cover
Contact Name
Iwan Tri Bowo
Contact Email
iwantb@umpri.ac.id
Phone
+6285601771179
Journal Mail Official
jbn.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Pringsewu JL. KH Ahmad Dahlan No. 112 Pringsewu Lampung 35373 Phone: 085601771179
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25488651     EISSN : 25488651     DOI : DOI: https://doi.org/10.52657/bagimunegeri
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juni dan Desember Journal Homepage Image Jurnal Bagimu Negeri (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juli dan Desember Scope Jurnal 1. Education, 2. Teaching, 3. Counseling, 4. Training, 5. Socializing, 6. Mentoring, 7. Coaching,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
PELATIHAN KOLASE DAUN UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SISWA KELAS III SDN 1 WAY JAHA Lulu'ah Jilantami; Lufiana Sifa Auralia
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3647

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas siswa adalah melalui kegiatan seni rupa Kolase dengan memanfaatkan bahan alam yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas seni rupa siswa kelas III SDN 1 Way Jaha melalui penerapan seni rupa kolase berbahan daun. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pemberian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada siswa dalam membuat karya kolase. Kegiatan dilaksanakan bersama mahasiswa dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh siswa (100%) mampu menyelesaikan karya kolase dengan tingkat antusiasme yang tinggi, ditandai oleh keterlibatan aktif pada setiap tahapan kegiatan. Sebagian besar siswa berhasil menghasilkan karya yang beragam dari segi komposisi, pemilihan warna daun, dan keunikan motif, yang mencerminkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan motorik halus. Selain itu, kegiatan ini juga membantu siswa mengenal pemanfaatan bahan alam sebagai media berkarya seni. Dengan demikian, penerapan seni rupa kolase berbahan daun dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas seni rupa siswa sekolah dasar.
PELAYANAN KESEHATAN MASA REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BANJIR DI POSKO KESEHATAN PAYA BEDI, ACEH TAMIANG Wahyu Dwi Fatimah; Hanif Nanda Nafi'an; Sucitra Anugrah Romadhani Putra
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3648

Abstract

Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif, dengan wilayah yang dilalui 3 lempeng tektonik, hal ini menjadi penyebab Indonesia memiliki risiko tinggi mengalami bencana alam. Dampak dari bencana tersebut diantaranya masalah kesehatan seperti diare, demam, typhoid, ISPA, campak, penyakit kulit, serta penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Bencana banjir di Aceh Tamiang telah merusak infrastruktur seperti fasilitas kesehatan, sehingga akses masyarakat pada pelayanan kesehatan menjadi terganggu. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan pada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Paya Bedi, Aceh Tamiang masa dimasa rekonstruksi pasca bencana di Posko Kesehatan. Kegiatan pengabdian ini berupa pelayanan kesehatan, mulai dari persiapan, penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil pelayanan kesehatan didapatkan sebagian besar peserta penerima manfaat yaitu perempuan, berusia dewasa (19-59 tahun), dengan penyakit ISPA dan dermatitis. Setelah dilakukan pelayanan kesehatan selama 2 minggu kondisi kesehatan masyarakat semakin membaik. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting yang diperlukan masyarakat terdampak bencana untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasar maupun lanjutan.
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN PIJAT EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN Daris Yolanda Sari; Rika Widiyastuti
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3649

Abstract

Nyeri persalinan merupakan kondisi fisiologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kecemasan pada ibu bersalin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil dan keluarga mengenai metode nonfarmakologis pengurangan nyeri persalinan menjadi salah satu permasalahan di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan ibu hamil serta keluarga melalui edukasi dan pelatihan pijat effleurage sebagai upaya nonfarmakologis pengurangan nyeri persalinan di Kabupaten Purwakarta. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kader kesehatan kepada 30 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, observasi keterampilan, sikap, dan kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan baik setelah mengikuti edukasi dan pelatihan (93,3%). Sebagian besar peserta memiliki sikap positif (90%), keterampilan yang baik (83,4%) dalam mempraktikkan pijat effleurage, serta merasa sangat puas (80%) terhadap kegiatan yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan serta mendukung pemberdayaan keluarga dan kader kesehatan di masyarakat.
KELAS BABY MASSAGE TERHADAP KETERAMPILAN IBU UNTUK OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BAYI DI PMB SUMARTINI PURWAKARTA TAHUN 2026 Nova Rati Lova; Rositta Febriana; Triya Puspitarati; Suparmi
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3650

Abstract

. Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang bayi secara mandiri di rumah. Salah satu bentuk stimulasi yang efektif adalah baby massage (pijat bayi), yang terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Namun, masih banyak ibu yang belum memahami teknik pijat bayi yang benar dan aman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam melakukan baby massage guna mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Kegiatan ini dilaksanakan di PMB Sumartini Purwakarta pada tahun 2026 dengan sasaran ibu yang memiliki bayi .Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Pada tahap awal, peserta diberikan edukasi mengenai manfaat baby massage, waktu yang tepat melakukan pijat bayi, serta kontraindikasi yang perlu diperhatikan. Selanjutnya dilakukan demonstrasi teknik pijat bayi oleh tenaga kesehatan yang kompeten, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh ibu dengan pendampingan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan baby massage. Secara kualitatif, sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka memperoleh pemahaman baru mengenai teknik pijat bayi yang aman dan benar. Ibu juga mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri untuk melakukan pijat bayi secara mandiri di rumah. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa peserta mampu mempraktikkan tahapan pijat bayi sesuai prosedur yang telah diajarkan. Beberapa peserta menyampaikan bahwa bayi tampak lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan lebih tenang setelah dilakukan pijat bayi.
PROGRAM PEMANFAATAN BUAH SEMANGKA SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI Metaliasari; Tia Nurfitri
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3651

Abstract

Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi serta rendahnya pemanfaatan terapi nonfarmakologis menjadi faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi dalam kehamilan serta mengoptimalkan pemanfaatan buah semangka sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan di TPMB Tia Nurfitri, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dengan sasaran 30 ibu hamil dan 7 kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, edukasi manfaat buah semangka, serta pendampingan konsumsi buah semangka sebanyak 200 gram per hari selama 7 hari. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik dari 13,3% menjadi 80%, sedangkan kategori kurang menurun dari 60% menjadi 3,3%. Selain itu, proporsi ibu hamil dengan tekanan darah normal meningkat dari 16,7% menjadi 80%, sementara kategori hipertensi menurun dari 56,6% menjadi 3,3%. Program ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai konsumsi buah semangka dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengendalikan tekanan darah pada ibu hamil. Keberhasilan program juga didukung oleh keterlibatan kader kesehatan dalam proses pendampingan dan monitoring peserta
"PROGRAM LENTERA KESPRO" LAYANAN EDUKASI TERPADU CEGAH PERNIKAHAN DINI DAN MASALAH REPRODUKSI DI KELURAHAN CISEUREUH PURWAKARTA Dita Humaeroh; Tia Suciati; Husnul Chotimah
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3653

Abstract

Program Lentera Kespro merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi serta mencegah terjadinya pernikahan dini dan berbagai masalah reproduksi. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Ciseureuh yang masih menghadapi tantangan dalam hal pemahaman kesehatan reproduksi dan tingginya risiko pernikahan usia dini. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan edukasi terpadu yang melibatkan penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta kampanye kesehatan yang dirancang khusus untuk remaja. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kesehatan reproduksi, pubertas, risiko pernikahan dini, infeksi menular seksual (IMS), serta keterampilan dalam pengambilan keputusan dan penolakan terhadap perilaku berisiko. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai dampak pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test pada 37 remaja, kategori pengetahuan baik meningkat dari 8,1% menjadi 83,8%, sedangkan kategori kurang menurun menjadi 0%. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh metode edukasi interaktif melalui penyuluhan, diskusi, media visual, dan pendekatan peer education.
PROGRAM HOLISTIC CARE INOVASI PERAWATAN POSTPARTUM: PIJAT OKSITOSIN DAN KOMPRES HANGAT HERBAL SEBAGAI STRATEGI MENURUNKAN TINGGI FUNDUS UTERI Dewi Sulastri Sutaran; Nurhayati; Teti Yuli Handayani
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3654

Abstract

Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap berbagai komplikasi, salah satunya perdarahan postpartum yang dapat disebabkan oleh terhambatnya proses involusi uteri. Kurangnya pengetahuan ibu nifas mengenai tanda bahaya masa nifas dan pentingnya involusi uteri dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam perawatan postpartum melalui pendekatan holistic care berupa edukasi, pijat oksitosin, dan kompres hangat herbal. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja TPMB Bidan Rosida Plered, Kabupaten Purwakarta, dengan sasaran 38 ibu nifas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pembuatan kompres hangat herbal, pelatihan pijat oksitosin, praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu nifas, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 13% menjadi 89%, kategori cukup menurun dari 37% menjadi 11%, dan kategori kurang menurun dari 50% menjadi 0%. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik pijat oksitosin dan pembuatan kompres hangat herbal secara mandiri sebagai upaya mempercepat involusi uteri. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas terkait perawatan masa nifas serta berpotensi menjadi alternatif promotif dan preventif dalam mencegah komplikasi postpartum melalui pendekatan holistic care.
PENYULUHAN KASUS GAWAT DARURAT DAN PENATALAKSANAANNYA DI SEKOLAH LANSIA PCA LANGKAPURA Pira Prahmawati
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3655

Abstract

Lansia dapat mengalami situasi gawat darurat yang diakibatkan oleh berbagai penyebab yang terkait masalah fisiologis, neurologis, psikologis dan sosial. Lansia seringkali mengalami penurunan kesehatan seperti mengidap hipertensi, diabetes mellitus, penyakit asam urat, gangguan fungsi jantung, gangguan fungsi ginjal dan lain-lain. Penyakit kronis yang dideritanya terkadang menimbulkan situasi gawat darurat dan kritis seperti tidak sadarkan diri, sesak nafas dan nyeri dada sebelah kiri. Kondisi lain yang dapat menimbulkan situasi gawat darurat pada lansia adalah seperti tersedak dan luka bakar. Sehingga melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan para lansia dapat memahami pengertian, tanda dan gejala, penyebab dan cara penanganan awal kasus-kasus tersebut. Namun lansia dapat menjadi korban yang tidak berdaya pada kondisi gawat darurat sehingga lansia perlu mendapatkan pertolongan segera dengan cepat dan tepat. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para lansia dalam menghadapi kasus gawat darurat yang mungkin dialaminya. Hasil Penyuluhan ini para lansia aktif dan antusias mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir kegiatan, aktif dalam bertanya kepada narasumber, sebanyak 5 pertanyaan dari narasumber dapat dijawab dengan benar, aktif dalam redemontrasi praktek dan 3 orang dapat mengulang tindakan dengan bimbingan. Kehadiran peserta mencapai 100% yaitu sebanyak 30 orang. Kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemapuan terkait kegawatdaruratan pada peserta Sekolah Lansia PCA Langkapura. Saran bahwa diperlukan menghadirkan pendamping/caregiver lansia pada acara penyuluhan ini agar dapat memberikan pertolongan pertama pada lansia jika mengalami kondisi gawat darurat.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DAN IBU BAYI MELALUI IMPLEMENTASI SLEEP BABY KIT SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS TIDUR BAYI 0-6 BULAN Mey Linda Darmayanti; Ayu Arifianingsih; Titin Prihantini; Karmilah; Neneng Maryamah
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3656

Abstract

Kualitas tidur bayi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan, perkembangan neurologis, regulasi emosi, dan kesehatan bayi secara optimal. Gangguan tidur pada bayi usia 0–6 bulan masih sering ditemukan di masyarakat akibat kurangnya pengetahuan ibu mengenai sleep hygiene dan stimulasi relaksasi tidur bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu serta ibu bayi melalui implementasi Sleep Baby Kit yang terdiri dari baby massage, white noise, dan edukasi sleep hygiene sebagai strategi peningkatan kualitas tidur bayi usia 0–6 bulan. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Munjul Jaya tepatnya di Balai Musyawarah RW01 Kelurahan Cisereuh dengan melibatkan 10 kader Posyandu dan 20 ibu bayi usia 0–6 bulan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, pendampingan praktik, dan monitoring kualitas tidur bayi menggunakan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu, peningkatan sikap positif ibu bayi, serta peningkatan kualitas tidur bayi setelah implementasi Sleep Baby Kit . Sebagian besar bayi mengalami peningkatan kategori kualitas tidur baik dari 20% menjadi 75%. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan berada pada kategori sangat puas sebesar 60%. Implementasi Sleep Baby Kit terbukti menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif, mudah diterapkan, dan berpotensi dikembangkan sebagai program promotif preventif berbasis masyarakat dalam mendukung kesehatan bayi.
PEMANFAATAN MASKER LEMON DAN MADU SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS DALAM MENGURANGI JERAWAT PADA AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI DI TPMB ROSIDA PURWAKARTA TAHUN 2026 Intan Noor Khalifah; Yeni Tegar Setiawati; Evalina Fransisca Lusianawati
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3657

Abstract

Jerawat merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan oleh akseptor KB suntik kombinasi akibat perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kondisi kulit. Pemanfaatan bahan alami seperti lemon dan madu dapat menjadi alternatif nonfarmakologis untuk membantu mengurangi jerawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan akseptor KB suntik kombinasi dalam memanfaatkan masker lemon dan madu serta mengevaluasi perubahan tingkat jerawat setelah penggunaannya. Kegiatan dilaksanakan di TPMB Rosida Purwakarta dengan melibatkan 70 akseptor KB suntik kombinasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan masker lemon dan madu, simulasi penggunaan, serta pendampingan selama empat minggu. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan tingkat jerawat sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbaikan tingkat jerawat setelah penggunaan masker lemon dan madu. Pada pretest, sebagian besar peserta berada pada tingkat jerawat 3 sebanyak 56 orang (80,0%) dan tingkat jerawat 4 sebanyak 10 orang (14,3%), sedangkan tingkat jerawat 2 sebanyak 4 orang (5,7%) dan tidak terdapat peserta pada tingkat jerawat 1. Setelah intervensi, jumlah peserta pada tingkat jerawat 1 meningkat menjadi 28 orang (40,0%) dan tingkat jerawat 2 menjadi 32 orang (45,7%). Sementara itu, peserta pada tingkat jerawat 3 menurun menjadi 10 orang (14,3%) dan tidak terdapat lagi peserta pada tingkat jerawat 4. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan masker lemon dan madu dapat membantu menurunkan tingkat keparahan jerawat pada akseptor KB suntik kombinasi. Selain itu, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan serta penggunaan masker lemon dan madu sebagai alternatif perawatan kulit berbahan alami.