cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025)" : 6 Documents clear
Mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan dengan program penghijauan di Kelurahan Sendangguwo Rinawati, Rinawati; Ulum, Muhammad Najib Najmul; Fauzan, Dzaky Qaisafatih; Sa’diyah, Lailatus; Siswanto, Rivanio Ananda Auriel; Kristanto, Bara; Maulina, Dewi; Salsabila, Qotrun Nada; Coulibaly, Yasmine; Putri, Rike Veramida; Tristiananda, Salsabilla
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.89

Abstract

Kegiatan penghijauan merupakan salah satu dalam upaya untuk melestarikan lingkungan dengan memperbaiki kualitas udara dan memitigasi perubahan ikliom. Namun, Kesadaran masyarakat perkotaan mengenai manfaat penghijauan dan partisipasi aktif dalam upaya tersebut masih perlu ditingkatkan. Salah satu program kuliah kerja nyata tematik Universitas Sultan Agung ini bertujuan untuk melaksanakan penghijauan di Kelurahan Sendangguwo kecamatan Genuk, kota semarang. Program ini dilaksanakan dengan dengan menggunakan metode persuasif dan partisipatif agar masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam penghijauan dan berkontribusi pada praktik pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan terbagi menjadi dua tahapan yaitu persiapan dan pelaksanaan penanaman jenis bibit pohon pohon sirsak, jeruk dan jambu air. Program penghijauan tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan dukungan dan keterlibatan atau partisipasi aktif dari warga masyarakat. Greening plays a vital role in preserving the environment by improving air quality, and mitigating climate change. However, public awareness in urban areas regarding the benefit of green movement s remains low. One of the thematic community service programs (KKN) of Sultan Agung Islamic University aimed to carry out green movement in Sendangguwo, Genuk District, Semarang. This program was implemented using persuasive and participatory methods to ensure active community involvement in the greening program and contribute to sustainable environmental conservation practices. The activities were divided into two stages: preparation and the planting of seedlings, including soursop, orange, and guava trees. The greening program was successfully implemented with the support of the local community.
Edukasi dan pendampingan dalam menurunkan angka kejadian stunting di Kota Semarang Yuniarti, Heny; Hastuti, Rizkie Woro
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.94

Abstract

Stunting (kerdil/pendek) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial dan bersifat antar generasi. Stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1.000 HPK di samping berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan angka kejadian stunting di kota Semarang dengan memberikan edukasi makanan sehat dan memberikan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Salah satu sasaran dari pelaksanaan kegiatan penurunan angka Stunting berada di Puskesmas Ngemplak Simongan, karena dalam wilayah kerja ini masih banyak balita dengan Stunting. Data dari Puskesmas Ngemplak Simongan di Bulan Mei tahun 2022 masih terdapat 42 anak yang tergolong stunting. Metode yang digunakan adalah edukasi dan menyediakan kesempatan tanya jawab kepada Ibu penderita stunting serta memberikan makanan sesuai dengan gizi seimbang yang dapat langsung dikonsumsi penderita stunting dan dapat menjadi contoh bagi ibu dalam menyediakan makan bagi anaknya dirumah. Hasil yang didapatkan adalah pengetahuan yang bertambah dari ibu penderita stunting tentang jenis makanan yang dibutuhkan dan cara pengolahan makanan untuk mendukung anak mereka bebas dari stunting. Stunting (dwarfism) is a condition of growth failure in toddlers caused by chronic malnutrition and repeated infections, which occurs in the First 1,000 Days of Life (HPK). Stunting is a chronic nutritional problem caused by multi-factorial and intergenerational. Stunting and other malnutrition that occurs in the 1,000 HPK in addition to the risk of stunted physical growth and children's vulnerability to disease, also cause cognitive development disorders that will affect the level of intelligence and productivity of children in the future. The purpose of this community service activity is to reduce the incidence of stunting in Indonesia by providing education on healthy food and providing nutritious food that is in accordance with the needs of toddlers. One of the targets for implementing activities to reduce the number of Stunting is at the Ngemplak Simongan Health Center, because in this work area there are still many toddlers with Stunting. Data from the Ngemplak Simongan Health Center in May 2022, there were still 42 children who were classified as stunted. The method used is a lecture and providing a question-and-answer opportunity for stunting mothers and providing food according to balanced nutrition that can be directly consumed by stunting sufferers and can be an example for mothers in providing food for their children at home. The results obtained are increased knowledge from stunting mothers about the types of food needed and how to process food to support their children to be free from stunting.
Pelatihan pembelajaran menyenangkan dengan pendekatan efikasi diri bagi guru SD di KKG Dewi Sartika Rembang Ngatmini, Ngatmini; Mugi Handayani, Pipit; Suyoto, Suyoto; Wiyaka, Wiyaka
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.130

Abstract

Pembelajaran yang menyenangkan perlu diprioritaskan agar peserta didik nyaman dan termotivasi untuk belajar. Namun, banyak pendidik langsung mengajar materi tanpa menciptakan suasana belajar sesuai kurikulum merdeka. Pembelajaran tersebut akan tercapai jika pendidik memiliki kepercayaan diri melalui pendekatan efikasi diri. Efikasi diri adalah keyakinan dan penilaian individu bahwa dirinya mampu melakukan tugas sesuai dengan yang dipersyaratkan untuk mencapai tujuan. Pendekatan ini membantu pendidik percaya diri dalam mengatasi peserta didik bermasalah dan menciptakan suasana belajar yang positif sehingga berdampak pada prestasi peserta didik. Guru di KKG Dewi Sartika memiliki kompetensi baik, tetapi masih kurang percaya diri dalam menghadapi siswa bermasalah. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan efikasi diri pendidik dalam melaksanakan tugas mengajar melalui pembelajaran yang menyenangkan. Efikasi diri yang kuat akan meningkatkan kualitas pengajaran, mencetak pendidik dan peserta didik yang berprestasi. Metode yang diterapkan adalah metode partisipatif bersama tim PKM, meliputi pemberian materi, praktik, dan pendampingan untuk refleksi para peserta setelah mengikuti pelatihan. Melalui pelatihan ini, dihasilkan pendidik yang lebih percaya diri terhadap kemampuannya berdasarkan refleksi hasil rekaman video pembelajaran, respon pendidik bahwa kegiatan sangat bermanfaat sebagai pengalaman menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, serta manfaat itu akan dibagikan kepada pendidik yang belum sempat hadir. Joyful learning should be prioritized to ensure students feel comfortable and motivated to learn. However, many educators directly teach the material without creating a conducive learning atmosphere as required by the independent curriculum. Such learning goals can be achieved if educators possess confidence through a self-efficacy approach. Self-efficacy refers to an individual's belief and assessment of their ability to perform tasks required to achieve specific goals. This approach aids educators in building confidence to address challenging students and create a positive learning environment that has an impact on student achievement. Teachers at KKG Dewi Sartika demonstrate good competence, but lack confidence in dealing with challenging students. The purpose of this activity is to improve the self-efficacy of educators in carrying out teaching tasks through joyful learning. Strong self-efficacy enhances teaching quality, fostering both educator and student excellence. The method applied is a participatory method with the team, encompassing material provision, practical sessions, and continuous mentoring for reflection after training. Through this training, educators are produced who are more confident in their abilities based on reflections on the results of the learning video, educator responses that the activity was very useful in create enjoyable learning experiences, and these benefits would be shared with other educators who had not had the opportunity to attend.
Upaya pendampingan dalam mengenalkan bahasa Inggris untuk anak usia dini Yundayani, Audi; Arifannisa, Arifannisa; Astuti, Sari
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.121

Abstract

Penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia menjadi hal yang dianggap penting sebagai kebutuhan dalam menghadap dinamika perkembangan global. Pengenalan Bahasa Inggris sejak usia dini dapat meningkatkan penguasaan bahasa, tetapi banyak orang tua ragu tentang metode dan waktu yang tepat.. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk melakukan pendampingan orang tua dalam mengenalkan bahasa Inggris untuk AUD. Kegiatan dilakukan di sebuah Yayasan Pendidikan di daerah Bogor dengan melibatkan orang tua. Kegiatan dilakukan melalui pamaparan konsep pengenalan bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk AUD yang dilanjutkan dengan proses diskusi. Untuk mengetahui persepsi peserta terhadap pengenalan bahasa Inggris untuk anak usia dini, peserta diminta untuk mengisi angket. Hasil dari kegiatan ini adalah kesadaran orang tua tentang bagaimana cara dan kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing ke AUD. Kesadaran ini juga diikuti dengan pemahaman peserta tentang pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam proses pengenalan bahasa Inggris. Kegiatan ini memberikan implikasi pentingnya integrasi yang berkelanjutan antara dunia perguruan tinggi dan stakeholder sekolah untuk berkomitmen dan mencapai tujuan bersama. English mastery as a foreign language is regarded as crucial and indispensable in Indonesia for navigating the complexities of global development. English is introduced as a foreign language in early childhood, influencing the capacity to improve one's English proficiency. At the same time, parents require clarification regarding the appropriate method and timing for introducing English to early childhood. The objective of this community service activity is to aid parents in the process of introducing English to early development. The activity was conducted at an Education Foundation in Bogor, where parents were involved. The activity was conducted by subjecting participants to the concept of introducing English as a foreign language in early childhood, which was subsequently followed by a discussion process. A questionnaire was distributed to the participants to ascertain their perspectives on introducing English as a foreign language in early childhood. This activity aimed to advise parents about the appropriate timing and strategy for introducing English as a foreign language to early childhood. This awareness led to the participant's understanding of how crucial it is for parents and early childhood teachers to work together when introducing English. The activity highlights the need for ongoing integration between the higher education institution and school stakeholders to commit to and achieve common objectives.
Program penghijauan di Dusun Samban Apriyanti, Hani Werdi; Putro, Mochamad Nurseto Kartiko; Khasanah, Nafiatun; Setyaningsih, Fisca Tri; Aryaningrum, Rizkiana; Risyana, Lonneta Ayu; Mahdisra, Hafizas; Kurniawan, Andri; Aisyah, Rana; Amalia, Farikhatul; Prameswari, Alifta Dyah Ayu
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.135

Abstract

Pada program pengabdian masyarakat ini, kegiatan yang dilakukan ini memiliki titik fokus pada program penghijauan. Program penghijauan merupakan suatu usaha untuk mengembalikan dan mengembalikan fungsi lahan agar dapat digunakan dengan maksimal.  Upaya yang dilakukan ini bertujuan untuk mencegah tanah longsor yang dilakukan Mahasiswa KKN Tematik Periode XVIII yang terletak di Dusun Samban RT 05 RW 02, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Karena lokasi Dusun Samban merupakan dataran tinggi sehingga memiliki potensi tanah longsor cukup tinggi. Penghijauan dapat meminimalisir tanah longsor. Tujuan dari kegiatan ini adalah membangkitkan karakter pada warga sekitar berupa peduli pada lingkungan sekitar dan melakukan aksi secara nyata pada kegiatan penghijauan. Metode aksi nyata yang dilakukan adalah dengan penanaman pohon hias dan pohon buah, seperti pucuk merah, pohon alpukat, pohon kelengkeng, pohon jeruk dan salam yang ditanam di sekitar Sendang Kali Suwek dan area sekitar lapangan di Dusun Samban. Hasilnya, masyarakat dusun Samban menjadi lebih peduli tentang lingkungan sekitar. Mereka dapat berpartisipasi langsung dalam proses penghijauan. In this community service program, the activities carried out have a focus on the greening program. The greening program is an effort to restore and restore the function of land so that it can be used optimally. The efforts made are aimed at preventing landslides carried out by the Thematic KKN Students of Period XVIII located in Dusun Samban RT 05 RW 02, Samban Village, Bawen District, Semarang Regency. Because the location of Dusun Samban is a plateau, it has a fairly high potential for landslides. Greening can minimize landslides. The purpose of this activity is to awaken the character of local residents in the form of caring for the surrounding environment and taking real action in greening activities. The real action method carried out is by planting ornamental trees and fruit trees, such as pucuk merah, avocado trees, longan trees, orange trees and bay leaves planted around Sendang Kali Suwek and the area around the field in Dusun Samban. As a result, the people of Dusun Samban became more concerned about the surrounding environment. They can participate directly in the greening process.
Bahaya bullying bagi siswa di SDN 2 Blorok, Brangsong Styaningrum, Yunita; Al Sandi, Iqbal Nur; Nisak, Choirin; Putri, Novita Rizkia Suswanti; Intansari, Prinsendam Azmi; Kharin, Aulia; Bhanuwati, Nisriinaa Vania; Fannanah, Magfurotul; Azhra, Rafa Naerzyda; Salam, M. Chabib Ardis; Nuraini, Yanti
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.136

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini meliputi kegiatan sosialisasi bahaya bullying kepada siswa SDN 02 Blorok. Sekolah Dasar adalah lembaga pendidikan dasar yang menjadi faktor penentu untuk pementukan kepribadian siswa, cara berpikir, bersikap, dan berperilaku. Banyak permasalahan yang terjadi di sekolah salah satunya bullying yang harus dilakukan pencegahan terhadap hal tersebut. Bullying adalah tindakan pemaksaan yang dilakukan terhadap orang lemah dengan kekerasan baik secara fisik atau psikologis. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk mencegah perilaku bullying terjadi di lingkup sekolah dan menaikkan kesadaran pihak sekolah tentang cara mengatasi perilaku bullying dalam jaringan pendidikan. Penelitian dalam pengabdian ini menggunakan beberapa metode seperti ceramah, observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi. Pada kegiatan sosialisasi telah dibahas terkait macam bullying, faktor penyebab bullying, dan cara pencegahan bullying. Hasilnya, para siswa lebih memahami apa itu bullying, bahayanya, dan bagaimana mencegahnya. This community service program includes socialization activities on the dangers of bullying to students of SDN 02 Blorok. Elementary School is an elementary education institution that is a determining factor in the formation of students' personalities, ways of thinking, acting and behaving. Many problems occur in schools, one of which is bullying, which must be prevented. Bullying is an act of coercion carried out against weak people with violence either physically or psychologically. The purpose of this socialization is to prevent bullying behavior from occurring in schools and to raise school awareness about how to overcome bullying behavior in the education network. Research in this community service uses several methods such as lectures, observations, interviews, discussions, and documentation. In the socialization activities, the types of bullying, factors causing bullying, and ways to prevent bullying have been discussed. As a result, students better understand what bullying is, its dangers, and how to prevent it.

Page 1 of 1 | Total Record : 6