cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2024)" : 8 Documents clear
Kompetensi Belajar Generasi Z di Era Society 5.0 Sabambam, Maria Nesta; Goa, Lorentius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.471

Abstract

Generasi Z adalah kelompok orang yang lahir antara pertengahan tahun 1990-an dan awal tahun 2010-an, dan mereka memiliki ciri-ciri pembelajaran unik. Fakta bahwa inovasi dan perkembangan teknologi terus berlanjut dan terus berkembang dengan cepat hingga saat ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya terus berkembang, tetapi juga berkembang dengan cepat dan berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan manusia. Untuk memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh revolusi digital, penting untuk terus mengelola perubahan ini dengan cermat, menjamin inklusi, dan mengembangkan literasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan belajar Generasi Z di era Revolusi Industri 5.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang melibatkan kajian pustaka sebagai sumber data utama. Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dan berkembang di era teknologi yang canggih. Proses belajar mereka juga bergantung pada teknologi. Mereka belajar dengan memanfaatkan teknologi. Generasi Z sering mengambil bagian dalam pembelajaran online, yang mencakup kursus online, tutorial video, dan sumber daya pembelajaran digital.
Pendampingan Pastoral Gereja dalam Meningkatkan Spiritualitas Kaum Bapak Menggunakan Pendekatan AIDAS oleh Richard R. Still dan Edward W. Cundiff Banjarnahor, Alan Kusuma
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.634

Abstract

Dewasa ini, aspek pastoral turut mendominasi dalam setiap kegiatan gereja yang holistik. Salah satu tugas dan tanggung jawab gereja ialah melakukan pendampingan pastoral kepada seluruh lapisan jemaatnya, termasuk kaum Bapak guna meningkatkan pertumbuhan spiritualitasnya. Gereja sebagai mitra Allah dipercaya untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan spiritual kaum Bapak (seelsorge). Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah hakikat gereja di masa kini sudah menjadi gereja yang sempurna dalam pemenuhan kebutuhan spiritual bagi kaum Bapak. Penelitian ini dikembangkan dengan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan pastoral oleh teori Still dan Cundiff. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya partisipasi kaum Bapak dalam mengikuti persekutuan gereja, artinya gereja masih bergumul dalam pemenuhan kebutuhan spiritual kaum Bapak. Ini dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal menyangkut iman, motivasi dan minat serta faktor eksternal menyangkut rutinitas kegiatan program gereja. Untuk itu, pentingnya pendampingan pastoral gereja  dengan pendekatan AIDAS ini diselaraskan dengan gereja yang terus berbenah menjadi jawaban akan kebutuhan mengajak kembali kaum Bapak turut aktif beribadah di gereja dan pertumbuhan spiritualnya.
Perbandingan Pesan Ensiklik Fratelli Tutti dan Tradisi Lonto Leok Masyarakat Manggarai Mbukut, Antonius; Atu, Laurentius Florido
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.645

Abstract

Paus Fransiskus melalui Ensiklik Fratelli Tutti menyerukan pentingnya membangun hidup persaudaraan dan persahabatan sosial di antara manusia. Namun, nilai tentang hidup persaudaraan itu sebenarnya juga sudah terkandung dalam kearifan-kearifan lokal tertentu. Karena itu, menelaah pesan-pesan Ensiklik Fratelli Tutti dalam konteks lokal merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar pesan-pesan tersebut dapat dengan mudah diselami dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan realitas kebudayaan mereka. Salah satu kearifan tradisional yang memiliki nilai tentang persaudaraan dan persahabatan sosial ialah tradisi lonto leok di Manggarai. Tujuan dari penulisan ini adalah mengkaji pesan-pesan Ensiklik Fratelli Tutti dalam perspektif tradisi lokal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode komparasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah adanya seruan yang sama antara pesan yang digaungkan dalam Ensiklik Fratelli Tutti dengan nilai yang terkandung dalam lonto leok. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni menumbuhkan rasa persaudaraan dan persahabatan sosial dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, kesadaran untuk membangun relasi yang harmonis di antara manusia dapat dihidupkan kembali dengan mengangkat nilai-nilai yang ada dalam tradisi lokal seperti lonto leok.
Kristus dalam Berbagai Budaya Daeng Maeja, Jhon; Kii, Rosalia Ina; Mali, Maria Felicitas; Widiatmoko, Eugene Mario; Sriwahyuni, Lina
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.646

Abstract

Gereja dan budaya tidak bisa dipisahkan. Gereja dapat semakin mengakar dan bertumbuh dalam budaya. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara gereja dan budaya dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, gereja pada masa awal masih menyatu dengan budaya. Bagian kedua terjadi saat gereja memisahkan diri dari budaya. Gereja tidak bersentuhan dengan kebudayaan. Bagian ketiga merupakan masa dimana gereja kembali membangun hubungan dengan budaya. Akan tetapi dalam perjalanannya, gereja belum sepenuhnya menerima dan menggali makna dari budaya. Gereja seringkali mengabaikan dan bahkan mau menghilangkan suatu kebudayaan. Tujuan penulisan ini ialah menggali teologi kontekstual dalam berbagai budaya. Metode penelitian yang digunakan ialah kajian pustaka. Hasil penelitian ialah Kristus dapat ditemukan dalam budaya Jawa, Sumba, Timor dan Toraja. Masing-masing budaya mempunyai penyebutan untuk memperkenalkan Yesus Kristus. Menurut budaya Jawa, Kristus dihubungkan dengan tokoh Semar. Dalam budaya Sumba, Kristus dianalogikan sebagai Marapu sejati. Panggilan suku Timor untuk Yesus Kristus ialah Nai Maromak. Sedangkan dalam budaya Toraja Kristus disebut sebagai Tomanurun dan alang. Kesimpulan penelitian ialah teologi kontekstual sudah dilaksanakan dalam beberapa budaya di Indonesia.
Mengintegrasikan Katekese, Pastoral, dan Tindakan Sosial: Model Pendampingan Katekis untuk Menciptakan Transformasi Umat Saputra, Yohanes Chandra Kurnia
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.649

Abstract

Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya integrasi katekese, pastoral, dan tindakan sosial dalam membentuk umat Katolik yang bertanggung jawab sosial dan berlandaskan iman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana ketiga elemen tersebut dapat bekerja bersama dalam mengubah kehidupan umat, baik secara spiritual maupun sosial. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang mengkaji berbagai teori dan praktik terkait katekese, pastoral, dan aksi sosial dalam konteks Gereja Katolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi katekese, pastoral, dan tindakan sosial memiliki dampak positif dalam membentuk karakter iman umat Katolik. Ketiga elemen ini saling mendukung dalam memperdalam pemahaman agama dan mendorong partisipasi umat dalam kegiatan sosial. Kolaborasi yang baik antara ketiganya mampu menciptakan perubahan positif dalam kehidupan spiritual dan sosial umat. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi katekese, pastoral, dan tindakan sosial merupakan kunci dalam pembentukan karakter iman umat Katolik. Implementasi yang efektif dari ketiga elemen ini dapat meningkatkan kedalaman spiritual dan keterlibatan umat dalam kegiatan sosial.
Intervensi Gereja Katolik dalam Menyelesaikan Kasus Perselingkuhan: Studi Kontekstual di Manggarai Febrian Mulyadi Angsemin; Robertus Mirsel
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.657

Abstract

Gereja Katolik berperan strategis dalam membentuk tatanan sosial dan moral masyarakat Manggarai, terutama dalam menyelesaikan konflik seperti kasus perselingkuhan yang mengancam stabilitas keluarga. Pendekatan inkulturasi, seperti penggunaan elemen adat Compang dalam ajaran Injil, memungkinkan harmonisasi nilai agama dan budaya lokal. Dalam penyelesaian perselingkuhan, Gereja berfungsi sebagai mediator, bekerja sama dengan tokoh adat untuk menyelesaikan konflik secara damai. Melalui homili, pendidikan keluarga, dan sakramen rekonsiliasi, Gereja mengajarkan nilai kesetiaan pernikahan. Selain itu, kelompok kategorial seperti Marriage Encounter memberikan pendampingan spiritual bagi pasangan bermasalah, memperkuat komitmen berdasarkan pandangan pernikahan sebagai sakramen. Meski demikian, resistensi terhadap inkulturasi menjadi tantangan, menuntut pendekatan yang lebih inklusif. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana teologi kontekstual Gereja berkontribusi pada resolusi konflik dan harmoni sosial di masyarakat Manggarai.
Deklarasi Istiqlal dan Reinforcement Dialog Inter-religius di Indonesia Koli, Donatus Doni
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.670

Abstract

Pada 5 September 2024, di Masjid Istiqlal, berlangsung peristiwa bersejarah yang disaksikan oleh para pemimpin dan tokoh multiagama, di mana Pemimpin Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nassarudin Umar, menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal. Dokumen ini menjadi simbol kuat komitmen lintas agama dalam memperkuat dialog, membangun perdamaian, serta meneguhkan peran agama dalam menjawab isu sosial-kemanusiaan di Indonesia. Karya tulis ini mengkaji makna dan implikasi deklarasi tersebut sebagai fondasi bagi penguatan dialog inter-religius, yang tidak hanya sebatas wacana, tetapi juga mendorong kerja sama konkret dalam membangun masyarakat harmonis dan inklusif. Dengan menganalisis isi deklarasi serta konteks sosialnya, tulisan ini menunjukkan bahwa peran agama yang aktif dalam menjawab tantangan zaman dapat memperkuat sinergi antarumat beragama. Deklarasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi inisiatif dialog dan aksi nyata demi menciptakan kehidupan yang lebih damai dan berkeadilan.
Sharing Iman Yakub Berdasarkan Kejadian 48:15-16 dan Implementasinya dalam Pendidikan Iman Anak Chiaralazzo, Monica Innanda; Krismiyanto, Alfonsus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.679

Abstract

Pendidikan iman anak merupakan tanggung jawab utama orang tua yang dimulai dari keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi anak. Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, peran orang tua dalam mendidik iman anak sangat ditekankan. Sebagai contoh, dalam Kejadian 48:15-16, Yakub memberikan sharing iman kepada anak-anaknya, Efraim dan Manasye, dengan menyatakan bahwa Allah adalah "gembala" yang baik dan "malaikat" sebagai pembebas. Melalui berkat ini, Yakub tidak hanya memberikan harapan bagi masa depan keturunannya, tetapi juga mewariskan iman yang mendalam kepada Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam pendidikan iman anak, dengan mengangkat contoh sosok Yakub dalam berbagi iman. Implementasi sharing iman dalam keluarga sangat penting untuk membangun pondasi iman yang kuat pada anak-anak. Orang tua diharapkan untuk aktif memberi contoh dan berbagi iman, baik dalam kondisi baik maupun sulit, sebagai bagian dari tanggung jawab mendidik iman anak sesuai ajaran Gereja dan ajaran Alkitab.

Page 1 of 1 | Total Record : 8