cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
Studi Potensi Energi Angin di Kawasan Pesisir Sungai Kakap Kubu Raya Muhammad Iqbal; Ismail Yusuf; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.39584

Abstract

Tidak adanya data rill tentang potensi energi angin di kawasan pesisir Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, sehingga pada penelitian ini akan menentukan apakah kecepatan energi angin di lokasi tersebut layak untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik melalui konversi energi. Penelitian ini juga membandingkan beberapa persamaan pemodelan kurva daya parametrik polynomial linier, quadratic 1, quadratic 2, dan cubic untuk menentukan metode mana yang lebih efektif dan sesuai dengan spesifikasi turbin yang digunakan. Nilai daya listrik total selama setahun menggunakan persamaan linier sebesar 1806920,132 Wh, dan energi listriknya sebesar 1806,920132 kWh. Nilai daya listrik total selama setahun menggunakan persamaan quadratic 1 sebesar 623258,8124 Wh dan energi listriknya sebesar 623,2588124 kWh. Nilai daya listrik total selama setahun menggunakan persamaan quadratic 2 sebesar 1096880,311 Wh dan energi listriknya sebesar 1096,880311 kWh. Nilai daya dan energi listrik total selama setahun menggunakan persamaan cubic menunjukkan hasil yang minus sehingga persamaan tersebut tidak cocok dengan spesifikasi turbin yang digunakan. Hasil energi listrik yang digunakan adalah hasil energi listrik total selama setahun menggunakan persamaan parametrik polynimial quadratic 1. Konversi energi angin menjadi energi listrik tersebut masuk kategori angin kelompok II, kondisi ini cukup baik sebagai penggerak sistem konversi energi listrik skala kecil dan keperluan pemompaan.
RENCANA PENGEMBANGAN PEMETAAN KEBUTUHAN PELANGGAN ICONNET BERDASARKAN KONDISI EXISTING BERBASIS AMARTA Febrianti, Putri Adhelia; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias; Marpaung, Jannus; Kusumawardhani, Eka
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.59002

Abstract

Aplikasi Manajemen Resource Tertata (AMARTA) merupakan sebuah program pemetaan atau peta online berbasis web (Web-Based) yang digunakan secara khusus oleh PT. ICON+ dalam melakukaan pendataan atau pengelolaan aset. Dalam penelitian ini diperlukan Teknik analisis kondisi perencanaan pemetaan pelanggan ICONNET dengan menggunakan aplikasi AMARTA. Dengan melakukan pendataan atau pengelolaan aset dan membuat letak titik sebaran data pada setiap pelanggan ICONNET didapatkan hasil pendataan atau pengelolaan aset, dengan membuat letak titik sebaran dan peta sebaran pelanggan ICONNET serta rencana pengembangan pada cluster Sungai Jawi dengan menggunakan AMARTA. Pendataan aset aktivasi pelanggan ini merupakan penginputan dan pengerjaan perangkat Outside Site Plan (OSP) jaringan. Perangkat OSP adalah semua perangkat atau komponen yang berada di luar Point of Presence (PoP), seperti Optical Distribution Frame ODF (ODF), tiang, kabel serat optik, splice closure atau Joint Box (JB), dan sebagainya. Adapun pengerjaannya yaitu seperti penarikan kabel, penyambungan core (splicing core), dan sebagainya. Untuk penelitian yang dilakukan terhadap rencana pengembangan pemetaan pada cluster Sungai Jawi dapat disimpulkan bahwa cluster Sungai Jawi terbagi menjadi 3 polygon yang dimulai dari Gg. Harapan "“ Gg. Rumput Permai. Fiber Distribution Terminal (FDT) pada cluster ini terletak pada SMAN 2 Pontianak dan memiliki total FAT sebanyak 66. Kabel yang digunakan yaitu kabel 24 core dan 6 core dengan total pemakaian kabel sepanjang 11.900 m dan penggunaan tiang sebanyak 117. Perangkat ONT pada cluster ini menggunakan merk Raisecom. Titik sebaran cluster Sungai Jawi pada AMARTA hanya berupa pole, FAT, splitter, splice closure, cable. Jarak kabel drop wire dari FAT menuju ONT pelanggan rencana pengembangan jarak terdekat 75 m dan jarak terjauh 200 m dengan rata rata layanan yang dipilih oleh pelanggan 10, 20 dan 50 Mbps.
ANALISIS PENGUKURAN DAN PENILAIAN KUALITAS PENERIMAAN SIARAN RADIO FM PADA KAWASAN PERBATASAN KALIMANTAN BARAT RACHMAT NUGRAHA .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.30065

Abstract

Penggunaan spektrum frekuensi radio harus sesuai dengan peraturan yang diputuskan oleh KementerianPerhubungan serta tidak saling mengganggu. Penggunaan frekuensi radio yang ilegal dapat membuat terjadinyagangguan yang bisa menurunkan mutu dari stasiun radio lain, dan merugikan bagi stasiun yang secara resmimenjadi pengguna legal. Jika dilihat dari hasil pengukuran kualitas penerimaan siaran radio di wilayahperbatasan yang menggunakan pendekatan SINPO (Signal, Interferensi, Noise, Propagasi, Overall), masihbanyak daerah disekitar perbatasan yang mengalami gangguan, berupa "spillover/tumpahan” siaran radio darinegara-negara tetangga di daerah terdepan wilayah perbatasan, sehingga sinyal broadcast dari Indonesia yangberjumlah 3 (tiga) saluran dengan kondisi sinyal sulit diterima. Gangguan spektrum frekuensi radio merupakangangguan akibat energi yang tidak dikehendaki yang disebabkan oleh satu atau kombinasi emisi-emisi, radiasi-radiasi atau induksi-induksi terhadap penerimaan dalam sistem komunikasi radio yang ditunjukkan denganadanya suatu penurunan mutu, khususnya pada perbatasan desa Semangit – Entikong. Salah pengertian atauhilangnya informasi yang dapat diperoleh kembali bila energi yang tidak dikehendaki tersebut dihilangkan,diantaranya Interferensi Kanal Berdekatan (Adjacent Channel Interference), Interferensi Kanal Sama (Co-Channel Interference), Interferensi Kanal Bayangan (Image Channel Interference), Emisi Tersebar (SpuriousEmission), Intermodulasi, Harmonisa, Noise Buatan Manusia (man-made noise), dan Fading.
ANALISIS STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN DI PANTAI INDAH KAKAP KAB. KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT - Dulhadi; Yandri -; Rudi Kurnianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.41898

Abstract

Pada riset kali ini, daerah kawasan Pantai Indah Kakap Kab. Kubu Raya Kalimantan Barat dipilih sebagai lokasi pemanfaatan energi angin yang dikonversikan menjadi energi listrik. Data sekunder kecepatan angin diperoleh dari Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak selama setahun pada satu titik koordinat dengan ketinggian 10 meter. Terdapat 3 metode persamaan yang digunakan yaitu model persamaan Linear, Quadratic dan Cubic dengan menggunakan satu turbin yaitu Wind Turbine Travere Industries (TI/2.4/0.9 kW) 900 W. Penelitian ini membandingkan beberapa persamaan pemodelan kurva daya pada ketiga persamaan tersebut, untuk menentukan metode mana yang lebih efektif dan sesuai dengan spesifikasi turbin yang digunakan. Nilai total energi listrik yang dihasilkan selama setahun dengan menggunakan model persamaan Linear yaitu sebesar 1435,511609 kWh. Nilai total energi listrik yang dihasilkan selama setahun dengan menggunakan model persamaan Quadratic yaitu sebesar 912,7703299 kWh. Nilai total energi listrik yang dihasilkan selama setahun dengan menggunakan model persamaan Cubic yaitu sebesar 567,111731 kWh. Kurva daya yang digambarkan dengan menggunakan model persamaan Cubic, hasilnya hampir mendekati spesifikasi turbin yang ditentukan. Berdasarkan hasil energi listrik dan kurva daya dari ketiga persamaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode yang sesuai untuk lokasi Pantai Indah Kakap yaitu model persamaan Cubic. Dimana energi listrik dan kurva daya yang dihasilkan memenuhi batas standar dengan kecepatan angin rata-rata setahun sebesar 3,458346558 m/s yang masuk dalam kategori angin kelompok II.
PERHITUNGAN KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI Di PT. PLN (Persero) ULP PUTUSSIBAU M Firmansyah Pratama; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62008

Abstract

Jaringan tegangan rendah merupakan sistem distribusi sekunder yang terdiri dari sistem tiga fasa empat kawat fasa R, S, dan T. Ketidakseimbangan beban antar fasa menyebabkan arus netral mengalir pada transformator dan dapat mengakibatkan rugi daya Di PT. PLN (Persero) ULP Putussibau. Penelitian ini menghitung pembebanan trafo, ketidakseimbangan beban, arus pada sisi primer, nilai arus netral, rugi-rugi daya dan rugi-rugi energi pada penghantar netral. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada feeder Bika rata-rata pembebanan sebesar 28,3234% pada siang hari dan 40,3736% pada malam hari, feeder Dogom rata-rata pembebanan sebesar 37,9968% pada siang hari dan 47,1132% pada malam hari, feeder Awin rata-rata pembebanan sebesar 22,7093% pada siang hari dan 33,3452% pada malam hari, dan feeder Polres rata-rata pembebanan sebesar 42,5979% pada siang hari dan 36,2956% pada malam hari. Pembebanan tertinggi pada siang hari terjadi pada feeder Dogom dengan persentase pembebanan sebesar 71,0697%. Pembebanan tertinggi pada malam hari terjadi pada feeder Bika dengan persentase 88,0315%. Ketidakseimbangan beban pada ULP Putussibau dengan kategori Baik (<10%) terdapat 30 Unit Trafo di siang hari dan 29 Unit Trafo di malam hari, kategori Cukup (10%-<20%) terdapat 34 Unit Trafo di siang hari dan 35 Unit Trafo di malam hari, kategori Kurang (20%-<25) terdapat 8 Unit Trafo pada siang hari dan 8 Unit Trafo pada malam hari, dan kategori Buruk (>=25) terdapat 38 Unit Trafo di siang hari dan 38 Unit Trafo di malam hari. Total rugi-rugi daya pada siang hari 53,58507 kW dan pada malam hari 60,85547 kW. Rugi-rugi energi pada siang hari dengan total 267,9253 kWh dan pada malam hari 304,2773 kWh.
Kendali dan Monitoring Pompa Pendingin pada PLTD Siantan Berbasis IoT (Internet Of Things) Puji Suwanto .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i1.31423

Abstract

Pompa Dermaga merupakan pompa yang termasuk dalam sistem pendingin pada PLTD Siantan, yang berfungsi memindahkan air dari sungai Kapuas ke bak penampung. Pompa Dermaga terdiri dari pompa dermaga satu, dua, tiga, dan empat. Jarak antara bak penampung menuju pompa Dermaga PLTD Siantan adalah 280 meter dengan kondisi lalu lintas yang menyulitkan para teknisi untuk mengoperasikan dan memantau pompa yang berada di dermaga, termasuk pompa dermaga kedua. Sehingga dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, dibuat kendali on/off dan monitoring jarak jauh berbasis IoT (Internet Of Things). Alat ini menggunakan Modul Arduino Uno dan Nano sebagai pengembangan dari mikrokontroler atmel serta modul NodeMCU ESP8266 sebagai media penghubung menuju internet. Variabel yang digunakan sebagai alat monitoring adalah variabel arus sedangkan SSR (Solid State Relay) sebagai aktuatornya dengan plantnya pompa dermaga dua. Hasil diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kendali on/off jarak jauh dengan perintah digital 1 adalah  on dan perintah digital 0  adalah off, melalui server Cayenne. Proses pada server Cayenne memerlukan waktu 3-6 detik untuk menghidupkan atau mematikan pompa, dengan kecepatan pengiriman data dari sensor 14-16 detik. Pengukuran ini dilakukan pada CT 150/5 yang terdapat dalam panel box, adapun proteksi tambahan pada pompa adalah pemutusan arus. Pemutusan dilakukan saat kondisi arus CT terbaca lebih dari 5 A dan saat kurang dari 1,5 A. Dengan adanya alat kendali dan pemantauan jarak jauh ini dapat membantu para pekerja dalam mengefisienkan waktu kerja dan memudahkan dalam pemantauan.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT SINYAL TIGA KELUARAN DENGAN MODUL SI5351 BERBASIS ARDUINO Ahmad Rizal; Dedy Suryadi; Abqori Aula; Jannus Marpaung; Syaifurrahman -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.50296

Abstract

Function generator atau pembangkit sinyal merupakan alat yang dapat menghasilkan gelombang baik gelombang sinus, persegi, ataupun gigi gergaji, dengan frekuensi dan amplitudo yang dapat diubah. Pembangkit sinyal yang terdapat di laboratorium umumnya hanya memiliki satu keluaran. Hal ini menyebabkan pelaksanaan praktikum tidak maksimal. Dalam tugas akhir ini dirancang pembangkit sinyal dengan tiga keluaran menggunakan rangkaian modul SI5351 yang dikendalikan oleh mikroprosesor Arduino. Pembangkit sinyal tiga keluaran ini di harapkan dapat membantu praktikum. Menggunakan Arduino Nano, modul SI5351 dapat menghasilkan tiga keluaran dengan mengendalikan moda dan frekuensi pada CLK0, CLK1 dan CLK2. < Prototype yang dirancang kemudian diuji di laboratorium Elektronika Dasar. Keluaran CLK0 digunakan untuk membangkitkan sinyal sinus, CLK1 untuk menghasilkan sinyal persegi, dan CLK2 untuk membangkitkan sinyal gigi gergaji. Keluaran CLK0 memiliki galat rata-rata 329 KHz sampai dengan 7 MHz, keluaran CLK1 memiliki galat rata-rata 359 KHz sampai dengan 7 MHz, dan keluaran CLK2 memiliki galat rata-rata 403 KHz sampai dengan 8 MHz, Hasil ini menunjukkan bahwa pembangkit sinyal yang dirancang mampu menghasilkan keluaran yang diinginkan, dengan rentang galat antara 363 KHz hingga 7 MHz. >
PERANCANGAN SISTEM TELECONTROL PERANGKAT ELEKTRONIK BERBASIS WEBSITE UNTUK KAMAR HOTEL Lionides Andrean Putra Yoni; Ade Elbani; supriono supriono
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42188

Abstract

Hotel adalah perusahaan atau badan usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi masyarakat umum, baik mereka yang bermalam di hotel tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki hotel tersebut. Pada saat ini penggunaan saklar on/off alat elektronik seperti lampu dan juga AC (air conditioner) pada kamar hotel masih menggunakan proses manual begitu juga dengan proses monitoring temperatur suhu dan kelembaban di dalam kamar hotel. Maka dari itu diperlukan proses secara otomatisasi pada penggunaan alat elektronik di dalam kamar hotel agar dapat mempermudah konsumen dan petugas kamar hotel dalam memantau dan menggunakan fasilitas di dalam kamar hotel. Dengan memanfaatkan Arduino Mega 2560 sebagai pengendali dan Ethernet Module ENC28J60 sebagai modul internet serta sensor DHT11 (Display Humidity and Temperature) yang berfungsi mengukur suhu dan kelembaban didalam ruangan kamar hotel, sensor PIR (Passive Infrared Receiver) untuk mendeteksi keberadaan tamu didalam ruangan kamar hotel, modul relay untuk mengendalikan saklar on/off perangkat elektronik di dalam kamar hotel. Dari hasil pengujian yang dilakukan sistem ini berkerja dengan baik, selain itu sistem ini dapat dikendalikan melalui website secara real time dengan waktu pengiriman data tercepat 3 detik dan dapat menampilkan panel suhu dan kelembaban dengan keakuratan pengukuran sensor di dalam kamar hotel sebesar 99% serta dapat menampilkan panel notifikasi status keberadaan orang di dalam kamar dan tampilan empat tombol saklar on/off dengan sistem otomatis dan manual sehingga dapat mengurangi konsumsi energi listrik yang tidak digunakan pada saat tidak ada orang di dalam kamar hotel.
STUDI PENAMBAHAN GARDU DISTRIBUSI SISIPAN TERHADAP KEMAMPUAN HANTAR ARUS (KHA) JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI KECAMATAN TAYAN Herkulanus Hengki; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.63023

Abstract

Persoalan kekurangan pasokan daya listrik merupakan salah satu persoalan yang sampai sekarang belum dapat sepenuhnya teratasi. Sehingga dibutuhkan sistem pendistribusian tenaga listrik yang mempunyai keandalan tinggi. Akan tetapi, sering terjadi permasalahan yang timbul pada pendistribusian ketenagalistrikan. Salah satunya adalah pembebanan transformator distribusi yang sudah melebihi kapasitas atau dapat dikatakan transformator beban lebih (overload), transformator dikatakan overload apabila kapasitas pembebanannya melebihi 80% . Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui besar jatuh tegangan pada  Penyulang Keraton dengan standar yang diijinkan oleh SPLN T6.001  Tahun 2013. yaitu tegangan standar sistem 20 kV maksimum sebesar 22 kV (+10%) dan minimum sebesar 18 kV (-10%). Penelitian ini menggunakan metode Newton-Rhapson dengan aplikasi MATLAB. Berdasarkan hasil simulasi aliran daya pada 4 skenario, sebelum dipasang trasformator sisipan, jatuh tegangan tidak lebih dari 3%. Skenario 1 dan skenario 2 didapatkan nilai jatuh tegangan diantara 1%-3%. Skenario. Skenario 3 memiliki nilai jatuh tegangan yang paling besar di antara tanpa sisip trafo, skenario 1, skenario 2 dan skenario 3 yaitu sebesar 11,5651%. Jika nilai jatuh tegangan semakin besar maka nilai tegangan pada bus mengalami penurunan setelah dipasang transformator sisipan. Hasil perhitungan persentase pembebanan terdapat 9 bus yang melebihi standar batas yang telah ditentukan yakni 80%. Meningkatnya jatuh tegangan pada saluran disebabkan oleh beberapa hal salah satunya yaitu jarak antara GI ke transformator distribusi. Jika Semakin jauh jarak saluran pada penyulang maka akan semakin panjang kabel penghantar yang digunakan maka akan semakin besar jatuh tegangan yang terjadi pada saluran. Kabel penghantar yang digunakan juga akan mempengaruhi jatuh tegangan. Apabila gardu distribusi jaraknya jauh dari GI dan menggunakan kabel penghantar yang  kecil, maka nilai  jatuh tegangan yang terjadi pada saluran tersebut akan semakin besar.
ANALISIS POTENSI FIBER DAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) DI PT. PUNDI LAHAN KHATULISTIWA Gunawan Wibisono .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i1.31898

Abstract

Krisis energi listrik yang terjadi dikarenakan semakin menipisnya sumber energi konvensional dan banyak pembangkit tenaga listrik di Indonesia menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar utamanya. Sebagai solusinya dapat memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif yang dapat menjadi bahan bakar substitusi yang ramah lingkungan, efektif, efisien, dan dapat diakses oleh masyarakat luas idealnya berasal dari sumber energi yang bisa diperbarui.PT Pundi Lahan Khatulistiwa merupakan perusahaan kelapa sawit yang bergerak dalam bidang agroindustri memiliki kapasitas pengolahan 45 ton/jam. Pada tahun 2016 dengan pasokan buah dengan massa 218.456 ton dalam waktu produksi 339 hari dapat menghasilkan limbah biomassa berupa fiber sebesar 4,654 ton/jam dan cangkang sebesar 3,222 ton/jam, pada tahun 2017 dengan pasokan buah dengan massa 263.535 ton dalam waktu produksi 339 hari dapat menghasilkan limbah biomassa berupa fiber sebesar 5,6147 ton/jam dan cangkang sebesar 3,8871 ton/jam, pada tahun 2018 dengan pasokan buah dengan massa sebesar 276.455 ton dalam waktu produksi 339 hari dapat menghasilkan limbah biomassa berupa fiber sebesar 5,8903 ton/jam dan cangkang sebesar 4,0779 ton/jam.Potensi limbah biomassa kelapa sawit pada PT. Pundi Lahan Khatulistiwa jika digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listik Tenaga Uap (PLTU) memperoleh energi yang dapat dibangkitkan oleh limbah biomassa kelapa sawit berupa fiber dan cangkang cukup besar yaitu 5,14 Mwh ditahun 2016, 6,21 Mwh ditahun 2017, dan 6,51 Mwh ditahun 2018. Total energi yang dihasilkan oleh fiber dan cangkang di PT. Pundi Lahan Khatulistiwa pada tiga tahun terakhir terhitung dari tahun 2016 – 2018 sebesar 17,86 Mwh.