cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
PEMANTAUAN LOKASI BERBASIS GPS MENGGUNAKAN TRANSCEIVER SX1276 UNTUK KESELAMATAN PADA KAPAL NELAYAN Noraldo, Advendri; Marpaung, Jannus; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57129

Abstract

Proses kemajuan digitalisasi sudah sangat berkembang pada sektor perikanan, terutama nelayan, seperti pada penggunaan radio untuk alat komunikasi bagaimana keadaan nelayan, selama nelayan mencari ikan di laut. Media transmisi udara sangat banyak digunakan pada masa sekarang disebut sebagai wireless, pada penelitian ini alat yang digunakan adalah Transceiver SX1276 dan teknologi ini merupakan salah satu teknologi nirkabel yang sedang berkembang, penelitian ini dilakukan di Jl.Sei Duri, Karimunting, Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, pada lokasi yang telah ditentukan berdasarkan, faktor yang telah ditentukan untuk dapat melakukan penelitian tentang alat keselamatan pada kapal nelayan seperti tempat untuk meletakkan receiver pada posisi yang tinggi dekat dengan laut, serta kapal nelayan untuk meletakkan transmitter dan tidak adanya penghalang. Pada saat kapal pergi dari dermaga teluk suak menuju dermaga pulau penata kecil, cuaca sedang berawan mendung, namun pada saat kapal pulang dari dermaga pulau penata kecil menuju dermaga teluk suak pada saat ditengah perjalanan terjadi hujan yang cukup lebat sehingga mengakibatkan terjadinya obstacle atau penghalang pada saat transmisi data dari satelit ke sensor GPS sehingga menyebabkan delay. Dari hasil pengujian terhadap transmitter pada saat menerima data lokasi dari kapal saat sedang berlayar dilaut mengalami delay yang disebabkan oleh cuaca yang menjadi penghalang, sehingga mengakibatkan data lokasi yang diterima menjadi kurang maksimal, dan data waktu yang diterima oleh transmitter mengalami data rusak dan error data yang diterima.
ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN PANGGILAN MOBILE BTS (BASED TRANSCIEVER STATION) SEBAGAI RECOVERY JARINGAN SELULER PADAT TRAFFIK Syarif Alqadri .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 3: Juli 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i3.20863

Abstract

Mobile BTS can be used for covering busy network, and note B will be affected phone calls so that the customers feel annoyed when make phone calls. Other factors that make busy network traffic are trouble hardware, Coverage is not working efficient, unstable traffic in node B. Based on quality network from analysis CCSR_CS, CCSR_PS and CSSR_CS, CSSR_PS, there is a cell that traffic capacity that’s below KPI standard, so that some phone calls will be disconnect while making connection. Node B museum is decreasing to 89,41 % on value (60939 CCSR CS) that happened on 12st december 2016, this value is decrasing to 0,59%, so that add capacity on node B is needed. Adding capacity for minimizing cost without build new node B. mobile BTS can be used for covering busy network on network celular at that location. The data that has been commisioning on 12st december 2016 get result (60939 CCSR CS)  99,49 %. Good node B is a node B that has KPI PT.Telkomsel standard which accessibility, retainability, and mobility are above 90%.   Key words : KPI standard, Network Recovery, Mobile BTS.
Analisis Potensi Energi Matahari Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya Menggunakan Panel Monocrystalline dan Polycrystalline Di Kota Pontianak dan Sekitarnya Tomi Alamsyah; Ayong Hiendro; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48425

Abstract

Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif merupakan upaya untuk mengatasi krisis energi. Kota Pontianak merupakan wilayah yang dilewati oleh garis khatulistiwa, diharapkan memiliki potensi energi matahari yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi matahari di Kota Pontianak, membandingkan daya keluaran panel surya jenis monocrystalline dan polycrystalline berkapasitas 320 WP, mendapatkan karakteristik daya keluaran panel terhadap intensitas radiasi matahari dan suhu sekitar serta mengetahui total kebutuhan panel surya dan baterai untuk satu rumah tinggal. Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data sekunder dari Badan Meteorologi Maritim Pontianak menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel dan MATLAB untuk menghitung potensi energi listrik. Kota Pontianak memiliki potensi energi matahari rata-rata selama satu tahun sebesar 146, 98 W/m2, Panel surya jenis Monocrystalline memiliki energi total sebesar  326,7419 kWh/tahun  sedangkan panel surya jenis Polycrystalline memiliki energi total sebesar 322,3656 kWh/tahun. Panel surya jenis Monocrystalline  memiliki energi total lebih besar dari panel surya jenis Polycrystalline, dengan selisih energi total dari kedua panel tersebut adalah 4,3763 kWh. Intensitas radiasi matahari dan suhu sekitar memiliki pengaruh terhadap daya listrik yang dihasilkan, semakin besar nilai intensitas radiasi matahari daya listrik yang dihasilkan juga semakin besar dan suhu memiliki pengaruh terhadap daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya
ANALISIS TEKNIS EKONOMI LAMPU LED TENAGA SURYA DI TAMAN PERKOTAAN PONTIANAK Lorensius Wiro .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v3i1.9047

Abstract

Abstrak-Penggunaan PLTS dapat dilakukan di lokasi dan kondisi yang membutuhkan energi listrik secara instan, oleh karena  itu perlu dilakukan analisa kelayakan, antara lain : Potensi sinar matahari dengan penyebaran yang umumnya merata dan tersedia sepanjang tahun, dengan radiasi surya harian rata-rata sekitar 4,5 kWh/m² ; Biaya investasi yang tergantung jumlah besar beban terpasang , modul operasi dan pilihan sub-sistem ; Teknologi yang terdiri dari sub-sistem pembangkit, sub sistem penyimpan listrik, sub sistem pengatur dan sub-sistem beban listrik. Penulisan ini bertujuan selain memberikan gambaran perancangan pembangunan PLTS yang mampu melayani kebutuhan penerangan taman selama jam kerja yaitu pukul 17.45 – 05.45WIB juga melakukan evaluasi investasi dengan pendekatan Benefit Cost Ratio (B/C-ratio) sebagai dasar mensyaratkan pendekatan awal dari kelayakan teknik untuk menentukan dasar prakiraan keuntungan dan biaya kemudian dibandingkan dengan keuntungan dari nilai sekarang, dengan menggunakan tingkat bunga yang berlaku berdasarkan ESDM. Pembangunan PLTS tersebut didapat hasil pembebanan yang dilakukan secara terjadwal sesuai dengan pemakaian, jam kerja, dan intensitas cahaya matahari dan nilai net B/C-ratio. Jika nilai B/C-ratio ≥ 1 ; maka PLTS penerangan taman tersebut dianggap menguntungkan. Berdasarkan hasil analisa B/C-ratio dapat disimpulkan bahwa faktor tarif menjadi kunci menarik tidaknya investasi pada pembangunan PLTS tersebut. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, PLTS, Lampu Taman, Benefit Cost Ratio
ANALISIS DAN AUDIT ENERGI LISTRIK DI HOTEL KAPUAS PALACE PONTIANAK Khadafi, Muhammad; -, Purwoharjono; -, Fitriah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57262

Abstract

Profil pemakaian energi listrik memberikan gambaran tentang konsumsi pemakaian energi listrik dari setiap ruangan dimasing-masing gedung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik dan Peluang Hemat Energi (PHE) pada Hotel Kapuas Palace Pontianak. Metode perhitungan yang digunakan adalah audit energi awal dan perhitungan dibantu menggunakan Microsoft Excel. Nilai IKE pada tahun 2019 sebesar 128,33 kWh//tahun. Berdasarkan standar IKE yang ditetapkan untuk Hotel sebesar 300 kWh//tahun, nilai IKE ini masih tergolong efisien. Nilai IKE akhir sebelum melakukan PHE sebesar 464,45 kWh//tahun, dan setelah melakukan PHE sebesar 427,41 kWh//tahun. Penggantian akan menghasilkan penghematan konsumsi pemakaian energi listrik dilingkungan Hotel Kapuas Palace Pontianak. Pada total konsumsi energi listrik yang sudah didapat masih bisa menekan angka IKE dengan cara melakukan penggantian lampu TL menjadi lampu LED untuk sistem pencahayaan di dapat penghematan sebesar 5.069 kWh/tahun dengan persentase 4,60%, Untuk sistem tata udara pergantian Refrigrant jenis R-22 menjadi Refrigrant jenis MC-22 di dapat penghematan sebesar 525.345 kWh/tahun dengan persentase 7,92%.
ANALISIS TINGKAT AKURASI GLOBAL POSITIONING SYSTEM SMARTPHONE DALAM MENENTUKAN TITIK LOKASI PADA GOOGLE MAP Imanda Amalian Tafa .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.23426

Abstract

Mobile devices offer sophisticated computing capabilities called Smartphones. There are many applications in it, one of the applications used to show the way, the address or position we are located through the Google Map application with the help of GPS Smartphones, Google Map can easily find the position we are located but the accuracy level is less precise target. Measurement of accuracy in this study was done by comparing the results obtained from Google Map with the results obtained at the actual distance in the field. Measurement by finding the big difference between two mobile operators namely Tri operator and Telkomsel operator and using two types of Smartphone that is Samsung Note 1 and Samsung J3. Tri cellular operators on the 3G network were found to have higher percentage errors compared to Telkomsel operators. This is indicated by obtaining a higher error percentage value of 1.997% (Tri) and 1.754% (Telkomsel) due to internet speed and stability of Google Map pada point location movement Telkomsel operators are better. While on 4G network obtained error value percentage of 1,495% (Tri) and 1.22% (Telkomsel). The result is that there is a decrease in both operators but Telkomsel operators still get better results. The selection of operators and the availability of networks greatly influence the determination of the accuracy level because it will affect the movement of points on the Google Map so that the difference in distance obtained is different. Keywords: GPS Smartphone, Google Map, Accuracy Level, Tri Operator, Telkomsel Operator.
RANCANG BANGUN SISTEM KOMUNIKASI MONITORING LEVEL AIR PADA WATER BARREL COVID-19 MENGGUNAKAN LORA DENGAN MODEL POINT TO POINT Miftahul Huda; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48647

Abstract

Terjadinya pandemi  virus corona yang belum juga berakhir dan pemerintah terus berupaya untuk bisa memutuskan mata rantai penularan covid-19. Menteri Kesehatan mengeluarkan peraturan tentang bagaimana cara memutus rantai penyebaran. Salah satu nya adalah masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga protokol kesehatan yang biasa di sebut 5M antara lain, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas dan Mencuci tangan dengan sabun, husus mencuci tangan yang di sediakan pemerintah seringkali kosong di tempat-tempat umum.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat sebuah sistem monitoring, yang bisa menyampaikan informasi jarak jauh menggunakan sistem komunikasi LoRa untuk menyampaikan ke pihak terkait terhadap kekosongan air yang ada pada water barrel di tempat-tempat umum tersebut. LoRa memungkinkan transmisi jarak jauh dengan konsumsi daya yang rendah mencapai jarak jangkauan +-3km dengan mendapatkan hasil RSSI, SNR, PDR, TOA untuk mengetahui pengiriman data berjalan dengan baik. Semakin besar spreading factor yang di gunakan mendapatkan hasil nilai RSSI dan SNR yang bervariasi SF 7 hingga 12 mendapatkan nilai RSSI dari -113,6 dBm hingga -115 dBm, semakin besar perubahan Bandwith maka semakin kecil nilai RSSI dan SNR dari nilai RSSI yang terendah yaitu -114 dBm dan yang tertinggi -115 dBm, untuk perubahan coding rate pada pengukuran LOS mendapatkan nilai yang bervariasi dari -114,3 dBm hingga -115 dBm sedangkan NLOS mendapatka nilai meningkat, untuk hasil nilai PDR dari Spreading Factor,Bandwith dan Coding Rate mendapatkan hasil rasio 100% dan sebagian mendapatkan di bawah 100%.
PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN BERBASIS RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) PADA FOOD COURT Henky Vasko P. Manalu .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 3, No 2: Juli 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v3i2.11264

Abstract

ABSTRACT Technology based payment system named radio frequency identification (RFID) made as a replacement for payment system on Ayani Mega Mall which it is still manually-operationed. This manual system considered lack on effectiveness in timing use so it makes long queue when customer will pay at cashier. RFID is an identified method using radio wave as transmission media in detecting data. With RFID, the payment will be more efficient so it need less time than manual. RFID consist of two tools, which are transponder/tag and reader, on this system every costumer has different tag and id number. Every tag has registered on database system on software; software is important on this system. The data on this application consist of data of the tag owner and customer balance. This payment system application using Delphi 7.0, the data is taken from database when doing payment. Customer just asked to put the tag near to the reader, so the reader will detect data on tag. It just need about 5,5 centimeters between tag and reader, if more than 5,5 cm, the reader could not detect tag. RFID reader has 13,56 MHz for its radio wave frequency. Keyword : RFID, Auto Id, Technology, Payment System, Food Court
ANALISIS QOS DAN SINPO UNTUK LAYANAN AUDIO VIDEO PADA JARINGAN INDIHOME DI KOTA SANGGAU Muhammad Nugrah Kusumah; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.61689

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis parameter Quality of Service (QoS) pada jaringan IndiHome dengan mengukur parameter Throughput, Packet Loss, Delay, dan Jitter menggunakan software wireshark serta mengidentifikasi parameter SINPO (signal, interference, noise, propagation dan overall) pada saat melakukan Video Conference dan Video Streaming. Penelitian ini membahas tentang penyebab berkurangnya nilai parameter QoS pada jaringan IndiHome di Kota Sanggau serta pengaruhnya terhadap parameter SINPO pada paket Bandwidth 20 Mbps, 30 Mbps dan 50 Mbps. Dari semua rekapitulasi hasil pengukuran parameter QoS dan pengamatan parameter SINPO dapat disimpulkan bahwa nilai setiap parameter QoS dapat berbeda-beda pada setiap paket yang meliputi kategori buruk, sedang, bagus dan sangat bagus walaupun pada paket Bandwidth yang sama. Penyebab tinggi dan rendahnya nilai dari parameter QoS berbeda-beda, Throughput disebabkan oleh jumlah kedatangan paket yang terukur pada saat proses pengamatan, Packet Loss disebabkan oleh jumlah antrian yang melebihi kapasitas buffer pada setiap node, Delay disebabkan oleh nilai Throughput yang rendah dan jumlah paket yang terkirim sedangkan nilai Jitter dipengaruhi oleh nilai Delay. Faktor eksternal yang dapat menyebabkan berkurangnya nilai QoS adalah kondisi cuaca dan jumlah perangkat yang terhubung pada jaringan. Sedangkan hasil parameter SINPO dipengaruhi oleh baik atau buruknya nilai parameter QoS. Untuk menilai parameter SINPO memiliki cara yang berbeda untuk setiap parameternya. Signal dinilai berdasarkan suara dan gambar yang diterima, Interference dinilai berdasarkan gangguan yang terjadi, Noise dinilai berdasarkan hasil gambar yang diterima, Propagation dinilai berasarkan kualitas sinyal pada saat pengamatan dan Overall merupakan rata-rata dari parameter Signal, Interference, Noise dan Propagation. Untuk menanggulangi parameter Throughput yang memiliki nilai buruk dapat dilakukan dengan membagi beban traffic pada client koneksi internet menggunakan metode Link Balancing.
EVALUASI SETTING RELE JARAK TRANSMISI 150 KV SENGGIRING - SINGKAWANG Angga Priyono Kusuma .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.24883

Abstract

Transmisi 150 kV pada sistem kelistrikan Kalimantan  Barat  merupakan  bagian  yang  terpenting dalam proses penyaluran energi listrik, oleh karena  itu sistem proteksi saluran transmisi haruslah berkerja dengan sensitif, selektif, cepat dan handal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi setting proteksi rele jarak sebagai pengaman utama pada saluran transmisi 150 kV. Studi kasus yang diangkat adalah proteksi Transmisi Senggiring-   Singkawang,   dimana   GI   Singkawang   mengalamiperubahan   konfigurasi   sistem   150   kV,   penambahan saluran transmisi Singkawang – Sambas dan saluran transmisi Singkawang – Bengkayang, mengakibatkan saluran transmisi Senggiring – Singkawang mengalami beberapa gangguan sistem meluas yang  mengakibatkan operasi  terpisah/island  operation  karena  rele  berkerja tidak selektif. Evaluasi terhadap sistem proteksi transmisi rele jarak yang mengamankan saluran tersebut menggunakan  metode  membandingkan  kinerja  setting rele terpasang dengan setting baru  hasil  evaluasi. Setting yang baru didapatkan dengan cara mengumpulkan beberapa parameter seperti sumber pembangkit, trafo dan konduktor yang digunakan pada line transmisi yang kita evaluasi, selanjutnya menghitung setting dengan kaidah penyetelan rele jarak, setelah ditemukan setting yang baru untuk menyimpulkan setting hasil evaluasi dapat berkerja baik maka, besar gangguan hubung singkat yang terjadi padasetiap zona harus kita peroleh dengan menggunakan bantuan software dan dievaluasi kembali terhadap hasil rekaman gangguan meluas yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan dan evaluasi, nilai perhitungan jangkauan impedansi pada sisi sekunder Zona 1 sebesar j 4,695 ohm, Zona 2 sebesar j 7,042 ohm, dan Zona 3 sebesar j 10,483 ohm.  Sehingga  nilai  setting  jangkauan  impedansi  rele jarak pada kondisi ekisting lebih kecil dari hasil perhitungan, setting yang baru dapat berkerja selektif dari analisa perbandingan kinerja rele terhadap hasil simulasi dan rekaman gangguan meluas. Kata kunci : rele jarak, saluran transmisi, impedensi, resistansi, reaktansi, kaidah penyetelan rele jarak