cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2023)" : 8 Documents clear
Semangat Misioner Serikat Yesus dalam Konteks Kontra Reformasi dan Relevansinya Bagi Karya Misi Gereja Zandro, Agrindo
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.420

Abstract

Fokus artikel ini ialah menguraikan semangat misioner Serikat Yesus dalam hubungannya dengan kontra Reformasi sekaligus memberikan relevansi bagi karya misi Gereja dewasa ini. Karya misi Gereja dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dunia modern, seperti; LGBTQ+, poligami, liberalisme, sekularisme, dan lainnya. Adanya tantangan-tantangan tersebut secara langsung mempertanyakan eksistensi Gereja dengan ajaran-ajaran dan tradisi imannya. Serikat Yesus (SJ) pada masa Reformasi, memiliki suatu semangat utama, yakni mendukung, memperbaiki, memulihkan, dan memperkuat Gereja Katolik dengan berbagai upaya. Semangat misioner dari Jesuit dapat menjadi teladan bagi karya misi Gereja dewasa ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif dengan melakukan studi kepustakaan. Artikel ini menemukan suatu khazanah spiritualitas bermisi dari sejarah Gereja abad 16, yaitu semangat misioner yang revolusioner dan kontekstual dari Serikat Yesus yang pada masa kini dapat diteladani oleh Gereja, khususnya tenaga pastoral. Sumbangsih dari artikel ini pada dasar adalah suatu kekuatan spiritual bagi pastoral praktis dan katekese konkret yang dilakukan oleh tenaga pastoral awam hingga misionaris religius.
Korelasi Pemahaman dan Pelaksanaan Orang Tua Katolik Terhadap Sakramen Baptis bagi Bayi di Stasi St. Mikael Paroki St. Paulus Kaubun Keuskupan Agung Samarinda Bera, Bernadeta; X, Intansakti Pius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.428

Abstract

Sakramen Baptis merupakan sakramen yang pertama dan penting untuk diterima dalam Gereja katolik, sakramen ini sebagai pintu pertobatan dan juga merupakan pintu untuk menerima sakramen-sakramen lain yang ada dalam Gereja katolik. Dalam Kitab Hukum Kanonik kan. 849 menguraikan bahwa Baptis merupakan pintu sakramen-sakramen untuk keselamatan, dengannya manusia dibebaskan dari dosa, diangkat menjadi anak-anak Allah serta digabungkan dengan Gereja, hanya dapat diterimakan secara sah dengan pembasuhan air sungguh bersama dengan kata-kata yang seharusnya. metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu metode kuantitatif. Mengingat betapa pentingnya sakramen baptis bagi keselamatan maka gereja katolik menganjurkan bahwa orangtua wajib mengusahakan agar bayi-bayi mereka di baptis sesegera mungkin dalam minggu-minggu pertama sesudah kelahirannya yang dituangkan dalam Kitab Hukum Kanonik kan.867.
Perkawinan Inses dalam Perspektif Hukum Katolik dan Dampaknya terhadap Anak Resi, Hironimus; Meo, Yohanes Wilson B. Lena
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.446

Abstract

Perkawinan inses marak terjadi di berbagai tempat, baik secara legal dalam budaya tertentu maupun karena berbagai faktor yang melatarbelakangi perkawinan itu terjadi. Kajian ini memberikan gambaran mengenai perkawinan inses dalam hukum katolik dan dampaknya bagi anak. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dari berbagai literatur yang dianalisis sesuai dengan judul. Hasil kajian sebagai berikut: pertama, konsep yuridis pernikahan dalam Gereja Katolik terdiri dari tiga hukum, yaitu hukum ilahi atau kodrati, hukum kanonik, dan hukum sipil. Kedua, makna perkawinan Katolik tak terceraikan. Perkawinan Katolik bersifat monogami, sakral, dan abadi serta tidak dapat diceraikan. Ketiga, jenis-jenis perkawinan menurut hukum Gereja Katolik, yaitu validum, invalidum, nulum, dan legitium, perkawinan ratum, ratum et consummatum, Perkawinan Putatif. Keempat, Gereja Katolik tidak membenarkan perkawinan inses karena perkawinan tersebut berdasarkan eksistensinya merupakan perkawinan tidak sah. Kelima, Perkawinan inses membawa dampak negatif bagi anak, baik dampak fisik, sosiologis, maupun psikologis. Gereja Katolik mengambil langkah pastoral untuk mencegah perkawinan inses melalui katekese keluarga dan kunjungan keluarga
Penerapan Metode Role Playing dalam Kurikulum Pastoral Janssenian: Memperdalam Penghayatan Nilai-Nilai Keagamaan dan Kepedulian Sosial Tarihoran, Emmeria
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.469

Abstract

Penerapan metode Role Playing dalam Kurikulum Pastoral menjadi fokus utama dalam upaya mendalami pemahaman nilai-nilai keagamaan dan moral pada mahasiswa. Melalui permainan peran, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga merasakan dan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam situasi simulasi yang nyata. Studi pustaka dari penelitian terkini mendukung konsep bahwa metode Role Playing tidak hanya memperluas pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membantu dalam pengembangan keterampilan sosial dan emosional, seperti komunikasi, empati, dan kerjasama. Dengan terlibat secara aktif dalam peran yang berbeda-beda, mahasiswa dapat melihat nilai-nilai keagamaan dari berbagai perspektif, memperluas wawasan mereka terhadap perbedaan pandangan, serta meningkatkan pengalaman belajar yang bermakna. Penggunaan metode Role Playing dalam Kurikulum Pastoral bukan hanya tentang pendalaman pemahaman konseptual, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan dalam pembentukan karakter mahasiswa. Dengan demikian, penerapan metode ini tidak hanya memperkaya pembelajaran keagamaan, tetapi juga memperkuat fondasi pendidikan pastoral yang holistik dan mendalam untuk membentuk individu yang memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.
Kaum Hierarki di tengah Realitas Kemiskinan Masyarakat NTT (Sebuah Telaah Perspektif Teologi Pembebasan Leonardo Boff) Mbukut, Antonius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.473

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan tindakan konkret yang seharusnya dibuat oleh kaum hierarki di tengah realitas kemiskinan di NTT. Sikap dan tindakan konkret yang harus diambil ditelaah dari perspektif teologi pembebasam Leonardo Boff. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peneliti mencari, mengumpulkan dan membaca berbagai literatur yang berhubungan dengan variable penelitian.  Penelitian ini mengungkapkan bahwa sikap utama yang seharusnya diambil oleh kaum hierarki di tengah realitas kemiskinan di NTT adalah perhatian dan keberpihakan yang serius terhadap orang-orang miskin. Sikap utama ini ditunjang oleh sikap-sikap lainnya, yakni kaum hierarki harus senantiasa melakukan pertobatan, menjaga jarak relasi kekerabatan, menjaga jarak dari harta duniawi dan mengatasi sikap cinta diri. Adapun tindakan konkret yang seharusnya dibuat adalah tinggal di tengah-tengah orang miskin, menjalani hidup sederhana dan menghentikan program pastoral yang beroreintasi pembangunan gedung-gedung Gereja yang mewah.
Objectives -Oriented Evaluation: The Tylerian Tradition Sebagai Tawaran Evaluasi terhadap Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Soda Betu, Fransiskus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.474

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang Objectives-oriented Evaluation: the Tylerian Tradition sebagai tawaran evaluasi terhadap satuan pendidikan sekolah dasar dari perspektif evaluasi kurikulum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang mengambil sumber data dari berbagai tulisan untuk analisis dan dipaparkan dalam satu kesatuan pemikiran yang utuh. Hasil yang diperoleh, yakni (1) objectives-oriented evaluation: the Tylerian tradition merupakan pendekatan evaluasi yang menekankan aspek tujuan; (2) langkah-langkah evaluasinya menekankan aspek tujuan; (3) evaluasi Tyler dipakai untuk melihat komponen tujuan, konten, proses, dan penilaian pada tingkat Sekolah Dasar. Dengan memanfaatkan evaluasi Tyler, para pendidik memiliki alternatif dalam mendesain evaluasi dan asesmen pembelajaran.
Strategi Katekis Sebagai Pendidik Iman Dalam Menghadapi Dampak Kecerdasan Buatan Kurnia, Fransiska
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.475

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan respons dan kesiapsediaan katekis terhadap ancaman kecerdasan buatan yang mencoba menguasai kegiatan beragama. Teknologi kecerdasan buatan yang terus berkembang telah menggantikan pekerjaan manusia termasuk tugas pokok seorang katekis sebagai pendidik iman. Artikel ini ditulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Dengan metode kualitatif ini, peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang bersumber dari artikel, buku elektronik, surat kabar, dokumen, dan studi lainnya. Penelitian ini menghasilkan bahwa dalam menghadapi kemajuan teknologi kecerdasan buatan yang mencoba merebut tugas pokok katekis seperti halnya kejadian di Jerman, tuntutan untuk menentukan strateg-strategi yang relevan dan berlandaskan dengan nilai-nilai injil oleh katekis sebagai pendidik iman harus diperkuat agar jangan sampai umat minim menghayati pengalaman iman. Dokumen-dokumen yang dikeluarkan Gereja memberikan penguatan kepada katekis di zaman kemajuan kecerdasan buatan ini agar dengan strategi-strategi yang dibuat tetap relevan dan dibutuhkan di tengah kemajuan kecerdasan buatan yang hampir seluruhnya menggantikan pekerjaan manusia, termasuk dalam kegiatan beragama.
Katekis Sebagai Orang Tua Bagi Generasi Muda: Pilar Pendidikan Iman Melalui Penerapan Literasi Digital Tanjung, Stefanus Charles
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.476

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran katekis dalam memainkan peran sebagai figur "orang tua" yang mendampingi dan membimbing generasi muda dalam pengembangan pendidikan iman melalui penerapan literasi digital. Konsep literasi digital mencakup keterampilan dalam mengakses, menilai, menggunakan, dan berkontribusi pada media digital. Tulisan ini juga ingin mengidentifikasi bagaimana katekis berinteraksi dengan generasi muda, dan menggali tantangan yang dihadapi. Masalah utama yang dibahas adalah minimnya partisipasi orang muda dalam berbagai kegiatan menggereja, yang disebabkan oleh penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Di sisi lain, terdapat banyak generasi muda yang menjadi “korban” bahkan menjadi budak dunia digital, karena menggunakan teknologi digital tersebut tanpa dasar moral yang memadai. Dengan menggunakan metode kepustakaan dan studi dokumen, penulis menyimpulkan bahwa katekis sebagai orang tua mempunyai peran yang sangat sentral bagi perkembangan pendidikan iman generasi muda melalui penerapan literasi digital, serta dapat mengintegrasikan nilai-nilai agama, mampu mengatasi tantangan yang muncul dari pengaruh teknologi, dan membantu generasi muda memahami cara menerapkan ajaran agama dalam kehidupan digital mereka

Page 1 of 1 | Total Record : 8