cover
Contact Name
Isnaini Muhandhis
Contact Email
isnainimuhandhis@uwp.ac.id
Phone
+628179673146
Journal Mail Official
jurnalgesiuwp@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Benowo no. 1 - 3, Babat Jerawat, Kec. Pakal, Surabaya, Jawa Timur 60197
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi)
ISSN : 29642760     EISSN : 29642760     DOI : https://doi.org/10.38156/gesi
JGESI adalah Journal Of Gender Equality And Social Inclusion (e-ISSN. 2964-2760), diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Inklusi Sosial, Universitas Wijaya Putra Surabaya, Indonesia. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2022 dengan terbitan dua kali per tahun (September dan Maret). Jurnal Ilmiah JGESI merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang multidisiplin ilmu yang terkait tentang Pengentasan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Energi Bersih dan Terjangkau, Gender dan Kesetaraan Hukum, Gender dan Kesetaraan Politik.
Articles 52 Documents
EKSTRAKSI, KERJA PERAWATAN, DAN INVISIBILITAS GENDER: KAJIAN FEMINIS INTERSEKSIONAL ATAS PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI INDUSTRI EKSTRAKTI Juliana Bulan Pertiwi; Ahmad Ridwan; Dewien Nabielah Agustin
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v5i1.206

Abstract

Eksploitasi dan ketimpangan gender terhadap perempuan tidak hanya terjadi dalam sektor industri konvensional, tetapi juga dalam praktik pengelolaan lingkungan sehari-hari, seperti pengelolaan sampah. Dalam perspektif feminisme interseksional, pengelolaan sampah dapat dipahami sebagai praktik industri ekstraktif non-material yang bergantung pada kerja perawatan perempuan. Kerja ini dinormalisasi sebagai tanggung jawab domestik, tidak diakui sebagai kerja produktif, dan sering kali luput dari perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan sampah mereproduksi eksploitasi, invisibilitas gender, dan ketimpangan relasi kuasa terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan subjek penelitian berupa perempuan yang memiliki pengalaman langsung dalam praktik pengelolaan sampah sehari-hari. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, dengan penggalian data dilakukan hingga mencapai kecukupan informasi dan tidak ditemukan variasi pengalaman baru yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kerja perawatan perempuan menjadi fondasi utama keberlangsungan sistem pengelolaan sampah, namun dinormalisasi dan tidak diakui secara sosial maupun ekonomi; (2) terdapat ketimpangan relasi kuasa antara perempuan sebagai pelaksana kerja perawatan dan aktor institusional sebagai pengendali kebijakan; serta (3) perempuan mengalami dampak sosial dan psikologis berupa tekanan moral, kelelahan emosional, dan stigma sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya mengekstraksi sumber daya material, tetapi juga mengekstraksi waktu, tenaga, dan kesejahteraan sosial perempuan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis pengelolaan sampah sebagai industri ekstraktif melalui perspektif feminisme interseksional dengan pendekatan fenomenologi.
Toxic Masculinity dalam Konstruksi Sosial: Dekonstruksi Emosi Laki-Laki dalam Perspektif Gender Justin Raja Guk Guk; Defitri Purba; Layla Mutiara
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v5i1.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi toxic masculinity dalam membentuk pemahaman dan ekspresi emosi laki-laki, serta mengkaji proses dekonstruksi emosi tersebut dalam perspektif gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur sistematis. Data diperoleh melalui teknik purposive sampling dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku akademik, dan laporan penelitian yang relevan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic masculinity merupakan konstruksi sosial yang terbentuk melalui proses sosialisasi dan budaya patriarki yang menekankan dominasi, kontrol, serta penekanan emosi pada laki-laki. Konstruksi ini berdampak pada pembatasan ekspresi emosional, tekanan psikologis, serta munculnya berbagai masalah kesehatan mental. Selain itu, ditemukan adanya proses dekonstruksi emosi laki-laki yang menunjukkan bahwa maskulinitas bersifat dinamis dan dapat dinegosiasikan. Perspektif gender menegaskan bahwa ekspresi emosi bukan merupakan kodrat biologis, melainkan hasil konstruksi sosial yang dapat dikritisi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian gender dengan menempatkan maskulinitas sebagai pengalaman emosional yang kompleks dan dinamis, serta memberikan implikasi praktis dalam menciptakan ruang sosial yang lebih inklusif bagi laki-laki dalam mengekspresikan emosi tanpa stigma.
DAMPAK PERKAWINAN DINI TERHADAP HAK-HAK PEREMPUAN Mohammad Rafli Syarifudin; Galang Robbiansyah; Muhammad Fadil Muzakki
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.194

Abstract

16 Tahun 2019 telah menetapkan usia minimal menikah pada 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Fenomena ini terutama terjadi di daerah pedesaan dan dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi, serta pemahaman agama yang belum menyeluruh. Perempuan menjadi pihak yang paling terdampak, dengan konsekuensi berupa terputusnya pendidikan, risiko kesehatan reproduksi, ketimpangan dalam rumah tangga, serta potensi mengalami kekerasan dan ketergantungan ekonomi. Dalam perspektif hukum Islam, meskipun usia minimal tidak disebutkan secara eksplisit, prinsip maqashid al-syari’ah menekankan perlindungan terhadap jiwa, akal, dan keturunan, yang menuntut kematangan fisik dan psikis dalam pernikahan. Artikel ini menganalisis secara yuridis dan normatif dampak perkawinan dini terhadap hak-hak perempuan serta menegaskan pentingnya harmonisasi antara hukum Islam, hukum nasional, dan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan. Melalui pendekatan nilai-nilai keadilan dalam Islam, artikel ini menekankan bahwa pernikahan seharusnya hanya dilakukan oleh individu yang telah matang secara menyeluruh demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.
ANALYZING THE POWER OF WORDS IN BEYONCÉ’S INSTAGRAM COMMENTS Safira Fahroji; Shanty AYPS Duwila; Surya Priyambudi
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.196

Abstract

This study examines speech acts and hate speech in the comment sections of Beyoncé's Instagram. It focuses on the types of hate speech directed at her. Using a qualitative approach, the research explores how hate speech functions as speech acts, especially in shaping emotional and psychological impacts. Thirty comments were collected from Beyoncé's most commented posts over six months (September 2024–February 2025), particularly during negative public controversies. Data collection involved locating her account, selecting relevant posts, reviewing comments for hate speech, and capturing screenshots. The analysis followed several steps: compiling and identifying comments, categorizing hate speech types, analyzing them with hate speech theory, interpreting the results, and concluding the findings. The study identified four main types of hate speech: insults, provocations, defamation, and offensive behavior. Results show that hate speech, produces real emotional, and psychological harm. These findings highlight the serious impact of online hate and the importance of addressing harmful language in digital spaces.
PERSPEKTIF DAN SOLUSI ANTARA HUKUM PERKAWINAN DAN KESETARAAN GENDER DI INDONESIA: PERSPEKTIF DAN SOLUSI ANTARA HUKUM PERKAWINAN DAN KESETARAAN GENDER DI INDONESIA Ersa Indayani; Surya Aulya Benito Aziz; Vika Andarini
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.197

Abstract

Penghapusan diskriminasi merupakan upaya yang tidak mudah. Dalam upaya mewujudkan kesetaraan lelaki dan perempuan atau kesetaraan gender itu, banyak halangan yang dihadapi. Halangan tersebut antara lain pemahaman ajaran agama, tradisi, budaya, politik, ekonomi, dan pendidikan tersebut. Sebagai hak yang bersifat universal, Hak Asasi Manusia (HAM) mendapat pengakuan berbagai bangsa dan negara di dunia. Perempuan adalah manusia juga, seperti halnya jenis manusia lain yakni kaum lelaki. Dua jenis manusia ini memiliki kedudukan, tanggung jawab dan hak yang sama, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana perspektif masyarakat Indonesia tentang kesetaraan gender dalam hukum perkawinan dan apa saja solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam hukum perkawinan di Indonesia. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah Pendekatan perundang-undangan berarti peneliti menggunakan khususnya instrumen hukum Nasional yaitu Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum perkawinan Indonesia yang diatur dalam, Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dan instrumen hukum yang lainnya, sampai saat ini belum memenuhi harapan kaum perempuan, atau belum memberikan jaminan keadilan bagi kaum perempuan. Di dalamnya masih memuat hukum yang bias gender, mengukuhkan budaya patriarkhi, atau diskriminatif.
DAMPAK STANDAR KECANTIKAN TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA DI INDONESIA: indonesia Fifin Dwi Purwaningtyas Fifin; Futy Oktav Milenia Putri; Zumrotul Arifah
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.198

Abstract

This study was motivated by the growing influence of beauty standards shaped by the media on the self-confidence of young women in Indonesia. Popular culture and beauty advertisements have constructed the notion that beauty is associated with fair skin, a slim body, and smooth facial features, which affect adolescents’ self-perception. The purpose of this study is to investigate how beauty standards affect the confidence levels of young women. This research employed a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with two female adolescents aged 16–17 who have experienced pressure related to appearance. The findings suggest that social media plays a significant role in shaping perceptions of beauty, leading some teenagers to feel less confident if they do not meet certain physical standards. However, some participants can reject such views by realizing that beauty is relative. The study concludes that socially constructed beauty standards can negatively affect self-confidence, highlighting the importance of self-acceptance as the foundation of true beauty.
PERAN PEREMPUAN DALAM USAHA PENGURANGAN EMISI DAN PRODUKSI BERKELANJUTAN Prisa Ayu Putri; Nabilah Azzahrah; Suryaningsih Suryaningsih
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.201

Abstract

isu pengurangan emisi dan produksi berkelanjutan menjadi fokus utama dalam upaya global menghadapi perubahan iklim. Namun, partisipasi perempuan dalam bidang ini masih tergolong terbatas. Padahal, perempuan memiliki potensi besar dalam mendorong praktik ramah lingkungan melalui peran mereka di sektor rumah tangga, komunitas, dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang membatasi keterlibatan perempuan dalam upaya pengurangan emisi dan produksi berkelanjutan, serta menelaah potensi peran strategis mereka dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber ilmiah dan kebijakan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama bagi perempuan meliputi keterbatasan akses terhadap pendidikan lingkungan, sumber daya 9ekonomi, dan pengambilan keputusan. Selain itu, norma sosial dan budaya yang masih patriarkis turut mempersempit ruang partisipasi perempuan dalam bidang lingkungan dan energi. Dengan meningkatkan literasi lingkungan, memperluas akses terhadap teknologi hijau, serta melibatkan perempuan dalam perumusan kebijakan, diharapkan peran perempuan dapat lebih dioptimalkan dalam menciptakan sistem produksi yang berkelanjutan dan rendah emisi.
ANALISIS TANTANGAN KERJA BERBASIS GENDER DOKTER HEWAN PEREMPUAN DI ERA INDUSTRY 5.0 PENDEKATAN MIXED-METHODS BERBASIS GESI Muchamad Erfan Efendi
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.207

Abstract

diikuti kesetaraan kesempatan dan kondisi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bias gender, beban kerja, konflik kerja–keluarga, dan burnout terhadap kesejahteraan psikologis dokter hewan perempuan menggunakan pendekatan mixed-methods sequential explanatory. Sebanyak 305 responden mengikuti survei dengan instrumen terstandar, diikuti wawancara mendalam pada tahap kualitatif. Analisis kuantitatif mencakup statistik deskriptif, uji reliabilitas (α = 0,82–0,93), Confirmatory Factor Analysis (CFA), regresi linear, serta uji mediasi dan moderasi. Hasil menunjukkan tingkat beban kerja tinggi (mean = 3,87), bias gender cukup kuat (mean = 3,54), dan konflik kerja–keluarga signifikan (mean = 3,62). Burnout terutama pada aspek emotional exhaustion juga tinggi (mean = 29,1), berdampak pada penurunan kesejahteraan psikologis. Regresi menunjukkan bias gender berpengaruh terhadap beban kerja (β = 0,41; p < 0,01), sementara beban kerja dan konflik kerja–keluarga memediasi penurunan well-being. Analisis kualitatif menguatkan temuan dengan tema utama: beban peran gender, stereotip pekerjaan, kelelahan emosional, dan kebutuhan dukungan organisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan SDM veteriner berperspektif GESI untuk meningkatkan kesejahteraan dokter hewan perempuan.
CONSTRUCTING BEAUTY: A LINGUISTIC FEATURES ANALYSIS OF KOREAN SKINCARE ADVERTISEMENTS Erika Ardyanti; Shanty A.Y.P.S. Duwila; Ari Astutik
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.208

Abstract

This study aims to reveal the ideology of beauty constructed in Korean skincare advertisements through Norman Fairclough’s three-dimensional Critical Discourse Analysis (CDA) framework, focusing on the textual dimension. The analysis specifically examines how linguistic features in advertising texts contribute to the construction of beauty ideology within the context of gender and social inclusion. The data consist of six video advertisements from Mediheal, Nature Republic, Innisfree, Sulwhasoo, Laneige, and COSRX, collected from each brand’s official YouTube channels. Using a descriptive qualitative approach with documentation and content analysis techniques, this study identifies key linguistic features such as pronouns, evaluative adjectives, repetition, conjunctions, modality, and disjunctive phrases. The findings indicate that these linguistic strategies construct a narrow and idealized representation of beauty that emphasizes flawlessness, youthfulness, and skin perfection. Such representations implicitly marginalize alternative identities related to age, skin texture, and skin tone, thereby reinforcing non-inclusive beauty standards. From a GESI perspective, the advertisements position women as primary subjects of beauty discipline, subtly pressuring them to conform to idealized norms through continuous product consumption. This discourse reflects the intersection of capitalist and patriarchal ideologies, where women’s bodies become sites of control, normalization, and commercialization. This study concludes that Korean skincare advertisements function not only as commercial texts but also as ideological instruments that reproduce gendered expectations and social exclusion. By privileging a limited definition of beauty, these advertisements contribute to unequal power relations that shape women’s self-perception, reinforce gender bias, and constrain social inclusion in contemporary beauty culture.
Penanganan Kasus Pelecehan Seksual dalam Perspektif Kesetaraan Gender: Studi Kasus Dua Artikel Berita Kompas.Com dan Detik.Com Ach. Atikul Ansori; Astriliani Astriliani; Sri Agusni Azizah; Ralisma Andika Wati
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v5i1.214

Abstract

Kasus dugaan pelecehan seksual verbal di Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2026 menjadi perhatian publik dan diberitakan oleh sejumlah media online, termasuk Kompas.com dan Detik.com. Penelitian ini merupakan studi kasus kualitatif yang bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana dua artikel berita satu dari Kompas.com dan satu dari Detik.com membingkai kasus tersebut, menggunakan model analisis framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Kedua artikel dipilih secara purposive karena membahas peristiwa yang sama namun menonjolkan sudut pandang berbeda, sehingga memungkinkan perbandingan framing secara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa artikel Kompas.com yang dianalisis menggunakan framing prosedural dan institusional dengan menekankan investigasi kampus serta mekanisme penyelesaian internal. Sebaliknya, artikel Detik.com yang dianalisis membingkai kasus sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan berbasis gender dengan menonjolkan perlindungan korban, penerapan UU TPKS, dan edukasi gender. Kedua artikel sama-sama tidak menampilkan victim blaming secara eksplisit, namun suara korban belum dihadirkan secara langsung. Sebagai studi kasus, temuan ini hanya berlaku pada kedua artikel yang dianalisis dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kecenderungan framing Kompas.com maupun Detik.com secara umum. Temuan tetap memberikan gambaran awal yang relevan mengenai praktik jurnalisme berperspektif gender dalam pemberitaan kekerasan seksual di Indonesia.