cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Jl. Sidorejo, Gg. Sadewa No. D3, RT02, Kelurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pubmedia Social Sciences and Humanities
ISSN : -     EISSN : 30252660     DOI : https://doi.org.10.47134/pssh
With prospective papers from prolific researchers in their respective areas. The research reports enable the demonstration of descriptive studies in current trends in the society and observation reflected through field research that gives contributive impact to the development of humanities studies.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2026): January" : 6 Documents clear
Ekofeminisme Vandana Shiva dan Gerakan Perempuan Lingkungan di Indonesia: Studi Kasus Perjuangan Kartini Kendeng Sizdah, Raisha; Putri Rosano, Kayla Azalia; Khaliq Pohan, Khalifa Nur; Nanda Azizah, Rahma
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.536

Abstract

Penelitian ini menganalisis gerakan perempuan Kendeng melalui perspektif ekofeminisme Vandana Shiva untuk memahami bagaimana perempuan membangun perlawanan terhadap eksploitasi lingkungan dalam konteks pembangunan kapitalistik di Indonesia. Seiring dengan semakin parahnya kerusakan lingkungan akibat pertumbuhan industri ekstraktif, perempuan menjadi kelompok yang paling terkena dampak dan juga yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjuangan dari Kartini Kendeng secara amat jelas mencerminkan bagaimana prinsip-prinsip fundamental ekofeminisme Vandana Shiva, termasuk juga kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan, komitmen dan juga terhadap keberlanjutan jangka panjang, penghargaan terhadap keanekaragaman hayati dan budaya, serta kritik tajam terhadap sistem kapitalisme-patriarki yang mendominasi kebijakan pro-industri di Indonesia. Perempuan Kendeng juga telah membangun identitas yang kuat guna sebagai penggerak perubahan yang berani melawan penindasan, berilmu berkat penggunaan pengetahuan lokal tradisional, serta berkomitmen sepenuhnya untuk melindungi lingkungan hidup dan sumber daya alam mereka dari eksploitasi yang berlebihan. Meskipun begitu, mereka tetap menghadapi tantangan struktural signifikan, yaitu seperti dominasi kebijakan yang ekstraktif yang menguntungkan korporasi besar dan minimnya perlindungan negara terhadap lingkungan serta hak-hak masyarakat lokal. Penemuan ini tidak hanya mengokohkan posisi perempuan sebagai pelopor lingkungan dalam perjuangan akar rumput yang berkelanjutan, tetapi juga menyoroti pentingnya penerapan sudut pandang feminisme dalam analisis politik lingkungan saat ini. Metode ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap pertemuan rumit antara gender, sistem kekuasaan patriarkal, dan juga proses kerusakan lingkungan yang terkait dengan kapitalisme ekstraktif, sehingga hasil penelitian ini menciptakan peluang untuk pemahaman menyeluruh yang dapat memicu strategi advokasi yang lebih efektif di masa mendatang.
Relasi Kuasa Negara dan Masyarakat Adat dalam Konflik Agraria Mesuji Ayu, Nia; Ilmi, Amanda; Evandy, Marcello; Nurdin; Jumaynah, Fullah
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana relasi kuasa negara terbentuk dalam konflik tersebut, serta bagaimana posisi kerentanan dan strategi perlawanan masyarakat lokal muncul sebagai respons terhadap struktur kekuasaan yang timpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, memanfaatkan data sekunder berupa laporan lembaga advokasi, pemberitaan media, regulasi agraria, serta penelitian terdahulu mengenai konflik agraria dan politik sumber daya. Analisis dilakukan melalui teknik reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi teoritik berbasis pendekatan politik agraria kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara membangun konfigurasi dominasi melalui kebijakan penetapan kawasan hutan negara, pemberian konsesi kepada PT Silva Inhutani Lampung, serta penggunaan kombinasi koersi dan hegemoni untuk mempertahankan klaim penguasaan. Aliansi ekonomi-politik antara negara dan korporasi memperkuat marginalisasi masyarakat lokal, terlihat dari stigmatisasi sebagai “perambah”, kriminalisasi, eksklusi administratif, dan keterbatasan akses terhadap tanah maupun layanan publik. Di sisi lain, masyarakat lokal menunjukkan berbagai bentuk resistensi melalui advokasi, aksi kolektif, dan upaya mempertahankan ruang hidup, meskipun ruang tawarnya tetap lemah dalam struktur kekuasaan yang asimetris. Temuan ini menegaskan bahwa konflik agraria di Register 45 bukan sekadar sengketa klaim tanah, tetapi mencerminkan struktur politik agraria nasional yang menempatkan masyarakat lokal sebagai kelompok paling rentan dalam relasi kuasa negara.
Analisis Simbolis Makna dalam Tarian Cendrawasih Tradisional Budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru dalam Penyambutan Tamu Kehormatan Lulua, Lisa; Jayanti , Rani
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.565

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada analisis makna simbolis yang terkandung dalam Tari Cendrawasih, sebuah tarian tradisional dari Budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru, yang secara khusus dipentaskan dalam konteks ritual penyambutan tamu kehormatan. Tujuannya adalah mengurai pesan-pesan tersembunyi yang dikomunikasikan melalui seni pertunjukan ini. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika budaya untuk menafsirkan setiap elemen tarian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam makna simbolis yang terkandung dalam Tarian Cendrawasih tradisional budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru sebagai bagian dari prosesi adat penyambutan tamu kehormatan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena fokus utamanya adalah memahami makna-makna budaya yang terkandung dalam Tarian Cendrawasih masyarakat Maluku. Pengambilan data menggunakan deskripsi narasumber daerah setempat. Hasil dari penelitian ini yang dimulai dari gerakan tarian ditafsirkan sebagai representatif dari burung cendrawasi yang dikenal sebagai simbol keindahan dan kemuliaan diwilayah maluku termasuk kepulauan Aru. Kostum dapat disimbulkan sebagai kekayaan alam maluku dan kepulauan aru, kemewahan dan kehormatan mencerminkan kualitas terbaik. Musik pengiring bermakna sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada alam dan roh leluhur, doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gerakan dalam tarian yang meniru burung cendrawasih mencerminkan keindahan, kelembutan, dan sikap terbuka dalam menyambut tamu.
The Historical Evolution Of State Policy Supporting Women’s Entrepreneurship In Karakalpakstan Nurullaeva, Nabira
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.580

Abstract

The objective of this article is to analyze the formation and historical development of state policy supporting women’s entrepreneurship in Karakalpakstan and to identify its main stages and outcomes. The study applies historical research methods, including chronological, comparative, and contextual analysis, treating state policy as a dynamic historical process shaped by institutional change and evolving social needs. The findings demonstrate that state support for women’s entrepreneurship in Karakalpakstan has developed gradually. During the Soviet period, women’s economic activity was limited and largely regulated within centralized economic structures. In the post-independence period, state policy became more structured and institutionalized, introducing legal, financial, and organizational mechanisms aimed at encouraging women’s participation in entrepreneurial activity. These policies contributed to increased involvement of women in small-scale business, particularly in family-based enterprises and service-oriented sectors, and helped expand employment opportunities in the region. Despite these positive developments, women’s entrepreneurship in Karakalpakstan remains predominantly concentrated at the micro-enterprise level. This indicates the persistence of institutional, economic, and social constraints that limit business growth and diversification.The article concludes that state policy supporting women’s entrepreneurship in Karakalpakstan represents a consistent historical process oriented toward social stability and regional development. The historical perspective underscores the importance of adapting state policy instruments to specific regional conditions in order to improve their long-term effectiveness.
Pedagogical Opportunities For Developing Students’ Emotional Intelligence Based On An Axiological Approach Alliyarov, Ashraf
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.585

Abstract

This study examines the pedagogical possibilities of developing students’ emotional intelligence through an axiological (value-oriented) approach. The research aims to determine how value-based principles integrated into educational processes influence students’ emotional awareness, self-regulation, empathy, and value-based behavior. The study employs theoretical analysis, comparative synthesis, and an interpretative review of contemporary pedagogical and psychological literature on emotional intelligence and value education. The findings demonstrate that the axiological approach enhances emotional intelligence development by embedding moral values, personal meaning, and reflective learning practices into teaching and learning activities. Value-oriented educational environments foster deeper emotional awareness, responsible emotional regulation, and the formation of empathetic and socially responsible behavior among students. The integration of axiological principles into classroom interaction, curriculum design, and pedagogical communication supports students’ ability to understand emotions not only as psychological reactions but also as ethically and socially meaningful experiences. The study concludes that effective development of emotional intelligence requires a value-centered educational framework alongside methodological and instructional strategies. The axiological approach provides a coherent pedagogical basis for linking emotional development with moral orientation, personal meaning, and reflective learning, thereby strengthening students’ emotional competence in modern educational contexts.
The Dynamics of Self-Actualization Among Working Women Pursuing Higher Education: A Phenomenological Study Rahmanisa Murtaja Naswariski; Siti Rohmah Nurhayati
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.592

Abstract

This study aims to explore the meaning of self-actualization among women who simultaneously undertake the roles of worker and university student. Employing an interpretative phenomenological approach, the study involved four early adult women who were actively employed while pursuing higher education. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using reflective thematic analysis to identify the essence of participants’ lived experiences. The findings reveal that self-actualization is understood not as a final achievement but as an ongoing process of negotiation between professional demands, academic aspirations, and personal identity formation. Participants encountered challenges such as time conflicts, physical exhaustion, and emotional fluctuations, which were interpreted as integral to personal growth. Self-regulation, personal efficacy, and goal orientation emerged as central factors in sustaining commitment to capacity development. The study indicates that self-actualization among working women pursuing higher education is constructed through contextual, reflective, and adaptive processes, positioning it as an existential experience continuously negotiated within complex social circumstances.

Page 1 of 1 | Total Record : 6