Amanda Farliany, seorang konten kreator Tuli, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Sampel dipilih secara purposive dari lima video pendek (Reels) yang merepresentasikan tema edukasi, aspirasi, dan interaksi keluarga. Sebagai pisau analisis, penelitian ini menerapkan teori representasi Stuart Hall, khususnya dengan menelaah dua sistem utamanya: sistem representasi mental dan sistem bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sarana krusial bagi individu Tuli untuk secara aktif merekonstruksi stigma sosial yang selama ini dilekatkan oleh media konvensional. Melalui kontennya, Farliany secara sadar memproduksi makna dan menyajikan konsep diri yang tegas: individu yang tidak butuh dikasihani, produktif dan percaya diri. Konsep ini diekspresikan melalui bahasa multimodal yang kaya, memanfaatkan gestur, ekspresi, teks dan audio untuk menjembatani kesenjangan komunikasi. Konten yang ia produksi tidak hanya mengubah persepsi publik, tetapi juga menjadi sarana bagi Farliany untuk menegaskan dan membangun identitas Tuli yang berdaya.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang vital untuk pembentukan identitas dan advokasi diri.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna mengenai identitas penyandang disabilitas Tuli yang direpresentasikan melalui konten Instagram. Dengan fokus pada akun Amanda Farliany, seorang konten kreator Tuli, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Sampel dipilih secara purposive dari lima video pendek (Reels) yang merepresentasikan tema edukasi, aspirasi, dan interaksi keluarga. Sebagai pisau analisis, penelitian ini menerapkan teori representasi Stuart Hall, khususnya dengan menelaah dua sistem utamanya: sistem representasi mental dan sistem bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sarana krusial bagi individu Tuli untuk secara aktif merekonstruksi stigma sosial yang selama ini dilekatkan oleh media konvensional. Melalui kontennya, Farliany secara sadar memproduksi makna dan menyajikan konsep diri yang tegas: individu yang tidak butuh dikasihani, produktif dan percaya diri. Konsep ini diekspresikan melalui bahasa multimodal yang kaya, memanfaatkan gestur, ekspresi, teks dan audio untuk menjembatani kesenjangan komunikasi. Konten yang ia produksi tidak hanya mengubah persepsi publik, tetapi juga menjadi sarana bagi Farliany untuk menegaskan dan membangun identitas Tuli yang berdaya.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang vital untuk pembentukan identitas dan advokasi diri.
Freedom Of Speech And Institutional Crisis: Content Analysis Of Youtube Comment Columns In The Sukatani Band Case Rahman, Hafis; Nasvian, Moch Fuad
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i3.24767

Abstract

The various public reactions that appeared in the comments section of the video about the song “Bayar Bayar Bayar” by the band Sukatani illustrate how the public perceives the image of the police institution today, as well as freedom of expression in Indonesia. Based on this, the content of the comments section is an important source of data for understanding the current image of the police and the implementation of democracy in Indonesia. This study employs content analysis methodology, with data collected from the comment sections of five YouTube channels. From these five channels, 24 videos were selected for analysis, chosen through purposive sampling based on the criteria of high credibility and discussions related to the Sukatani band between February 21–24, 2025. The results of this study reveal that netizens believe the practices described in the song lyrics “Bayar Bayar Bayar” are indeed occurring. Based on this, the police institution is currently in a paracrisis phase that could escalate into a full-blown crisis at any time. Additionally, the study found that netizens perceive the police institution as being resistant to criticism. The various criticisms of the police institution that appear in the comment sections reflect democracy itself, but the implementation of democracy has not yet been institutionalized, given the ongoing allegations of intimidation against the Sukatani band for criticizing the police.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue