cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
ANALISA SISTEM PERFORMANSI LAYANAN CUSTOMER SPEEDY DI PERANGKAT OPTIC ACCESS NETWORK (OAN) Dedi Maryadi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 2, No 2: Juli 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v2i2.6418

Abstract

Telekomunikasi sekarang ini sangat berkembang dengan pesat. Jaringan yang tertata dengan baik sangat menentukan keberhasilan penyaluran berita antar penggunanya, sehingga jaringan merupakan bagian vital dalam sistem telekomunikasi yang menjamin terlaksananya hubungan itu sendiri. Pada dasarnya sistem telekomunikasi yang di beri nama Speedy yang berbasis tekologi ADSL (Asymetric Digital Subcriber Line) terdiri dari alat pengirim yang mampu membawa data dengan laju upstream sampai dengan 8 Mbps dan downstream sampai dengan 54 Mbps. Berdasarkan permalasalahan yang sering terjadi di perangkat Optic Access Network yang dapat mempengaruhi kinerja dari sistem pengiriman data terhadap pelanggan mengapa menggunakan perangkat optic acces network bahwa sudah tidak di ragukan lagi bahwa jaringan menggunakan fiber optik lebih baik di bandingakn menggunakan tembaga. Dengan adanya perangkat optic access network memberikan solusi terhadap pelanggan yang berjarak cukup jauh dari pusat sentral telkom untuk menggunakan jaringan akses speedy. Maka PT.TELKOM akan berupaya meningkatkan ketersediaan jaringan dengan cara menekan tingkat pelayanan yang dapat di nikmati pelanggan dan menekan gangguan sekecil mungkin. Kondisi yang terjadi di lapangan menunjukan bahwa gangguan yang sering terjadi pada pengguna Speedy di perangkat Optic Access Network ialah gangguan seringnya terkena sambaran petir. Untuk menekan gangguan tersebut supaya terjadi keseimbangan dengan target yang ditetapkan oleh PT.TELKOM maka perlu adanya identifikasi masalah terhadap penyebab gangguan Speedy di perangkat Optic Access Network. Dari hasil  pengamatan yang telah di lakukan peneliti pelayanan PT.Telkom Sungai Pinyuh bahwa pelayanan pasang baru terhadap pelanggan baru sangat baik karena pelayanan yang baik dan data pelayanan teknis yang memuaskan. Maka tidak ada keluhan pelanggan terhadap PT.Telkom Sungai Pinyuh. Karena kinerja yang telah di berikan PT.Telkom sudah sesuai prosedur yang baik. Dan dari hasil yang di dapat dalam penelitian dan perhitungan data performansi setelah melihat data dari konektivitas antara komputer dan jaringan internet bahwa pihak customer telah mendapat keuntungan dari dari pemberian paket di atas paket yang telah di daftarkan dengan nilai paket yang di daftarkan dengan kecepatan 512 kbps hingga pelanggan dapat menikmati paket hingga 1MB, hingga didapat hasil perhitungan dalam satu bulan adalah 913,52 kbps.  Kata kunci : Speedy,ADSL, Jarlokat
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN GARAM TERHADAP RESISTANSI PEMBUMIAN DI TANAH GAMBUT Ulhaq, Zia; Rajagukguk, Managam; Gani, Usman A
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56714

Abstract

Sistem pembumian merupakan sistem pengamanan terhadap perangkat yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaga dari lonjakan listrik, khususnya tenaga petir. Memperhatikan kualitas nilai resistansi pembumian sangat penting, salah satunya ialah pengaruh kandungan zat aditif berupa garam pada Elektroda vertikal (driven rod) sehingga dapat mempengaruhi nilai resistansi pembumian. Karena garam merupakan suatu elektrolit yang dapat menghantaran arus listrik ke dalam tanah sehingga dapat meningkatkan konduktivitas atau daya hantar listrik di dalam tanah, khususnya di tanah gambut kering dan basah. Melakaukan pengukuran resistansi pembumian tanpa penambahan garam dan dengan penambahan garam di tanah gambut, agar dapat melihat penurunan nilai resistansi pembumian. Penelitian ini dilakukan dengan tiga batang elektroda yang panjangnya bervariasi yaitu 100 cm, 200 cm dan 300 cm yang di tanam pada kondisi tanah gambut kering dan tanah gambut basah. Hasil pengukuran   pada kondisi tanah gambut kering tanpa garam pada kedalaman 100 cm = 35,88 (Ω), kedalaman 200 cm = 5,9 (Ω), dan kedalaman 300 cm = 4,4 (Ω) dan pada kondisi tanah gambut kering dengan garam pada kedalaman 100 cm = 10,49 (Ω), kedalaman 200 cm = 4,50 (Ω), dan kedalaman 300 cm = 3,78 (Ω). Hasil pengukuran   pada kondisi tanah gambut basah tanpa garam pada kedalaman   100 cm = 33,38 (Ω), kedalaman 200 cm = 5,07 (Ω) dan kedalaman 300 cm = 3,99 (Ω) dan pada kondisi tanah gambut basah dengan garam pada kedalaman 100 cm = 9,75 (Ω), kedalaman 200 cm = 4,11 (Ω) dan kedalaman 300 cm = 3,47 (Ω).
Penyelesaian Economic Disptach Pada Pembangkit Termal Menggunakan Metode Harmony Search Algorithm Muhammad Wirawan Suryono; M. Iqbal Arsyad; Rudy Gianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.47362

Abstract

Untuk melayani beban dengan nilai tertentu maka yang perlu diperhatikan adalah beberapa daya yang harus dibangkitkan oleh setiap unit pembangkit sehingga diperoleh biaya pembangkitan yang ekonomis atau biasa juga disebut dengan Economic Dispatch. Untuk mengatasi masalah Economic Dispatch berbagai teknik optimasi telah diterapkan, salah satunya adalah metode Harmony Search Algorithm.HSA telah banyak perhatian karena ada beberapa kelebihan diantaranya pada sistem yang kompleks HSA dapat mengungguli, mudah diimplementasikan, dan komputasi waktu yang cepat bila dibandingkan dengan metode Artificial Intelegence (AI) lainnya. Metode Harmony Search Algorithm (HSA) adalah metode yang terinspirasi dari pertunjukan seni musik dengan mekanisme pencarian menggunakan harmoni atau bunyi nada yang terbaik sehingga terlihat bagus didengar. Adapun tahapan untuk mencari HSA adalah inisialisasi, membangun Harmony Memory, improvisasi Harmony baru, update Harmony Memory, dan mengecek pemberhentian kriteria. Untuk mencari hasil yang terbaik metode tersebut dibandingkan dengan metode Quadratic Programming. Hasil selisih biaya bahan bakar yang telah didapatkan  untuk 6 unit generator beban 425 MW sebesar 1,5187 $/h dengan prosentase , beban 850 MW sebesar 8,0635 $/h dengan prosentase , beban 1275 MW sebesar 133,6319 $/h dengan prosentase . Hasil selisih biaya bahan bakar yang telah didapatkan untuk 20 unit generator beban 1325 MW sebesar 33,6381 $/h dengan prosentase , beban 2650 MW sebesar 569,8115 dengan prosentase , beban 3000 MW sebesar 1,9812 $/h dengan prosetanse . Hasilnya didapatkan selisih angka yang cukup besar dan HSA mampu memberikan hasil yang optimal pada sistem 6 unit generator dan sistem 20 unit generator HSA mengungguli Quadratic Programming. Masalah komputasi Harmony Search Algorithm lebih lama dibandingkan dengan Quadratic Programming sehingga dapat disimpulkan bahwa HSA adalah solusi terbaik karena pencarian dilakukan secara random dan untuk nilai parameter sangat mempengaruhi hasil dari metode HSA.
RANCANG BANGUN ANTENA HELICAL 1800 MHz UNTUK MEMPERKUAT PENERIMAAN SINYAL GSM (GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE ) Eko Puji Utomo .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 3: Juli 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i3.20670

Abstract

Antenna is used to emit electromagnetic waves or receive electromagnetic waves. Acceptance using antenna will strengthen the signal gain according to the antenna capability itself. Gsm service providers (Global System for Mobile) with the limitations of the network it covers makes the need for strong signal gain strengthening. Antennahelical is one of the strengthening options of signal gain. In this final project designed helical antenna applied at frequency 1800 mhz. Helical antennas can be auxiliary media in strengthening the reception of gsm signals. The parameters to be used to determine the value of power reinforcement (Gain). The application used is gsm signal monitor software.   The test results and discussion in get the value of power reinforcement (gain) in telecommunication laboratory faculty of engineering tanjungpura university pontianak at morning 15 db, noon 31 db, and afternoon 13 db with average signal streangth at the time without using helical antenna that is -99.4 dbm in the morning, -98.8 dbm during the day, and -95.6 dbm in the afternoon with red signal indicator (poor). While using helical antenna is the average value of signal strength -88,2 dbm in morning with orange signal indicator (Fair), - 80,6 dbm daytime, and -80,4 afternoon with indicator of yellow signal ( good). While at jl.ujung pandang villa brata indah no.12 b power strength (Gain) at the morning of 27 db, noon 27 db, and afternoon at 13 db. With an average of signal strength at the time without using helical antenna is -95.8 dbm in the morning, -97.4 dbm during the day, and -101.6 dbm late afternoon with red signal indicator (poor). While using helical antenna is the average signal strength value of -73 dbm in the morning, and -76.4 during the day with yellow signal indicator (good), while in the afternoon -92,2 dbm with color signal indicator red (poor). Then the test results data in the analysis using statistical methods anova single factor. Results of data processing with this statistics obtained that helical antenna effect on the change of signal strength.   Keywords: Helical antenna, signal strength, single factor anova.
EVALUASI SISTEM INSTALASI PENERANGAN DAN PENDINGIN RUANGAN DI SMKN 1 NGABANG Saputra, Febi; Gianto, Rudy; -, Junaidi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57146

Abstract

Evaluasi instalasi listrik terhadap suatu bangunan adalah hal yang perlu dilakukan agar kualitas dari instalasi listrik tersebut tetap terjaga kondisi dan keandalannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penerangan dan pendingin ruangan, mengetahui intensitas penerangan untuk mendapatkan hasil, menentukan besar kapasitas AC dalam ruangan, Dapat menghitung kebutuhan daya total pada SMKN 1 Ngabang. Dari hasil perhitungan intensitas penerangan pada sebuah ruangan mendapatkan hasil dari ruangan laboratorium komputer adalah 5 lampu dan perhitungan besar kapasitas AC pada ruangan laboratorium komputer didapat hasil 16.316,96 Btu/h. didapat besar pengaman MCB dengan daya total lampu dan AC pada laboratorium komputer adalah 11,20 A
ANALISA AUDIT ENERGI PADA GEDUNG DINAS PERHUBUNGAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MEMPAWAH - Gusnaldi; Rudy Gianto; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48531

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu hal yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari – hari dimana energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia pada zaman ini. Maka dari itu Tujuan penelitian akan Menentukan nilai Konsumsi Energi Listrik (IKE) di gedung Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah, serta mencari peluang hematan energi pada gedung DPLH Kabupaten Mempawah serta Merekomendasikan penghematan energi pada jangka pendek dan jangka menengah. Pada data konsumsi energi listrik gedung DPLH Kabupaten Mempawah dapat dilihat dari data rekening pembayaran dari tahun 2016 -2020 yang memiliki dua perhitungan lantai 1 (satu) dan lantai 2 (dua) dengan menggunakan metode Studi literatur, Teknik Observasi, Metode Analisis Komparatif, sehingga penelitian audit energi awal didapatkan total IKE pada lantai 1 (satu) sebesar 105.512,20 kWh dengan biaya sebesar Rp. 141.700.774,- per tahun dan pada lantai 2 (dua) sebesar 99.027,46 kWh dengan biaya sebesar Rp. 132.991.898,- per tahun, berdasarkan standar IKE yang ditetapkan yaitu 240 kWh / m2 pertahun. Gedung DPLH Kabupaten Mempawah memiliki total IKE yang tergolong efisien. Pada total konsumsi yang didapat masih bisa menekan IKE dengan melakukan Peluang Hemat Energi (PHE) dengan cara penggantian lampu SL Neon ke lampu LED dan penggantian Refrigerant Sintetic HCFC-R22 dengan menggunakan Refrigerant Musicool menghasilkan perbandingan sesudah penggantian tersebut mampu menekan penurunan Konsumsi Energi Listrik dari penggunaan konsumsi lampu sebesar 35%, sedangkan pada penggunaan AC sebesar 15% dari total konsumsi Energi Listrik pada gedung DPLH kabupaten Mempawah.
ANALISIS PERMUKAAN GELOMBANG AIR MENGGUNAKAN MODUL TRANSCEIVER LORAâ„¢ SX1278 DENGAN MODULASI FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) Wibowo, Muhammad; Priyatman, Hendro; Sanjaya, Bomo Wibowo
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57305

Abstract

Laut memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, sebagai media jalan raya, sebagai sarana perdagangan, sebagai tempat rekreasi dan sebagai alat pemisah atau permersatu bangsa. Dengan perkembangan jaman, fungsi laut meningkat dikarenakan adanya supply dan demand. Akan tetapi kendala di dalam laut susah diprediksi karena karakteristik laut yang dinamis, abstrak dan terbatasnya referensi teknologi laut yang membahas tentang gelombang air. Dalam monitoring gelombang air Dengan adanya modul LoRa (Long Range) bisa memonitoring permukaan gelombang air pada tempat yang diinginkan, berkegunaan dalam pemantauan permukaan air; monitoring pembacaan karakteristik laut yang ditinjau. Dengan adanya modul LoRa (Long Range) bisa memonitoring permukaan gelombang air dilakukan analisis permukaan gelombang air menggunakan modul transceiver LoRaâ„¢ SX1278 dengan modulasi frequency shift keying (FSK). Hasil penelitian dari rancang bangun analisis gelombang air dengan mengukur ketinggian air (kenaikan permukaan air dalam kondisi awal) dan time event data. Hasil dari data ketinggian air dan time event diolah dengan software excel untuk mendapatkan data amplitudo, frekuensi dan perioda pada setiap sesi. Pada setiap sesi dari data grafik, digunakan software PyCharm untuk menampilkan grafik data tunggal sehingga bisa memberikan gambaran prilaku setiap datum yang berbanding dengan time eventnya. Perioda dan kedalaman area percobaan menjadikan variabel untuk menentukan jenis gelombang yang akan dijadikan sebagai klasifikasi jenis gelombang air. Data dari empat sesi pada tanggal 13 juli 2022 didapatkan nilai rata-rata jarak sensor ke air 22,99 cm; nilai amplitudo 13,9 cm; nilai perioda 0,13 detik; nilai frekeuensi 8,24 hz dan nilai kategori gelombang air adalah 79,02, yang memiliki kategori deep waves dikarenakan setiap sesi gelombang memenuhi kriteria deep water dengan rumus hasil kedalaman gelombang dibagi panjang gelombang lebih dari 0,5.
IDENTIFIKASI PENGARUH LOSS DAYA SALURAN SERAT OPTIK TERHADAP KUALITAS LAYANAN INTERNET Jemi Ristiawan; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48649

Abstract

Serat optik merupakan media transmisi yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk dapat mentransfer data lebih cepat karena menggunakan cahaya sebagai penghantarnya. Adanya permasalahan redaman pada serat optik, perlu diakomodasi sehingga dapat meminimalisir terjadinya loss daya pada serat optik. Dengan adanya penelitian ini dapat diketahui besarnya nilai dari suatu redaman transmisi serat optik melalui metode pengukuran menggunakan OPM, mengidentifikasi loss daya saluran serat optik, mengetahui korelasi nilai redaman terhadap loss daya pada transmisi serat optik, serta mengetahui perbandingan nilai hasil pengukuran OPM dengan pembacaan data ONT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif analitik dimana penelitian akan menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel yang diolah, serta gejala dan keadaan yang akan diidentifikasi. Maka dapat diperoleh hasil penelitian yaitu, besarnya daya optik yang terukur di rumah pelanggan dipengaruhi oleh daya optik yang terukur pada ODP. Daya optik pada ODP bernilai kecil dengan nilai daya optik rata-rata -19.87 dB, hal ini membuat daya optik pada rumah pelanggan yaitu ONT cenderung semakin kecil dengan nilai daya optik rata-rata -20.82 dB. Terjadi penambahan nilai -0.95 dB per transmisi. terdapat perbedaan antara data pengukuran dengan data pembacaan ONT rata-rata senilai 1 dB dimana data pengukuran cenderung bernilai lebih besar dari pada data pembacaan ONT. Dilakukanlah suatu perhitungan untuk mengidentifikasi penyebab dari besarnya nilai redaman pada kabel serat optik. Sehingga diketahui bahwa semakin panjang kabel yang digunakan untuk transmisi serat optik maka redaman yang dihasilkan akan semakin besar sehingga daya optik yang dipancarkan oleh pengirim akan semakin melemah seiring dengan panjangnya kabel. Hal inilah yang akan mempengaruhi kualitas dari layanan internet.
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING PASIEN BERBASIS INTERNET OF THINGS Nur Qumarni; Elang Derdian Marindani; Ade Elbani
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.61691

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia. Salah satu faktor untuk mengetahui status kesehatan seseorang adalah dengan melakukan pemeriksaan tanda vital (Vital Sign) seperti pengukuran suhu tubuh, saturasi oksigen darah serta tekanan darah. Pada umumnya pemeriksaan tanda-tanda vital (Vital Sign) pasien dilakukan dengan cara konvesional dengan melakukan pemeriksaan langsung dari tenaga medis kepada pasien. Hal ini dapat mengakibatkan terlalu sering terjadi kontak langsung antara pasien dan tenaga medis yang dapat menyebabkan terjadinya penularan atau transmisi penyakit menular dari pasien yang memiliki riwayat penyakit menular. Perancangan alat pemeriksaan pasien ini agar pemeriksaan yang dilakukan tanpa melakukan kontak langsung antara pasien dan tenaga medis. Perancangan alat ini menggunakan wemos D1 R2 yang memudahkan untuk pengiriman data sensor ke aplikasi blynk. Selain itu digunakan sensor MAX30100 untuk mengukur saturasi oksigen, sensor MLX90614 digunakan untuk mengukur suhu tubuh serta sensor MPX5050GP yang digunakan untuk membaca tekanan darah serta mean arterial pressure. Alat yang dibuat diharapkan dapat membaca data dengan baik sehingga perlu dilakukan pengujian ada alat. Hasil pengujian pada sensor MLX90614 didapatkan nilai rata-rata pengukuran suhu tubuh sebesar 36,3675 oC dengan mengambil sampel dari 4 subjek yang berbeda.hasil pengujian sensor MAX30100 didapatkan nilai rata-rata saturasi oksigen darah adalah sebesar 95,48% dengan mengambil sampel dari 3 subjek yang berbeda. Hasil pengujian tekanan darah dengan menggunakan sensor MPX5050GP didapatkan nilai rata-rata tekanan sistolik sebesar 123 mmHg dan rata-rata nilai tekanan diastolik sebesar 74,78 mmHg. Sedangkan hasil pengujian mean arterial pressure (MAP) didapatkan nilai rata-rata MAP sebesar 90,81 mmHg.
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SISTEM HYBRID SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Aditya Gilang Mahesa; Yandri -; Kho Hie Khwee
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.49873

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia setiap tahun meningkat, kurang meratanya infrastruktur jaringan listrik dapat menyebabkan kekurangan pasokan listrik. Salah satu sumber energi alternatif yang cocok dikembangkan adalah energi surya, melihat dari kondisi inilah maka perlu adanya penelitian perencanaan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya sistem hybrid di Pondok Meranti sebagai sumber energi alternatif untuk back up energi yang disuplai PLN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data beban harian, data peralatan elektronik, insolasi matahari tahun 2020, radiasi matahari dan temperatur udara harian tahun 2020. Dengan aspek teknis yang diperhitungkan, menggunakan panel surya berkapasitas 100 wp, suhu rata-rata maksimum  31,7 ⁰C, insolasi rata-rata minimum sebesar 4,7 kWh/m2/hari. Didapatkan perhitungan berupa panel surya yang diperlukan untuk memback up daya sebesar 50% dari total energi harian yang terpakai sebanyak 11 panel surya, solar charger controller kapasitas 50 A berjumlah 2 unit, baterai dengan tegangan 12V berkapasitas 100 Ah sebanyak 14 unit, dan inverter berkapasitas 1500 W. Energi keluaran panel surya yang dihasilkan per hari sebesar 707,4121 Wh. Dengan investasi awal sebesar Rp.52.074.000 kemudian analisis ekonomis menggunakan metode Net Present Value (NPV) didapatkan hasil Rp.17.228.926 analisis ekonomis menggunakan metode Profitability Index (PI) didapatkan hasil 1,3308 dan analisis ekonomis menggunakan metode Discounted Payback Period (DPP) mendapatkan hasil investasi kembali pada tahun ke 12. Dari tiga analisis ini dengan perencanaan umur proyek 25 tahun menyatakan perencanaan PLTS sistem hybrid layak diterapkan.