cover
Contact Name
Petrus A. Andung
Contact Email
petrusanaandung@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jikom@undana.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Undana Jl. Adisucipto, Penfui, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi
ISSN : 22524592     EISSN : 27455769     DOI : https://doi.org/10.35508/jikom.v12i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Communio focuses on publishing research on contemporary topics in the field of Communication Science from various perspectives, including: 1. Mass Communication including Media and Journalism Studies 2. Public Relations and Marketing or Business Communication 3. Intercultural or Cross-Cultural Communication 4. Tourism Communication
Articles 158 Documents
Membangun Brand Trust di Era Konvergensi Media Imaddudin Sy; Asima Oktavia Sitanggang
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i2.6630

Abstract

Membangun kepercayaan ternyata bukanlah perkara mudah, berbagai tahapan membentuk karakteristik dari suatu brand (merek), perusahaan hingga segmen sasarannya itu yang akan menjadi fokus penelitian ini sehingga membangun brand trust kepada konsumen oleh Wedding organizer (WO) ini akan membuahkan hasil atau justru mendapatkan kehilangan kepercayaan. Tujuan Penelitian ini menganalisa Characteristic Brand, Company Charateristic dan Customer Characteristic Brand Wedding organizer di Era Konvergensi Media. Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan informan WO minimal 5 tahun lebih menggarap ratusan pernikahan bahkan lebih. Hasil penelitian memperlihatkan penggunaan media yang digunakan sesuai tren dan familiar oleh klien WO. Komponen membangun Brand Trust disatukan dalam informasi dan komunikasi yang mengeloborasi konsep 3C (Computing, Communication, Content). Kemudahan dengan aksesbilitas dan kurasi oleh pemegang konten akan lebih cepat penyebarannya ke target pasar. Informasi klarifikasi, persuasi sampai monitoring lebih mudah ditangani secara mandiri. Konten publikasi haruslah orisinil dari pembuatnya, dan disertai pendukung dari internal WO. Informasi di media menggunakan bahasa dan konteks yang sesuai dengan pasar. Berkomunikasi secara kontinu melihat aspek pendekatan secara persuasif melalui leader team yang berhubungan langsung dengan klien, disertai jaminan secara legal. Pemahaman mengenai WO pun ditanam dan dikomunikasikan secara baik, sehingga terjadinya peningkatan pengetahuan, interest, dan berujung pada keputusan serta rekomendasi.
Gegar Budaya di Era New Normal Alo Liliweri; Maria Yulita Nara; Maria V.D.P. Swan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i2.6647

Abstract

Penelitian dengan judul “Gegar Budaya Di Era New Normal” dilatar belakangi oleh kemunculan istilah new normal di masa pandemi ini yang menyebabkan masyarakat mengalami gegar budaya dan “dipaksa” untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di era new normal tersebut. Penelitian ini berfokus pada bagaimanakah pengalaman adaptasi masyarakat Kota Kupang dalam menghadapi gegar budaya di era new normal dengan tujuan untuk menganalisis pengalaman dan pemaknaan masyarakat kota Kupang dalam menghadapi gegar budaya di era new normal. Metode penelitian adalah fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya pengalaman adaptasi masyarakat di era new normal ini adalah mereka mengalami stress dan perasaan tersiksa karena kebiasaan-kebiasaan baru di era new normal yang terjadi karena masyarakat dihadapkan dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan sebelumnya dan interaksi yang harusnya bisa berlangsung tatap muka harus dilakukan melaui media sehingga pada era new normal muncul ketergantungan terhadap teknologi. Namun pada akhirnya mereka harus menerima dan mulai terbiasa dan menyeseuaikan diri dengan hal kondisi tersebut. Selain itu juga berkaitan dengan pemaknaan masyarakat tentang gegar budaya di era new normal terdapat dua makna yang diberikan masyarakat yaitu new normal meningkatkan pola hidup sehat masyarakat, new normal sebagai sebuah keniscayaan, dan new normal semakin menyadarkan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan.
Konstruksi Makna Literasi Informasi Kesehatan Menurut Penyintas Covid-19 di Kota Kupang Petrus Ana Andung; Muhammad Aslam; Christian J. Balalembang
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i2.7021

Abstract

Wabah virus Covid-19 di awal tahun 2020 mengguncang dunia ketika menginfeksi hampir setiap negara di dunia. WHO telah menyatakan per Januari 2020, dunia telah memasuki keadaan darurat global terkait virus corona. Indonesia sendiri mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020. Dari data yang diperoleh, terlihat jumlah suspect di Kota Kupang pada awal tahun 2021 terus meningkat. Dari data yang dirilis Pemprov NTT, terlihat jumlah suspect per 21 Februari 2021 sebanyak 350 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi pemaknaan informasi kesehatan bagi penyintas Covid-19. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang sebagai penyintas Covid-19 yang terpapar sejak tahun 2020 hingga 2021. Analisis data dilakukan memakai teknik enam langkah versi Creswell. Hasil penelitian menemukan bahwa informasi kesehatan menurut perspektif penyintas Covid-19 berguna sebagai referensi dalam mengedukasi diri terkait Covid-19, membantu mengubah pola pikir yang salah tentang Covid-19, dan sebagai referensi dalam turut menyebarkan informasi yang positif kepada orang lain.
Strategi Integrated Marketing Communication Diskominfo Dalam Membangun Citra Kota Salatiga Asti Ferani Linata; Zon Vanel
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.7237

Abstract

Perkembangan dalam sebuah kota merupakan bentuk dari adanya era globalisasi, sehingga citra kota dibutuhkan untuk pengembangan yang semakin baik. Salah satu elemen penting dalam membangun citra kota adalah membangun pelayanan informasi publik. Karena itu, dengan keberhasilan membangun citra kota maka suatu kota tersebut akan mendapatkan kepercayaan publik dan stakeholder. Hal ini pula yang dilakukan Diskominfo Kota Salatiga melalui kegiatan komunikasi pemasaran terpadu atau disebut IMC. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi IMC yang dilakukan oleh Diskominfo Kota Salatiga dalam membangun citra kota. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima elemen IMC seperti advertising, sales promotion, public relations, personal selling, dan direct marketing, penting dilakukan untuk mempertahankan citra kota Salatiga. Dari 5 kegiatan IMC yang paling sering digunakan adalah direct marketing melalui website, media sosial, dan flyer. Hal ini karena memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi yang didukung kemajuan internet. Saran yang diberikan, sebaiknya Diskominfo Kota Salatiga meningkatkan kreatifitas dalam membuat fyler maupun konten dengan konsep tema disesuaikan trend yang terjadi saat ini agar masyarakat tertarik melihat informasi tersebut.
Optimalisasi Komunikasi Terapeutik Paramedis dan Pasien dengan Sistem Protokol Kesehatan Covid-19 Merri Indriana; Dasrun Hidayat; Iris Fatia Maharani; Gartika Rahmasari
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i2.7252

Abstract

Memasuki tahun 2021 wabah virus COVID-19 hingga saat ini terus meningkat. Pemerintah mengeluarkan kebijakan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Kebijakan tersebut dinyatakan untuk meminimalisir laju penyebaran COVID-19. Seluruh masyarakat hingga pelayanan kesehatan menerapkan kebijakan protokol kesehatan yang sering didengar dengan sebutan 3M yaitu menggunakan masker, membersihkan tangan, dan menjaga jarak. Dengan sistem kebijakan tersebut menimbulkan adanya perubahan dalam penyampaian pesan komunikasi salah satunya komunikasi terapeutik pada layanan kesehatan. Fenomena ini menarik dan unik untuk diteliti karena adanya perubahan yang muncul setelah komunikasi terapeutik dilakukan dengan sistem protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi komunikasi terapeutik paramedis dan pasien dengan sistem protokol kesehatan COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan 12 informan meliputi 4 paramedis dan 8 pasien dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang berdasarkan memenuhi kriteria peneliti. Teknik pengumpulan data didapat dari hasil observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan, terdapat komunikasi tertutup yang berlangsung secara singkat dengan tujuan menghindari adanya kontak fisik selama proses pelayanan dengan tatap muka, selain itu bahasa verbal dan bahasa non verbal diangap penting oleh paramedis dan pasien dalam berkomunikasi disaat menjalankan protokol kesehatan Covid-19.
Kampanye #Berkaingembira Dalam Membangun Kesadaran Generasi Z Akan Budaya Berkain Putu Cemerlang Santiyuda; Ni Luh Ramaswati Purnawan; Ni Made Ras Amanda Gelgel
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.7365

Abstract

Globalisasi dan digitalisasi membuat perkembangan arus informasi menjadi cepat dan masif. Salah satunya yaitu, masuknya produk budaya asing melalui media sosial. Generasi Z yang merupakan digital native adalah kelompok usia yang paling banyak terpapar hal tersebut. Diperlukan transfer pengetahuan tentang warisan budaya lokal kepada generasi Z melalui kampanye digital di media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kampanye #BerkainGembira membangun kesadaran generasi Z akan budaya berkain. Kampanye #BerkainGembira merupakan salah satu kampanye digital di media sosial yang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan tentang budaya lokal salah satunya, budaya berkain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara daring, observasi daring , dan studi dokumentasi terhadap konten yang dibuat oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye #BerkainGembira dapat membangun kesadaran Generasi Z akan budaya berkain. Kampanye #BerkainGembira dilakukan melalui media sosial yaitu Instagram, TikTok, Youtube, dan Discord melalui creative content sharing dan hashtag atau tagar yang menjadi trend di kalangan generasi Z dan membentuk jaringan komunitas. Keterlibatan public figure dan influencer dalam kampanye #BerkainGembira juga menarik perhatian khalayak khususnya generasi Z terhadap kampanye ini. Diharapkan kampanye ini semakin berkembang dalam menyasar generasi yang lebih muda (generasi Alpha).
Analisis Penggunaan Facebook Dalam Marketing Dan Branding Produk Kecantikan Estee Lauder Indonesia Dan Somethinc Alicia Laurence Efendi; Ikhsan Fuady; S. Kunto Adi Wibowo
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.7429

Abstract

Pada zaman dengan kemajuan teknologi yang pesat ini, kita memiliki banyak fasilitas untuk mempermudah segala aktivitas kita. Salah satunya adalah media sosial yang memiliki banyak peranan penting untuk berbagai aspek kehidupan kita, termasuk untuk menarik ketertarikan dan perhatian para konsumen terhadap berbagai produk atau merek di dunia. Akibat popularitas dan kemampuan media sosial untuk menghubungkan komunitas virtual dengan orang dan bisnis yang berbeda-beda, beberapa pihak mendorong bisnisnya di media sosial, termasuk di Facebook. Penelitian ini menganalisis bagaimana kedua merek produk kecantikan, yaitu Somethinc dan Estee lauder Indonesia memanfaatkan Facebook untuk branding dan marketing dengan menerapkan teori viral marketing. Sejumlah 396 sampel dengan persebaran 262 unggahan Somethinc dan 134 unggahan Estee Lauder Indonesia dianalisis menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kuantitatif, diikuti dengan uji statistika deskriptif dan statistika inferensial. Penelitian terdahulu menganalisis konten Facebook enam merek produk kecantikan global dengan membagi produk tersebut ke dalam dua kategori, yaitu high-end brand dan department store-counterparts brand. Penelitian ini menemukan perbedaan pemanfaatan Facebook antara kedua merek tersebut.
Radikalisme Dan Ikthiar Kapabilitas Literasi Informasi Pada Persepsi Kelompok Mahasiswa Emanuel Sowe Leuape
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.7945

Abstract

Radikalisme muncul sebagai label sosial yang dikenakan kepada ragam kelompok penganut agama Islam yang punya penghayatan dogmatik terhadap agamanya. Akan tetapi, radikalisme bukan domain kelompok agama tertentu. Banyak studi keilmuan telah mengkonfirmasi bahwasanya radikalisme berkelindan dengan banyak aspek, meliputi: aspek sejarah, subyek pelaku, kandungan ideologi maupun kepentingan, modus operandi, implikasi sosialnya hingga ikthiar penanganannya. Kajian ini bertujuan menelaah: 1) Pluralitas pengalaman keseharian kelompok mahasiswa terhadap term dan praktik radikalisme dan 2) Pengalaman kelompok mahasiswa terhadap kapabilitas literasi informasi sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan radikalisme. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian fenomenologi Edmund Husserl. Hasil penelitian, yaitu: 1) Pertautan mahasiswa dengan radikalisme berlangsung melalui pembelajaran sosial yang dimulai dari keluarga, sekolah, pengalaman pergaulan sosial, serta melalui media TIK. Pada prakteknya, kelompok mahasiswa punya kekayaan stok pengetahuan dan relatif lebih fleksibel dalam mendefinisikan radikalisme dan 2) Kelompok mahasiswa menyadari urgensitas literasi informasi sebagai bagian dari upaya deradikalisasi, antara lain: bestari mencerna informasi dalam ruang publik analog maupun virtual, meningkatkan kapasitas pengetahuan sekaligus memperluas horizon pemikiran, serta giat membangun relasi dan interaksi sosial sebagai wadah pembelajaran bersama. Pada akhirnya, jarak kritis pada fenomena radikalisme menjadi titik tumpu untuk memulai sebuah upaya deradikalisasi yang tepat.
Pemberdayaan Perempuan Di Bidang Komunikasi Melalui Komite Kesejahteraan Dan Perlindungan Anak (KKPA) Yuli Setyowati; Fadjarini Sulistyowati; Habib Muhsin
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.8111

Abstract

Pentingnya pemberdayaan perempuan karena perempuan memiliki peran strategis dalam pendidikan keluarga dan upaya perlindungan anak dan mengurangi kekerasan terhadap anak. Komite Kesejahteraan dan Perlindungan Anak (KKPA) merupakan lembaga Desa Gilangharjo yang memiliki keberpihakan pada perlindungan anak dan perempuan dari kekerasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran KKPA dalam mendorong keberdayaan komunikasi perempuan di Desa Gilangharjo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, focus group disscussion (FGD), dan dokumentasi. Informan berjumlah 13 (tiga belas) orang terdiri dari kepala desa, pamong desa, pengurus KKPA, dan masyarakat. Data dianalisis secara kualitatif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan KKPA terbukti mampu mengurangi kekerasan dalam rumah tangga dan pernikahan dini. KKPA memberikan ruang bagi para perempuan desa untuk belajar berorganisasi dan menyampaikan pendapatnya sehingga mendorong keberdayaan komunikasi bagi perempuan di Desa Gilangharjo. Keberlangsungan KKPA sebagai organisasi perempuan di desa karena adanya komitmen pemerintah desa. Komitmen ini ditunjukkan dengan pengakuan desa terhadap keberadaan organisasi KKPA melalui surat keputusan kepala desa dan adanya alokasi dana desa setiap tahun untuk anggaran operasional.
Manajemen Komunikasi Ormas Lindu Aji Melalui Media Sosial Dalam Membangun Public Trust Citra Safira; Rr B. Natalia Pujiastuti; Sri Syamsiyah Lestari S
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.8114

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana organisasi masyarakat (ormas) menggunakan media sosial untuk membangun kepercayaan publik pada mereka. Hal ini dibutuhkan mengingat tujuan berdirinya suatu ormas adalah untuk mendukung kepentingan masyarakat, sehingga perlunya dukungan satu sama lain agar tujuan bersama dapat dicapai. Metode yang dipilih adalah studi kasus single case, di mana peneliti ingin melihat proses pengelolaan komunikasi oleh ormas kepada publik. Teori yang digunakan adalah Teori Computer-Mediated Communication karena dapat menjadi landasan dalam penelitian karena berhubungan dengan komunikasi organisasi melalui media komputer (teknologi digital). Hasil yang diperoleh adalah terdapat tahapan-tahapan yang dilakukan oleh ormas Lindu Aji dalam membangun kepercayaan publik, yakni melalui tahapan perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi guna mengukur keberhasilan yang telah dicapai. Ditemukan bahwa Lindu Aji lebih banyak menggunakan komunikasi secara langsung kepada masyarakat dibandingkan melalui media sosial untuk membangun public trust. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah peneliti dapat menggunakan metode multi case, di mana peneliti dapat membandingkan keefektifan manajemen komunikasi organisasi masyarakat dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Page 9 of 16 | Total Record : 158