cover
Contact Name
Iwan Tri Bowo
Contact Email
iwantb@umpri.ac.id
Phone
+6285601771179
Journal Mail Official
jbn.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Pringsewu JL. KH Ahmad Dahlan No. 112 Pringsewu Lampung 35373 Phone: 085601771179
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25488651     EISSN : 25488651     DOI : DOI: https://doi.org/10.52657/bagimunegeri
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juni dan Desember Journal Homepage Image Jurnal Bagimu Negeri (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juli dan Desember Scope Jurnal 1. Education, 2. Teaching, 3. Counseling, 4. Training, 5. Socializing, 6. Mentoring, 7. Coaching,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
ROLLBLEND ESSENSIAL OIL PEPPERMINT DAN JAHE SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER INOVATIF DALAM MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL Maulida Latifah; Qurotul 'Aini
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3659

Abstract

Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil akibat perubahan fisiologis selama kehamilan yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai penanganan nonfarmakologis menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keluhan nyeri punggung tidak tertangani secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil melalui terapi komplementer serta pemberian rollblend essensial oil peppermint dan jahe sebagai upaya penurunan keluhan nyeri punggung. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi mengenai manfaat terapi komplementer, demonstrasi penggunaan rollblend essential oil, serta pendampingan praktik mandiri pada ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan ibu hamil secara aktif dalam proses edukasi dan praktik terapi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kepatuhan dan pemahaman ibu hamil mengenai terapi komplementer, serta penurunan keluhan nyeri punggung setelah penggunaan rollblend essensial oil secara rutin. Mayoritas nyeri punggung sebelum diberikan intervensi berada di skala 4-6 (nyeri sedang) sebanyak 33 ibu hamil (82,50%), sedangkan setelah dilakukan intervensi mayoritas nyeri punggung berada di skala 1-3 (nyeri ringan) sebanyak 31 ibu hamil (77,50%). Selain itu, ibu hamil menjadi lebih mandiri dalam melakukan penanganan awal terhadap keluhan nyeri punggung secara aman dan nonfarmakologis. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan ibu hamil melalui terapi komplementer dan pemberian rollblend essensial oil peppermint dan jahe efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membantu menurunkan keluhan nyeri punggung selama kehamilan.
PELATIHAN PEMBUATAN KARYA SENI KOLASE DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH ALAM PADA PESERTA DIDIK SD NEGERI 3 WARINGINSARI BARAT Riska Juwita Sari; Asma Nabilatuz Zahra; Siska Amelia Fernanda; Nike Fadzila Putri; Hanif Al Fikri; Melvari Zulfani
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3660

Abstract

Pelatihan pembuatan karya seni kolase dengan memanfaatkan limbah alam pada peserta didik SD Negeri 3 Waringinsari Barat bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan melalui pelatihan pembuatan karya seni kolase berbahan limbah alam di SD Negeri 3 Waringinsari Barat. Hal ini dikarenakan rendahnya kreativitas peserta didik dalam pembelajaran seni rupa serta kurangnya pemanfaatan limbah alam sebagai media pembelajaran menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai konsep seni kolase dan pemanfaatan limbah alam, demonstrasi pembuatan karya, praktik langsung oleh peserta didik menggunakan bahan berupa daun kering dan bahan alam lainnya, serta evaluasi terhadap proses dan hasil karya yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mampu menghasilkan karya kolase yang beragam, kreatif, dan sesuai dengan tema yang diberikan. Selain itu, peserta didik menunjukkan peningkatan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran, berkembangnya keterampilan motorik halus, serta meningkatnya kesadaran untuk memanfaatkan limbah alam sebagai bahan yang memiliki nilai guna dan nilai estetika. Pelatihan ini terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran seni rupa yang kreatif, kontekstual, dan ramah lingkungan, sehingga dapat mendukung pengembangan kreativitas serta karakter peduli lingkungan pada peserta didik sekolah dasar.
PELATIHAN PEMAHAMAN MAKNA KONTEKSTUAL PADA IKLAN BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH DI SMP QURAN DARUL IKHLAS PRINGSEWU Umi Kholidah; Rr Dwi Astuti; Dessy Saputry
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3669

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMP Quran Darul Ikhlas Pringsewu yang dihadiri oleh 25 peserta didik kelas VIII. Pemahaman makna kontekstual merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Namun, masih banyak siswa sekolah menengah yang mengalami kesulitan dalam memahami makna kata, frasa, maupun kalimat sesuai dengan konteks penggunaannya. Kondisi tersebut dapat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca kritis, memahami teks, serta menginterpretasikan informasi secara tepat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman makna kontekstual siswa melalui pelatihan yang dilaksanakan di SMP Quran Darul Ikhlas Pringsewu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep makna kontekstual dan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi makna kata atau ungkapan berdasarkan konteks penggunaannya pada iklan. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan kenaikan rata-rata nilai peserta dari 64 pada saat pretest menjadi 87 pada saat posttest. Simpulan dalam kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan literasi kritis siswa. Melalui pemahaman makna kontekstual, siswa menjadi lebih cermat dan kritis dalam memahami informasi yang disampaikan melalui iklan
PEMANFAATAN KERAJINAN FRESH FLOWER DALAM PEMBUATAN PEMBATAS BUKU SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 3 PAGELARAN Lutfia Zahra; Istifarah Miftahul Hasanah; Jesica Mayasmida; Ria Septika Anggraeni; Dinia Rahmadani
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3670

Abstract

Pembelajaran seni dan keterampilan di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan motorik, dan apresiasi estetika siswa. Namun, pendekatan konvensional yang masih dominan sering kali membatasi ruang eksplorasi dan inovasi peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik, salah satunya melalui pemanfaatan kerajinan Fresh Flower dalam pembuatan pembatas buku. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa melalui pengalaman langsung berbasis bahan alam. Metode yang digunakan adalah pendekatan praktik langsung (Learning By Doing) yang melibatkan 32 siswa kelas IV SDN 3 Pagelaran. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan karya yang kreatif, estetis, dan beragam. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan motorik halus, kemampuan menyusun komposisi, serta rasa percaya diri siswa dalam berekspresi. Penggunaan bunga segar memberikan pengalaman sensorik yang kaya dan pembelajaran yang bermakna, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan demikian, kegiatan pemanfaatan Fresh Flower dalam pembuatan pembatas buku terbukti efektif sebagai strategi pengembangan kreativitas dan keterampilan siswa sekolah dasar.
TEGA TEA: MINUMAN HERBAL KESEHATAN DARI KOMBINASI DAUN PEGAGAN (Centella atiatica) DAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) Silvia Andriani; Sirlii Diana; Tyas Febriana; Dian Pratiwi; Egita Windrianatama Puspa
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3741

Abstract

Kajian fitokimia menjadi aspek penting dalam pengembangan minuman herbal fungsional karena kandungan metabolit sekunder tanaman berperan dalam memberikan aktivitas biologis yang mendukung manfaat kesehatan. Senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, terpenoid, saponin, dan tanin diketahui memiliki aktivitas antioksidan melalui mekanisme penangkapan radikal bebas, penghambatan oksidasi seluler, serta modulasi jalur inflamasi. Karakterisasi fitokimia pada bahan herbal menjadi dasar dalam menentukan potensi suatu tanaman sebagai bahan baku pangan fungsional yang tidak hanya memiliki nilai nutrisi, tetapi juga memberikan efek fisiologis bagi tubuh (Gul et al., 2023). Daun pegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki profil fitokimia khas, terutama dari kelompok triterpenoid pentasiklik. Senyawa utama seperti asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, dan madecassic acid telah banyak dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, serta berperan dalam stimulasi sintesis kolagen dan regenerasi jaringan. Selain triterpenoid, pegagan juga mengandung flavonoid, polifenol, dan senyawa fenolik yang berkontribusi terhadap kemampuan tanaman dalam menghambat stres oksidatif melalui mekanisme donor elektron dan netralisasi radikal bebas (Nagoor Meeran et al., 2020; Sun et al., 2023). Kandungan bioaktif tersebut menjadikan pegagan berpotensi dikembangkan sebagai bahan utama dalam produk pangan fungsional maupun minuman herbal kesehatan. Sementara itu, bunga telang (Clitoria ternatea) memiliki karakteristik fitokimia yang didominasi oleh senyawa flavonoid, khususnya antosianin jenis ternatin yang bertanggung jawab terhadap warna biru alami pada bunga. Antosianin merupakan kelompok pigmen fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi serta berperan dalam perlindungan sel terhadap kerusakan akibat radikal bebas. Selain antosianin, bunga telang juga mengandung flavonoid, asam fenolat, dan senyawa bioaktif lainnya yang dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi, antimikroba, antidiabetes, serta mendukung kesehatan metabolik (Oguis et al., 2019; Kusrini et al., 2020; Khan et al., 2024). Kandungan fitokimia tersebut memperkuat potensi bunga telang sebagai bahan alami dalam pengembangan minuman fungsional dengan nilai kesehatan dan estetika yang tinggi. Kombinasi daun pegagan dan bunga telang dalam inovasi TEGA TEA berpotensi menghasilkan produk herbal dengan aktivitas biologis yang lebih optimal melalui perpaduan berbagai kelompok senyawa bioaktif, seperti triterpenoid, flavonoid, dan senyawa fenolik. Sinergisme komponen fitokimia tersebut dapat meningkatkan kapasitas antioksidan serta memberikan nilai tambah terhadap produk minuman herbal berbasis tanaman lokal. Oleh karena itu, pendekatan fitokimia menjadi landasan penting dalam pengembangan TEGA TEA, karena mampu menghubungkan kualitas bahan baku, potensi manfaat kesehatan, serta peluang pengembangan produk herbal bernilai ekonomi bagi UMKM (Panda et al., 2025).