cover
Contact Name
Maxsel Koro
Contact Email
maxsel.koro@staf.ac.id
Phone
+6285339044426
Journal Mail Official
maxsel.koro@staf.undana.ac.id
Editorial Address
Jl. SK. Lerik No.III Kota Baru Kupang-NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Journal of Character and Elementary Education
ISSN : -     EISSN : 29636256     DOI : https://doi.org/10.35508/jocee.v1i1
Core Subject : Education,
Ruang lingkup JOCEE adalah penelitian dan aplikasinya di bidang Pendidikan Karakter dan Pendidikan Dasar dengan jabaran sebagai berikut: Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Pedagogi Pendidikan IPS di Sekolah Dasar Pendidikan IPA di Sekolah Dasar Pendidikan PKn di Sekolah Dasar Pendidikan Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Pendidikan Matematika di Sekolah Dasar Pendidikan Seni dan Prakarya di Sekolah Dasar
Articles 109 Documents
Potret Kecemasan Akademik Pada Siswa SMA di Kota Kupang Kristin Melliyati Benu; Ahmad Kamil; Elisa Bellyah Masi
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan akademik di kalangan siswa sekolah menengah atas di Kota Kupang. Kecemasan akademik merupakan masalah psikologis yang umum dialami oleh siswa dan berpotensi memengaruhi proses belajar, prestasi akademik, serta kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui skala kecemasan akademik yang diberikan kepada siswa sekolah menengah atas di Kota Kupang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat kecemasan akademik yang dialami oleh responden. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kecemasan akademik siswa termasuk dalam kategori sedang. Sebagian besar siswa mengalami kekhawatiran, ketegangan, dan tekanan terkait tuntutan akademik, seperti tugas sekolah, ujian, dan ekspektasi untuk mencapai tujuan akademik tertentu. Selain itu, beberapa siswa ditemukan berada dalam kategori kecemasan akademik tinggi, sementara tidak ada yang berada dalam kategori kecemasan akademik rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa tuntutan akademik tetap menjadi sumber stres yang signifikan yang dirasakan oleh hampir semua siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa kecemasan akademik merupakan fenomena yang cukup dominan di kalangan siswa SMA di Kota Kupang dan memerlukan perhatian dari sekolah, guru, konselor, dan orang tua. Upaya pencegahan dan intervensi melalui layanan bimbingan dan konseling, penguatan keterampilan koping, regulasi emosi, serta peningkatan
PENGARUH MINAT BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR Falconieri Yunni Sakan; Graciana Revalina Nomleni; Ariyani Sole; Margarita Elsiana Klau; Dorkas Tabita Tana; Sriyulan Markus; Egi Revian Tallo
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28774

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian serius, sebagaimana tercermin dari hasil PISA 2022 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-68 dari 81 negara dengan skor matematika 366, jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 472. Kondisi ini diduga erat kaitannya dengan rendahnya minat belajar matematika siswa yang berdampak pada lemahnya penguasaan konsep numerasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minat belajar matematika terhadap kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar berdasarkan kajian penelitian terdahulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan desain deskriptif kuantitatif. Subjek kajian terdiri atas tiga artikel ilmiah yang relevan dan terindeks, yang diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan instrumen lembar analisis literatur. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil kajian mengungkapkan bahwa minat belajar matematika berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi numerasi siswa, dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,779 dan koefisien korelasi r = 0,68 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi minat belajar matematika siswa, semakin baik pula kemampuan literasi numerasi yang dimilikinya. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya upaya peningkatan minat belajar matematika melalui pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan bermakna sebagai strategi utama dalam memperkuat kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar.
Analisis Implementasi Kesehatan Dalam Pembentukan Pola Hidup Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Salvesinus Viktorin Nangkung; Noni Shintia Kase; Sharon Ruth Tharoci Bire; Maria Fransiska Neonnufa; Zifera Wati Ottu; Mariana Felisitas Kila Wolo
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28778

Abstract

ABSTRAK; Literasi kesehatan adalah kemampuan sesorang dalam memahami dan menerapkan informasi Kesehatan untuk membentuk pola hidup sehat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi literasi kesehatan dalam pembentukan pola hidup sehat pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui analisis berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi kesehatan dilakukan melalui berbagai program seperti PHBS, Program Dokter Cilik, edukasi gizi seimbang, program makan sehat, aktivitas fisik, penggunaan media pembelajaran interaktif, serta literasi kesehatan digital. Implementasi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan pembiasaan hidup sehat siswa, seperti menjaga kebersihan diri, memilih makanan sehat, dan menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, implementasi literasi kesehatan masih menghadapi hambatan berupa rendahnya kesadaran siswa, keterbatasan fasilitas sekolah, dan kurangnya dukungan keluarga. Oleh karena itu, kerja sama antara sekolah, guru, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan implementasi literasi kesehatan dalam membentuk pola hidup sehat siswa sekolah dasar.
KESENJANGAN PROGRAM LITERASI SEKOLAH DAN PRAKTIK DI KELAS Devista Claudia DjaraTari; Maria Grasiana Rere; Helena keneka Belitin; Sarah Zefanya Hale; Debi Koro Djami
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28781

Abstract

Kesenjangan antara program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan praktik pelaksanaannya di kelas menjadi fokus utama kajian ini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan studi kepustakaan, sejumlah artikel ilmiah yang relevan ditelaah untuk memotret kondisi implementasi GLS di sekolah dasar. Secara umum, GLS telah diwujudkan melalui kegiatan membaca 15 menit, penyediaan pojok, pemanfaatan perpustakaan, dan pembiasaan membaca literasi di kelas — namun belum menyentuh inti pembelajaran secara menyeluruh dan masih terjebak pada pola rutinitas formal. Faktor-faktor seperti keterbatasan sarana, kurangnya pemahaman guru tentang literasi, sempitnya waktu, dan lemahnya budaya literasi sekolah menjadi penyebab utama kesenjangan tersebut. Di tengah tantangan itu, GLS tetap mencatatkan dampak positif pada minat membaca, motivasi belajar, dan budaya literasi peserta didik. Untuk itu, kompetensi guru, ketersediaan sumber belajar, dukungan orang tua, dan pengelolaan pembelajaran yang terstruktur menjadi kunci agar GLS berkembang menjadi budaya belajar yang autentik di sekolah dasar.
LITERASI BACA TULIS: JEMBATAN MENUJU MASA DEPAN GEMILANG BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Marlin Muni Manu; Merince Kekado; Fhido Erfando Neno; Maria Yunita Ina Bulu; Marlin Muni Manu; Fira Yuniar Penu; Tifani Aviani Oematan; Keshia Listra Linome
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28786

Abstract

Literasi baca tulis merupakan kompetensi fundamental yang menentukan kualitas sumber daya manusia masa depan. Namun, data PIRLS 2021 menunjukkan siswa SD Indonesia masih berada pada level rendah dalam pemahaman membaca, menduduki peringkat ke-45 dari 57 negara peserta. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep literasi baca tulis, implementasinya di jenjang SD, faktor-faktor yang berkontribusi, serta strategi efektif untuk meningkatkannya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji 20 sumber nasional dan internasional relevan terbitan 2018–2023 secara sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi baca tulis mencakup kontinum dimensi kognitif, linguistik, dan metakognitif yang saling berkaitan. Rendahnya capaian literasi utamanya disebabkan minimnya kebiasaan membaca di rumah, keterbatasan akses bahan bacaan, dan lemahnya instruksi membaca oleh guru kelas. Strategi seperti pendekatan Whole Language, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dan membaca dialogis terbukti efektif meningkatkan kompetensi literasi siswa. Kajian ini berkontribusi memberikan kerangka praktis bagi guru kelas dan kepala sekolah dalam merancang program literasi berbasis bukti.
DAMPAK RENDAHNYA LITERASI BUDAYA PADA SISWA DI TINGKAT SEKOLAH DASAR Maria Kontesa Niwu; Jenniver Claudya Ludji Wadu; Felisita Zalianti Sebtia Faymau; Mersi Mariana Djawa; Pelangi Savera Putri Rido; Melki Karlitos Pasole
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28787

Abstract

Rendahnya literasi budaya pada siswa sekolah dasar menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi menyebabkan siswa lebih mudah terpapar budaya asing dibandingkan budaya lokal sehingga berpotensi mengurangi pemahaman, apresiasi, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak rendahnya literasi budaya pada siswa sekolah dasar serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat literasi budaya dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Subjek penelitian terdiri atas 10 artikel jurnal yang terindeks Google Scholar yang relevan dengan topik penelitian. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi menggunakan instrumen lembar analisis literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi budaya berdampak pada menurunnya rasa cinta terhadap budaya lokal, lunturnya identitas nasional, rendahnya sikap toleransi terhadap keberagaman, serta berkurangnya minat siswa terhadap kesenian tradisional. Oleh karena itu, penguatan literasi budaya melalui pembelajaran berbasis budaya lokal perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk membentuk karakter siswa dan melestarikan budaya bangsa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY BERBASIS FLIPBOOK PADA MATERI PRONUNCIATION BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SD INPRES BUMI SAGU Khaeratun Hisan; Risqi Ramadani. S; Gita Ismi Nurain; Ivone Juvelia Sinolidi; Sisriawan Lapasere; Nurgan Tadeko; Muhammad Nazimuddin Al Kamil; Nur Fadlun
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28845

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pronunciation (pelafalan) bahasa Inggris siswa kelas IV sekolah dasar yang disebabkan oleh perbedaan antara ejaan dan cara pengucapan kata, serta masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis Flipbook pada materi pronunciation bahasa Inggris siswa kelas IV SD Inpres Bumi Sagu, menguji tingkat kelayakan media, serta mengetahui kepraktisannya dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 3 validator ahli (ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media), 1 orang guru, serta 20 siswa kelas IV SD Inpres Bumi Sagu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket validasi, angket respons guru, dan wawancara siswa. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan dihitung dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran AR berbasis Flipbook yang dikembangkan berhasil diwujudkan dalam produk “Fun English Pronunciation” dan dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil validasi ahli dengan persentase sebesar 95%. Hasil uji kepraktisan melalui angket guru memperoleh persentase sebesar 80% dengan kategori praktis, sedangkan hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memberikan respons yang sangat positif terhadap penggunaan media. Integrasi objek 3D, audio penutur asli (native speaker), dan pemindaian kode QR mampu meningkatkan motivasi belajar, menarik minat siswa, serta membantu mereka memahami dan melafalkan kosakata bahasa Inggris dengan lebih baik. Dengan demikian, media pembelajaran Augmented Reality berbasis Flipbook layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran untuk mendukung peningkatan kemampuan pronunciation siswa sekolah dasar.
A ANALISIS VIDIO PEMBELAJARAN BILANGAN CACAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA SD. Masri Amin Parla; Miftahul Inayah; Nurul Istiqamah; Rhifa A-h Zahra Ramadhani; Deliana Pratiwi; Viovri Venesya; Sisriawan Lapasere; Nurgan Tadeko; Muhammad Nazimuddin Al kamil
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28967

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong penggunaan media pembelajaran berbasis audiovisual dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Salah satu media yang banyak digunakan adalah video pembelajaran karena mampu menyajikan materi secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan kelayakan video pembelajaran matematika pada materi bilangan cacah berdasarkan isi materi, tampilan visual, penggunaan bahasa, penyajian, serta kesesuaiannya dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi terhadap video pembelajaran yang tersedia pada platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran bilangan cacah memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami konsep dasar matematika melalui penyajian visual dan audio yang menarik. Namun, masih ditemukan beberapa video yang kurang sesuai dari segi penggunaan bahasa, kualitas visual, maupun penyajian materi bagi siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan analisis kualitas video pembelajaran agar media yang digunakan benar-benar layak dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih media pembelajaran matematika yang berkualitas serta menjadi bahan rujukan bagi penelitian selanjutnya mengenai media pembelajaran berbasis digital.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL SISWA SEKOLAH DASAR NAIKOTEN 2 KOTA KUPANG Maria Trifonensia Mulia; Andriyani Emilia Lay; Rizky M. Aryance Abel
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.29929

Abstract

Penggunaan media sosial pada siswa sekolah dasar merupakan fenomena yang semakin berkembang dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental siswa. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak pada perubahan emosi, perilaku sosial, serta konsentrasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SD Inpres Naikoten 2 Kupang dengan jumlah sampel sebanyak 108 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental siswa, yang ditunjukkan oleh nilai F hitung 13,821 Sig-0,000 (Ⳁ<0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,115 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 11,5% terhadap perubahan kondisi kesehatan mental siswa. Penggunaan media sosial berpengaruh terhadap kesehatan mental siswa sekolah dasar sebesar 11,5%. Dampak yang ditemukan meliputi perubahan emosi, kecenderungan meniru perilaku digital, menurunnya kepercayaan diri akibat perbandingan sosial, serta berkurangnya konsentrasi belajar. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial perlu diarahkan dan diawasi agar tidak mengganggu perkembangan mental siswa.

Page 11 of 11 | Total Record : 109