cover
Contact Name
Nugroho Heri Cahyono
Contact Email
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa Jl. Tamansiswa No.25, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa
ISSN : 23559691     EISSN : 28092260     DOI : 10.30738
Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality thoughts and research results in the field of Fine Arts and Fine Arts Education, the study or creation of fine arts but is flexible and not implicitly limited. All publications in CILPA are open access, allowing articles to be freely available without any violation.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2024): July" : 12 Documents clear
Perang Diponegoro Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Widiyanto, Imam Juni; Susanto, Dwi; Cahyono, Nugroho Heri
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16531

Abstract

ABSTRAK Kisah perang seringkali mencerminkan nilai, moral, aspek kemanusiaan, krisis, kematian, keterasingan, romantisme, dan beragam aspek kehidupan lainnya. Perang Diponegoro adalah cerita menarik dan tragis yang menyimpan sejumlah nilai moral yang dapat dipetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvisualkan penggalan cerita Perang Diponegoro menjadi sebuah karya seni lukis yang mampu merepresentasikan pesan moral yang ada dalam kisah tersebut. Dalam proses penciptaan karya seni lukis ini, digunakan metode Practice Based Research yang dikombinasikan dengan metode Eksplorasi, Perancangan, dan Perwujudan. Eksplorasi pada penciptaan karya seni ini meliputi eksplorasi ide, konsep, visual, media, teknik serta eksplorasi estetik, dengan mengkaji historiografi Perang Diponegoro. Hasil penelitian ini menghasilkan karya seni lukis yang merepresentasikan penggalan kisah Perang Diponegoro dengan berbagai trik dan intriknya serta nilai moral yang melingkupinya.  Nilai kesejarahan tersebut akan diidentifikasi dengan heroisme tokoh utama dalam alur sejarahnya. Sejarah tersebut diinterpretasikan kembali, sehingga memiliki kompleksitas makna. Melalui karya seni lukis ini, diharapkan pesan moral dan kerumitan kisah Perang Diponegoro dapat terpancar dengan kuat dan menginspirasi.Top of Form ABSTRACT War stories often reflect values, morals, humanitarian aspects, crisis, death, alienation, romance, and many other aspects of life. The Diponegoro War is an interesting and tragic story that holds a number of moral values that can be learned. The purpose of this research is to visualize a fragment of the Diponegoro War story into a painting that is able to represent the moral message in the story. In the process of creating this painting, the Practice Based Research method is used in combination with the Exploration, Design, and Realization methods. Exploration in the creation of this artwork includes exploration of ideas, concepts, visuals, media, techniques and aesthetic exploration, by examining the historiography of Diponegoro War. The result of this research is a painting that represents a fragment of the Diponegoro War story with its various tricks and intrigues as well as the moral values that surround it.  The historical value will be identified with the heroism of the main character in the historical flow. The history is reinterpreted, so that it has a complexity of meaning. Through this painting, it is hoped that the moral message and complexity of the Diponegoro War story can emerge strongly and inspiringly.
Strategi Pembelajaran Seni Rupa Dalam Meningkatkan Kreativitas Pada Anak Madrasah Ibtidaiyah apriliyanti, vanny; Rosyidi , Zudan
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16539

Abstract

Penelitian ini mengangkat peran seni dalam pendidikan anak usia dasar, khususnya di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, seni diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, pemikiran kritis, dan ekspresi diri siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan peran seni dalam pengembangan siswa MI. Dalam pembahasan, penelitian ini menyoroti peran penting seni dalam pengembangan berbagai aspek keterampilan dan kepribadian anak usia dasar. Melalui seni, siswa dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan pemikiran kritis. Selain itu, seni memberikan wadah untuk ekspresi diri, memperkenalkan warisan budaya, dan membangun kepercayaan diri siswa. Meskipun demikian, penelitian ini juga menyoroti tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman yang terbatas tentang nilai seni. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan dukungan terhadap pendidikan seni di MI, baik dari pihak sekolah maupun pemerintah. Penguatan peran guru seni sebagai fasilitator dan motivator siswa juga dianggap penting. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana seni dapat menjadi elemen integral dalam membentuk karakter dan perkembangan holistik anak usia dasar di masa depan.
Proses Mewarnai Gambar Oleh Siswa Tunagrahita:: Tinjauan Psikoanalisis Saputri, Supeni; Handayaningrum, Warih; Rahayu, Eko Wahyuni
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16574

Abstract

Abstrak Penelitian ini menjelaskan pentingnya pendidikan seni dalam pengembangan kreativitas siswa tunagrahita. Pendidikan seni memberikan ruang ekspresi dan pertumbuhan emosional yang vital bagi siswa berkebutuhan khusus. Psikoanalisis, terutama konsep ketidaksadaran dan dinamika psikologis menjadi landasan dalam memahami sumber daya kreativitas manusia, terutama dalam konteks seni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada siswa SLBN Gedangan Sidoarjo yang terlibat dalam kelas mewarnai. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap siswa tunagrahita mengekspresikan kreativitasnya dengan karakteristik yang unik. Ada yang memilih warna secara acak, ada yang menunjukkan preferensi warna yang cerah sesuai dengan kepribadiannya yang ceria. Bahkan ada yang lebih suka menggambar saja tanpa mau mewarnai. Temuan ini menekankan bahwa pendidikan seni bukan hanya tentang hasil akhir dari karya seni, tetpai juga tentang proses kreatif yang memengaruhi perkembangana siswa secara menyeluruh. Ini menegaskan bahwa melalui seni dan pemahaman psikoanalisis, pendidikan seni dapat menjadi sarana penting untuk meningkatkan ekspresi diri, interaksi sosial, dan pengembangan keterampilan siswa tunagrahtia dalam konteks psikomotorik mereka. Abstract This research explains the importance of arts education in developing the creativity of students with intellectual disabilities. Arts education provides a vital space for emotional expression and growth for students with special needs. Psychoanalysis, especially the concepts of the unconscious and psychological dynamics, is the basis for understanding the resources of human creativity, especially in the context of art. This research uses a qualitative method with a case study approach on SLBN Gedangan Sidoarjo students who are involved in coloring classes. The results show that each mentally retarded student expresses his creativity with unique characteristics. Some choose colors at random, while others show a preference for bright colors to suit their cheerful personality. There are even those who prefer to just draw without coloring. These findings emphasize that arts education is not only about the end result of the work of art, but also about the creative process that influences students' overall development. This confirms that through art and psychoanalytic understanding, arts education can be an important means to improve self-expression, social interaction, and skill development of students with intellectual disabilities in their psychomotor context.
Nilai Artistik Dan Makna Filosofi Motif Batik Tradisional Madana Batik Gallery Imogiri Yogyakarta Ramadani, Siti Mutiara; Barriyah, Insanul Qisti; Rachdantia, Dheasari
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.17761

Abstract

Abstrak   Batik adalah salah satu budaya yang diakui dunia sejak tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan bahwa batik Indonesia sebagai mahakarya warisan budaya Indonesia. Di Giriloyo, Imogiri, Yogyakarta terdapat beberapa industri batik, salah satunya Madana Batik Gallery. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan letak nilai artistik motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery. (2) Mendeskripsikan macam-macam motif batik trandisional karya Madana Batik Gallery beserta makna filosofinya. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah motif batik karya Madana Batik Gallery, Imogiri, Yogyakarta. Sedangkan objek penelitian ini adalah nilai artistik dan makna filosofi yang terdapat pada motif batik tradisional karya Madana Gallery. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan (1) Motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery tergolong batik klasik yang memiliki makna filosofi yang mendalam bagi kehidupan. (2) Nilai artistik dalam motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery terletak pada penyusunan motifnya dan juga terletak pada warna nya. (3) Orang zaman dahulu menciptakan sebuah motif bukan hanya untuk dilihat keindahannya saja, akan tetapi mereka juga mencari dan menyusun makna yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan. (4) Pemahaman terhadap nilai artistik dan makna filosofi motif batik tradisional sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia. Abstract                     Batik is a culture that is recognized worldwide. Since 2 October 2009, UNESCO designated Indonesian batik as a masterpiece of Indonesian cultural heritage. In Giriloyo, Imogiri, Yogyakarta, there are several batik industries, one of which is Madana Batik Gallery. The objectives of this research are: (1) To describe the artistic value of traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery. (2) Describe the various traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery along with their philosophical meaning. This research uses a qualitative descriptive research method. The subject of this research is batik motifs by Madana Batik Gallery, Imogiri, Yogyakarta. Data collection went through the stages of observation, interviews, documentation and literature study. The data analysis technique in this research uses data reduction, data presentation and drawing conclusions or verification. From the results of this research it can be concluded  (1) The traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery are classified as classic batik which have a deep philosophical meaning for life (2) The artistic value in the traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery lies in the arrangement of the motifs which contain the principles of fine art and it also lies in the color (3) Ancient people created motifs not only to see their beauty, but they also sought and compiled meaning that was related to life. (4) Understanding the artistic value and philosophical meaning of traditional batik motifs for is very important the Indonesian people.
Analisis Filosofi Motif Kain Tenun Cual Dalam Upacara Adat Ngarak Telok Seroja Bangka Belitung Mustofa, Siti Solekah; Triyono
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.17885

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis motif yang diterapkan pada kain Tenun Cual dan mengidentifikasi nilai filosofis motif pada kain Tenun Cual Bangka Belitung dalam adat Ngarak Telok Seroja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model deskriptif dengan subjek kain Tenun Cual Bangka Belitung. Teknik dan instrumen pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini merujuk pada penelitian  yang luas akan deskriptif yang mana berbentuk kata-kata dari hasil penelitian baik secara lisan maupun tulisan. Pada penelitian ini menggunakan teknik case studies. Hasil penelitian ini motif kain Tenun Cual yang terinspirasi dari tanaman dan hewan dan memiliki makna siklus kehidupan, lambang kehormatan, kemakmuran, nasib baik, kasih sayang, sikap hati hati, kesabaran, sifat bersosialisasi yang baik, sumber kebahagiaan, kemakmuran dan kehormatan, keadilan, kekuatan dan pelindung. Penggunaan kain Tenun Cual digunakan dalam berbagai acara adat yang salah satunya adat Ngarak Telok Seroja. sekarang ini, fungsi kain Tenun Cual bisa dipakai pada acara adat, perngantin, karnaval, dan hari kemerdekaan. Kain Tenun Cual dapat dipakai remaja, dewasa, orang tua bahkan anak-anak. Hal ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan kain Tenun Cual terhadap anak-anak muda agar mencintai produk budayanya. Abstract This study aims to identify the types of motifs applied to Cual Woven fabrics and identify the philosophical value of motifs on Bangka Belitung Cual Woven fabrics in the Ngarak Telok Seroja custom. This research is a qualitative research with a descriptive model with the subject of Bangka Belitung Cual Weaving fabric. Information collection techniques and instruments were carried out by observation, interviews and documentation. This research refers to extensive descriptive research which is in the form of words from the results of research both orally and in writing. This research uses case studies technique. The results of this study are Cual Woven fabric motifs inspired by plants and animals and have the meaning of life cycles, symbols of honor, prosperity, good fortune, compassion, carefulness, patience, good socializing, sources of happiness, prosperity and honor, justice, strength and protection. The use of Cual Woven Fabric is used in various traditional events, one of which is the Ngarak Telok Seroja custom. nowadays, the function of Cual Woven Fabric can be used at traditional events, celebrations, carnivals, and independence days. Cual woven fabrics can be worn by teenagers, adults, parents and even children. This has the aim of introducing Cual woven fabric to young people to love their cultural products.  
Kajian Estetika Interior Masjid Saka Tunggal Jami’ Baitussalam Di Cikakak Banyumas Difa, Salmauz; Sugiyamin; Wicaksono, Noor Fatih Ario
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.17941

Abstract

ABSTRAK Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam merupakan salah satu masjid yang antik, unik, dan bersejarah di Banyumas, dengan memiliki satu saka yang menopang bagian tengah bangunan. Material pada masjid ini kebanyakan dari bahan kayu jati, mahoni serta bambu. Kekhasan masjid ini yakni adanya satu Saka Guru atau Saka Tunggal yang terdapat pada bangunannya. Apakah elemen pada Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam memiliki nilai estetika selain pada saka tunggalnya. Untuk itu, dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai estetika interior yang terdapat pada Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam. Penelitian ini menggunakan metode penilitian deskriptif-kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam yang berada di Desa Cikakak, Kabupaten Banyumas. Objek penelitiannya adalah kajian estetika interior pada masjid. Hasil dari penelitian menunjukan nilai estetika yang terdapat pada Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam terletak pada (1) Nilai Estetika pada Saka Tunggal Masjid (2) Nilai Estetika pada Bangunan Masjid (3) Nilai Estetika pada Atap dan Langit-Langit Masjid. Jadi nilai estetika pada bangunan Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam tidak hanya terletak pada saka tunggalnya saja, melainkan pada bentuk, motif, warna, dan bahan yang menonjolkan kesan bangunan sederhana dan kuno, namun tetap mementingkan entitas spiritual yang islami dan estetik. ABSTRACT The Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque is one of the antique, unique and historic mosques in Banyumas, with one saka supporting the center of the building. The materials in this mosque are mostly teak, mahogany and bamboo. The specialty of this mosque is the presence of one Saka Guru or Single Saka in the building. Does the element in the Jam'i Baitussalam Single Saka Mosque have aesthetic value other than the single saka. For this reason, this research aims to describe how the aesthetic value of the interior contained in the Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque. This research uses descriptive-qualitative research method. The subject of this research is the Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque located in Cikakak Village, Banyumas Regency. The object of research is the study of interior aesthetics in the mosque. The results of the study show that the aesthetic value contained in the Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque lies in (1) Aesthetic Value of the Single Saka of the Mosque (2) Aesthetic Value of the Mosque Building (3) Aesthetic Value of the Roof and Ceiling of the Mosque. So the aesthetic value of the Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque building does not only lie in the single saka, but in the shapes, motifs, colors, and materials that accentuate the impression of a simple and ancient building, but are still concerned with Islamic and aesthetic spiritual entities.
Perang Diponegoro Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Widiyanto, Imam Juni; Susanto, Dwi; Cahyono, Nugroho Heri
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16531

Abstract

ABSTRAK Kisah perang seringkali mencerminkan nilai, moral, aspek kemanusiaan, krisis, kematian, keterasingan, romantisme, dan beragam aspek kehidupan lainnya. Perang Diponegoro adalah cerita menarik dan tragis yang menyimpan sejumlah nilai moral yang dapat dipetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvisualkan penggalan cerita Perang Diponegoro menjadi sebuah karya seni lukis yang mampu merepresentasikan pesan moral yang ada dalam kisah tersebut. Dalam proses penciptaan karya seni lukis ini, digunakan metode Practice Based Research yang dikombinasikan dengan metode Eksplorasi, Perancangan, dan Perwujudan. Eksplorasi pada penciptaan karya seni ini meliputi eksplorasi ide, konsep, visual, media, teknik serta eksplorasi estetik, dengan mengkaji historiografi Perang Diponegoro. Hasil penelitian ini menghasilkan karya seni lukis yang merepresentasikan penggalan kisah Perang Diponegoro dengan berbagai trik dan intriknya serta nilai moral yang melingkupinya.  Nilai kesejarahan tersebut akan diidentifikasi dengan heroisme tokoh utama dalam alur sejarahnya. Sejarah tersebut diinterpretasikan kembali, sehingga memiliki kompleksitas makna. Melalui karya seni lukis ini, diharapkan pesan moral dan kerumitan kisah Perang Diponegoro dapat terpancar dengan kuat dan menginspirasi.Top of Form ABSTRACT War stories often reflect values, morals, humanitarian aspects, crisis, death, alienation, romance, and many other aspects of life. The Diponegoro War is an interesting and tragic story that holds a number of moral values that can be learned. The purpose of this research is to visualize a fragment of the Diponegoro War story into a painting that is able to represent the moral message in the story. In the process of creating this painting, the Practice Based Research method is used in combination with the Exploration, Design, and Realization methods. Exploration in the creation of this artwork includes exploration of ideas, concepts, visuals, media, techniques and aesthetic exploration, by examining the historiography of Diponegoro War. The result of this research is a painting that represents a fragment of the Diponegoro War story with its various tricks and intrigues as well as the moral values that surround it.  The historical value will be identified with the heroism of the main character in the historical flow. The history is reinterpreted, so that it has a complexity of meaning. Through this painting, it is hoped that the moral message and complexity of the Diponegoro War story can emerge strongly and inspiringly.
Strategi Pembelajaran Seni Rupa Dalam Meningkatkan Kreativitas Pada Anak Madrasah Ibtidaiyah apriliyanti, vanny; Rosyidi , Zudan
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16539

Abstract

Penelitian ini mengangkat peran seni dalam pendidikan anak usia dasar, khususnya di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, seni diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, pemikiran kritis, dan ekspresi diri siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan peran seni dalam pengembangan siswa MI. Dalam pembahasan, penelitian ini menyoroti peran penting seni dalam pengembangan berbagai aspek keterampilan dan kepribadian anak usia dasar. Melalui seni, siswa dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan pemikiran kritis. Selain itu, seni memberikan wadah untuk ekspresi diri, memperkenalkan warisan budaya, dan membangun kepercayaan diri siswa. Meskipun demikian, penelitian ini juga menyoroti tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman yang terbatas tentang nilai seni. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan dukungan terhadap pendidikan seni di MI, baik dari pihak sekolah maupun pemerintah. Penguatan peran guru seni sebagai fasilitator dan motivator siswa juga dianggap penting. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana seni dapat menjadi elemen integral dalam membentuk karakter dan perkembangan holistik anak usia dasar di masa depan.
Proses Mewarnai Gambar Oleh Siswa Tunagrahita:: Tinjauan Psikoanalisis Saputri, Supeni; Handayaningrum, Warih; Rahayu, Eko Wahyuni
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16574

Abstract

Abstrak Penelitian ini menjelaskan pentingnya pendidikan seni dalam pengembangan kreativitas siswa tunagrahita. Pendidikan seni memberikan ruang ekspresi dan pertumbuhan emosional yang vital bagi siswa berkebutuhan khusus. Psikoanalisis, terutama konsep ketidaksadaran dan dinamika psikologis menjadi landasan dalam memahami sumber daya kreativitas manusia, terutama dalam konteks seni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada siswa SLBN Gedangan Sidoarjo yang terlibat dalam kelas mewarnai. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap siswa tunagrahita mengekspresikan kreativitasnya dengan karakteristik yang unik. Ada yang memilih warna secara acak, ada yang menunjukkan preferensi warna yang cerah sesuai dengan kepribadiannya yang ceria. Bahkan ada yang lebih suka menggambar saja tanpa mau mewarnai. Temuan ini menekankan bahwa pendidikan seni bukan hanya tentang hasil akhir dari karya seni, tetpai juga tentang proses kreatif yang memengaruhi perkembangana siswa secara menyeluruh. Ini menegaskan bahwa melalui seni dan pemahaman psikoanalisis, pendidikan seni dapat menjadi sarana penting untuk meningkatkan ekspresi diri, interaksi sosial, dan pengembangan keterampilan siswa tunagrahtia dalam konteks psikomotorik mereka. Abstract This research explains the importance of arts education in developing the creativity of students with intellectual disabilities. Arts education provides a vital space for emotional expression and growth for students with special needs. Psychoanalysis, especially the concepts of the unconscious and psychological dynamics, is the basis for understanding the resources of human creativity, especially in the context of art. This research uses a qualitative method with a case study approach on SLBN Gedangan Sidoarjo students who are involved in coloring classes. The results show that each mentally retarded student expresses his creativity with unique characteristics. Some choose colors at random, while others show a preference for bright colors to suit their cheerful personality. There are even those who prefer to just draw without coloring. These findings emphasize that arts education is not only about the end result of the work of art, but also about the creative process that influences students' overall development. This confirms that through art and psychoanalytic understanding, arts education can be an important means to improve self-expression, social interaction, and skill development of students with intellectual disabilities in their psychomotor context.
Nilai Artistik Dan Makna Filosofi Motif Batik Tradisional Madana Batik Gallery Imogiri Yogyakarta Ramadani, Siti Mutiara; Barriyah, Insanul Qisti; Rachdantia, Dheasari
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.17761

Abstract

Abstrak   Batik adalah salah satu budaya yang diakui dunia sejak tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan bahwa batik Indonesia sebagai mahakarya warisan budaya Indonesia. Di Giriloyo, Imogiri, Yogyakarta terdapat beberapa industri batik, salah satunya Madana Batik Gallery. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan letak nilai artistik motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery. (2) Mendeskripsikan macam-macam motif batik trandisional karya Madana Batik Gallery beserta makna filosofinya. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah motif batik karya Madana Batik Gallery, Imogiri, Yogyakarta. Sedangkan objek penelitian ini adalah nilai artistik dan makna filosofi yang terdapat pada motif batik tradisional karya Madana Gallery. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan (1) Motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery tergolong batik klasik yang memiliki makna filosofi yang mendalam bagi kehidupan. (2) Nilai artistik dalam motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery terletak pada penyusunan motifnya dan juga terletak pada warna nya. (3) Orang zaman dahulu menciptakan sebuah motif bukan hanya untuk dilihat keindahannya saja, akan tetapi mereka juga mencari dan menyusun makna yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan. (4) Pemahaman terhadap nilai artistik dan makna filosofi motif batik tradisional sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia. Abstract                     Batik is a culture that is recognized worldwide. Since 2 October 2009, UNESCO designated Indonesian batik as a masterpiece of Indonesian cultural heritage. In Giriloyo, Imogiri, Yogyakarta, there are several batik industries, one of which is Madana Batik Gallery. The objectives of this research are: (1) To describe the artistic value of traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery. (2) Describe the various traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery along with their philosophical meaning. This research uses a qualitative descriptive research method. The subject of this research is batik motifs by Madana Batik Gallery, Imogiri, Yogyakarta. Data collection went through the stages of observation, interviews, documentation and literature study. The data analysis technique in this research uses data reduction, data presentation and drawing conclusions or verification. From the results of this research it can be concluded  (1) The traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery are classified as classic batik which have a deep philosophical meaning for life (2) The artistic value in the traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery lies in the arrangement of the motifs which contain the principles of fine art and it also lies in the color (3) Ancient people created motifs not only to see their beauty, but they also sought and compiled meaning that was related to life. (4) Understanding the artistic value and philosophical meaning of traditional batik motifs for is very important the Indonesian people.

Page 1 of 2 | Total Record : 12