cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
ANALISIS PENGETAHUAN, SIKAP SERTA HIGIENE SANITASI TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYATAHUN 2019 Sofie Adji Thabrani
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i1.239

Abstract

Higiene dan sanitasi yang tidak baik dalam mengelola makanan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diare dan keracunan makanan. Kasus keracunan makanan di Kota Tasikmalaya pada tahun 2017 sebanyak 4 kasus. Sebanyak 88.79% TPM di Puskesmas Cihideung Kota Tasikmalaya tidak memenuhi syarat higiene sanitasi pada tahun 2017 dan meningkat menjadi menjadi 98.82% pada tahun 2018. Selain itu juga ditemukan kasus diare pada tahun 2017 sebanyak 256 kasus dan tahun 2018 sebanyak 432 kasus. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap serta higiene sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) dan diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan sumber informasi dalam merencanakan program pembinaan tempat pengelolaan makanan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel adalah semua pemilik warung nasi di wilayah kerja Puskesmas Cihideung sebanyak 19 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, selanjutnya diolah secara deksriptif dengan menampilkan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31,6% responden memiliki pengetahuan kurang, seluruh responden memiliki sikap positif dan sebesar 84,2% TPM memiliki kondisi higiene sanitasi yang buruk. Perlu dilakukan inspeksi rutin terhadap penjamah makanan maupun Tempat Pengelolaan Makanan (TPM), diiringi dengan upaya sosialiasi terkait higiene sanitasi TPM dan pembinaan terhadap TPM yang belum memenuhi syarat higiene dan sanitasi. Kata Kunci : Pengetahuan, sikap dan higiene sanitasi tempat pengelolaan makanan
FAKTOR STATUS GIZI BALITA DI DESA CIMANGGUNG KECAMATAN CIMANGGUNG KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2012 Upus Piatun Khodijah, S.ST., M.Kes; Neni Nur’aini, Amd.Keb
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i1.240

Abstract

Masalah gizi anak balita sudah saatnya ditangani dengan lebih terintegrasi, melibatkan unsur masyarakat dan organisasi setempat, dengan meningkatkan kesadaran pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan yang akan menjadi tanda awal terjadinya masalah gizi . Masalah gizi pada anak jika tidak mendapatkan penanganan yang baik dapat berkontribusi terhadap angka kematian balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Desa Cimanggung Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Tahun 2012 . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung dengan sebanyak 88 orang dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian sebagian besar pengetahuan responden tentang gizi balita cukup baik (56,8%), sebagian besar ber pendapatan keluarga rendah (71,6%), sebagian besar kecukupan energi defisit (73,9%), sebagian besar kecukupan protein defisit (58,0%), sebagian besar status gizi pada balita cukup baik (58,0%), tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita, pendapatan keluarga dan konsumsi pangan dengan status gizi balita di Desa Cimanggung Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan upaya promosi kesehatan melalui penyuluhan dan pemberian informasi untuk mencegah kejadian gizi kurang dan buruk, serta keaktifan ibu balita lebih dalam mencari informasi dan juga menghadiri kegiatan di posyandu agar ibu lebih memahami perkembangan gizi pada balita. Kata Kunci : Status Gizi, Gizi Buruk, Balita,
GAMBARAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM JAMINAN KESEHATAN MASYRAKAT (JKN) DI DUSUN PAMENGPEUK DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Dadan Yogaswara, S.KM,M.KM; Ade Rahmat
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i1.241

Abstract

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 baru mencapai 68.63% yang meliputi Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 31,44%, PBI APBD 5,16%, Pekerja Penerima Upah (PPU) 15,58%, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri 11,15%, Bukan Pekerja (BP) 2,01% dan Jaminan Kesehatan Daerah 3,26% (Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2017:92). Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran partisipasi masyarakat dalam Jaminan Kesehatan Masyrakat (JKN) di Dusun Pamengpeuk Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di wilayah Dusun Pamengpeuk sebanyak 107 orang. Tehnik samping adalah total sampling. Variabel yang diteliti adalah partisipasi kelapa keluarga dalam Jaminan kesehatan Nasional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menyatakan bahwa Responden yang memiliki JKN sebanyak 73 responden (68.3%) dan yang tidak memiliki JKN sebanyak 34 responden (31.7%). Jenis JKN yang digunakan responden yaitu BPJS sebanyak 51 responden (47,7%), KIS 17 responden (15,9%), lainnya sebanyak 5 responden (4,7%) dan yang tidak memiliki JKN sebanyak 34 responden (31,7%). Rekomendasi penelitian : responden pada penelitian ini mayoritas mempunyai JKN akan tetapi masih ada responden yang tidak memilki JKN, sehingga instansi kesehatan dapat bekerjasama dengan pihak BPJS kesehatan untuk melaksanakan sosialisasi untuk meningkatkan cakupan kepesertaan JK Kata kunci : Partisipasi, Jaminan Kesehatan Nasional
GAMBARAN JENIS JAMBAN DAN TEMPAT SAMPAH DI DUSUN GUNUNG KAWUNG DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2019 Drs. Ade Yasin, M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i1.242

Abstract

ABSTRAK Sanitasi merupakan salah satu komponen dari kesehatan lingkungan yaitu perilaku yang disengaja untuk membudayakan hidup bersih untuk mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya, dengan harapan dapat menjaga dan meningkatkan kesehaan manusia (Suprihatin, 2015). Upaya sanitasi dasar pada masyarakat diantaranya jamban sehat dan pengelolaan sampah (Celesta dan Fitriyah, 2019). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran jenis jamban dan tempat sampah di Dusun Gunung Kawung, Desa Cikunir Kecamatan Singaparna 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di wilayah Dusun Gunung Kawung sebanyak 948 orang. Tehnik samping adalah total sampling. Variabel yang diteliti adalah Jenis jamban dan ketersediaan tempat sampah. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa mayoritas tempat sampah terbanyak yaitu menggunakan tempat sampah terbuka yaitu sebanyak 602 orang (63,6%). Serta mayoritas jenis jamban yang banyak digunakan yaitu leher angsa sebanyak 234 orang (40.8 %) Rekomendasi peneliti adalah Mengadakan penyebaran informasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tempat sampah dan jenis jamban yang memenuhi syarat kesehatan Kata kunci : Jenis Jamban. Tempat sampah
STUDI KASUS PADA BAYI STUNTING USIA 6-12 BULAN DI DESA SINGAPARNA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA TAHUN 2019 Rita Ayu Ayu; Erwina Sumartini
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i2.297

Abstract

Stunting merupakan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Kasus stunting di provinsi Jawa Barat sendiri dari hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2015 mencapai 31.4% dari anak usia 0-2 tahun. Tingginya kasus stunting ini berdampak pada munculnya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi yang kronis (Bastiandy, 2018). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan yang studi kasus, dimana pada penelitian ini mengkaji kasus bayi dengan stunting secara ekploratif, Subjek dalam penelitian ini adalah bayi usia 6-12 bulan yang mengalami stunting Hasil penelitian adalah gambaran penegakkan diagnosa pada bayi stunting di Desa Singaparna Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna yaitu dilihat pada Subjek 1 nilai Z-skor yaitu -2,19 SD, sedangkan pada Subjek 2 dari hasil perhitungan koreksi usia termasuk pada perawakan normal (tidak stunting). Faktor pranatal pada bayi stunting pada Subjek 1 disebabkan oleh ibu mengalami anemia ringan (Hb : 9,8 gr/dL). Faktor pascanatal pada bayi stunting pada Subjek 1 dapat disebabkan karena tidak diberikan ASI eksklusif dan pemberian imunisasi dasar tidak lengkap. Komplikasi pada bayi stunting pada Subjek 1 mengalami gangguan pada motorik kasar. Penanganan pada bayi stunting belum dilakukan secara optimal. Sebaiknya ibu memberikan asupan nutrisi pada bayi melalui pemberian ASI ekslusif dan MP ASI, memberikan imunisasi secara lengkap, Vit. A, Zink, obat cacing untuk penanganan bayi stunting. Ibu yang memiliki bayi disarankan dapat menstimulasi secara penuh untuk meningkatkan perkembangan motorik halus, kasar, sosial dan bahasa pada bayi stunting
STUDI KASUS PEMBERIAN MPASI DINI DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Eka SITI NURLAELA; chanty Yunie HR
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i2.298

Abstract

Bayi harus diberikan ASI eksklusif baru dilanjutkan dengan MPASI. Pemberian MPASI setelah bayi berumur enam bulan akan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi di bawah enam bulan belum sempurna. Hasil laporan ASI ekslusif UPTD Singaparna di desa Cikunir pada tahun 2017 cakupan ASI ekslusif sebanyak 35 dari 87 bayi (40.2%) dan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 46 dari 137 bayi (33.6%) sehingga pencapaian ASI eksklusif mengalami penurunan sebanyak 7%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kasus pemberian MPASI dini di desa Cikunir kecamatan Singaparna kabupaten Tasikmalaya tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Variabel yang diteliti adalah alasan pemberian MPASI, usia awal diberi MPASI, jenis MPASI yang diberikan,persepsi atau kepercayaan tentang budaya dan dampak yang terjadi. Dengan 2 subjek penelitian ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan. Instrument yang digunakan berupa format kuesioner. Hasil penelitian pada subjek 1 dan subjek 2 yaitu alasan pemberian karena tergiur oleh promosi susu formula dari televisi, usia awal di beri MPASI adalah 5 bulan dan 3 hari, jenis MPASI yang diberikan adalah bubur susu, presepsi ibu tentang budaya baik dan tidak ada dampak yang terjadi pada bayi. Simpulan dari penelitian ini bahwa promosi susu formula menjadi alasan utama pemberian MPASI, bayi telah diberikan MPASI dini, jenis MPASI bubur susu, faktor budaya tidak mempengaruhi pemberian MPASI dini dan tidak ada dampak yang terjadi pada bayi. Saran untuk peneliti lain perlu dilakukannya analisa lebih lanjut atau dengan menambah variabel dan subjek dalam penelitian.
GAMBARAN KEJADIAN HIPERTENSI DI DUSUN PAMEUNGPEUK DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2018 MUHAMMAD Ade Yasin; Lia Amalia
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i2.299

Abstract

Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah diatas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Menurut WHO (World Health Organization), batas tekanan darah yang dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Bila tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi (batas tersebut untuk orang dewasa diatas 18 tahun) (Adib, 2009). Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Dusun pameungpeuk yaitu 107 orang, Instrumen dalam penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner serta tehnik analisis data menggunakan analisis univariat yang dihitung persentasenya serta disajikan dalam bentuk tabel dan dinarasikan Hasil penelitian didapatkan bahwa Jumlah responden yang menderita hipertensi sebanyak 22 responden (20,6%) dan yang tidak menderita hipertensi sebanyak 85 responden (79,4%). Pihak Instansi Kesehatan lebih meningkatkan upaya penanggulangan hipertensi seperti pemberdayaan kader PTM dan penyuluhan faktor risiko hipertensi secara rutin.
GAMBARAN PARTISIPASI PASANGAN USIA SUBUR DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA CIKADONGDONG KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2018 Hariyani Sulistyoningsih; Adinda bidari Hawa
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i2.300

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat terhadap program KB melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga serta peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Jumlah akseptor KB di Indonesia tercatat sebesar 76,73% (Kemenkes RI, 2014). Sedangkan menurut Profil Kesehatan Indonesia 2018, jumlah akseptor KB aktif di Indonesia sebanyak 63,27%, dan jumlah akseptor KB di jawa barat sebanyak 66,48%. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di RW 09 dan RW 10 yaitu 190 orang, Instrumen dalam penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner serta tehnik analisis data menggunakan analisis univariat yang dihitung persentasenya serta disajikan dalam bentuk tabel dan dinarasikan Hasil penelitian menyatakan bahwa responden yang ikut serta dalam program KB sebanyak 79 responden (58,5%) dan yang tidak ikut serta dalam program KB sebanyak 56 responden (41,5%), alasan berKB untuk menunda kehamilan sebanyak 25 responden (31,6%), menjarangkan kehamilan sebanyak 24 reponden (30,4%), dan mengakhiri masa kehamilan sebanyak 30 responden (38%), sedangkan jenis alat kontrasepi menggunakan Pil sebanyak 16 responden (20,3%), Suntik sebanyak 38 responden (48,1%), Kondom sebanyak 1 responden (1,3%), IUD sebanyak 14 responden (17,7%), Implant sebanyak 2 responden (17,7%), dan Implant sebanyak 2 responden (2,5%) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Program KB dengan cara promosi kesehatan atau melalui iklan yang ditempel di tempat-tempat umum agar pesan dapat dapat dibaca oleh masyarakat
ANALISIS KEJADIAN PREEKLAMSI DI KLINIK PRATAMA RATNA KOMALA TAHUN 2016 Hainun Nisa
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 11 No. 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v11i2.301

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di Indonesia. Sampai sekarang penyakit preeklamsia/eklamsia masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat terpecahkan secara tuntas. Preeklamsia merupakan penyakit yang angka kejadiannya di setiap negara berbeda-beda. Angka kejadian lebih banyak terjadi di negara berkembang dibanding pada negara maju. Hal ini disebabkan oleh karena di negara maju perawatan lebih baik. Kejadian preeklamsia dipengaruhi oleh paritas, ras,faktor genetik dan lingkungan. Kehamilan dengan preeklamsia lebih umum terjadi pada primigravida, sedangkan pada multigravida berhubungan dengan  penyakit hipertensi kronis, diabetes melitus dan penyakit ginjal (Baktiyani, 2005). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan disain penelitian Cross sectional, yaitu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara variabel dependen dan variabel independen dengan model pendekatan point time (Praktiknya,2007). seluruh ibu hamil yang tercatat pada registrasi di Klinik Pratama Ratna Komala Tahun 2016 yang berjumlah 3524 ibu hamil yang datang sendiri ke Klinik Pratama Ratna Komala maupun rujukan dari Kader dari berbagai posyandu di wilayah Rawa Lumbu dan Bojong Menteng Bekasi. besar ampel yang diambil adalah  359 orang, Instrumen  yang digunakan dalam penelitian ini adalah  lembar ceklis yang memuat data dari variabel yang akan diteliti yang diambil melalui status rekam medik untuk memperoleh data sekunder. Data yang dikumpulkan meliputi umur ibu, usia kehamilan, paritas, riwayat hipertens. Analisis ini dilakukan setelah diketahui karakteristik masing-masing variabel (pada analisis univariat). Tujuannya untuk menguji kemaknaan antara variabel independen dan variabel dependen. Analisis bivariat dilaksanakan untuk menguji hipotesa. Uji statistik yang digunakan adalah Chi square, Hasil penelitian didapatkan bahwa sebesar 15% responden yang mengalami Preeklamsi hal ini angka kejadiannya tinggi sampai mencapai 3 kali lipat dari angka normal. Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun, memiliki paritas multipara, usia kehamilan kurang dari 24 minggu dan, tidak mempunyai riwayat hipertensi. Faktor  yang menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan kejadian Preeklamsia  adalah umur, paritas, usia kehamilan dan riwayat hipertensi.. Penelitian ini menemukan bahwa faktor  dominan yang berhubungan dengan kejadian Preeklamsia adalah riwayat hipertensi dengan OR sama dengan 8,472 Tenaga kesehatan agar memberikan informasi tentang preeklampsi dan faktor yang menjadi predisposisi terjadinya preeklampsi agar ibu hamil dapat menghindarinya sehingga angka kejadian preeklampsi dapat menurun.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017 Desi Fauziah
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i2.315

Abstract

Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AngkaKematian Ibu di Indonesia mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup dan AngkaKematian Bayi mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab utamakematian ibu diantaranya adalah perdarahan. Perdarahan bisa disebabkan olehanemia. Dari hasil wawancara yang dilakukan penulis terhadap 10 respondendidapatkan hasil 8 responden yang mempunyai pengetahuan yang kurang dansikapnya pun tidak merespon tentang anemia, 2 orang mempunyai pengetahuancukup tentang anemia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubunganpengetahuan dan sikap ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia diWilayah Kerja Puskesmas Singaparna Kecamatan Singaparna KabupatenTasikmalaya tahun 2017.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei (Survey ResearchMethod). Jenis survei yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis surveianalitik, dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh ibu hamil trimester 3 di wilayah Kerja Puskesmas Singaparna KecamatanSingaparna Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 35 orang, teknikpengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling yaitu sebanyak 35orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentanganemia ada pada kategori cukup yaitu sebanyak 21 orang (60,0%). Sikap ibuhamil dalam menghadapi anemia ada pada kategori positif yaitu sebanyak 20orang (57,1%). Kejadian anemia pada ibu hamil sebagian besar ada padakategori anemia yaitu sebanyak 18 orang (51,4%). Hasil uji statistik denganmenggunakan Chi Square diperoleh nilai p value untuk pengetahuan sebesar0,001, sedangkan sikap sebesar 0,000. Maka H0 ditolak yang artinya bahwa adahubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang anemia dengan kejadiananemia.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kejadian anemiapada ibu hamil dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan sikap ibuhamil.

Page 11 of 20 | Total Record : 192