cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
IMPLEMENTASI SISTEM KOMUNIKASI TRANSCEIVER 915 MHz UNTUK MONITORING SUHU DAN ON-OFF AC (AIR CONDITIONER) Amanda Setia Wani; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; Fitri Imansyah; Ade Elbani
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62998

Abstract

Di dalam ruangan laboratorium telekomunikasi sudah pastinya banyak terdapat alat-alat untuk melakukan praktikum telekomunikasi. Alat-alat praktikum sangat sensitif dengan kondisi suhu didalam ruangan tersebut. Rekaman suhu harus dapat dibaca, disimpan dan harus mudah didapatkan jika diperlukan kembali. Selama ini pemantauan suhu dalam ruangan laboratorium dilakukan secara manual. Diperlukan sebuah sistem untuk monitoring suhu dari jarak jauh sehingga operator ataupun asisten laboratorium yang bertugas tidak harus hadir ke dalam ruangan laboratorium. Untuk mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis mengusulkan pengembangan dalam sistem monitoring suhu menggunakan sistem komunikasi transceiver 915 MHz. Untuk mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis mengusulkan pengembangan dalam sistem monitoring suhu menggunakan sistem komunikasi transceiver 915 MHz. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang dan mengimplementasikan sistem komunikasi transceiver 915 Mhz untuk on-off AC dan monitoring suhu di ruangan Laboratorium Telekomunikasi Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Pada pengujian dengan jarak  ± 25m didapatkan nilai RSSI -76 dBm hingga sampai -78 dBm. Walaupun nilai RSSI yang didapatkan tidak stabil tapi pada bagian ini dikategorikan nilai yang baik dengan kondisi N-LOS (Non Line of Sight). Nilai RSSI yang tidak stabil disebabkan oleh kondisi pada saat pengiriman data yaitu adanya hambatan berupa dinding dan bangunan-bangunan. Adapun paket data yang dikirimkan dan yang diterima memiliki nilai yang sama, yang artinya pada jarak ± 25m Lora transmitter berhasil mengirimkan paket data dan LoRa receiver  berhasil menerima paket data dengan baik. Jenis antena yang digunakan untuk mendukung kinerja LoRa sangat mempengaruhi kualitas pengiriman data. Jika memakai antena ominidirectional dengan jangkauan yang luas maka data akan terkirim dengan cepat dan nilai RSSI akan cukup stabil.
Rancang Bangun Sistem Kendali Rumah Jarak Jauh Menggunakan Telepon Selular Android Sultan Fiqri .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 2, No 2: Juli 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v2i2.8074

Abstract

Abstract– One reason for the emergence of the remote control system is the need of the people would be the appropriate technology that can make the job easier and can also reduce the risk of theft and robbery. In this thesis designed an electronic technology that can control home electronic devices remotely as much  6 points using Relay and monitor the condition of open and close of the door as much 6 point using switches and to monitor existance of the intruder side of the building sector in the home by using PIR sensor as much 1 point. This system is divided into two parts, namely software and hardware. The software is an embedded application on an Android phone that is functionalized for home control device by long distance. While the hardware is enabled to process orders and execute orders, the hardware is installed in the home that want to be controlled. From the test results, the remote control system obtained an average response time of 3 seconds to be able to control electronics device and when the sensor is active it takes an average of 4 seconds to be able to watch the response in android application. From the results of experiments conducted remote home control system using android mobile phone that is designed to work well with a fast response time and can help to show the condition of the house and save the data in the phone database, so the data will not be lost when the application is closed.   Keywords– Android, Remote Control, Relay, Switch, PIR Sensor.
AUDIT ENERGI SISTEM PENCAHAYAAN DAN TATA UDARA PADA KANTOR BUPATI BENGKAYANG Febry Andhika Surya; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52045

Abstract

Profil pemakaian energi listrik memberikan gambaran tentang distribusi pemakaian energi dan intensitas konsumsi energi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE), Peluang Hemat Energi (PHE), Bill Saving dan Payback Periode pada Gedung Kantor Bupati Bengkayang. Pada tahun 2018 IKE sebesar 31,60 kWh/m2/tahun, tahun 2019 sebesar 32,29 kWh/m2 per tahun dan pada tahun 2020 sebesar 29,08 kWh/m2 per tahun, serta merekomendasikan penghematan energi listrik. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur, observasi lapangan, dan Deskriptif analitik. Berdasarkan standar IKE yang ditetapkan yaitu 240 kWh/m2 per tahun, nilai IKE masih tergolong efisien dan total PHE. Pada tahun 2018 sebesar 341547,93 kWh, dan total PHE pada tahun 2019 sebesar 349022,34 kWh, total PHE pada tahun 2020 sebesar 314791,72 kWh. Bill Saving sebesar Rp. 1.399.723.348,-.dan Payback Periode  selama 0,8 tahun atau kurang dari 1 tahun. Pada total konsumsi energi yang didapat, masih bisa dilakukan penekanan terhadap pemakaian energi dengan cara melakukan penggantian lampu CFL (SL) ke lampu LED untuk sistem pencahayaan dan penggantian AC Konvensional menjadi AC Inverter untuk sistem tata udara AC.
Studi Potensi Limbah Biomassa Kelapa Sawit Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di PT. Pekerbunan Nusantara XIII PKS Parindu Agus Dwi Putra .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 3: Juli 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i3.21947

Abstract

Sebagai negara agraris, ketersediaan biomassa sangat melimpah di Indonesia. Salah satu ketersediaan biomassa tersebut terdapat pada perkebunan kelapa sawit. Dimulai dari tahun 1968 yang mana perkebunan kelapa sawit memiliki luas 119.600 ha dengan  hasil produksi 181,444 ton. Perkebunan sawit terus berkembang. Pada tahun 2015 diketahui total luasan perkebunan sawit mencapai 11.312.640 ha dengan produksi 30.948.931  ton. Terdapat kaitan yang sangat erat antara  hasil produksi dan limbah produksi. Dimana setiap  hasil produksi  akan menghasilkan  limbah produksi yang jika tidak dikelola dengan baik dapat membahayakan lingkungan. Oleh karena itu, pengolahan dan pemanfaatan limbah produksi kelapa sawit sangat dibutuhkan.Melihat keterbatasan energi listrik di Kalimanatan Barat yang terjadi akibat terbatasnya pembangkit dan semakin menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil, menjadikan limbah kelapa sawit memiliki prioritas utama untuk dimanfaatkan menjadi sember energi. PT Perkebunan Nusantara XIII PKS Parindu merupakan perusahaan kelapa sawit milik negara yang bergerak dalam bidang agroindustri dengan memiliki kapasitas pengolahan 60 ton/jam. Limbah dari pengolahan kelapa sawit ini dapat dimanfaatkan untuk di jadikan bahan bakar pembangkit energi listrik yang dapat menambah ketersedian energi listrik di daerah Kalimantan Barat. Pada tahun 2016 dengan pasokan buah dengan massa 175.219 ton dan dengan lama waktu produksi 308 hari dapat menghasilkan limbah biomassa TKKS sebanyak 5,45 ton, cangkang 1,54 ton dan fiber 3,79 ton.Potensi limbah biomassa kelapa sawit pada PT. Perkebunan Nusantara PKS Parindu ini jika digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listik Tenaga Uap (PLTU) dapat membangkitkan daya listrik pada TKKS sebesar 5,9 MW, fiber 4,2 MW dan cangkang 1,8 MW dengan total pembangkitan sebesar 12 MW. Sementara itu, beban pengolahan kelapa sawit PKS Parindu sebesar 4 MW. Dari hasil perhitungan faktor kapasitas pembangkitan tersebut didapatkan nilai 300%. Kata kunci : limbah biomassa, PT.Perkebunan Nusantara  XIII PKS Parindu.
PENERANCANGAN ALAT MONITORING LOSSES ENERGI PADA KWH METER MENGGUNAKAN ESP8266 Fariz Anwar; F. Trias Pontia W; Hendro Priyatman
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.66616

Abstract

Umumnya terjadi losses energi (kWh) pada penggunaann listrik dilingkungan rumah tangga terjadi akibat adanya aksi pencurian listrik ataupun kerusakan pada unit kWh meter pelanggan yang menyebabkan adanya perbedaan pembacaan pada kWh meter terhadap nilai kWh sebenarnya yang terpakai. Jika hal tersebut dibiarkan tentunya akan menimbulkan nilai kerugian yang cukup besar oleh PLN karena harga pemakaian listrik yang dibayarkan tidak sesuai dengan dengan jumlah nilai energi listrik yang terpakai. Dari permasalah yang disebutkan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu alat yang dapat mendeteksi adanya losses energi menggunakan mikrokontroler ESP8266 yang telah berbasis Internet of Things sehingga kendali dan monitoring nilai kWh dan besaran listrik lainnya dapat dilakukan secara real-time. Adapun sistem perancanganyang dibuat mampu memberikan respon saklar dengan durasi selama 0,02 s dan durasi informasi umpan balik sebesar 1,39 s. Pemantauan nilai besaran listrik dapat dilihat melalui layar LCD spanel dan aplikasi Blynk. Hasil pengukuran menunjukan bahwa persentase galat rata-rata yang didapat pada pengukuran tegangan sebesar 0,21%, arus 2,30%, daya aktif 3,18%, frekuensi 0,03% dan energi sebesar 1,65%.
PRAPENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN FILTER GABOR BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK PENGENALAN WAJAH Nadia Arista; Redi Ratiandi Yacoub; Dedy Suryadi; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52586

Abstract

Pengenalan wajah manusia merupakan cara untuk mengidentifikasi dan mengenali identitas seseorang, karena setiap manusia memiliki struktur wajah yang berbeda-beda. Filter gabor sangat baik untuk menghilangkan noise yang bersifat sebaran nomal, yang banyak di jumpai pada sebaran citra hasil proses digitasi menggunakan kamera karena merupakan fenomena alamiah akibat sifat pantulan cahaya dan kepekaan sensor cahaya pada kamera itu sendiri. Filter gabor adalah Filter blur yang menempatkan warna transisi yang signifikan dalam sebuah image, kemudian membuat warna-warna pertengahan untuk menciptakan efek lembut pada sisi-sisi sebuah image. Sehingga dalam penelitian dilakukan prapengolahan citra mengunakan filter gabor pada citra RGB yang terkontaminasi noise dengan tujuan untuk menghilangkan noise, memberikan efek halus dan blur agar citra dapat dikenali. Hasil penelitian yaitu filter gabor dapat menghilangkan noise, memberikan efek halus dan blur, namun filter ini dipengaruhi oleh banyaknya cahaya yang terdapat pada citra wajah tersebut. Persentase hasil citra baik sebesar 12,5%, persentase hasil citra sedang sebesar 75% dan persentase hasil citra buruk sebesar 25% data citra wajah.
PENGARUH KONDISI LINE OF SIGHT DAN NON LINE OF SIGHT TERHADAP PENGIRIMAN DATA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI LOW POWER WIDE AREA NETWORK Ahmad Supriyogo; Jannus Marpaung; Leonardus Sandy Ade Putra; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.55507

Abstract

LPWAN merupakan teknologi komunikasi nirkabel yang memiliki bit rate rendah untuk jarak yang jauh dan biaya rendah untuk karakteristik konsumsi daya yang lebih baik. LoRa beroperasi pada pita frekuensi Industrial, Scientific, and Medical (ISM) tidak berlisensi seperti pada frekuensi 2,4GHz, 868MHz, 915MHz, dan 433MHz tergantung pada regulasi masing-masing wilayah. Pada penelitian ini telah berhasil dirancang dan diimplementasikan teknologi LoRa untuk digunakan media transmisi data monitoring cuaca pada kondisi panas dan dingin. Data dari sensor cuaca seperti DHT11, anemometer, rain gauge yang telah diakuisisi oleh Arduino Nano pada sistem transmitter kemudian dikirimkan ke sistem receiver oleh bantuan LoRa dengan tipe RFM95W. Pada penelitian ini dilaukan dengan kondisi cuaca panas dan dingin dengan jarak maksimum yang dicapai. Data yang didapatkan pada pengujian komunikasi LoRa RFM95W berupa RSSI, SNR, dan ToA. Pada pengujian komunikasi LoRA RFM95W terdapat perubahan hasil performansi dari satiap kondisi parameter-parameter transmisi. Pada komunikasi LoRa RFM95W pada LOS dengan kondisi cuaca panas dan dingin menghasilkan jarak 100 meter sampai 1000 meter. Pada komunikasi LoRa RFM95W pada N-LOS dengan kondisi cuaca panas dan dingin menghasilkan jarak 100 meter sampai 500 meter. Pada performa LoRa dengan komunikasi line of sight (LOS) dengan kondisi cuaca panas dan dingin, semakin jauh jarak yang dapat dijangkau maka hasil RSSI dan SNR semakin berkurang dan nilai ToA bertambah naik yang artinya waktu transmisi menjadi lama. Pada performa LoRa dengan komunikasi non line of sight (N-LOS) dengan kondisi cuaca panas dan dingin, semakin jauh jarak yang dapat dijangkau maka hasil RSSI semakin bertambah dan berpengaruh pada perubahan SNR, serta hasil ToA bertambah naik yang dapat diartikan waktu transmisi menjadi lama.
PENGARUH MANIPULABILITAS PADA MANIPULATOR ROBOT DUA LENGAN TERHADAP GERAK LINTASAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PSEUDO-INVERSE Zumiat, -; Marindani, Elang Derdian; Saleh, Muhammad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56746

Abstract

Robot adalah peralatan manipulator yang mampu diprogram dan mampu bekerja dengan intelegensi yang mirip dengan manusia. Salah satunya adalah robot dua lengan. Robot dua lengan mempunyai berbagai fungsi yang dapat dirancang untuk mengambil barang, memindahkan barang, mengecat, memahat, menulis dan lain-lain. Pada simulasi ini akan dilakukan penyelesaian invers kinematik dengan menggunakan metode pseudo-inverse Jacobian 4 DOF pada lintasan lingkaran dengan mengoptimalkan ukuran manipulabilitas pada manipulator robot dua lengan. untuk mengetahui pengaruh manipulabiltas pada manipulator robot dua lengan adalah dengan memanfaatkan redundansi kedalam persamaan kinematik dengan metode pseudo-inverse Jacobian. Hasil simulasi akan ditampilkan dalam bentuk stick picture, yang dapat menampilkan konfigurasi manipulator saat melintasi lingkaran, desired dan actual robot dua lengan, norm error, perubahan sudut, kecepatan sudut dan ukuran manipulabilitas lengan satu dan lengan dua. Salah satu hasil norm error pada masing-masing lengan dengan memanfatkan redundansi dan tanpa redundansi didapatkan Norm error lengan satu tanpa redundansi pada 1 detik sebesar 0,00002465 dan berhenti pada detik ke 2.05 dengan nilai norm error sebesar 0,00004471. Sedangkan pada lengan dua norm error yang terjadi pada detik ke 1 sebesar 0,00005559 dan berhenti pada detik ke 2,05 dengan nilai norm error sebesar 0,0008891. Sedangkan norm error lengan satu dengan redundansi pada 1 detik sebesar 0,00002333 dan berhenti pada detik ke 2.05 dengan nilai norm error sebesar 0,00001261.Sedangkan pada lengan dua norm error yang terjadi pada detik ke 1 sebesar 0,00004441 dan berhenti pada detik ke 2,05 dengan nilai norm error sebesar 0,00002613. Ukuran manipulabilitas lengan satu tanpa redundansi nilai ukuran manipulabilitas minimum sebesar 2,206 dan maksimumnya sebesar 8,324. Kemudian dengan menggunakan redundansi nilai ukuran manipulabilitas minimum sebesar 2,812 dan maksimumnya sebesar 8,878. Sedangkan ukuran manipulabilitas lengan dua tanpa redundansi nilai ukuran manipulabilitas minimum sebesar 3,026 dan maksimumnya sebesar 8,341. Kemudian dengan menggunakan redundansi nilai ukuran manipulabilitas minimum sebesar 3,038 dan maksimumnya sebesar 8,348.
Evaluasi Perencanaan Sistem Penerangan Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat Ahmad Fauzi; M. Iqbal Arsyad; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.47649

Abstract

Sistem penerangan atau pencahayaan menjadi salah satu fasilitas pendukung sebuah bangunan. Penerangan yang baik haruslah mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan standar bangunan yang dipilih. Hotel merupakan   suatu   badan usaha  yang bergerak   dibidang   jasa   dengan   fokus kegiatannya adalah untuk melayani tamu yang datang dengan pelayanan yang terbaik. Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat adalah Hotel yang dibangun diarea komplek Qubu Resort Kubu Raya Kalimantan Barat yang memiliki ketinggian sekitar 17,34 m dengan luas 697,5 m2 dan memiliki  4 laintai. Mengevaluasi perencanaan sistem penerangan pada Hotel Q  ini diharapkan mampu membantu mengetahui kekurangan yang ada pada Perencanaan sistem penerangan, dengan tidak mengurangi kenyamanan dan  fungsi ruang pada hotel itu sendiri. Setelah dilakukan perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan dan kemudian dibandingkan dengan perencanaan yang sudah ditentukan, terdapat banyak selisih antara perencanaan dengan perhitungan yang telah dilakukan yakni sebanyak 79 ruangan hasil perbandingannya negatif (-) yang menunjukan bahwa terdapat perencanaan jumlah lampu yang lebih kecil dari perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan.  Sedangkan untuk hasil positif (+) sebanyak 5 ruangan yang menunjukan bahwa terdapat perencanaan jumlah lampu yang lebih besar dari perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan, dan 34 ruangan lainnya hasilnya nol (0) yang menunjukan bahwa perencanaan jumlah lampu yang sudah ditentukan sama dengan perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan. Dari hasil pembahasan menunjukan bahwa perencanaan sistem penerangan pada masing-masing ruangan pada Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat tidak memenuhi standar PUIL 2000 (SNI 03-6197-2000), hal ini dibuktikan dari banyaknyaknya perencanaan jumlah lampu yang sudah ditentukan hasilnya negatif (-) yakni sebanyak 79 ruangan dan hasil positif sebanyak 5 ruangan dari total seluruh ruangan sebanyak 118 ruangan, dan jika dipersentasikan ruangan yang tidak memenuhi standar mencapai 71,18%. Dari hasil rekapitulasi perhitungan kebutuhan daya dan kepadatan daya, menunjukan bahwa hasil perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan masing-masing ruangan pada Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat nilai kepadatan dayanya masih dibawah batas standar yang telah ditetapkan, sehingga perhitungan ulang yang dilakukan berdasarkan standar BSN PUIL 2000 terhadap jumlah lampu yang dibutuhkan sudah memenuhi standar dan sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai acuan jika nantinya akan dilakukan perbaikan terhadap sitem perencanaan penerangan yang telah terpasang (existing).
STUDI HUBUNG SINGKAT DENGAN INTERKONEKSI DISTRIBUTED GENERATION PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV PT PLN UP3 PONTIANAK Firmansyah, Aldi; -, Junaidi; Abidin, Zainal
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57132

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemasangan Distributed Generation (DG) terhadap gangguan arus hubung singkat tiga fasa dan satu fasa ke tanah pada Jaringan Tegangan Menengah. Penelitian dilakukan menggunakan studi aliran daya dengan metode Newton-Raphson. Penentuan peletakan DG menggunakan metode Voltage Stability Index (VSI). Penelitian dilakukan pada Penyulang Raya 10 dengan 2 skenario pemasangan DG yaitu pemasangan 1 DG dan 2 DG. Pada pemasangan 1 DG berkapasitas 2,4 MW pada bus 93 dan skenario pemasangan 2 DG masing-masing berkapasitas 1,2 MW pada bus 71 dan 93. Nilai total arus hubung singkat tiga fasa tanpa DG sebesar 216,67 kA, 1 DG sebesar 241,043 kA, dan 2 DG sebesar 241,451 kA. Untuk nilai total arus hubung singkat satu fasa ke tanah tanpa DG sebesar 118,979 kA, 1 DG sebesar 162,928 kA, dan 2 DG sebesar 174,808 kA. Pada saat tanpa DG arus hubung singkat tiga fasa di bus 93 sebesar 1,358 kA, ketika DG berkapasitas 1,2 MW di bus 93 sebesar 1,626 kA, dan ketika DG berkapasitas 2,4 MW di bus 93 sebesar 1,758 kA. Pada saat tanpa DG arus hubung singkat satu fasa ke tanah di bus 93 sebesar 0,613 kA, ketika DG berkapasitas 1,2 MW di bus 93 sebesar 1,359 kA, dan ketika DG berkapasitas 2,4 MW di bus 93 sebesar 1,655 kA. Berdasarkan dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa semakin banyak DG yang terpasang pada sistem maka semakin besar pula arus hubung singkat pada sistem dan semakin besar kapasitas DG yang ditambahkan, maka semakin besar pula arus hubung singkatnya