cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
EVALUASI KEANDALAN JARINGAN TEGANGAN MENENGAH PENYULANG RADAK DI PT PLN (PERSERO) ULP RASAU Citra, -; -, Purwoharjono; -, Fitriah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56556

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi keandalan terhadap Jaringan Tegangan Menengah menggunakan Metode Section Tecnique. Metode Section Tecnique yaitu metode yang melakukan evaluasi keandalan dengan cara memecah sistem atau membagi menjadi beberapa section terlebih dahulu. Kemudian setelah itu dilakukan perhitungan nilai rata-rata menuju menuju kegagalan (MTTF), waktu rata-rata menuju perbaikan (MTTR), waktu rata-rata menuju kegagalan (MTBF) dan memperoleh informasi tingkat keandalan di Jaringan Tegangan Menengah. Objek lokasi penelitian ini adalah Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Radak di PT.PLN (Persero) ULP Rasau. Perhitungan pada Penyulang Radak ini di bagi menjadi 6 (enam) section. Hasil evaluasi keandalan terhadap Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Radak di PT.PLN (Persero) ULP Rasau berdasarkan nilai indeks keandalan SAIFI, SAIDI dan CAIDI. Indeks keandalan SAIFI,=,7,15 jam/pelanggan/tahun, SAIDI,=23,384 kali/pelanggan/pertahun dan CAIDI,=23,997 jam/pelanggan/tahun. Berdasarkan hasil   tersebut diatas dapat dinyatakan bahwa nilai SAIFI, SAIDI dan CAIDI untuk tiap-tiap section dibawah target yang ditetapkan oleh PLN.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN FREKUENSI RADIO FM MENGGUNAKAN SOFTWARE ARGUS PADA DAERAH LAYANAN KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBU RAYA Supratman Andi; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.46781

Abstract

Di Indonesia pengelolaan dan pengawasan spektrum radio dan orbit satelit diatur dalam undang-undang nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Radio FM masih menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu media penyedia dan penyiar informasi bagi masyarakat luas, dimana sifat komunikasi ini termasuk sistem komunikasi tidak bergerak. Oleh karena itu, sumber daya alam ini perlu dikelola dan diatur pengalokasian spektrumnya. Banyaknya jumlah stasiun radio FM dan keterbatasan alokasi frekuensi radio FM mengharuskan penggunaan alokasi frekuensi radio FM haruslah sesuai dengan aturan yang berlaku. Diprediksi adanya penggunaan frekuensi radio FM yang tidak memiliki Izin Siaran Radio sehingga mengakibatkan interferensi dan gangguan komunikasi bagi pengguna frekeunsi radio FM lainnya, untuk itu diperlukan identifikasi supaya penggunaan frekuensi radio FM lebih tertata dan terdata. Dari hasil pengukuran dan identifikasi frekuensi radio FM menggunakan software argus pada daerah layanan didapat sebanyak 10 frekuensi radio FM legal pada daerah layanan Kota Pontianak dan 3 frekuensi radio FM legal pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya. Semua frekuensi radio FM tersebut tidak ada yang berdiri illegal, kadaluarsa atau tidak sesuai dengan database Sistem Informasi Manajemen  Spektrum (SIMS) wilayah Kota Pontianak.Sinyal tertinggi yang diterima pada saat melakukan pengukuran pada daerah layanan Kota Pontianak adalah 38,9 dBµV/m dengan hasil identifikasi 104,200 MHz radio FM RRI Pro 1 dan sinyal terendah adalah 13,6 dBµV/m dengan hasil identifikasi 105,800 MHz radio FM PT. Radio Swara Mas Mujahidin Madani sedangkan, sinyal tertinggi yang diterima pada saat melakukan pengukuran pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya adalah 80,1 dBµV/m dengan hasil identifikasi 97,900 MHz radio FM PT. Radio Samaria dan sinyal terendah adalah 41,1 dBµV/m dengan hasil identifikasi 94,700 MHz radio FM PT. Radio Swara Rodja dan pada pengukuran spektrum frekuensi radio FM pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya terdapat 3 frekuensi radio FM yang tidak sesuai dengan database SIMS dan tidak dapat diidentifikasi, yaitu 97.000 MHz, 100.700 MHz, 105.500 MHz.
PENGARUH KUAT SINYAL INTERNET 3G OPERATOR THREE TERHADAP PERANGKAT PENERIMA DI KHATULISTIWA PLAZA Penianto .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 4, No 2: Juli 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v4i2.17119

Abstract

ABSTRACT- In the 3G communication network for the  operator Three, there are  locations where 3G internet signals received less than the maximum in its Internet services, so that conducted this study to determine the cause of less maximal 3G internet service  provider  in  the  Area  Three  Khatulistiwa Plaza. The study consisted of RSCP calculation using the model Cost-231 Hatta. Measurement RSCP, Ec/No, and use the Walk Test Throughput. Calculations and measurements are divided into 2 of the calculations and measurements before and after you install repeaters installed repeaters. The purpose of the installation of the repeater is to amplify the signal, in order to obtain a better signal. The result of the calculation before and after you install repeaters indicates the received signal power level is in the range of 0 to -74, this indicates the received signal quality is very good by the standards of operator  Three,  as  well  as  measurement  results before and after you install repeaters indicates the level of signal strength is above the acceptable standard of operator Three, the standard lowest signal RSCP for Three operators are in the range of - 86 to -90. 3G network for data quality before and after you install repeater is below the standard of operator Three, the standard lowest signal Ec/No to Three operators are in the range of -8 to -12. For repeater is used on the Khatulistiwa Plaza does not affect  the  measurement of  RSCP  and  Ec/No,  only affect the measurement throughput, this indicates that the repeater does not work optimally, based on the results of the analysis of this is because the repeater is used Repeater RD-1840 works at a frequency of GSM1800 MHz, while the frequency of  the transmitter Node B to the 3G network is 2100 MHz, it is recommended that you should use the repeater SP- 2110, SP-2100 because the repeater is working on WCDMA2100 MHz frequency. Keywords: Strong signals, 3G, RSCP, Ec/No, Throughput.
ANALISIS EVALUASI KUALITAS JARINGAN 3G DENGAN 4G PADA PROVIDER TELKOMSEL MENGGUNAKAN METODE DRIVE TEST DI DESA TERAJU Seda, Yudokus Frans; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias; Marpaung, Jannus
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57067

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini berkembang begitu cepat, seiring dengan kebutuhan orang dalam berkomunikasi. Dalam layanan tersebut setiap generasi pada masanya memiliki keunggulan masing-masing. Pada penelitian ini membahas analisis evaluasi kualitas jaringan 3G dengan 4G pada provider Telkomsel menggunakan metode drive test di Desa Teraju. Pengukuran performansi jaringan 3G dan 4G dilakukan dengan aplikasi speedtest dan G-Net Track Pro dengan memperhitungkan parameter RSRP, RSRQ, dan SNR. Dari hasil penelitian kecepatan unduh dan unggah jaringan 3G adalah 0,46 Mbps untuk kecepatan unduh dan 1,68 Mbps untuk kecepatan unggah, sedangkan kecepatan unduh dan unggah jaringan 4G adalah 26 Mbps untuk kecepatan unduh dan 38,3 Mbps untuk kecepatan unduh. Dan juga memperlihatkan nilai rata-rata keseluruhan RSRP jaringan 3G sebesar -84,44 dBm dengan angka menunjukkan pada skala good (bagus) warna biru, nilai rata-rata keseluruhan RSRP jaringan 4G sebesar -98,78 dBm dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning. Untuk nilai rata-rata keseluruhan RSRQ jaringan 3G sebesar -10 dB dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning, nilai rata-rata keseluruhan RSRQ jaringan 4G sebesar -12,46 dB dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning. Kemudian untuk nilai rata-rata keseluruhan SNR jaringan 4G sebesar 10,03 dB dengan angka menunjukkan pada skala good (bagus) warna biru. Dari data tersebut memperlihatkan kualitas sinyal yang terdapat pada site id SAG014 di Desa Teraju provider Telkomsel tersebut belum maksimal dan masih memerlukan perbaikan.
Sistem Informasi Tingkat Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan Dengan Menggunakan Fire Weather Index (FWI) dan SIG Arcview ., Suciarti
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v1i1.1653

Abstract

Kerugian dan dampak negatif yang cukup besar akibat kebakaran hutan dan lahan menyebabkan perlunya suatu usaha pencegahan kebakaran hutan dan lahan sejak dini.  Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi peringatan dini potensi kebakaran hutan / lahan dan penyebaran apinya, yang dilakukan melalui pengembangan sistem peringkat bahaya kebakaran hutan (Fire Danger Rating System / FDRS). Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan komponen – komponen FWI (Fire Weather Index) yaitu FFMC (Fine Fuel Moisture Code), DMC (Duff Moisture Code), DC (Drought Code), ISI (Initial Spread Index), BUI (Buildup Index) dan FWI (Fire Weather Index).  Hasil perhitungan tersebut kemudian diklasifikasikan terhadap tingkat bahaya kebakaran yang terjadi dan dilakukan pemetaan wilayah terhadap tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan yang debedakan berdasarkan warna dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Kata kunci : Sistem Informasi peringatan dini kebakaran hutan
UPAYA OPTIMASI JARINGAN 4G LTE DENGAN PARAMETER RSSI (RECEIVED SIGNAL STRENGTH INDICATOR) DAN RSRP (REFERENCE SIGNAL RECEIVED POWER) Rangga Hari Utama; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48390

Abstract

Penelitian dilakukan pada 3 lokasi yang memiliki kualitas sinyal buruk sesuai parameter RSSI dan RSRP dengan menggunakan provider Three. Lokasi pertama yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Lokasi kedua yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Sungai Raya Dalam Kabupaten Kuburaya. Dan lokasi ketiga yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Selat Panjang 2 Siantan Hulu Pontianak Utara. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan pada 5 titik berbeda dengan jarak 10m, 15m, 20m, 25m, 30m, yang mewakili posisi pengambilan data menggunkan software G-NeTack Lite maka didapatkan hasil dari parameter RSSI dan RSRP dilokasi I Jl. Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya sebagai berikut : 1. jarak 10 meter nilai RSSI -63 dBm (sangat baik) RSRP -94 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -70 dBm (baik) RSRP -99 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -72 dBm (baik) RSRP -97 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -70 dBm (baik) RSRP -98 dBm (baik), Jarak 30 meter nilai RSSI -74 dBm (sangat baik) RSRP -97 dBm (baik), pada Lokasi II Jl. Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya : jarak 10 meter nilai RSSI -63 dBm (sangat baik) RSRP -98 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -69 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -66 dBm (sangat baik) RSRP -94 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -71 dBm (baik) RSRP -97 dBm (baik), jarak 30 meter nilai RSSI -70 dBm (sangat baik) RSRP -98 dBm (baik), pada Lokasi III Jl. Selat Panjang 2 Siantan Hulu Pontianak Utara : jarak 10 meter nilai RSSI -42 dBm (sangat baik) RSRP -93 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -43 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -44 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -45 dBm (sangat baik) RSRP -96 dBm (baik), jarak 30 meter nilai RSSI -47 dBm (sangat baik) RSRP -97 dBm (baik). Dari hasil pengukuran QoS yang bernilai maka upaya optimasi berhasil dilakukan, dibuktikan dengan pengujian aplikasi whatsapp, google, youtube berjalan dengan lancar.
ANALISIS UNJUK KERJA JARINGAN 3G (UMTS) MENGGUNAKAN METODE DRIVE TEST “VOICE MODE” Muhammad Nizam .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.18223

Abstract

Teknologi 3G UMTS (3rd Generation Universal Mobile Telecomunication System) atau yang lebih dikenal dengan WCDMA (Wideband Code-Division Multiple Access), perkembangan teknologi WCDMA diharapkan mampu mengakomodasi berbagai macam layanan paket data berkecepatan tinggi pada jaringan dan alokasi frekuensi yang telah ada. Untuk itu pada penerapan jaringan WCDMA diperlukan perancangan yang sangat matang dan optimasi jaringan sehingga dapat menghasilkan jaringan yang optimal dan menguntungkan. Pada tugas akhir ini dilakukan pengukuran unjuk kerja jaringan 3G UMTS berdasarkan KPI (Key Performance Indicators). Proses pengerjaan difokuskan pada area yang rute clusternya sudah ditentukan di daerah Kota Pontianak. Untuk mengetahui masalah yang ada, diperlukan data cluster berupa Packet Data Statistic dan Audio/Video Call statistic. Kedua data tersebut merupakan parameter tingkat ketahanan hubungan yang terjadi antara layanan data dan layanan suara/gambar. Diperlukan drive test untuk mengetahui nilai RSCP dan Ec/No. Penulis menggunakan data-data yang diperoleh dari hasil lapangan dan dibantu oleh engginer drive test dari Vendor Drive Test Kubik Pontianak. Voice Mode adalah metode dimana handphone yang digunakan melakukan aktifitas menelpon berupa panggilan suara (audio) dan gambar (video call) ke pengguna yang lain, dari hasil analisis didapatkan unjuk kerja jaringan 3G yang diteliti berdasarkan parameter KPI yaitu RSCP, Ec/No yang diperoleh menggunakan software Nemo Analyze, sedangkan CSSR, DCR, CCR dan HOSR diperoleh dengan menggunakan rumus untuk keseluruhan cluster yang yang sudah ditentukan sebelumnya. RSCP sebesar  85,67% dalam kondisi sangat baik, nilai Ec/No sebesar 80,61% dalam kondisi sangat baik, CSSR sebesar 100,00% dalam kondisi sangat baik , DCR sebesar 12,00% dalam kondisi buruk, CCR 6,00% dalam kondisi kurang baik, HOSR sebesar 100% dalam kondisi sangat baik. Khusus item CCR dan DCR menunjukkan kondisi tidak sama dengan standarisasi dari KPI diperlukan Sharing Traffic yang menjalankan prosedur handover atau dengan penambahan Traffic Channel untuk CCR dan untuk DCR diperlukan beberapa metode salah satunya dengan metode Full Rate yaitu menggunakan semua CI untuk mencapai kualitas panggilan yang sangat baik atau bisa juga dengan cara perubahan parameter handover untuk mempercepat handover agar tidak terjadi drop call. Kata Kunci : Drive Test, Key Performance Indicator, Voice Mode
STUDI SUSUT TRANSMISI PT. PLN (PERSERO) UP3B SISTEM KALIMANTAN BARAT SEBELUM DAN SETELAH INTERKONEKSI IPP PLTU KALIMANTAN BARAT 1 (2×100) MW OPERASI Nugraha, Aji Setya; -, Purwoharjono; Abidin, Zainal
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57241

Abstract

Susut transmisi perlu diperhitungkan dalam optimisasi aliran daya pada Sistem Khatulistiwa. Optimisasi aliran daya sebagai suatu studi sistem tenaga yang memberikan banyak informasi yang antara lain berupa sudut fasa tegangan tiap bus dalam sistem, besar daya pembangkitan dan beban aktif maupun reaktif pada tiap bus. PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Kalbar saat ini, beban sistem Khatulistiwa 61, 80% ada di pusat Kota Pontianak, sementara pembangkit 76.16% merupakan suplai dari Sarawak Electricity Supply Corporation (SESCO) dan selebihnya dari PLTU, PLTD dan pembangkit lainnya di Kalimantan Barat. Penelitian ini menentukan nilai susut/rugi-rugi daya antara sebelum dan sesudah interkoneksi IPP PLTU Kalbar-1 Sistem Khatulistwa menggunakan metode Newton Raphson. Tegangan nominal bus Sistem Khatulistiwa   (+5%;-10%), sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016. Aliran daya menggunakan metode Newton Raphson pada sistem khatulistiwa sebelum dilakukannya interkoneksi IPP PLTU Kalbar-1 hasil simulasi didapatkan total rugi daya aktif 9,535 MW, sedangkan   total rugi daya reaktif sebesar 184,829 MVAr, dengan persentase total rugi daya aktif sebesar 2,4644%. Dengan perhitungan aliran daya metode Newton Raphson   pada sistem khatulistiwa setelah interkoneksi menghasilkan total rugi daya aktif 7,228 MW, sedangkan total rugi daya reaktif 76,52 MVAr, dengan persentase total rugi daya aktif sebesar 1, 4703%.
OPTIMALISASI UKURAN MANIPULABILITAS ROBOT STANFORD MENGGUNAKAN METODE PSEUDO-INVERSE admin, Gina Fahrina .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v1i1.4089

Abstract

Robot is one of the most important element in the industrial world which has been growing very rapidly. Stanford robot arm is one of robot that use in industry, it has five degrees of freedom (DOF). Movement of the robot arm in his workspace called manipulability or manipulability measure. More the optimal manipulability measure manipulator, the more movement of the robotic arm will be more flexible in his workspace. The purpose of this research are to get knowledge and learn how to solve inverse kinematics using the Pseudo-Inverse at Stanford robot and to compare the characteristic of redundant and nonredundant manipulability measure optimization at Stanford robot arm. This simulations are used to determine manipulability measure optimization by using Matlab 7.6 software. This research produced that the maximum value of the redundancy manipulabilty measure is 7,391, while the value manipulability measure without redundancy was only 4,207. Simulations with redundancy manipulability measure value is high than the value of manipulability measure without redundancy. It means that manipulability measure at Stanford robot that use the redundancy is more optimal than the Stanford robot that does not use redundancy. Thus proved that for optimize manipulability measure is use redundancy. Keywords: degree of freedom, manipulability measure, pseudo-inverse, optimization, redundancy
Penjadwalan Optimal Unit-Unit Pembangkit Dengan Metode Particle Swarm Optimization (PSO)” Roy Naldo Napitupulu .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28973

Abstract

Generator scheduling is one of the important things in the operation of the electric power system. The basic goal of optimal scheduling is to regulate the loading of generating units at the lowest possible cost while still taking into account some constraints. The operation of the plant is economically influenced by the magnitude of the load requirements, the characteristics of the plant, the maximum and minimum power capacity limits, the fuel costs for each generating unit, and the transmission network losses from the generator to load. This study aims to obtain the minimum generation costs at a certain loading conditions on the power system with the Particle Swarm Optimization (PSO) method. To see the accuracy of the PSO method, it will be compared with the conventional method, the Lagrange method. Both of these methods are applied to 3 and 6 thermal system units and are solved using Matlab. The results of the Particle Swarm Optimization method simulation show that at a load of 300 MW, the PSO method generates a minimum generation cost of 3652.7491 $/hr and transmission losses of 13.0563 MW. While the Lagrange method produces a minimum generation cost of 3659.3403 $/hr and transmission losses of 13,4291 MW. From all the case studies that have been conducted, it can be concluded that the Particle Swarm Optimization (PSO) method can find a minimum generation value that is quite good when compared to the Lagrange method for optimal scheduling of generating units or economic dispatch. Keywords: Economic Dispatch, Particle Swarm Optimization, Lagrange, Matlab