cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
ANALISIS PERFORMANSI MODUL RADIO TRANSCEIVER RFM95W MENGGUNAKAN SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK SECARA REAL-TIME DI AREA URBAN KOTA PONTIANAK Fikri Shaumanadri; Neilcy Tjahjamooniarsih; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52520

Abstract

Kebutuhan akan suatu komunikasi sangat meningkat mengikuti perkembangan populasi manusia, sehingga untuk mencukupi kebutuhan itu memerlukan jaringan komunikasi yang besar. Wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang banyak diminati dan mudah diintegrasikan dengan peralatan – peralatan elektronik. Salah satu teknologi tersebut adalah modul transceiver RFM95W, yaitu sebuah modul seri LoRa (Long Range) dengan kualitas tinggi, seperti penggunaan daya rendah, tahan inteferansi, serta jangkauan komunikasi yang jauh. Pada penelitian ini menggunakan modul transceiver RFM95W untuk mengetahui performansi komunikasi dari modul tersebut dengan menggunakan sistem komunikasi bergerak dan menganalisis kinerja transceiver RFM95W dengan pengujian variasi pola pergerakan, yaitu pola melingkar dan pola lurus, dan variasi kecepatan dari pengujian tersebut akan terlihat nilai RSSI, SNR, PDR, ToA, dan Throughput yang berbeda - beda pada area urban. Hasil nilai RSSI terhadap perubahan kecepatan pada pengujian dengan pergerakan berdasarkan pola pergerakan melingkar, dan lurus diperoleh semakin cepat kecepatan bergerak dapat menurunkan hasil RSSI dan SNR yang dihasilkan dan memperpanjang hasil ToA. Dari hasil RSSI dan SNR yang menurun dapat mempengaruhi transmisi pengiriman dan penerimaan data sehingga ratio PDR pola melingkar, yaitu 92% sedangkan pada pola lurus 100% dari hasil tersebut bahwa pada pola melingkar terdapat banyak penghalang antara transmitter dengan receiver sedangkan pola lurus lebih minim penghalang antara transmitter dengan receiver. Pada perubahan data Throughput berpengaruh pada banyaknya data yang dapat diterima dalam interval waktu tertentu meskipun pola pergerakan yang dilakukan tetap sama
Rancang Bangun Sistem Peringatan Dini Dan Pelacakan Pada Kendaraan Sepeda Motor Dengan Menggunakan Mikrokontroler Arduino Nano Gusmanto .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 4, No 2: Juli 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v4i2.17758

Abstract

Abstrak.-- Kasus pencurian kendaraan sepeda motor sering terjadi di kota Pontianak, hal ini terbukti dengan banyaknya keluhan kehilangan kendaraan di masyarakat. Pada tugas akhir ini dirancanglah sebuah sistem peringatan dini dengan menggunakan mikrokontroler arduino nano, dengan tujuan dapat menginformasikan terjadinya pencurian dengan cepat. Lingkup kerja alat ini terbatas pada dua kondisi pencurian, kondisi pertama kontak kunci dinyalakan secara paksa dan kondisi kedua kendaraan dipindahkan posisinya lebih dari 60 meter. Untuk mengaktifkan sistem keamanan pada saat kendaraan diparkirkan dapat menggunakan dua pilihan, yaitu menggunakan remote dan SMS. Alat ini menggunakan modul GSM dan modul GPS, modul GSM ini berfungsi untuk mengirim informasi peringatan pada saat terjadinya pencurian. selain itu modul GSM juga memberikan informasi posisi kendaraan dalam bentuk titik koordinat berupa link Google Maps dan mengetahui kondisi kendaraan dengan mengirimkan SMS ke mikrokontroler. Sedangkan modul GPS mempunyai dua fungsi yaitu sebagai sistem pelacakan dan sebagai sensor posisi untuk mendeteksi perpindahan kendaraan saat diparkirkan. Saat terjadi pecurian sistem keamanan akan mengaktifkan buzzer dan memutuskan kabel kontak kunci sehingga kendaraan tidak bisa dinyalakan. Dari hasil pengujian pada alat ini, pengendalian menggunakan remote dapat menjangkau kurang dari 25 meter dan respon mikrokontroler dalam menginformasikan SMS peringatan terjadinya pencurian ke pemilik kendaraan memerlukan waktu 6-12 detik. Pengujian modul GPS pada kondisi kendaraan diparkirkan, pembacaan data GPS dapat berubah dalam radius 51 meter. Perubahan data GPS tersebut menjadi jarak referensi untuk sensor posisi pada modul GPS.     Kata kunci: pencurian, ardunio nano, GPS, sensor posisi, peringatan dini.
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN 4G LTE OPERATOR HUTCHISON 3 DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Wondo Eki Setyawan; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44497

Abstract

Perkembangan telekomunikasi saat ini sangat pesat, maka dari itu diperlukan adanya peningkatan kualitas performansi jaringan 4G LTE (Long Term Evolution). Untuk mengetahui performansi jaringan 4G LTE maka dilakukan walk test untuk mengukur performansi jaringan 4G LTE di Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura  Pontianak dengan menggunakan aplikasi G-NetTrack Lite berdasarkan 3 parameter yaitu RSRP (Reference Signal Received Power), RSRQ (Reference Signal Received Quality) dan SINR (Signal Interference to Noise Ratio). Hasil penelitian di Gedung A telah diketahui nilai RSRP pada lantai 1 sebesar -107,31 dBm (sangat buruk), lantai 2 sebesar -105 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar -103,13 dBm (sangat buruk). RSRQ lantai 1 sebesar 12,12 dBm (baik), lantai 2 sebesar -12 dBm (baik) dan lantai 3 sebesar -13,33 dBm (baik). Untuk nilai SINR lantai 1 sebesar 0,47 dBm (buruk), lantai 2 sebesar 0,06 dBm (buruk) dan lantai 3 sebesar -0,78 dBm (sangat buruk). Hasil penelitian di Gedung B  telah diketahui nilai RSRP pada lantai 1 sebesar -103,5 dBm (sangat buruk), lantai 2 sebesar -99,67 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar -104 dBm (sangat buruk). Untuk nilai RSRQ lantai 1 sebesar 11,75 dBm (baik),  lantai 2 sebesar -13,17 dBm (baik) dan lantai 3 sebesar -15,33 dBm (buruk). Untuk nilai SINR lantai 1 sebesar 2,25 dBm (buruk), lantai 2 sebesar -0,93 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar 0,27 dBm (buruk). Kualitas sinyal di Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura Pontianak dalam kategori buruk karena dipengaruhi banyaknya penghalang antara MS (Mobile Station) atau HP (handphone) dengan BTS (Base Transceiver Station) seperti sekat-sekat antar ruangan pada Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura Pontianak.
Studi Komparatif Arus Asut Motor Induksi Tiga Fasa Standar NEMA Berdasarkan Rangkaian Ekivalen Dan Kode Huruf ., iwan setiawan
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v1i1.3698

Abstract

Besarnya arus asut motor induksi tiga fasa merupakan dasar acuan dalam perencanaan instalasi listrik, khususnya dalam mendesain peralatan proteksi dan ukuran penampang penghantar yang digunakan untuk melayani motor tersebut. Arus asut motor induksi standar NEMA dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan rangkaian ekivalen motor atau berdasarkan kode huruf yang tertera pada pelat nama motor. Penelitian ini membahas tentang perbandingan arus asut motor induksi tiga fasa standar NEMA berdasarkan parameter rangkaian ekivalen dan berdasarkan kode huruf motor. Data motor yang digunakan sebanyak tiga sampel dengan spesifikasi : Motor 1 (40 hp, 460 V, 60 Hz, kode huruf F ), Motor 2 (60 hp, 2200 V, 60 Hz, kode huruf F), dan Motor 3 (3 hp, 440 V, 60 Hz, kode huruf J). Sedangkan perhitungan parameter rangkaian ekivalen menggunakan dua metode. Dari hasil percobaan ketiga motor dan dengan menerapkan kedua metode diperoleh parameter rangkaian ekivalen untuk tiap-tiap motor dan selanjutnya dapat ditentukan besarnya arus asut. Perhitungan arus asut dengan menggunakan Metode I untuk ketiga motor berturut-turut adalah 264,6811 A, 77,4801 A, 30,7854 A sedangkan Metode II berturut-turut adalah 252,1898 A, 76,3227 A, 29,9588 A. Dengan merujuk pada arus asut minimum standar NEMA besarnya galat Metode I dan Metode II untuk Motor 2 berturut-turut adalah – 1,5871 %  dan  – 3,0572 %. Berbeda halnya dengan Motor 1 dan Motor 3 dimana tidak terdapat adanya galat. Kata kunci- motor induksi tiga fasa, arus asut, parameter rangkaian ekivalen, kode huruf, standar NEMA
STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI SUNGAI SANSAK DESA SENGKEBANG KECAMATAN SUNGAI BETUNG KABUPATEN BENGKAYANG Abraham Adam Yandri Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.34160

Abstract

Listrik merupakan bentuk energi yang sangat  bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, tanpa listrik perekonomian di Indonesia sulit untuk berkembang. Di Kalimantan Barat khusus-nya di Kabupaten Bengkayang memiliki cukup banyak potensi tenaga air yang dapat dikembangkan untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik. Desa Sengkebang yang berada di Kecamatan Sungai Betung terdapat potensi tenaga air, salah satunya adalah Sungai Sansak. Skripsi ini membahas tentang Studi Potensi PLTMH di Sungai Sansak, Desa Sengkebang , Kecamatan Sungai Betung, kabupaten Bengkayang. Sayangnya  desa ini atau lokasi ini masih  terpencil  dan belum terjangkau oleh layanan listrik, hal ini disebabkan jauhnya  jarak jangkauan listrik terakhir, yang terletak di Desa Sebadas yakni 4,9 km dari Desa Sengkebang. Hal ini merupakan alasan mendasar untuk memberdayakan potensi air Sungai Sansak untuk menjadi sumber pembangkit tenaga listrik yang diharapkan dapat membantu kehidupan sehari-hari masyarakat                     Desa Sengkebang khususnya untuk Pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data primer seperti pengukuran langsung di lapangan, dan data sekunder berupa data curah hujan, tekanan udara dan suhu dari BMKG, Selanjutnya analisis data dan simulasi dengan menggunakan Program Casimir. Pada perencanaan desain PLTMH data pengukuran dengan debit sebesar 0,21 /detik dan head sebesar 1,20 m. Dari perhitungan daya listrik pada PLTMH Sungai Sansak dengan cara manual dan dengan cara simulasi Program Casimir yaitu sebesar  1,71 kW. Untuk desain turbin yang dipilih pada PLTMH Sungai Sansak adalah Turbin Ulir dengan spesifikasi; konstanta ulir = 0,3, putaran turbin ulir (30 rpm), diameter turbin 0,2858 m, panjang turbin = 2,092 m, pitch turbin 0,2286 m, jumlah ulir 9 buah, Setelah diketahui daya listrik yang dapat dihasilkan adalah sebesar 1,71 kW maka ditentukanlah  generator yang cocok untuk digunakan pada PLTMH Sungai Sansak yaitu generator sinkron 1 fasa  dengan  kapasitas 2 kW, 4 kutub, kecepatan 1500 rpm, frekuensi 50Hz.
ANALISA KENAIKAN TCH (TRAFFIC CHANNEL) BLOCKING 2G MENGGUNAKAN NETACT NOKIA PADA AREA RTPO (RADIO TRANSPORT POWER OPERATION) DESA SEDAYU KABUPATEN SAMBAS Nur Kharisma Jati .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.18574

Abstract

Abstract TCH Blocking occurs when TCH channel allocation is inefficient to the density of traffic in a network, unavailability of TCH channels are available. Which causes inconvenience customers in making a call. Other factors that also could cause an increase TCH Blocking for problematic Hardware, Coverage inefficient and, Great inequality traffic devices contained in a cell in the network (Unbalanced traffic). Value TCH Blocking a good standard, namely between 0 ≤ 0,5 % standard PT Telkomsel.  If  the  value  exceeds  the  standards  TCH  Blocking  Good,  it  is  necessary  to  optimal handling. One of them with the analysis parameters via DUMP Nokia (parameter place container). Then analyzed the change of parameters via Nokia NetAct. Nokia NetAct is an automatic tool to improve the quality and performance of the radio network. NetAct allows monitoring, management, and consolidated operating GSM and 3G networks of Telkomsel. As of June 27, 2016 s / d July 2, 2016 there is an increase TCH Blocking in BTS SBS015MG1_SEDAYUMG2 amounted to 0.987%; 10.099%; 1.163%; 1.352% and 0.985%. The increase led to calls experiencing block, because it was the unavailability of the channel TCH provided. After a change in the Channel Type parameter from 3 to 2. TCH rise Blocking problems can be overcome. So the value of TCH Blocking becomes 0,00%, it can be concluded from these values are no longer calls that have failed (Block), because of the unavailability of the available channel TCH.   Keywords - TCH Blocking, Blocking, Nokia NetAct, Coverage.
Perkiraan Konsumsi Energi Listrik Di Kabupaten Sekadau Dengan Menggunakan Metode Gabungan Edi Kurniawan; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.45771

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi suatu daerah mempengaruhi tingkat konsumsi energi listrik. PLN sebagai penyedia energi listrik selalu memantau peningkatan konsumsi energi listrik setiap tahunnya. Salah satu hal yang penting adalah peramalan konsumsi energi listrik (forecasting). Peramalan konsumsi energi listrik bertujuan untuk mendapatkan gambaran kebutuhan energi listrik di masa yang akan datang dengan acuan data masa lampau. Penelitian ini menerapkan metode gabungan menggunakan model analitis, ekonometri dan kecenderungan dengan pendekatan sektoral (rumah tangga, bisnis, umum dan industri). Hasil peramalan konsumsi energi listrik didapatkan jumlah pelanggan pada tahun 2025 sebesar 53.224 dengan rata-rata pertumbuhan sektor rumah tangga  6,08%, sektor bisnis 6,42%, sektor umum 15,75%, dan sektor industri 11,31% disetiap tahunnya. Daya tersambung pada tahun 2025 sebesar 59.725.099 VA, dengan rata-rata  pertumbuhan pada sektor rumah tangga 7,40%, sektor bisnis 8,29 %, sektor umum 15,75% dan sektor industri 11,89% pada setiap tahunnya. Energi terjual pada tahun 2025 sebesar 80.447.777 kWh, dengan rata-rata pertumbuhan pada sektor rumah tangga 6,58%, sektor bisnis 10,02%, sektor umum 2,17%, dan sektor industri 5,72 % setiap tahunnya. Total produksi energi listrik pada tahun 2025 sebesar 106.978.427 kWh, dengan rata-rata peningkatan 8,75% disetiap tahunnya. Dan untuk beban puncak pada tahun 2025 sebesar 16.370 KW dengan rata-rata peningkatan 8,75% setiap tahunnya.
ANALISA KUALITAS LAYANAN THROUGHPUT HANDPHONE DAN MODEM HIGH SPEED DOWNLINK PACKET ACCES (HSDPA) Syamsul Arifin .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v2i1.4879

Abstract

This study aims to determine the quality of the download throughput using PS R99 ( Mobile ) and HSDPA Modem, with a concomitant growth in the number of users of telecommunications services so that each operator vying to provide the best quality and service, both data and other services. Therefore, the operator themselves must always maintain the quality of data throughput that user remain comfortable with the quality provider. It is necessary for observation of the quality of the throughput on the 3G network uses HSDPA modem of the mobile and the software used is Tems Investigation 8.04 to measure the quality of throughput during the break hour and busy hour. The results of measurements at rest is better than measurement at busy times, measurements using PS R99 (mobile) at recess throughput reached 342.885 Kbps during rush hour reached 313.389 Kbps. While measurement using HSDPA Modem at break hour reached 1459.651 Kbps and at busy hour only reached 866.911 Kbps. And calculation of the break hour throughput reached 1530 Kbps while in busy hour throughput reached 960 Kbps. Keywords-- Throughput PS R99 (Handphone), Modem High Speed Downlink Packet Acces (HSDPA)
IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI SHELTER BTS (SHELTER BASE TRANCEIVER SYSTEM) DI KOTA PONTIANAK BERBASIS GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) Adytia Warman; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35059

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pendataan dan membuat letak titik sebaran setiap BTS (Geographic Information System) yang ada di Kota Pontianak dengan menggunakan aplikasi ArcGis/ ArcMap. Penelitian ini bertujuan dengan mengidentifikasi letak titik sebaran BTS (Base Transceiver Station) di Kota Pontianak dengan berbantuan menggunakan aplikasi ArcGis/ArcMap versi 10.3 yang hasilnya berupa peta. Hasil peta yang telah dibuat berfungsi dalam mengerjakan manajamen data khsususnya data koordinat sehingga perusahaan telekomunikasi dapat menggunakan dalam pengauditan dan menjadi inventaris data perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Berdasarkan identifikasi yang dapat diketahui Jumlah BTS (Base Transceiver Station) yang ada di Kota Pontianak berjumlah 276 titik koordinat. Setelah diidentifikasi data tabel koordinat beserta data base yang di dapat dari Balai Monitoring Kelas II Kalimantan Barat, data tersebut sesuai berada di dalam batas administrasi deliniasi/potongan Kota Pontianak di setiap kecamatan. Untuk Kecamatan Pontianak Selatan: 70 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Tenggara: 24 titik koordinat, Kecamtan Pontianak Timur: 27 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Kota: 74 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Barat: 39 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Utara: 42 titik koordinat.
Pemodelan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Untuk Analisis Aliran Daya Dermanus Niko .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.19586

Abstract

Wind farms plant has been developed in many countries especially those having large wind energy potential. If  the  wind  turbine  is  connected /  interconnected grid  power  systems, can  caused  operational problems of the system. Therefore modeling of wind farms to power flow analysis is needed to determine the effect that caused the system. Varied plant located on 5-bus system. then the power system model modified by adding of wind farms on the system, generator used is an induction generator. The method used in this study is Newton-Raphson method and assistance MATLAB program to calculate the power flow in the system Where these calculations are used to determine the effect of wind farms  in the power system. the combining wind farms on one bus in the power system, where the wind turbines have input Pm and output (Pg + jQg), power flow model of the induction generator there are two series impedance, and 1 impedance shunt, so that there exist two internal buses connected to the bus 5. The results obtained in this study is to add wind farms on the system can increase the capacity of power generated on the system.But the impact of this model is the system voltage profile to be ugly,so that the added capacitor bank wind turbine to supply reactive power of induction generator. After the addition of the capacitor bank in wind turbines occurring on the bus voltage is more varied and can improve the voltage profile of the system.   Keywords: Model of wind power in the system, induction generator, Newton-Rapson method