cover
Contact Name
Budi Februari
Contact Email
office@kampusakademik.co.id
Phone
+6282284525773
Journal Mail Official
budifebuari992@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Student Research
ISSN : -     EISSN : 30259851     DOI : https://doi.org/10.61722/jssr.v2i1.552
Core Subject : Education,
Fokus & Ruang Lingkup Jurnal Sains Student Research (JSSR), ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . Jurnal Sains Student Research (JSSR) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi,Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,633 Documents
Analisis Pemberian Pakan Buatan Terhadap Laju Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Di PT Sumber Agro Sulawesi, Sulawesi Barat Fajar Ramadhan; Sulkifli Sulkifli; Ratnawati Ratnawati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12941

Abstract

Feed is the main component of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) farming because it directly affects growth, survival, and production cost. This study aimed to analyze the application of artificial feed on the growth rate and survival of whiteleg shrimp cultured intensively at PT Sumber Agro Sulawesi, West Sulawesi. The study was conducted from June to December 2025 in pond A1, stocked with 494,911 postlarvae. Data were collected through observation, active participation, interviews, documentation, and literature review, and analyzed descriptively and quantitatively, supported by a regression test (ANOVA). The parameters observed were Mean Body Weight (MBW), Average Daily Growth (ADG), Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), and Survival Rate (SR). The feed contained 35% crude protein and was given four times a day, using blind feeding until day 35 and, thereafter, based on sampling results and feeding-tray (anco) monitoring. MBW increased from 2.72 g at day 35 to 23.09 g at day 91, then declined to 20.48 g at day 98. Period-based FCR ranged from 0.61 to 1.29. SR remained at 87% until day 70, then decreased to 79% (days 77–84), 54% (day 91), and 52% (day 98). ANOVA showed that MBW and SR did not simultaneously have a significant effect on SGR (F = 1.573; Sig. = 0.273). Controlled feeding supported growth during the early to middle culture phases, but the low final SR indicates that feed management must be accompanied by water quality control and other supporting factors.
Smart Wearable IoT untuk Deteksi Jatuh dan Pemantauan Kesehatan Lansia Secara Real-Time Lubis, Hanif Rahman; Basri, Mhd.
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12949

Abstract

The elderly population is highly susceptible to fall risks and requires continuous health monitoring. Limitations in manual monitoring can lead to delayed emergency responses, while existing visual monitoring solutions often present privacy concerns. This study aims to design and develop an Internet of Things (IoT)-based smart wearable device to detect fall events and monitor heart rate in real time without utilizing visual cameras, thereby safeguarding user privacy. The system employs an ESP32-C3 microcontroller as the central control unit, integrated with an MPU6050 sensor to measure tri-axial acceleration and orientation changes for fall detection, alongside a MAX30102 sensor for heart rate monitoring in beats per minute (BPM). Processed sensor data is transmitted via Wi-Fi to Firebase Realtime Database for web dashboard display, while emergency fall alerts trigger an on-board buzzer and automated Telegram notifications to caregivers. Experimental results across 60 trial activities demonstrate that the MPU6050 sensor accurately classifies 58 activities with an average fall detection latency of 3.93 seconds. The MAX30102 sensor requires an average stabilization time of 8.8 seconds for reliable BPM readings, and Telegram alerts achieve an average response latency of 4.2 seconds. The developed system effectively enhances elderly safety, maintains user privacy, and accelerates emergency response intervention. Populasi lansia sangat rentan terhadap risiko jatuh dan membutuhkan pemantauan kesehatan secara terus-menerus. Keterbatasan pemantauan manual dapat menyebabkan keterlambatan penanganan darurat, sementara solusi pemantauan visual sering kali menimbulkan masalah privasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat wearable cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi kejadian jatuh dan memantau detak jantung secara real-time tanpa menggunakan kamera visual sehingga privasi pengguna tetap terjaga. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32-C3 sebagai unit kontrol utama yang diintegrasikan dengan sensor MPU6050 untuk mengukur percepatan tri-aksial dan perubahan orientasi guna mendeteksi jatuh, serta sensor MAX30102 untuk pemantauan detak jantung dalam satuan beats per minute (BPM). Data sensor yang diproses dikirimkan melalui Wi-Fi ke Firebase Realtime Database untuk ditampilkan pada dashboard web, sedangkan peringatan darurat saat jatuh akan mengaktifkan buzzer dan notifikasi Telegram otomatis kepada pengasuh. Hasil pengujian pada 60 skenario aktivitas menunjukkan bahwa sensor MPU6050 berhasil mengklasifikasikan 58 aktivitas dengan rata-rata latensi deteksi jatuh sebesar 3,93 detik. Sensor MAX30102 membutuhkan waktu stabilisasi rata-rata 8,8 detik untuk pembacaan BPM yang stabil, dan peringatan Telegram mencapai latensi respons rata-rata 4,2 detik. Sistem yang dikembangkan ini efektif meningkatkan keselamatan lansia, menjaga privasi, dan mempercepat intervensi penanganan darurat.
Sistem Monitoring dan Analisis Konsumsi Daya Treadmill Berbasis ESP32 Pada Gedung Vokafit K1 UNESA GYM Mochammad Ilham Nasa’i; Ayusta Lukita Wardani; Fithrotul Irda Amaliah; Alfarid Hendro Yuwono
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12953

Abstract

The Vokafit K1 UNESA GYM building frequently experiences power trips whenever four treadmill units are operated simultaneously, while facility managers lack tools to monitor loads or manage energy consumption preventively. This study designs and tests an Internet of Things (IoT)-based power monitoring and analysis system capable of monitoring four treadmill load points simultaneously while presenting real-time operational cost estimates. The system is built with a Master-Slave architecture: an ESP32 microcontroller reads four PZEM-016 sensors via the Modbus RTU (RS485) protocol, converts consumed energy (kWh) into cost estimates based on the applicable Basic Electricity Tariff (TDL), sends data to the ThingSpeak platform via the MQTT protocol, and backs up data to a MicroSD module when the internet connection is lost. Test results show that the PZEM-016 sensors have voltage, current, and active power deviations below 1% compared with a True RMS multimeter; data on the ThingSpeak dashboard and MicroSD are consistent with 0% deviation; and the cost calculation algorithm in the ESP32 firmware has a maximum error of 0.05%. Cumulative testing over 15 working days recorded net energy consumption of 113.89 kWh with a total operational cost of Rp193,559.47. This study also identifies inrush current as the cause of MCB tripping when several treadmills are turned on simultaneously at high power. Overall, the developed system is proven accurate, reliable for long-term monitoring, and suitable as a basis for energy cost transparency and electrical load management in the Vokafit K1 UNESA GYM building.
Sistem Monitoring Stok Baut Berbasis IoT Menggunakan Sensor Load Cell dengan Estimasi, Analisis Stok, dan Rekomendasi Pengadaan Ahmad Hudalloh; Zainal Azis
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12954

Abstract

Pengelolaan stok baut di Bengkel Budi Jaya Motor masih dilakukan secara manual sehingga pengecekan jumlah stok perlu dilakukan dengan memeriksa wadah penyimpanan satu per satu. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring stok baut berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan Load Cell 5 kg, modul HX711, dan ESP32 yang dilengkapi fitur estimasi jumlah, analisis stok, dan rekomendasi pengadaan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang meliputi identifikasi masalah, studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan prototype, implementasi, pengujian, dan analisis hasil. Berat baut dibaca oleh Load Cell dan diproses ESP32 untuk mengestimasi jumlah berdasarkan berat rata-rata satu baut sebesar 9,61 gram. Data dikirim melalui Wi-Fi ke server lokal dan disimpan dalam database MySQL untuk ditampilkan pada website. Hasil pengujian menunjukkan kalibrasi Load Cell menghasilkan rata-rata error sebesar 6,34%. Pada tujuh skenario pengujian dengan jumlah 0 sampai 80 baut, hasil estimasi sesuai dengan jumlah sebenarnya tanpa selisih. Pengiriman 30 data menghasilkan tingkat keberhasilan 100%. Sistem juga mampu menentukan status AMAN, MENIPIS, dan HABIS serta memberikan rekomendasi pengadaan berdasarkan Reorder Point (ROP) sebesar 38 baut. Sistem yang dihasilkan dapat membantu monitoring stok secara real-time dan mendukung pengambilan keputusan pengadaan baut di Bengkel Budi Jaya Motor.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Infus Real Time Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Mikrokontroler ESP32 dan Aplikasi Mobile Angga Idulfitriyansyah Suratno
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12957

Abstract

Pemantauan cairan infus merupakan salah satu kegiatan penting dalam pelayanan kesehatan untuk memastikan proses pemberian cairan kepada pasien berjalan dengan baik. Pada praktiknya, pemantauan infus masih banyak dilakukan secara manual oleh tenaga medis sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan dalam mengetahui kondisi infus yang hampir habis maupun gangguan tetesan infus. Kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem monitoring infus yang mampu memberikan informasi kondisi infus secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring infus berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem yang dikembangkan memanfaatkan sensor load cell yang terhubung dengan modul HX711 untuk mengukur sisa cairan infus serta sensor TCRT5000 untuk mendeteksi tetesan infus. Data yang diperoleh dari sensor diproses oleh ESP32 dan dikirimkan ke Firebase Realtime Database melalui jaringan internet. Selanjutnya, data ditampilkan pada aplikasi mobile berbasis Flutter sehingga pengguna dapat memantau kondisi infus secara real-time melalui smartphone. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancang bangun (prototype) yang meliputi studi literatur, perumusan masalah, desain sistem, perancangan sistem, dan pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring infus yang dibangun mampu menampilkan status infus, jumlah tetesan per menit, dan sisa cairan infus secara real-time, serta berhasil mengirimkan notifikasi peringatan secara otomatis kepada pengguna melalui aplikasi mobile, sehingga dapat membantu meningkatkan efektivitas pemantauan infus.
Analisis Efektivitas Sistem Informasi Pendataan Pembelian LPG Subsidi Berbasis NIK Menggunakan Metode PIECES: Studi Kasus pada Salah Satu Pangkalan LPG Subsidi Satria Ridha Parama; Muhammad Setiyawan
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Sistem Informasi Pendataan Pembelian LPG Subsidi Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diterapkan pada salah satu pangkalan LPG subsidi. Sistem tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketepatan sasaran distribusi LPG subsidi melalui pencatatan transaksi secara digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara langsung dengan pihak pengelola pangkalan, dan studi literatur, sedangkan analisis data menggunakan metode PIECES yang meliputi aspek Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem telah memberikan kontribusi positif terhadap pencatatan transaksi digital, kemudahan penelusuran data, serta pengawasan distribusi subsidi. Namun, setiap aspek PIECES menunjukkan tantangan yang berbeda. Aspek Service menjadi yang paling kritis karena input NIK secara langsung dan gangguan jaringan berdampak langsung pada penurunan kecepatan transaksi dan kepuasan pembeli. Aspek Performance juga terdampak signifikan, terutama saat jumlah pembeli meningkat dan antrean terbentuk akibat proses verifikasi NIK. Aspek Information menunjukkan bahwa data berbasis NIK belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi penerima subsidi sehingga ketepatan sasaran masih terbatas. Secara keseluruhan, perbaikan paling mendesak perlu diprioritaskan pada aspek Service dan Performance, khususnya melalui penyederhanaan proses input NIK dan peningkatan stabilitas koneksi sistem, agar distribusi LPG subsidi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Analisis Pengelolaan Media Sosial Instagram Sebagai Media Komunikasi Masa Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan M. Dava Restu Ramandha
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12967

Abstract

Impact Internship is a program held to provide real work experience for students in a professional environment while fulfilling academic graduation requirements. The author carried out a three-month internship at the Department of Women's Empowerment and Child Protection (DPPPA) of South Sumatra Province, specifically in the Gender and Children Data and Information Sector, through the One Data Internship program initiated by the Department of Communication and Informatics of South Sumatra Province. This report aims to describe and analyze the management of Instagram social media as a mass communication medium at the DPPPA of South Sumatra Province through the account @dp3asumsel. The method used in compiling this report is descriptive qualitative based on the author's experience, observation, and direct participation during the internship, including photo and video documentation, content editing using Canva, Adobe Photoshop, and Filmora, office administration management, and participation in various office activities. The results of the analysis show that the Instagram account @dp3asumsel has played a role as an effective mass communication medium in disseminating information about activities and programs to the wider community, however, the use of Instagram features such as stories and live has not been optimized, content variation is still limited to activity publications, and interaction with the audience is relatively low. The main inhibiting factors include limited human resources competent in social media and bureaucratic procedures for content approval. The author recommends that agencies optimize Instagram features, increase educational and informative content, and increase audience interaction to support the ongoing effectiveness of mass communication.
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA REMAJA DI SMK ADVENT AIR BERSIH MEDAN Sadarman Zendrato; Silaen, Harsudianto; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12974

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan respons adaptif individu terhadap tekanan yang dihadapi dalam kehidupan. Remaja cenderung mengalami stres akibat tuntutan akademik, permasalahan sosial, serta faktor lingkungan. Jika tidak ditangani dengan baik, stres dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Terapi tertawa merupakan salah satu metode non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tingkat stres pada remaja di SMK Advent Air Bersih Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang mengalami stres, dipilih dengan metode total sampling. Intervensi berupa terapi tertawa diberikan dalam dua sesi dengan durasi masing-masing 5-10 menit. Pengukuran tingkat stres dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah terapi tertawa. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat stres sebelum dan sesudah diberikan terapi tertawa (p < 0,05). Rata-rata skor stres responden mengalami penurunan setelah intervensi, yang menunjukkan efektivitas terapi tertawa dalam mengurangi stres pada remaja. Kesimpulan: Terapi tertawa terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres pada remaja. Oleh karena itu, terapi ini dapat dijadikan salah satu metode alternatif dalam manajemen stres, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Perawatan Kateter Urin Menggunakan Sabun Metode American Association of Critical Care Nurses (AACN) terhadap Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Rawat Inap di Murni Teguh Memorial Hospital Megalusi Arianti Lumban Gaol; Harsudianto Silaen
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12976

Abstract

Urinary tract infection (UTI) is one of the healthcare-associated infections that may occur in hospitalized patients, particularly in patients with urinary catheters. Appropriate catheter care is important to prevent infection. This study aimed to determine the effect of urinary catheter care using soap with the American Association of Critical Care Nurses (AACN) method on the prevention of UTI in inpatients at Murni Teguh Memorial Hospital in 2021. This study used a quasi-experimental design with a post-test only control group. The sample consisted of 44 patients, with 22 patients in the intervention group receiving catheter care using soap with the AACN method and 22 patients in the control group receiving standard catheter care. Data were collected in March–April 2021 and analyzed using the Wilcoxon test. In the intervention group, 20 respondents (90.9%) did not experience UTI and 2 respondents (9.1%) experienced UTI. In the control group, 18 respondents (81.8%) did not experience UTI and 4 respondents (18.2%) experienced UTI. The statistical test showed p=0.02 (p<0.05), indicating a significant effect of urinary catheter care using soap with the AACN method on UTI prevention. The majority of respondents were aged 50–59 years and female.
Manajemen Perubahan Organisasi di Lembaga Pendidikan: Konsep, Faktor Pendorong dan Hambatan, serta Strategi Kepemimpinan Cicik Zidni Ilma; Mardiyah Mardiyah; Della Isna Hidayati; Dewi ’Azmi Khoviana; Kamilah Salsabila
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.12987

Abstract

Organizational change is an essential process for educational institutions in responding to technological developments, demands for quality improvement, changes in educational paradigms, professional development needs, and evolving policies and regulations. This study analyzes change management in educational institutions by examining the Kurt Lewin change model, factors that support or hinder organizational change, resistance to change, and the role of transformational leadership. The study employed a qualitative approach through library research using descriptive-analytical methods. The data consisted of 20 scientific journal articles published between 2021 and 2026 that were relevant to organizational change management, educational organizations, the Kurt Lewin model, resistance to change, and transformational leadership. Data were collected using a literature review matrix and analyzed by selecting relevant studies, extracting important findings, categorizing the findings into themes, comparing the results, and developing an integrated synthesis. The findings indicate that the Kurt Lewin model, consisting of unfreezing, change, and refreezing, can be used as a framework for managing organizational change in a structured and sustainable manner. Technological developments, quality improvement demands, professional development, policy changes, and organizational adaptability were identified as major drivers of change. In contrast, limited human resources and infrastructure, inadequate training and organizational support, and resistance among members may hinder the implementation process. Transformational leadership contributes to change by strengthening a shared vision, communication, motivation, trust, participation, and organizational capacity. Therefore, sustainable change in educational institutions requires the integration of change processes, organizational readiness, resistance management, and effective leadership.