cover
Contact Name
Achmad Supandi
Contact Email
jurnalwidyaclimago@gmail.com
Phone
+6281808476618
Journal Mail Official
jurnalwidyaclimago@gmail.com
Editorial Address
Pusdiklat BMKG Gd A. Lt 9. Jl. Angkasa I, No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Widya Climago
ISSN : 27147924     EISSN : 27970078     DOI : https://doi.org/10.31172/jwc
Jurnal WIdya Climago menerima naskah Karya Tulis Ilmiah (KTI) dari para widyaiswara, Peneliti, Dosen, Pejabat Fungsional tertentu lainnya serta Penulis Umum. Naskah KTI yang dapat diterbitkan pada Jurnal Widya Climago adalah naskah KTI berjenis kajian (research) Bidang Kewidyaiswaraan : Pelatihan Kurikulum Pembelajaran Evaluasi Bidang Pengembangan Kompetensi SDM: Sumber Daya Manusia Manajemen Bidang Teknis Pemberdayaan Masyarakat: Meteorologi Klimatologi & Kualitas Udara Geofisika
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Analisis Kepuasan Peserta Pelatihan Teknis Tahun 2024 dengan Model Evaluasi Kirkpatrick di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Rahmi Fadhilah M Idris; Arlif Nabilatur Rosyidah; Ratih Prasetya
Jurnal Widya Climago Vol 7 No 1 (2025): Transformasi Pengembangan SDM melalui Inovasi Model Pembelajaran dan Digital Lear
Publisher : Pusat Pengembangan SDM MKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan program pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh PPSDM MKG pada tahun 2024. Evaluasi komprehensif ini diterapkan dengan menggunakan Model Evaluasi Kirkpatrick Level 1 (Reaksi) guna mengukur respons dan persepsi langsung dari para peserta. Pengukuran tingkat kepuasan peserta secara mendalam difokuskan pada enam aspek utama, yang meliputi pelayanan panitia, isu teknis, dukungan lingkungan, waktu, konten materi, dan kegiatan pre-course. Data penelitian dikumpulkan secara sistematis melalui kuesioner pasca-pelatihan yang diisi oleh seluruh peserta, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi secara umum menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta berada pada kategori “Baik” hingga “Sangat Baik”, dengan perolehan rata-rata skor berkisar antara 80,56% hingga 84,73%. Secara spesifik, aspek pelayanan panitia dan penanganan isu teknis memperoleh nilai tertinggi, bahkan berhasil menembus angka di atas 90% pada beberapa jenis pelatihan. Capaian ini menegaskan bahwa layanan administratif serta dukungan infrastruktur yang disediakan oleh pihak penyelenggara sudah berjalan secara optimal. Sebaliknya, aspek waktu mencatat skor terendah yaitu 72,92%, yang mengindikasikan adanya urgensi perbaikan dalam pengaturan durasi serta efisiensi alokasi jadwal pelatihan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa program pelatihan teknis tersebut telah berjalan dengan efektif. Kendati demikian, penguatan pada manajemen tata kelola waktu dan optimalisasi strategi pembelajaran mandiri (self-directed learning) perlu menjadi fokus perbaikan utama di masa mendatang
SINERGI PENGETAHUAN KEBENCANAAN DAN LAYANAN PUBLIK: MODEL ADOPSI SISTEM MANAJEMEN PENGETAHUAN (KMS) BMKG BERDASARKAN PEMBELAJARAN DARI BEST PRACTICE KOMPARATIF Achmad Supandi
Jurnal Widya Climago Vol 7 No 1 (2025): Transformasi Pengembangan SDM melalui Inovasi Model Pembelajaran dan Digital Lear
Publisher : Pusat Pengembangan SDM MKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan institusi strategis nasional yang sangat bergantung pada pengetahuan teknis dan data real-time dalam menjalankan fungsi mitigasi bencana secara efektif dan akurat. Dalam konteks kebencanaan yang dinamis, tantangan utama terletak pada bagaimana mengelola pengetahuan kebencanaan yang bersifat eksplisit maupun tacit agar dapat tersinergi secara optimal dengan layanan publik yang responsif dan berbasis bukti. Pengelolaan pengetahuan yang tidak terstruktur berisiko menghambat kecepatan pengambilan keputusan, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan berbasis data yang valid. Artikel ini bertujuan merumuskan model adopsi Sistem Manajemen Pengetahuan (KMS) bagi BMKG melalui studi komparatif best practice dari PT Sucofindo yang menawarkan kerangka struktural pengelolaan pengetahuan, serta PT KAI yang memberikan pelajaran penting mengenai tantangan budaya organisasi dalam implementasi KMS. Pendekatan komparatif ini diperkuat dengan analisis survei kepuasan pengguna (N=40) guna memperoleh gambaran empiris mengenai kebutuhan dan persepsi pengguna terhadap sistem yang ada saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski tingkat kepuasan umum pengguna tergolong tinggi (60%), masih terdapat kendala signifikan pada aspek responsivitas teknologi yang dinilai lambat oleh 40% responden, serta adanya stagnasi dalam pembaruan konten yang berpotensi menurunkan relevansi informasi dari waktu ke waktu. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pembenahan menyeluruh pada infrastruktur teknologi dan mekanisme pengelolaan konten secara berkelanjutan. Model adopsi yang diusulkan menekankan pada penguatan pilar People melalui pembentukan Community of Practice (CoP) yang mampu mengintegrasikan pengetahuan kebencanaan global ke dalam konteks lokal BMKG, serta formalisasi proses knowledge submission sebagai upaya sistematis untuk menjaga dan mengembangkan aset intelektual organisasi secara berkesinambungan    
RETROSPEKTIF DAMPAK PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN GENERATIF TERHADAP KOMPETENSI TEKNIS DAN KONSEPTUAL PEGAWAI PADA PELATIHAN TEKNIS PPSDM MKG Yulyanto Dwi Prastyo Nugroho
Jurnal Widya Climago Vol 7 No 1 (2025): Transformasi Pengembangan SDM melalui Inovasi Model Pembelajaran dan Digital Lear
Publisher : Pusat Pengembangan SDM MKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan teknis di lingkungan korporat semakin banyak memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (generative AI/GenAI) sebagai alat bantu peserta, namun institusi penyelenggara jarang memiliki cara sistematis untuk memastikan bahwa nilai akhir yang diperoleh peserta benar-benar mencerminkan kompetensi yang didapat, bukan sekadar keluaran AI yang disalin. Artikel ini menyajikan analisis retrospektif (ex post facto) terhadap data penilaian yang telah tersedia dari dua pelatihan teknis yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (PPSDM MKG) bagi pegawai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tanpa memerlukan pengumpulan data primer baru. Pada Inhouse Training Security Operation Center (n=39), analisis korelasi menunjukkan bahwa skor posttest tertulis tidak berhubungan signifikan dengan skor praktik cyberdrill (r=0,09; p=0,57) dan berhubungan negatif signifikan dengan skor paparan (r=−0,36; p=0,03); klasifikasi kuadran berbasis median split menunjukkan 30,8% peserta berada pada pola “kompetensi semu” (skor tulis tinggi, kinerja praktik dan paparan rendah). Pada Pelatihan Pemrograman Python dan Analisis Data Python (n≈40), tinjauan pengajar terhadap laporan project dan pemaparan menunjukkan bahwa pemahaman konseptual peserta (90%) secara konsisten lebih tinggi dibanding pemahaman teknis-prosedural/coding (75%), mengindikasikan bahwa penggunaan AI untuk pembangkitan kode terkonsentrasi pada lapisan kompetensi teknis, bukan lapisan pemahaman domain. Kedua temuan digunakan untuk mengusulkan kerangka evaluasi dua-lapis (domain/analitis vs teknis-prosedural) sebagai pelengkap penilaian skor tunggal dalam pelatihan teknis berbasis AI, serta agenda verifikasi lanjutan berupa unplugged retention test dan survei pola penggunaan AI pada siklus pelatihan berikutnya.