cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
Observational Learning dan Intensitas Media Sosial X dalam Pembentukan Opini Generasi Z Nabila, Shafa Disa; Fitriawan, Rana Akbari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i4.27104

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh observational learning dan intensitas penggunaan media sosial X terhadap pembentukan opini mahasiswa Generasi Z terkait fenomena sosial-politik “Peringatan Darurat”. Generasi Z, sebagai digital natives, memiliki keterlibatan tinggi dalam konsumsi dan interaksi informasi di media sosial, sehingga berpotensi besar dalam membentuk opini publik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatif dan cross-sectional, melibatkan 385 responden mahasiswa Generasi Z di Bandung Raya yang merupakan pengguna aktif media sosial X serta pernah berinteraksi dengan konten “Peringatan Darurat”. Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas Pearson dan reliabilitas Cronbach’s Alpha, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa observational learning memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan opini mahasiswa (path coefficient = 0.399; t = 4.583; p = 0.000). Sebaliknya, intensitas penggunaan media sosial X tidak berpengaruh signifikan (path coefficient = 0.001; t = 0.133; p = 0.894). Secara simultan, kedua variabel independen menjelaskan 32,4% varians opini mahasiswa (R² = 0.324). Temuan ini menegaskan bahwa proses belajar melalui observasi di media sosial lebih berperan dalam pembentukan opini sosial-politik daripada sekadar frekuensi penggunaan platform. Media sosial X berfungsi bukan hanya sebagai ruang komunikasi, melainkan sebagai arena pembelajaran sosial yang memengaruhi konstruksi opini Generasi Z melalui proses kognitif, afektif, dan perilaku.Kata Kunci: Generasi Z, Observational Learning, Media Sosial X, Peringatan Darurat, Pembentukan Opini, Social Learning Theory, PLS-SEM ABSTRACTThis study aims to analyze the influence of observational learning and the intensity of social media X usage on the formation of Generation Z students' opinions regarding the socio-political phenomenon of "Emergency Alert." Generation Z, as digital natives, is highly involved in consuming and interacting with information on social media, making them highly influential in shaping public opinion. The research used a quantitative method with an explanatory and cross-sectional approach, involving 385 Gen Z student respondents in Greater Bandung who are active users of social media X and have interacted with "Emergency Alert" content. The research instrument was tested using Pearson's validity test and Cronbach's Alpha reliability, while data analysis was performed using PLS-SEM. The research results show that observational learning has a significant influence on the formation of student opinions (path coefficient = 0.399; t = 4.583; p = 0.000). Conversely, the intensity of social media X usage has no significant effect (path coefficient = 0.001; t = 0.133; p = 0.894). Simultaneously, the two independent variables explain 32.4% of the variance in student opinions (R² = 0.324). This finding confirms that the process of learning thru observation on social media plays a more significant role in shaping sociopolitical opinions than simply the frequency of platform use. Social media platform X functions not only as a space for communication but also as an arena for social learning that influences the opinion formation of Generation Z thru cognitive, affective, and behavioral processes.Keywords: Generation Z, Observational Learning, Social Media X, Emergency Alerts, Opinion Formation, Social Learning Theory, PLS-SEM.   
Counter-discourse: Membincang gerakan Deinfluencing di tiktok menggunakan kacamata aktivisme digital Kulau, Febriansyah; Zarkasi, Irwa Rochimah
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i4.26559

Abstract

Penelitian ini menganalisis gerakan deinfluencing di media sosial TikTok di Indonesia sebagai sebuah bentuk counter wacana terhadap budaya konsumerisme digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan kecenderungan naratif yang berkembang dalam gerakan tersebut. Metode yang digunakan adalah observasi digital dengan pendekatan analisis tematik terhadap konten deinfluencing. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gerakan deinfluensing bukanlah fenomena yang counter wacana saja, melainkan dapat dibedah kedalam tiga tema besar. Pertama, resistance, yang merepresentasikan perlawanan otentik melalui dekonstruksi narasi konsumerisme. Kedua, consumerist reappropriation, yaitu kooptasi kritik menjadi strategi pemasaran baru untuk produk alternatif. Ketiga, trend-surfing, dimana wacana deinfluensing dimanfaatkan semata untuk meningkatkan visibilitas dan membangun personal brand. Temuan ini menyimpulkan bahwa deinfluensing di Indonesia merupakan medan pertarungan wacana yang kompleks, yang menampilkan dialektika terus-menerus antara aktivisme otentik dan komodifikasi dalam ekosistem platform digital.
STRATEGI BRAND IMAGE MOON CHICKEN BY HANGRY DALAM PEMASARAN DIGITAL Aryanie, Nur Isnaini Diva; Zulfiningrum, Rahmawati
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi brand image Moon Chicken by Hangry dalam pemasaran digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan teori brand image dan konsep pemasaran digital. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi konten, dan dokumentasi.  Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Moon Chicken menggunakan strategi emotional branding melalui narasi "Flavors of the Galaxy", gaya bahasa kasual, dan konsistensi visual. Brand image Moon Chicken menunjukkan unsur kreatif, otentik, dan profesional. Pendekatan emotional branding diterapkan melalui humor dan gaya bahasa yang santaidalam postingan konten instagram,untuk membangun persepsi positif dan loyalitas pada kelompok konsumen muda (Generasi Z).Tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan cepat dalam tren media social, Moon Chicken menerapkan evaluasi dan inovasi dengan mengikuti konten yang sedang viral untuk mempertahankan brand image di media sosial instagram. Secara praktis, penelitian ini bisa menjadi rujukan yang strategis dalam industri FB untuk membentuk komunikasi digital yang adaptif, berbasis data, dan berfokus di audiens muda.
NATIONAL NUTRITION AGENCY’S RESPONSE TO THE FREE NUTRITIOUS MEAL PROGRAM POISONING (CONTENT ANALYSIS ON BGN.GO.ID) Pratiwi, Dwi; Rahmanto, Andre Novie; Alkhajar, Eka Nada Shofa
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27457

Abstract

This study aims to reveal how the National Nutrition Agency (BGN) communicated its crisis management measures, built a public responsibility image, and maintained institutional accountability amid social pressure following the Free Nutritious Meal Program (MBG) poisoning incident. The research employs a quantitative approach using content analysis based on W. Timothy Coombs’ Situational Crisis Communication Theory (SCCT). The data were collected from 35 news reports, articles, and press releases published on the official website bgn.go.id containing BGN’s statements throughout September 2025. The findings show that the most dominant crisis communication strategy used by BGN was justification (34.29%), followed by excuse (22.86%), reminder (17.14%), apology (11.43%), compensation (5.71%), ingratiation (5.71%), and deny (2.86%), while attack the accuser, scapegoat, and victimage were not found. These results illustrate that BGN primarily applied the diminish and rebuild strategies, complemented by bolstering and deny as secondary approaches to strengthen the institution’s image and credibility.
COMMUNICATION STRATEGIES OF WOMEN LEADERS IN AI-BASED DIGITAL TRANSFORMATION IN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP PERSPECTIVES AND SENSEMAKING Limarandani, Ni Putu; Tundjungsari, Ira; Patera, A.A Ketut
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27357

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has driven digital transformation that is not only technological in nature but also communicative and symbolic within organizations. This transformation requires leadership capable of managing meaning, building collective understanding, and directing change through communication processes. This study aims to examine the communication strategies of women leaders in AI-based digital transformation using the perspectives of transformational leadership and sensemaking theory. This study employs a qualitative approach, with the primary informant being Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., President of BPW Indonesia, supported by two additional informants Fiyatri Widuri, S.T., Vice President of Business Professional Women (BPW) Indonesia, and I Dewa Ayu Dania Adnyani, an organizational partner of BPW Indonesia as a form of source triangulation. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, and subsequently analyzed using thematic and interpretative techniques. The findings indicate that women’s leadership communication strategies are articulated through the formulation of a transformational vision, the use of inclusive narratives and communicative symbols, and dialogical communication practices that encourage participation and collective learning. Leadership communication functions as a mechanism for constructing shared meaning about AI, reconstructing organizational members’ perceptions from uncertainty toward understanding and readiness for transformation. Conceptually, this study extends leadership communication scholarship by positioning AI-based digital transformation as a communicative process mediated by women’s leadership
KOMUNIKASI IDENTITAS DALAM MEDIA SOSIAL LINTAS GENERASI DI YOGYAKARTA Ekawati, Ratna; Widiarti, Pratiwi Wahyu; Saputro, Eko Prasetyo Nugroho; Aulia, Anugerah Tesa
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.25446

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan komunikasi identitas lintas generasi dalam penggunaan media sosial dengan menggunakan kerangka Communication Theory of Identity (CTI) yang meliputi personal layer, enactment layer, relational layer, dan communal layer. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 128 responden yang terdiri dari generasi Z (38 orang), generasi Y (31 orang), generasi X (31 orang), dan baby boomer (28 orang), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan empat informan yang mewakili masing-masing generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi identitas lintas generasi lebih dominan berada pada communal layer (mean 2,8375) yang diikuti oleh relational layer (mean 2,7375), dengan 81,3% responden berada pada kategori komunikasi identitas tinggi. Pada generasi Z dan generasi Y komunikasi identitas didominasi oleh communal layer, pada generasi X oleh communal layer yang diikuti personal layer, sedangkan pada generasi baby boomer oleh relational layer. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan identitas dalam media sosial lebih banyak dipengaruhi oleh keterlibatan komunitas dan hubungan interpersonal dibandingkan ekspresi identitas individual.
PEMAKAIAN TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM INTERAKSI LIVE SHOPPING TIKTOK Addina, Qinthara Muftie; Kurniawan, Khaerudin; Fuadin, Ahmad
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27202

Abstract

Keberadaan live shopping di TikTok memberikan pengaruh terhadap perkembangan bahasa dan format penjualan dalam ekonomi digital, sehingga memerlukan eksplorasi terhadap aspek-aspek komunikatif yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur direktif dalam interaksi live shopping di TikTok guna memahami fungsi dan konteks penggunaannya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis teori tindak tutur direktif Searle, data diperoleh melalui dokumentasi audio-visual dan analisis isi konten, kemudian diklasifikasikan sesuai kategori direktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan direktif yang mendominasi terdapat pada kategori mengarahkan dan meminta, yang mencerminkan kebutuhan interaksi pasar digital akan pengarahan dari host live shopping, yang sering kali disertai dengan tuturan pendorong lainnya seperti memerintah, menawarkan, menyarankan, menasihati dan merekomendasikan. Kondisi ini menegaskan pentingnya penyesuaian situasional dalam konteks interaksi digital untuk mencapai efektivitas persuasi dan keterlibatan audiens yang optimal. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahasa media, meningkatkan literasi dan kesadaran kritis publik, serta sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.
Personal branding Strategies of English Language Educational Content Creators on Instagram: A Qualitative Study of Roy Muhammad Prayoga, Arya Bima; Farihanto, Muhammad Najih
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27691

Abstract

The rapid development of social media has positioned personal branding as a crucial communication strategy, particularly for educational content creators in digital spaces. Instagram, with its visual and interactive features, serves as a strategic platform for building image, credibility, and audience engagement. This study examines the personal branding strategies employed by Roy Muhammad, an English language educational content creator on Instagram. Adopting a qualitative case study approach, data were collected through non-participant observation of Instagram content, semi-structured in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that Roy Muhammad’s personal branding is constructed through the integration of three key elements: performative differentiation, communication consistency, and audience-centered relevance. Differentiation is expressed through an engaging, humorous, and emotionally expressive communication style that captures audience attention; consistency is reflected in coherent narratives, educational values, and interaction patterns that foster trust; and relevance is achieved by addressing the real needs and challenges of the audience. This study contributes to digital communication scholarship by framing personal branding as a performative, relational, and contextually grounded strategic process within the social media ecosystem.. 
CATFISHING DALAM PENIPUAN ASMARA ONLINE di FILM SWEET BOBBY: MY CATFISHING NIGHTMARE Widyaningrum, Sherlyna; Utari, Prahastiwi; Alkhajar, Eka Nada Shofa
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27033

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik catfishing yang terjadi dalam film Sweet Bobby: My Catfishing Nightmare dengan menggunakan pendekatan Identity Deception Theory (IDT) untuk menjelaskan komunikasi yang digunakan pelaku dalam mempertahankan identitas palsu di media sosial, dan juga pendekatan semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkatan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini mengambil sembilan potongan scene yang dianalisis untuk mengidentifikasi bagaimana tanda-tanda digital digunakan pelaku untuk membentuk identitas palsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan catfishing terletak pada cara pelaku membangun narasi digital yang meyakinkan, sehingga membuat korban percaya terhadap realitas palsu yang direkayasa. Temuan ini menegaskan bahwa kerentanan korban untuk terkena penipuan bukan disebabkan oleh kurangnya kewaspadaan, tetapi oleh kekuatan tanda dan narasi digital yang mampu mengaburkan batas antara yang asli dan yang palsu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai konstruksi identitas digital, kerentanan penipuan dalam hubungan daring, strategi penipuan identitas menurut IDT dan semiotika, serta pentingnya literasi digital untuk mencegah pemalsuan identitas digital.
REDESIGN KEMASAN PRODUK “CANAYA” DALAM PENGUATAN CITRA KOPI GEOTHERMAL KAMOJANG Ghassani, Fildzah; Wildan, Achmad; Erfan, Muhamad
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27699

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran desain kemasan produk Kopi Geothermal Coffee Process (GCP) Kamojang sebagai alat komunikasi visual guna memperkuat identitas merek kopi geothermal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika dari Roland Barthes, yang mencakup aspek denotatif, konotatif, dan mitologis, serta teori citra merek menurut Kotler dan Keller. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan visual kemasan sebelum dan sesudah dilakukan redesign, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola, tim desain, dan konsumen, kajian pustaka, serta dokumentasi. Analisis data mengikuti proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diinterpretasikan dengan analisis semiotika untuk mengidentifikasi arti visual. Hasil analisis selanjutnya digabungkan dengan teori citra merek untuk mengevaluasi kekuatan, keunggulan, dan keunikan asosiasi merek yang telah terbentuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemasan yang lama tidak dapat secara jelas merepresentasikan identitas geothermal. Setelah redesign, elemen-elemen visual seperti ilustrasi petani, rumah pengering, gunung Kamojang, warna hijau yang dominan, dan tipe huruf modern menjadi lebih komunikatif dalam menyampaikan nilai keberlanjutan dan inovasi energi terbarukan. Penelitian ini memberikan sumbangan dalam memperkaya kajian semiotika pada desain kemasan yang berkelanjutan, serta memberikan implikasi praktis untuk strategi komunikasi visual yang berbasis pada nilai keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue