cover
Contact Name
Rahmi Dwi Febriani
Contact Email
rahmidwif@fip.unp.ac.id
Phone
+6281266343071
Journal Mail Official
rahmidwif@fip.unp.ac.id
Editorial Address
Komplek Arai Pinang , Blok E, No. 4, Lima kaum
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Consilium
ISSN : 27983269     EISSN : 27979946     DOI : 10.24036/0406cons
Consilium aims to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling, applied counseling practice, and features articles that advance the empirical, theoretical, and methodological understanding of counseling and education.
Articles 90 Documents
Hubungan antara Karakteristik Kepribadian dengan Kesiapan Menikah Astuti, Cindy; Taufik, Taufik
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0774cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pasangan suami istri yang menikah muda kemudian bercerai karena ada banyak faktor penyebab antara lain yaitu karakteristik kepribadian serta kurangnya kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kepribadian dan kesiapan menikah pemuda, dan menguji hubungan antara karakteristik kepribadian dengan kesiapan menikah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40   orang responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket karakteristik kepribadian dan angket kesiapan menikah dengan model skala Likert. Temuan penelitian ini yaitu (1) rata-rata skor capaian karakteristik kepribadian pemuda adalah 165.7 (73.64%) termasuk tinggi, (2) rata-rata skor capaian kesiapan menikah pemuda adalah 134.1 (76.62%) termasuk tinggi, (3) terdapat hubungan yang positif signifikan antara karakteristik kepribadian dengan kesiapan menikah dengan korelasi sebesar 0.409 dengan taraf signifikansi 0.009, artinya, termasuk sedang.
Hubungan Perhatian Orangtua dengan Perilaku Agresif Siswa SMP Hadi, Zakiyatul; Sukma, Dina
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0850cons

Abstract

Perilaku agresif pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya kurangnya perhatian orangtua. Orangtua memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anak, seperti memberikan perhatian, cinta, dan pemahaman yang tepat pada anak. Hal tersebut dapat membantu mengurangi resiko perilaku agresif. Anak yang mendapat perhatian dari orangtua akan merasa dicintai dan dihargai sehingga mereka memiliki hubungan sosial yang baik dan mampu mengelola emosi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perhatian orangtua dengan perilaku agresif siswa SMP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan korelasional dengan sampel sebanyak 110 orang siswa yang dipilih menggunakan teknik propotional random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perhatian orangtua siswa SMPN 10 Payakumbuh pada umumnya berada pada kategori tinggi, (2) Perilaku agresif siswa SMPN 10 Payakumbuh pada umumnya berada pada kategori rendah, (3) Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara perhatian orangtua (X) dengan perilaku agresif siswa SMP (Y) dengan koefisien korelasi sebesar -0,459 dengan nilai signifikansi sebesar <0,001 pada tingkatan hubungan yang sedang. Berdasarkan hasil penelitian ini layanan yang dapat digunakan untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa, yaitu layanan informasi, layanan penguasaan konten, layanan konseling individual, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konseling kelompok.
Hubungan Konsep Diri dan Komunikasi Interpersonal Siswa di SMA Negeri 8 Padang Asrul, Anisa; Netrawati, Netrawati
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0714cons

Abstract

There is a phenomenon of students who experience student self-concept problems at SMA N 8 Padang. This is marked by the lack of students' ability to communicate their thoughts, difficulty hearing the opinions of others, friends and teachers who criticize themselves and many students who are passive in class and do not provide responses, opinions, criticisms and suggestions when discussions are in progress. When that happens, many students are unable to make decisions because they do not believe in their abilities, such as the habit of students who often cheat when doing assignments given by the teacher. This research uses a quantitative approach with a descriptive correlational research type. The population of this study amounted to 970 students and a sample of 284 students using a proportional random sampling technique. The instrument in this research is the questionnaire instrument. The data were analyzed using descriptive statistics using the product moment correlations formula with the help of the SPSS version 23 program. The results showed that: (1) Students' self-concepts at SMAN 8 Padang varied, most of them were in the medium category with a percentage of 55.28%. (2) Interpersonal communication of students at SMAN 8 Padang is at various levels, most of them are in the medium category with a percentage of 54.93%. (3) There is a significant positive relationship between Self-Concept and Interpersonal Communication of students at SMA N 8 Padang with an rcount of 0.404 with a significant level of 0.000.
Analisis Self Presentation Pengguna Second Account Media Sosial Instagran Pratama, Ferdi Disti; Sukma, Dina
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0827cons

Abstract

Dewasa ini, kemajuan teknologi telah mengantarkan manusia untuk menciptakan bentuk baru dalam berinteraksi dan bersosialisasi, salah satunya adalah inovasi teknologi komunikasi yang berupa media sosial. Salah satu media sosial paling populer saat ini adalah Instagram. Seiring dengan itu, fenomena yang terjadi saat ini pengguna media sosial Instagram memiliki dua akun yang dibagi menjadi akun yang mempresentasikan diri yang sebenarnya (second account) sementara akun lainnya adalah akun (first account) yang menampilkan gambaran diri ideal yang ingin dia bangun. Kedua akun tersebut memiliki postingan yang berbeda. Biasanya akun utama berisi versi terbaik dan ideal dari si pengguna media sosial.Adapun tujuan penelitian ini adalah bagaimana gambaran pengguna second account di Instagram pada jika ditinjau dari teori dramaturgi. Di dalam teori dramaturgi, terdapat konsep front stage (panggung depan) dan back stage (panggung belakang). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna second account Instagraam cenderung melakukan self presentation di second account Instagram miliknya. Self presentation yang cenderung ditampilkan adalah pada panggung belakang (back stage). Second account dijadikan sebagai tempat melakukan self presentation karena dianggap sebagai akun sosial media ternyaman untuk menjadi diri sendiri.
Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala SMK N 1 dan SMK N 2 Sijunjung silvia, hidayatul
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0961cons

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai persepsi guru tentang kepemimpinan kepala SMK N 1 dan SMK N 2 Sijunjung. Pertanyaan yang ingin dijawab yaitu seberapa efektif kepala sekolah dalam mempengaruhi, menggerakkan, membimbing dan memotivasi guru-guru di SMK N 1 dan 2 Sijunjung berdasarkan persepsi guru. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan metode kuantitatif serta populasi penelitian adalah seluruh guru PNS golongan III dan IV di SMK N 1 dan SMK N 2 Sijunjung sebanyak 128 orang. Sampel penelitian berjumlah 57 orang yang ditarik menggunakan teknik Stratified Proportional Random Sampling. Instrument penelitian yang digunakan berupa angket model skala Likert. Hasil uji coba dengan 45 pernyataan di dapat 37 yang valid dan reliable. Teknik analisis data menggunakan rumus rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala SMK N 1 dan 2 Sijunjung dalam mempengaruhi, menggerakkan, membimbing dan memotivasi guru-guru sudah terlaksana secara efektif.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Menggunakan Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Self Disclosure Siswa SMA N 4 Mandau Vrida Apriliani; Indah Sukmawati
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0797cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena masih rendahnya self disclosure siswa di sekolah. Dimana hal tersebut dapat berpengaruh negatif pada kualitas dan kuantitas pribadi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) perbedaan self disclosure siswa pada kelompok eksperimen yang mengikuti layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik problem solving, (2) perbedaan self disclosure siswa pada kelompok kontrol yang mengikuti layanan bimbingan kelompok tanpa menggunakan teknik problem solving, (3) perbedaan self disclosure siswa pada kelompok eksperimen yang diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik problem solving dengan kelompok kontrol yang diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok tanpa menggunakan teknik problem solving. Instrumen yang digunakan angket dengan mode skala likert. Teknik analisis data yang digunakan yakni wilcoxon singed rank test untuk mengetahui perbandingan skor  pretest dan posttest. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terjadinya peningkatan self disclosure dalam layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik problem solving  efektif untuk meningkatkan self disclosure. Hal ini juga terlihat dari hasil uji wilcoxon singed rank test pada aplikasi SPSS dimana asymp.sig (2-tailed) pada kelompok eksperimen lebih kecil dari 0.05 (0,001<0,05), sedangkan asymp. Sig (2-tailed) pada kelompok kontrol sebesar 0,065 yang artinya lebih besar dari 0,05 (0,065 > 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik problem solving  efektif untuk meningkatkan self disclosure siswa di SMA N 4 Mandau.
Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Rahmi, Aulia; Daharnis, Daharnis
Consilium Vol 3, No 1 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0900cons

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan hubungan perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik siswa. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan perhatian orang tua siswa, 2) Mendeskripsikan prokrastinasi akademik siswa, 3) Mendeskripsikan hubungan antara perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif-korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMAN 10 Padang yang tersebar pada kelas X (Fase E), XI (Fase F), dan kelas XII tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 1106 siswa. Sampel penelitian berjumlah 378 siswa yang diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner (angket) dengan skala model Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif-korelasional dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan, 1) perhatian orang tua siswa berada pada kategori “tinggi”, 2) tingkat prokrastinasi akademik siswa pada umumnya tergolong “sedang” 3) adanya hubungan negatif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik siswa; perhatian orang tua berkontribusi sebesar 24,3% terhadap prokrastinasi akademik siswa. 
The relationship between parental support and learning independence Asra Aila; Netrawati Netrawati
Consilium Vol 1, No 1 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0418cons

Abstract

This research is motivated by a phenomenon in the field where it is still found that students do not have the courage to express their opinions in front of the class, students often cheat on friends' assignments, go in and out during the learning process, do not do homework assignments, and there are still students who have a dependency on other people in solving them. Homework or problems in studying. One of the factors for the formation of independent learning in students is determined by social sources, namely adults who are in the student's environment such as parents, coaches, family members, and teachers who are able to support student learning activities. This study aims to look at the description of the learning independence of students, the description of parental support, and identify differences in the learning independence of students based on parental support.The type of research used is descriptive correlational. The population of this study was 180 students at SMP N2 Ranah Pesisir, with a sample of 125 students, who were selected using simple random sampling technique. The data collection used a learning independence questionnaire and a parental support questionnaire with a Likert scale model. The data processing with a descriptive approach, the researcher used Microsoft Excel with a simple statistical formula, then for the correlation analysis the researcher used the Pearson correlation product moment formula assisted by using the SPSS version 16.0 program.The results of this study indicate; (1) parental support is in the very high category with a frequency of 65 and a percentage of 52.0%. (2) the learning independence of students is in the high category with a frequency of 72 and a percentage of 57.6%. (3) there is a significant positive relationship between parental support and learning independence with the value of the correlation coefficient between parental support (X) and learning independence (Y) is 0.617 and a significance value of 0.000. Based on the guidelines for the interpretation of the correlation coefficient, with a correlation value of 0.617 it has a strong level of relationship
Motivasi Belajar Siswa Dengan Pelaksanaan Pembelajaran Daring Rize Azizi; Yarmis Syukur
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0780cons

Abstract

Motivasi belajar adalah suatu keadaan yang terdapat pada diri seorang individu untuk memulai suatu kegiatan atau aktivitas belajar atas kemauannya sendiri atau minat individu dalam menyelesaikan tugas tepat waktu, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh individu tersebut dapat tercapai. Fenomena yang terjadi di lapangan terdapat siswa mengatakan bahwa kurang memahami materi pelajaran serta tidak dapat berkonsentrasi dengan baik ketika belajar di rumah melalui pembelajaran daring, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam belajar yang membuat siswa jadi tidak bersemangat, hal itu membuat siswa jadi kurang termotivasi dalam belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI di SMAN 1 Gunung Talang sebanyak 774 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 264 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket motivasi belajar, dengan model skala likert. Data diolah dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan motivasi belajar siswa berada pada kategori cukup tinggi terlihat sudah adanya siswa yang memiliki kenginan untuk berhasil dalam belajar.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pembelajaran Daring.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri Peserta Didik dan Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Rahmi, Putri Syafira; S, Neviyarni
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0880cons

Abstract

Fenomena kondisi kepercayaan diri peserta didik yang tergolong rendah dilihat dari gejala-gejala yang tampak diantaranya peserta didik yang cenderung menutup diri, tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, ragu-ragu saat berbicara di depan kelas, diam saat ditunjuk guru untuk maju ke depan kelas, tidak percaya diri dengan keputusannya. Jika peserta didik mempunyai kepercayaan diri yang tergolong rendah akan berdampak terhadap penghambatan pencapaian tujuan hidup peserta didik di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi kepercayaan diri peserta didik di SMA Negeri 1 Batipuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian ini terdiri dari 229 peserta didik yang dipilih dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian ini skala faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data menggunakan bantuan Statistical Produs and Service Solution (SPSS) versi 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri peserta didik secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik, guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan: pemahaman tentang pentingnya memiliki kepercayaan diri, dampak yang ditimbulkan dari kurangnya kepercayaan diri dan cara meningkatkan kepercayaan diri.