cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2024): JPII" : 9 Documents clear
Analisis Perbandingan Pekerjaan U-ditch Precast dan Cast In Situ Dalam Segi Waktu dan Biaya (Proyek Pembangunan Pengaman Pantai di Jakarta Tahap 4 Paket 1) Sidiq, Muhammad Fajar; Susanty, Aries; Hardyanti, Nurandani
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24115

Abstract

Daerah pesisi kota Jakarta merupakan kawasan yang sering terjadi bencana banjir dari air hujan ataupun air laut (rob). Banjir rob yang terjadi di daerah utara. Untuk mengurangi resiko tersebut, maka disusun rencana induk pengamanan pantai di Jakarta. Pada proyek ini terdapat item pekerjaan saluran yang mana item pekerjaan ini juga termasuk item pekerjaan utama untuk menanggulangi air dari warga dan dibuang ke laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui durasi pekerjaan dan biaya antara 2 metode pekerjaan saluran yakni metode cast in situ dan metode beton precast. Pada saat pengerjaan proyek pengaman pantai, terdapat beberapa opsi metode pekerjaan. Salah satunya adalah pekerjaan saluran. Metode yang dipilih adalah cast in situ atau pekerjaan di tempat atau beton precast. Pemilihan metode berdasarkan biaya dan waktu pekerjaan. Pada penelitian kali ini dilakukan 2 perhitungan metode yaitu cast in situ dan precast dari segi biaya dan waktu pelaksanaan. Dengan menganalisa waktu yang didapat dari proyek didapatkan hasil penelitian untuk metode saluran cast in situ memerlukan bobot biaya sebanyak 2,27% dari nilai kontrak dengan waktu pengerjaan selama 150 hari. Sedangkan pekerjaan saluran dengan metode precast memerlukan biaya sebesar 2,47% dari biaya kontrak dengan memerlukan waktu pengerjaan selama 90 hari. Kata kunci: pengaman pantai, cast in situ, precast, saluran
Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan Teknologi Insinerasi pada Fasilitas Pengelolaan Limbah Teknologi Insinerasi pada Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu (FPLT) Kawasan Medan Aji, Satriyo; Widayat, Widayat; Wardhani, Dyah Hesti
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24112

Abstract

Perkembangan industri yang semakin pesat berpotensi meningkatkan timbulan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Tercatat dalam data Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, terdapat 72.542.319,6 ton limbah B3 yang dihasilkan dan 70.732.757,54 ton limbah B3 yang telah dikelola. Salah satu pengelolaan limbah B3 adalah pengolahan dengan insinerator. Laporan studi kasus ini membahas tentang pelaksanaan pengolahan limbah B3 dengan insinerator pada Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu (FPLT) Kawasan Medan. Tujuan dari laporan studi kasus ini adalah menganalisis pengelolaan limbah B3 dan hasil emisi insinerator pada FPLT Kawasan Medan. Metode yang digunakan adalah membandingkan pelaksanaan pengolahan limbah B3 dan hasil emisi insinerator dengan regulasi yang berlaku. Hasil studi kasus menujukkan bahwa rata-rata hasil emisi insinerator di bawah baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 tahun 2021. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengolahan limbah B3 di FPLT Kawasan Medan telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Kata kunci: pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), insinerator, emisi, Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu Kawasan Medan
Analisis Metode Penggunaan Beton Fast Track Ditinjau dari Segi Biaya & Waktu Proyek Rusun Rawabuntu Rusdianto, Danang Arip; Sarminingsih, Anik; Hardyanti, Nurandani
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24114

Abstract

Penggunaan material kayu pada bekisting konvensional akan semakin terbatas karena sumber bahan baku yang semakin berkurang. Pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Rawabuntu Mahata Serpong, metode pelaksanaan pekerjaan bekisting pada lantai 1 sampai dengan lantai 4 menggunakan konvensional, sementara pada lantai 5-32 menggunakan bekisting aluminium. Sebagai salah satu dasar pertimbangan pemilihan metode bekisting harus mengetahui dahulu keunggulan dari masing-masing metode yang akan digunakan. Analisa metode pekerjaan bekisting dapat dijadikan sebagai keputusan dalam menentukan pemilihan metode bekisting, sehingga pelaksanaan pekerjaan struktur tersebut dapat dilaksanakan secara efisien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penggunaan bekisting aluminium efisien dari segi biaya, mutu dan waktu pekerjaan. Harga satuan pekerjaan bekisting konvensional sebesar Rp152.000.00 per m2 dengan pemakaian maksimal bekisting sebanyak 3 kali, sementara bekisting aluminium dapat diefisiensi pada pemakaian sebanyak 30 kali dengan harga satuan sebesar Rp149.000,00 per m2 dengan pemakaian maksimal sebanyak 300 kali. Segi mutu pelaksanaan bekisting aluminium lebih unggul karena bekisting dalam dikerjakan secara bersamaan untuk kolom, dinding, balok dan pelat lantai. Waktu pelaksanaan lebih cepat 3 hari jika menggunakan bekisting aluminium dengan durasi selama 13 hari, sementara bekisting konvensional selama 16 hari pekerjaan per 1 lantai. Kata kunci: bekisting konvensional, bekisting aluminium
Manajemen Sumber Daya Dalam Percepatan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Pascabencana Longsor dan Banjir di Pulau Serasan (Pulau Terluar Indonesia) Saputra, Mohamad Handri; Susanty, Aries; Samadikun, Budi Prasetyo
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23919

Abstract

Bencana tanah longsor yang terjadi pada Maret 2023 menyebabkan kerusakan rumah warga dan korban jiwa yang terjadi di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjuk PT Adhi Karya sebagai kontraktor pelaksana menjalankan tugasnya untuk menangani pekerjaan tersebut untuk mempercepat penanganan bencana longsor. Menteri Basuki mengatakan, prioritas penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana longsor adalah relokasi permukiman warga. Relokasi dilakukan melalui pembangunan hunian tetap (huntap) yang lahannya disediakan oleh pemerintah daerah. Suatu proyek berupaya dengan mengarahkan sumber daya yang tersedia yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran dan harapan penting tertentu. Proyek harus terselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan kesepakatan. ADHI melalui Huntap dengan teknologi rumah khusus tahan gempaatau disebut Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tersebut ditargetkan siap digunakan pada akhir Juni 2023. Hal tersebut dikarenakan RISHA menggunakan metode knock down/merangkai komponen dalam mendirikan RISHA yang relatif cepat. Rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di Kepulauan Natuna tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi membangun permukiman baru yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana (build back better). Relokasi bagi 100 rumah warga terdampak penting dilakukan karena berada di zona merah kerentanan tinggi terhadap bencana longsor. Maka strategi manajemen dalam mengelola sumber daya yang mencakup mobilisasi dan demobilisasi, bahan, peralatan, tenaga kerja dengan waktu pelaksanaan yang cukup menantang hanya dengan waktu 3 bulan di lokasi Pulau Serasan yang merupakan pulau terluar Indonesia dengan tetap memperhatikan biaya konstruksi bangunan yang efisien tepat mutu dan tepat waktu. Kata kunci: HUNTAP Serasan, manajemen, sumber daya
Evaluasi Manajemen Waktu Penyelesaian Proyek Pembangunan Jalan Terminal Petikemas Tanjung Emas Semarang Dengan CPM dan PERT Wijanarko, Aji; Purwaningsih, Ratna; Silviana, Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23914

Abstract

Manajemen waktu memainkan peran penting dalam setiap proyek pembangunan dan pemeliharaan, dengan tujuan memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada aspek-aspek manajemen waktu yang diterapkan dalam proyek. Proyek yang menjadi objek penelitian adalah pemeliharaan jalan di Terminal Petikemas Semarang, dan metode CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) digunakan untuk menentukan durasi proyek dan lintasan kritis. Proses pengendalian jadwal menjadi sangat penting dalam pengawasan proyek. Dalam penjadwalan, digunakan diagram jaringan untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam proyek. Metode CPM dan PERT digunakan dalam penelitian ini untuk membuat jaringan kerja dan menentukan lintasan kritis, sehingga dapat diperoleh estimasi durasi proyek.Berdasarkan hasil analisis aspek-aspek manajemen waktu, hasil perhitungan analisis metode CPM (critical path method) untuk pekerjaan pemeliharaan jalan paving blok Terminal Petikemas Semarang memerlukan durasi 10 hari, dengan jalur kritis di kegiatan D, E, F, G, dan H. Sedangkan dengan metode PERT adalah 10,84 hari dengan probabilitas keberhasilan proyek terselesaikan sebesar 87,3%, untuk itu apabila probabilitas keberhasilan proyek ingin sebesar 91%-99,3% maka dibutuhkan durasi pelaksanaan proyek selama 10,85-11 hari kerja. Faktor penghambat meliputi cuaca buruk, seperti hujan deras dan angin kencang, yang dapat menyebabkan penundaan dan memengaruhi kualitas pekerjaan, serta banjir rob yang sering terjadi di daerah tersebut, menghalangi akses ke area proyek dan merusak pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Kata kunci: manajemen waktu, CPM, PERT, diagram network
Studi Komparasi Kapasitas Dukung Rencana dan Kapasitas Dukung Aktual Fondasi Tiang Pancang Pada Konstruksi Slab On Pile Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 Wibowo, Agung Hari; Sulardjaka, Sulardjaka; Silviana, Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23917

Abstract

Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 sepanjang 16,31 km melintas di Kawasan Pantai Utara Jawa. Peta Geologi Regional menunjukkan bahawa di area Pantai Utara Jawa memiliki lapisan tanah alluvial dengan karakteristik lempung dan lanau. Hasil penyelidikan tanah menunjukkan kedalaman lapisan lunak hingga mencapai lebih dari 60 m. Kondisi ini memicu rekayasa konstruksi untuk menopang jalan raya di atasnya. Salah satu upaya pemenuhan elevasi rencana (finish grade) adalah dengan konsep elevated road dengan konstruksi slab on pile. Jalur lalu-lintas rencana diletakkan pada sebuah pelat beton (concrete slab) yang ditopang oleh tiang-tiang pancang diameter 600 mm. Dengan kondisi lapisan tanah lunak yang cukup dalam, kapasitas dukung tiang-tiang fondasi ditanggung oleh tahanan gesek yang diberikan tanah di sepanjang tiang. Studi komparasi ini membandingkan kapasitas dukung rencana yang dihitung dengan rumus empirik dengan kapasitas dukung aktual lapangan hasil PDA Test. Perhitungan dilakukan pada 5 tiang uji untuk kemudian dilakukan komparasi dengan data record PDA test. Untuk kasus umur pemancangan 14 hari di lokasi penelitian, kapasitas dukung tiang dari hasil PDA test masih di bawah angka kapasitas dukung rencana. Kapasitas dukung aktual rata-rata yang diperoleh dari 5 tiang uji adalah sebesar 278 ton. Nilai ini berada di bawah kapasitas dukung rencana metode Shio & Fukui sebesar 381 ton, Meyerhoff sebesar 355 ton, Biaud et al. sebesar 777 ton, dan Luciano Decourt sebesar 605 ton. Di umur tiang pancang 14 hari setelah selesai pemancangan, hasil perhitungan  kapasitas dukung metode Meyerhoff yang paling mendekati kapasitas dukung aktual hasil PDA test dengan rasio 1,26. Disusul berikutnya metode Shio & Fukui dengan rasio 1,36, Luciano Decourt (2,16), dan Biaud et al. (2,81). Beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan terdapat korelasi positif antara umur setelah selesai pemancangan dengan kapasitas dukung gesek. Untuk jenis tiang friksi hal ini tentu sangat berpegaruh, jadi memungkinkan ketika tinjauan dilakukan dengan umur pemancangan yang lebih lama, maka daya dukung aktual yang didapat akan meningkat. Hal ini membutuhkan penelitian lanjutan untuk mendapatkan hubungan waktu dengan kenaikan daya dukung tiang pancang, utamanya untuk lokasi yang memiliki lapisan tanah lunak cukup dalam seperti di lokasi penelitian ini. Kata kunci: kapasitas dukung ultimit, kapasitas gesek, pondasi, tiang pancang, N-SPT.
Peta Jalan (Roadmap) Hilirisasi Industri Manufaktur Berbasis Logam untuk Mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur Pratama, Pambudi Pajar; Buchori, Luqman; Purbasari, Aprilina
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.21322

Abstract

Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dilakukan sebagai salah satu strategi mendorong percepatan pengurangan kesenjangan ekonomi dan peningkatan pertumbuhan perekonomian di luar Jawa, terutama Kawasan Timur Indonesia. Pembangunan kawasan industri merupakan salah satu faktor penentu dalam perkembangan industri manufaktur pada suatu wilayah. Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri. Dalam kajian ini, akan difokuskan hanya 4 (empat) mineral strategis yang bisa dikembangkan di dalam Kawasan Industri maupun Kawasan Peruntukan Industri yang mendukung IKN yaitu nikel, bauksit, tembaga, dan timah dimana diharapkan pada periode waktu tertentu dapat memberikan petunjuk tahapan langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai usulan target pada tiap program baik turunan maupun utama serta menjadi acuan pemerintah di dalam negeri dalam perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, serta pengembangan sumber daya alam. Pelaksanaan penyusunan kajian dilakukan dengan pengumpulan literatur, kajian, pertemuan rutin tim dan wawancara penyusun naskah akademik dengan narasumber, yang kemudian disosialisasikan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan diskusi publik. Pembangunan hilirisasi industri komoditas nikel untuk mendukung industri prioritas baterai kendaraan listrik dan stainless steel, sedangkan untuk komoditas bauksit yaitu membangun industri aluminium untuk panel surya, komponen EV Battery Pack, food packaging, dan komponen elektrikal, Untuk komoditas tembaga yaitu untuk mendukung industri prioritas kabel dan penggerak motor listrik/dinamo, serta komoditas timah yaitu membangun industri timah untuk mendukung industri prioritas tin chemical, PCB, industri elektronika. Kata kunci: peta jalan, hilirisasi, industri manufaktur, logam, IKN
Penerapan Lalu Lintas Sistem Satu Arah Sebagai Upaya Peningkatan Jalan Ahmad Yani Kota Tegal Prihiyandhoko, Hageng; Nugroho, Agung; Anggoro, Didi Dwi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.21305

Abstract

Pemerintah Kota Tegal memperbaiki Ruas Jalan Ahmad Yani sepanjang 760 meter dengan mengusung konsep "Tegal Citywalk" pada tahun 2021. Setelah dua tahun implementasi manajemen rekayasa lalu lintas Sistem Satu Arah (SSA), evaluasi harus dilakukan pada tahun 2023 untuk mengetahui efektivitas penerapan Sistem Satu Arah (SSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal terkait penerapan Sistem Satu Arah (SSA) pada Jalan Ahmad Yani Kota Tegal, analisis kinerja lalu lintas dilakukan pada kondisi saat ini untuk mengetahui dan memahami masalah lalu lintas di area penelitian. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 1997. Data yang diambil pada survei penelitian kemudian dianalisa menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997 sehingga didapatkan kapasitas ruas jalan (C) sebesar 1.407 smp/jam. Volume kendaraan pada akhir pekan sebesar 835 smp/jam pada jam sibuk pagi, pada jam sibuk siang sebesar 928 smp/jam dan 675 smp/jam dengan derajat kejenuhan (DS) 0,59 pada jam sibuk pagi, 0,66 pada jam sibuk siang dan 0,46 pada jam sibuk sore. Berdasarkan nilai derajat kejenuhan (DS) tersebut, maka Jalan Ahmad Yani Kota Tegal masuk dalam karakteristik tingkat pelayanan C dimana arus lalu lintas stabil dan kecepatan, gerak kendaraan dapat dikendalikan serta pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan karena masih ruas jalan perkotaan. Kata kunci: sistem satu arah, MKJI 1997, derajat kejenuhan, kinerja lalu lintas, kapasitas jalan
Analisis Pemasangan Multirod Grounding Pada Ruas SUTT 70 kV Sunyaragi-Kuningan Mucharomah, Nurul Maghfiroh; Nugroho, Agung; Sumardi, Sumardi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23916

Abstract

Pentanahan pada kaki tower digunakan untuk menyalurkan tegangan lebih ke tanah sehingga dapat mereduksi kemungkinan terjadinya gangguan yang diakibatkan oleh tegangan lebih, seperti gangguan akibat sambaran petir. Salah satu upaya untuk mempercepat penyaluran arus petir ke tanah adalah dengan menambah rod pada kaki tower sehingga apabila terjadi sambaran petir pada tower akan cepat untuk diketanahkan. Selain itu, menambah rod pada kaki tower juga berpotensi untuk menurunkan nilai resistansi pada tower sehingga dapat memperkecil tegangan petir yang melewati tower transmisi. Sehingga pada ruas SUTT 70 kV Sunyaragi-Kuningan dilakukan pemasangan multirod grounding sebagai upaya untuk menurunkan nilai pentanahan kaki tower pada ruas tersebut. Multirod grounding merupakan penanaman tiga buah elektroda tambahan yang dipasang sedemikian rupa kemudian dihubungkan dengan setiap kaki tower. Hasil pengukuran pemasangan multirod grounding diolah menggunaan metode Paired Samples t-Test dan menghasilan kesimpulan bahwa pemasangan multirod grounding pentanahan pada ruas SUTT 70 kV Sunyaragi-Kuningan berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan nilai pentanahan dengan akurasi lebih dari 95%. Kata kunci: multirod grounding, SUTT 70 kV, Paired Samples t-Test

Page 1 of 1 | Total Record : 9