cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
ANALISIS PENGETAHUAN KADER TENTANG PERAN DAN FUNGSI KADER DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2016 Fenty Agustini
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i2.317

Abstract

Kader merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling dekat denganmasyarakat. Departemen kesehatan membuat kebijakan mengenai pelatihan untukkader yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, menurunkan angkakematian ibu dan angka kematian bayi. Keaktifan kader dalam kegiatan akanmeningkatkan keterampilan karena selalu hadir dalam kegiatan posyandu.Berdasarkan hasil studi pendahuluan sebagian besar kader tidak menjalankan tugaspokok dan fungsi sebagai seorang kader. Hal ini menunjukkan masih kurangnyapengetahuan kader tentang peran dan fungsi kader. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui tingkat pengetahuan kader tentang peran dan fungsi kader di DesaCikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2016.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dilaksanakan di DesaCikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah sampel 45responden dan tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling.Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah kuesionerdan menggunakan Analisis data univariat.Hasil penelitian tersebut yaitu tingkat pengetahuan kader tentang peran danfungsi kader di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Hasilyang diperoleh dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan kader tentang perandan fungsi kader yaitu di kategori baik ada 17 responden (37,8%), dan kategorikurang 28 responden (62,2%).Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan tingkat pengetahuankader tentang peran dan fungsi kader di Desa Cikunir Kecamatan Singaparnasebagian besar pada kategori kurang yaitu 28 responden (62,2%).
TINJAUAN PELAKSANAAN RUJUKAN OLEH BIDAN PADA IBUBERSALIN YANG MENGALAMI KOMPLIKASI DI RUMAH SAKITSINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA KABUPATEN TASIKMALAYA PERIODE BULAN MARET-APRIL TAHUN 2017 Sarofah Sarofah; Widya Maya Ningrum
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i2.318

Abstract

Kematian ibu di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama tahun 2016 sebanyak18 orang, diantaranya 3 meninggal di ruang Ponek. Hasil studi pendahuluan didapatkan 6bidan yang melakukan rujukan pada ibu bersalin, dari 6 bidan hanya 2 bidan yangmelakukan penanganan pra rujukan sesuai dengan SOP dan melakukan penerapankelengkapan rujukan sesuai dengan SOP.Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode deskriptif, populasi penelitianadalah bidan yang melakukan rujukan pada ibu bersalin yang mengalami komplikasi.Sampelnya sebanyak 33 bidan, diperoleh dengan teknik purposif sampling. Data diperolehmenggunakan daftar checklist dianalisis secara univariat.Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran penanganan pra rujukan oleh bidanpada ibu bersalin yang mengalami komplikasi sebagaian besar dilakukan sesuai denganSOP dan untuk penerapan kelengkapan rujukannya sebagian besar tidak dilaksanakansesuai dengan SOP.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BIDAN PERUJUK D DENGAN KETEPATAN RUJUKAN KASUS KEGAWATDARURATAN MATERNAL DI PONEK RSU dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2016/2017 Aqmarina Dewi
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i2.319

Abstract

Kematian ibu adalah kematian seorang wanita yang terjadi saat hamil,bersalin, atau 42 hari setelah persalinan. Salah satu cara meminimalisir kematianibu (maternal) adalah dengan meningkatkan efektivitas penangangan rujukankegawatdarurat ibu. Bidan sebagai tenaga kesehatan harus memiliki kesiapan untukmerujuk ibu atau bayi ke fasilitas kesehatan rujukan secara optimal dan tepat waktu,didalam melakukan rujukan kasus kegawatdaruratan obstetrik tidak terlepas darikarakteristik yang dimiliki bidan seperti : umur, pendidikan, lama kerja/pengalaman,pelatihan klinis dan tempat praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan karakteristik bidan perujuk dengan ketepatan rujukan kasuskegawatdaruratan maternal di PONEK RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya BulanDesember 2016 sampai dengan Bulan Maret 2017.Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah penelitiankuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh bidan yang merujuk kasus-kasus kegawatdarutanmaternal ke ruang PONEK RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada BulanDesember 2016 sampai dengan Bulan Maret 2017. Teknik pengambilan sempelpenelitian ini adalah dengan menggunakan Aksidental Sampling, yaitu sebanyak 31bidan.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa antara karakteristik bidanperujuk (umur, pendidikan, lama kerja/pengalaman, pelatihan klinis dan tempatpraktik), dengan ketepatan rujukan kasus kegawatdaruratan maternal di PONEKRSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Bulan Desember 2016 sampai dengan BulanMaret 2017 terdapat hubungan yang signifikan yaitu untuk masing-masingvaluevaluevalue berdasarkan pengalaman/lama kerja bidan yaitu 0,020valuevalue(0,05).Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan karakteristik bidanperujukdengan ketepatan rujukan kasus kegawatdaruratan maternal di Ponek RSUdr. Soekardjo Kota Tasikmalaya 2016/2017
GAMBARAN PENGETAHUAN, SUMBER INFORMASI DAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER CERVIKS PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Santi Susanti; Widya Maya Ningrum; Hariyani Sulistyoningsih
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.321

Abstract

Pendahuluan. Kanker serviks merupakan masalah kesehatan yang penting bagi wanita di seluruh dunia. Kanker ini adalah jenis kanker kedua yang paling umum pada perempuan. Dialami lebih dari 1,4 juta perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh kanker leher Rahim menempati urutan kedua dari kanker pada wanita. Tasikmalaya merupakan kota dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia (kementrian kesehatan, 2018). Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker serviks pada pasangan usia subur (PUS) di wilayah puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Metode Penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasangan usia subur (PUS) di wilayah puskesmas Singaparna berjumlah 5.760 orang. Sampel size dihitung dengan menggunakan rumus Lameshow (1991) yaitu 374 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil. Sebagian besar respoden mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang tentang kanker serviks yaitu 245 (65,5%). Sumber informasi kanker serviks sebagian besar diperoleh melalui media televisi 277 (74,1%). Sebagian kecil responden sudah melaksanakan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks yaitu 18 orang (4,8%). Simpulan. Pengetahuan responden tentang kanker serviks dan perilaku deteksi dini kanker serviks masih kurang. Sumber Informasi lebih banyak didapatkan melalui media televise. Saran untuk pasangan usia subur dapat secara aktif mencari informasi tentang kaner serviks dengan berkonsultasi langsung ke petugas kesehatan atau media informasi lainnya. Petugas kesehatan hendaknya meningkatkan program edukasi tentang kanker serviks kepada masyarakat.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PUS TERHADAP PELAYANAN KONSELING KB DI PMB BIDAN C KECAMATAN CIHIDEUNG BALONG KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2016 Hapi Apriasih; Ai Dida Lisnawati
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i1.323

Abstract

Konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Konseling merupakan peran petugas membantu dalam memlilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang digunakan sesuai pilihannya, konseling yang baik akan membantu klien dalam menggunakan kontrasepsi lebih lama dan meningkatkan keberhasilan KB.                  Jenis penelitian ini adalah diskriptif atau menggambarkan dengan variabel gambaran tingkat kepuasan PUS terhadap pelayanan konseling KB. Populasi dan sampel sejumlah 45 PUS mendapatkan pelayanan KB di BPM Bidan C Kota Tasikmalaya periode bulan September yang dilakukan dengan teknik sampling jenuh atau mengambil keseluruhan populasi dengan menggunakan instrumen kuesioner, analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan Sebagian besar responden berumur >35 tahun yaitu sebanyak 35 Responden (67%), mempunyai latar belakang Pendidikan Menengah sebanyak 19 Responden (43%), sebagai Ibu Rumah Tangga yaitu sebanyak 18 Responden (41%),  multipara yaitu sebanyak 20 Responden (44%), menggunakan kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 20 Responden (45%), tidak puas dalam aspek keandalan yaitu sebanyak 20 Responden (44%), tidak puas dalam aspek daya tanggap yaitu sebanyak 18 Responden (41%), tidak puas dalam aspek jaminan kepastian yaitu sebanyak 18 Responden (44%). puas dalam aspek empati yaitu sebanyak 20 Responden (45%), tidak puas dalam aspek bukti langsung yaitu sebanyak 20 Responden (45%). Dapat disimpulkan bahwa PUS yang mendapatkan pelayanan konseling KB sebagian besar responden tidak puas terhadap pelayanan konseling KB dalam aspek keandalan, daya tanggap, jaminan kepastian dan bukti langsung, meski demikian dalam hal empati sudah dirasa puas. Dilihat dari penggunaan kontrasepsi masih banyak akseptor yang tidak sesuai dalam menggunakan alat kontrasepsi, hal ini menunjukan perlunya konseling yang lebih aktif sesuai dengan pedoman konseling KB, konseling dilakukan sebelum klien memilih suatu kontrasepsi. Oleh karena itu perlu peningkatan mutu pelayanan mengenai Konseling KB yang akan membantu klien dalam memilih  kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhannya.
ANALISIS KUNJUNGAN KEHAMILAN KE-1 (K1) DENGAN KUNJUNGAN KEHAMILAN KE-4 (K4) DI PUSKESMAS JATIWARAS BERDASARKAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TASIKMALAY TAHUN 2017 Santi Susanti; Isti Fauzia Rahma
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i1.324

Abstract

Pemeriksaan kehamilan sangat penting dilakukan kareena kesempatan pertama untuk menilai keadaan kesehatan ibu dan janinnya, dan menentukan kualitas interaksi antara pelaksana pelayanan dengan ibu hamil dikemudian hari. Secara nasional cakupan pemeriksaan pada ibu hamil pada Tahun 2014 yaitu K1 dilihat dari 2 Tahun yakni Tahun 2014 mencapai 94.99% naik di Tahun 2015 sebesar 95.75%. Sedangkan untuk pemeriksaan kehamilan K4 Tahun 2014 mencapai 86, 70% dan pada Tahun 2015 mencapai 87,48. Tujuan peneitian ini adalah mendapatkan gambaran hubungan cakupan kunjungan K1 dengan cakupan K4 di Puskesmas Jatiwaras. Jenis penelitian menggunkan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berlokasi di Wilayah kerja Puskesmas Jatiwaras berdasarkan data profil kesehatan kabupaten tasikmalaya yaitu berjumlah 1049 ibu hamil. Besaran sampel menggunakan total sampling. Variabel yang digunakan adalah satu variabel yakni gambaran kunjungan ibu hamil K1 dan gambaran kunjungan ibu hamil ke-4 (K4). Prosdur pengambilan data adalah menggunakan data sekunder. Sumber data adalah profil kesehatan kabupaten tasikmalaya tahun 2016. Analisis data yang digunakan adalalah analisis univariat. Hasil penelitian diketahui cakupan K1 puskesmas Jatiwaras adalah 109,84. Sementara cakupan K4 adalah 91%. Cakupan K1 dan K4 sudah mencapai target. Meskipun demikian cakupan K4 mengalami dropout 10%. Kesimpulan capaian K1 dan K4 di puskesmas Jatiwaras sudah mencapai target. K4 mengalami dropout 10% dari K1. Bidan disarankan agar dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kader, ketua RT atau tokoh masyarakat untuk memberikan pendidikan kesehatan dalammeningkatkan kesadaran ibu hamil tentang ANC.
GAMBARAN PERSEPSI DAN KEBIASAAN PADA MASA KEHAMILAN DI DUSUN GUNUNG KAWUNG KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2017 chanty Yunie HR; milan milan
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i2.325

Abstract

Target Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) (yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu cara untuk menurunkan AKI di Indonesia adalah dengan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran persepsi pada masa kehamilan di Dusun Gunung Kawung Kecamatan Singaparna Tahun 2017 dan untuk mengetahui gambaran kebiasaan pada masa kehamilan di Dusun Gunung Kawung Kecamatan Singaparna Tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian observasional kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini menggambarkan Gambaran Persepsi dan Kebiasaan Pada Masa Kehamilan di Dusun Gunung Kawung Kecamatan Singaparna Tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Gunung Kawung Kecamatan Singaparna Tahun 2017. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil di RW 07 dengan teknik pengambilan sampling secara simple random sampling berjumlah 50 ibu hamil. Kesimpulan penelitian ini antara lain (1) Gambaran karakteristik responden berdasarkan pekerjaan proporsi paling tinggi adalah IRT sebesar 62,0%, berdasarkan umur yang proporsi terbanyak adalah umur 21-25 sebesar 48,0%. (2) Gambaran persepsi positif sebesar 90%, Persepsi pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan memiliki memiliki proporsi tinggi (90,0%) sedangkan responden yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan (10,0%) (3) Gambaran Kebiasaan ibu hamil mengkonsumsi gizi seimbang setiap hari (92,0%). Responden yang tidak memiliki kebiasaan ibu hamil olah raga memiliki proporsi tertinggi (96,0%). Saran dalam penelitian ini antara lain (1) sebaiknya usia ketika hamil lebih diperhatikan demi keselamatan dan kesehatan ibu maupun janin yang dikandung, (2) Ibu hamil sebaiknya memiliki persepsi yang baik dalam memeriksakan kehamilan dan selalu berpersepsi yang positif yang sesuai dengan norma agama dan kesehatan (3) Ibu hamil sebaiknya lebih banyak melakukan aktivitas fisik untuk seperti senam hamil dan aktivitas fisik lainnya yang ringan dan mudah dilakukan pada masa hamil. Kata Kunci : Persepsi, Kebiasaan, Kehamilan
GAMBARAN PERAN SUAMI DALAM PARTISIPASI K1 DAN K4 IBU HAMIL DI DESA CIKUNIR TAHUN 2017 Fenty Agustini; Gitri Andeyani
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i2.326

Abstract

Akses pelayanan ibu hamil pada kunjungan pemeriksaan kehamilan dari 36.168 orang ibu hamil yang ada di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2015, telah melakukan pemeriksaan kehamilan pada kunjungan pertama (K1) sebesar 101,03% dan kunjungan berikutnya (K4) sebesar 87,4%. terjadi kenaikan yang signifikan apabila dibandingkan dengan tahun 2014 dari 90,9 menjadi 101,03% untuk K1 sedangkan untuk K4 sebesar 9,5% (77,9% menjadi 87,4%). Berdasarkan data pendahuluan di Puskesmas Singaparna Tahun 2016 data tentang kunjungan K1 yaitu sebesar 92,76% dan kunjungan K4 sebesar 80,30% data ini masih rendah dari cakupan Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan suami dalam partisipasi kunjungan K1 dan K4 pada ibu hamil di Desa Cikunir Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan Antenatal Care di Desa Cikunir pada saat penelitian sebesar 26 orang dengan sampel total populasi yaitu sebanyak 26 orang. Penelitian dengan analisa univariat didapatkan hasil sebanyak 18 responden (69,23%) yang kurang mendapatkan dukungan dari suami dan terdapat 8 (30,77%) yang mendapat dukungan dari suami. Saran bagi petugas kesehatan di Desa Cikunir untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang pentingnya kunjungan antenatal care bagi ibu hamil dan memberikan informasi kepada keluarga tentang bentuk dukungan yang harus diberikan kepada ibu hamil melalui komunikasi interpersonal saat suami mengantar ibu melakukan Antenatal Care ataupun memanfaatkan kader yang memiliki ikatan psikologis lebih dekat dengan masyarakat untuk melakukan kunjungan rumah dalam rangka mensosialisasikan peran suami dalam mendukung keberhasilan Antenatal Care pada ibu hamil.
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU HAMILSEBELUM DAN SESUDAH KONSELING TENTANG PENTINGNYA NUTRISI IBU HAMIL DI KECAMATAN CISAYONG TAHUN 2017 chanty Yunie HR; Merry Dwijanti
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i1.328

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) atau Maternal Mortality Rate (MMR) menggambarkan besarnya resiko kematian ibu pada fase kehamilan, persalinan dan masa nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup dalam satu wilayah pada kurun waktu tertentu. Angka Kematian Ibu (AKI) nasional Indonesia tahun 2015 mencapai angka 305/100.000 kelahiran hidup (Dinkes RI, 2017). Gizi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas seseorang termasuk ibu hamil. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sebelum dan sesudah satu kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Kecamatan Cisayong Tahun 2017.Sampel penelitian ini adalah sebagaian ibu hamil di Kecamatan Cisayong dengan teknik pengambilan sampling secara simple random sampling berjumlah 20 ibu hamil. Karakteristik responden pada 20 ibu hamil yaitu berdasarkan pekerjaan IRT memiliki proporsi paling banyak (75,0%) dibandingkan responden pedagang (25,0%).sedangkan berdasarkan umur menunjukkan bahwa responden yang berumur 16-20 tahun memiliki proporsi tertinggi (50,0), sedangkan responden yang berumur 21-25 tahun dan 26-20 tahun memiliki proporsi terendah (25,0). Hasil analisis bivariate menunjukkan ada perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi ibu hamil sebelum dan sesudah konseling.
ANALISIS PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERSONAL HYGINE SAAT MESNTRUASI DI DESA CINTARAJA TAHUN 2017 Santi Susanti; Yuliana Meliani
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i1.331

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa dimana remaja sedang mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis . Jumlah remaja di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di Indonesia menurut Biro Pusat Statistik tahun 2009, kelompok umur 10-19 tahun adalah sekitar 22% dari jumlah penduduk, yang terdiri dari 50,9% remaja lakilaki dan 49,1% remaja perempuan. Remaja perempuan mulai mengalami menstruasi dan diperlukan pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan reproduksi selama masa mesntruasi sehingga terhindar dari infeksi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif untuk menggambarkan pengetahuan remaja tentang personal hygine saat menstruasi. Populasi adalah seluruh remaja putri di wilayah desa Cintaraja. Pengambil sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analaisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan remaja tentang personal hygine saat mesntruasi sebagian besar dalam ategori kurang yaitu 19 orang (47,5%). Tiga belas remaja (32,5%) berada dalam kategori pengatahuan cukup dan 8 orang (20%) dalam kategori baik. Pengetahuan remaja tentang personal hygine saat menstruasi sebagian besar kurang. Bidan dapat bekerjasama dengan karangtaruna untuk pemberdayaan remaja di bidang kesehatan reproduksi serta meningkatkan program pendidikan kesehatan reproduksi remaja dapat diselenggarakan secara reguler setiap bulan.