cover
Contact Name
Kuncoro Asih Nugroho
Contact Email
pend_fisika@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pend_fisika@uny.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 30259215     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Fisika merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Departemen Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah atau artikel dari hasil penelitian bidang pendidikan fisika. Prosedur penerbitan dalam jurnal ini melalui peer-review dan menerapkan etika penerbitan ilmiah sebagaimana ditetapkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). Ruang lingkup artikel dalam jurnal ini adalah pendidikan.
Articles 211 Documents
THE EFFECT OF USING PROBLEM BASED LEARNING (PBL) COMBINED WITH COLLABORATIVE ACTIVITIES TRUE OR FALSE STRATEGY ON CRITICAL THINKING SKILLS OF HIGH SCHOOL STUDENTS CLASS XI Aunurrofiq Hidayat; Yusman Wiyatmo
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Problem Based Learning(PBL) dipadu dengan aktivitas kolaboratif menggunakan True or False Strategy terhadapkemampuan berpikir kritis siswa SMA kelas XI pada materi pokok gerak parabola.Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen semu (Quasi Experimental) denganmelibatkan adanya kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswakelas XI semester 1 SMAN 1 Kalasan Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel diambil dengan teknikcluster random sampling, sebanyak 2 kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniadalah perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan LembarKerja Siswa (LKS), rubrik penilaian kemampuan berpikir kritis, lembar observasi pelaksanaanpembelajaran, soal pre-test dan soal post-test. Data dianalisis dengan uji t sampel independen(Independent Sample T-Test) dan dicari nilai gain kemampuan berpikir kritisnya untukmengetahui besar peningkatannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh penerapan PBL dipadu denganaktivitas kolaboratif menggunakan True or False Strategy terhadap kemampuan berpikir kritissiswa SMA kelas XI pada materi pokok gerak parabola; 2) Kemampuan berpikir kritis siswapada kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 52% sedangkan kelas kontrol sebesar26%; 3) Pembelajaran dengan PBL dipadu dengan aktivitas kolaboratif menggunakan True orFalse Strategy memberikan hasil lebih baik dalam membangun keterampilan berpikir kritissiswa.Kata kunci: berpikir kritis, Problem Based Learning, aktivitas kolaboratif This study aims to determine the effect of using Problem Based Learning (PBL) combinedwith collaborative activities true or false strategy on critical thinking skills of high schoolstudents class XI in projectile motion.Research conducted by a quasi-experimental method involving the experimental class andcontrol class. The population was all students of class XI SMAN 1 Kalasan, first semester ofAcademic Year 2016/2017. Samples were taken using cluster random sampling, as many as twoclasses. The instrument used in this study is a learning device in the form of Lesson Plan (RPP)and Student Worksheet (LKS), critical thinking skills assessment rubrics, observation sheets oflearning implementation, pre-test and post-test questions. Data were analyzed by independent sample t test and finding the value of critical thinking skills gain to know their improvement.The results showed that: 1) there is an effect of the application of PBL combined withcollaborative activities using True or False Strategy on critical thinking skills of high schoolstudents class XI in projectile motion; 2) critical thinking skills of students in the experimentalclass increased by 52% while the control group by 26%; 3) Learning with PBL combined withcollaborative activities using True or False Strategy provides better results in developingstudents critical thinking skills.Keywords: critical thinking, Problem Based Learning, collaborative activity
PERBEDAAN MINAT DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN MEDIA CETAK PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 SEWON DIFFERENCES IN PHYSICS LEARNING INTEREST AND OUTCOMES IN COGNITIVE ASPECT BETWEEN LEARNING USING VIDEO AND PRINTED MEDIA OF STUNDETS GRADE TENTH SMA NEGERI 1 SEWON dian retno kusumaningrum; jumadi jumadi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui(1) perbedaan minat belajar dan hasil belajar fisika aspek kognitif antara pembelajaran menggunakan media video dan media cetak, (2) perbedaan pengaruh media pembelajaran video dan media cetak dalam meningkatkan minat belajar fisika, dan (3) perbedaan pengaruh media pembelajaran video dan media cetak dalam meningkatkan hasil belajar fisika aspek kognitif.Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen semu dengan desain pretest-postest control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas X MIA dengan kategori rendah. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas X MIA 4 sebagai kelas kontrol dan kelas X MIA 5 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket minat (angket awal dan angket akhir) dan tes (pretest dan postest). Teknik pengujian instrumen menggunakan program ITEMAN dan teknik pengujian prasyarat analisis menggunakan uji Normalitas dan Homogenitas.Teknik pengujian hipotesis menggunakan uji Manova dan Anava General Linear Model Mixed Design.Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan minat dan hasil belajar aspek kognitif antara pembelajaran fisika menggunakan media audio visual video dengan media cetak, (2) Terdapat pengaruh media audio visual video dengan media cetak dalam meningkatkan minat belajar fisika. Minat belajar peserta didik dalam pembelajaran berbantu media audio visual video lebih tinggi dari pada pembelajaran berbantu media cetak. (3) Terdapat pengaruh media audio visual video dengan media cetak dalam meningkatkan hasil belajar fisika aspek kognitif. Hasil belajar aspek kognitif peserta didik dalam pembelajaran berbantu media audio visual video lebih tinggi dari pada pembelajaran berbantu media cetak.Kata kunci:Media Video, Media Cetak, Minat Belajar, Hasil Belajar Aspek KognitifAbstractThis research aims to determine: (1) differences in physics learning interest and outcomes in cognitive aspect between learning physics using video and printed media, (2) differences in the influences of video and printed media as instructional media in increasing physics learning interest, and (3) difference in the influences of video and printed media as instructional media in increasing learning physics outcomes in cognitive aspect.This research is conducted in quasi-experimental research with pretest-posttest control group design. The population of this research is grade tenth students of Science class with low category. The sampling technique is cluster random sampling and it results X MIA 4 class as the controlled class and X MIA 5 as the experiment class. Data collection techniques is conducted by giving interest questionnaires (initial questionnaire and final questionnaire) and tests (pretest and posttest). The validity test uses ITEMAN program and prerequisite analysis testing techniques use Normality and Homogeneity tests. Hypothesis testing techniques use Manova test and Anava General Linear Model Mixed Design.The results of research show that: (1) There are differences in physics learning interest and result incognitive aspect between learning using audio visual video media and printed media, (2) There are influences of audio visual video media and printed media in increasing the physics learning interest. Student learning interest in learning using audio visual aids is higher than the printed media aided learning. (3) There are influences of audio visual video media with print media in improving the learning result of cognitive aspect physics. The learning outcomes of the cognitive aspects of learners in audio-visual video aided learning is higher than in printed media aids.Keywords: Video, printed instructional media, learning interest, learning result in cognitive aspect
APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE TGT THROUGH PLAYING TECHNIQUES TO INCREASE INTEREST AND PHYSICS LEARNING RESULTS STUDENTS Budi Asih , Mundilarto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018): Jurusan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe TGT melalui teknik bermain, meningkatkan minat dan hasil belajar fisika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournaments) melalui teknik bermain. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif secara persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIPA 1 di SMA N 1 Pundong dapat ditingkatkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT melalui teknik bermain. Tindakan siklus I, peserta didik yang mencapai ketuntasan 15 siswa (50%). Tindakan siklus II, peserta didik yang mencapai KKM sebanyak 25 (93%). Siklus III, sebanyak 25 peserta didik (92,6%) telah mencapai KKM. Penurunan terjadi karena jumlah soal pada siklus III lebih sedikit sehingga persentase menjawab salah menjadi lebih besar. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments, teknik bermain Abstract The aims of this study is to determine the steps of cooperative learning model type TGT (Teams Games Tournaments) through play techniques effectively, increase the interest and improve the physics learning results by applying cooperative learning model type TGT (Teams Games Tournaments) through playing technique. This study include the type of classroom action research. The research design is using Kemmis and Mc Taggart model. Data collection techniques used tests, observations, and questionnaires. The technique of data analysis using descriptive analysis in percentage. The results showed that physics learning results of students of class X MIPA 1 in SMA N 1 Pundong can be improved using cooperative learning model type Teams Games Tournaments (TGT). After the first cycle of action, students who achieve the completeness of 15 students (50%).After the second cycle of action, students who reach KKM as many as 25 (93%). Cycle III, as many as 25 students (92,6%) reached KKM. The decrease occurs because the number of questions in cycle III is less than the previous cycle so that the percentage of false become greater than previous. Keywords: Cooperative learning model type Teams Games Tournaments, play techniques
THE DEVELOPMENT OF AUDIO VISUAL MEDIA IN DISCOVERY LEARNING IN GRAVITATION NEWTON MATERIAL TO INCREASE STUDENT COGNITIVES LEARNING OUTCOMES CLASS X IN ANGKASA ADISUTJIPTO SHS Eva Anggraini , Jumadi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 5 (2018): Jurusan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menghasilkan produk media audio visual pada pembelajaran discovery learning yang layak digunakan. (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif siswa menggunakan media audio visual pada pembelajaran discovery learning .(3) Mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar kognitif siswa antara kelas yang menggunakan media audio visual denga kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4 D Model. (pendefinisisan, perancanagan, pengembangan, dan penyebaran. berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap media audio visual pada beberapa aspek dengan skor rata-rata 3,225 dengan kategori baik. Hasil rata-rata standar gain untuk kelas eksperimen sebesar 0,33 untuk hasil belajar kognitif dalam kategori sedang dan standar gain untuk kelas kontrol sebesar 0,175 dalam kategori rendah. Kata kunci: media audio visual, video, discovery learning , gravitasi newton Abstract This research aims to: (1) Produce audio visual media products on learning discovery learning is feasible to use. (2) To know the improvement of cognitive learning outcomes of students using audio visual media on learning discovery learning (3) To know the difference of cognitive learning achievement of students between classes using audio visual media with control class. This research is a development research with 4 D development model. (defining, planning, development, and dissemination). Based on the results of analysis conducted on audio visual media on some aspects with an average score of 3,225 with good category. The average result of the standard gain for the experimental class is 0.33 for the cognitive learning outcomes in the medium category and the standard gain for the control class is 0.175 in the low category. Keywords: audio visual media, video, discovery learning, gravity newton
Pengembangan Media Pembelajaran Physics Get Rich Untuk Kelas X SMA Materi Momentum dan Impuls Fitri Nurhidayati; Pujianto Pujianto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan desain pengembangan produk, (2) mengetahui kualitas Media Pembelajaran, dan (3) menguji keefektifan Media Pembelajaran Physics Get Rich Berbasis Permainan Monopoli. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) dengan mengadopsi Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation (ADDIE). Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Media pembelajaran Physics Get Rich terdiri dari papan permainan, bidak pemain, dadu, ornamen bangunan, kartu hak milik, uang lembaran, paket soal, kartu kesempatan, lembar assesment dan buku panduan, (2) Media pembelajaran Physics Get Rich berbasis Permainan Monopoli layak digunakan dalam pembelajaran fisika menurut penilaian oleh ahli materi, ahli media dan pengguna, (3) Ada peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran Physics Get Rich sehingga media pembelajaran ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep fisikaKata-kata Kunci: Media Pembelajaran, Monopoli, Fisika
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA KELAS X DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET BASED ON MULTIPLE INTELLIGENCE TO IMPROVE STUDENT’S STUDY RESULT IN PHYSICS SUBJECT OF 10TH GRADE HIGH SCHOOL Christina Widhi Hanjayani; Yusman Wiyatmo
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk LKPD berbasis Multiple Intelligence yang layak, (2) meningkatan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan LKPD berbasis Multiple Intelligence, dan (3) mengetahui respon peserta didik setelah menggunakan LKPD berbasis Multiple Intelligence.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) yang berorientasi untuk mengembangkan LKPD berbasis Multiple Intelligence dengan model pengembangan 4-D yaitu: tahap define, tahap design, tahap develop, dan tahap disseminate. Data kelayakan penilaian LKPD berbasis Multiple Intelligence diperoleh dari hasil validasi dosen ahli, validasi guru fisika, uji coba terbatas, dan uji operasional. Data peningkatan hasil belajar difokuskan pada ranah kognitif yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest.Data respon peserta didik diperoleh dari angket respon.Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Silabus dan RPP secara berturut-turut memperoleh nilai SBi sebesar 4 (baik) dan 4,2 (baik), soal pretest-posttest memperoleh nilai validitas 0,77 dan 1,33 dengan reliabilitas 0,74 (reliabel) LKPD berbasis Multiple Intelligence layak digunakan dalam pembelajaran fisika dengan nilai CVI 0,59 (sangat baik) dan tingkat persetujuan secara berturut-turut pada LKPD I, II, dan III yaitu 97,57%, 99,45%, dan 99,5%, (2) besar peningkatan hasil belajar pada ranah kognitif didapatkan nilai gain sebesar 0,43 dengan kategori sedang, (3) respon peserta didik yang dianalisis menggunakan smpangan baku diperoleh rata-rata total sebesar 4,28 dengan kategori sangat baik. Kata-Kata Kunci: LKPD, Multiple Intelligence, hasil belajar Abstract This research aims to: (1) produce LKPD product based on proper Multiple Intelligence, (2) enchance student’s study results after using LKPD based on Multiple Intellgience, and (3) know the responce of student after using LKPD based on Multiple Intellgience. This research is a research and development (RD) oriented to develop LKPD based on Multiple Intellgience with development model 4-D which is define stage, , design stage, develop stage, and  disseminate stage. The data feasibility assessment of LKPD based on Multiple Intellegence is acquired from specialist lecturer validation, physics teacher validation, limited trial, and operation trial. The data of student result study improvement focuses on cognitive domain obtained from pretest and postest result values. Student’s response data is obtained from response questionnaire.The result analysis shows that (1) Silabus and RPP obtain the value of SBi 4 (good) and 4,2 (good), pretest-posttest validity value 0,77 and 1,33 and reliability 0,74 LKPD based on Multiple Intelligence is feasible to use in physic learning with CVI value 0,59 (very good) and the agreement grade in sequence of LKPD I, II, III are 97,57%, 99,45%, and 99,5%, (2). The value of result study in cognitive domain has gain value of 0,43 with medium category, (3) researcher analyses student response and obtains standard deviation of average 4,28 with category of very good.  Keywords: LKPD, Multiple Intelligence, study result.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN CURIOUS NOTE PROGRAM (CNP) GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATERI KESEIMBANGAN DAN DINAMIKA ROTASI THE DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET BASED ON CURIOUS NOTE PROGRAM (CNP) LEARNING MODEL TO INCREASE THE COGNITIVE ABILITY OF STUDENTS SENIOR HIGH SCHOOL ON CHAPTER EQUILIBRIUM AND DYNAMICS OF ROTATION nanda egha andika; yusman wiyatmo
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk : (1) menghasilkan produk LKPD berbentuk Finding Out Question, Discussion and Determination, Study Related Theory, dan Inquiry Activity berbasis model pembelajaran CNP pada materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi di SMA/MA yang layak untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan kognitif peserta didik setelah diimplementasikan LKPD berbentuk Finding Out Question, Discussion and Determination, Study Related Theory, dan Inquiry Activity yang dikembangkan dengan berbasis model pembelajaran CNP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) dengan desain yang diadaptasi dari model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) menurut Thiagarajan dan Semmel (1974). Tahap define dilakukan untuk mendefinisikan permasalahan. Tahap design dilakukan dengan mengembangkan instrumen penelitian, rancangan awal RPP dan LKPD berbasis model pembelajaran CNP, beserta perangkat pembelajarannya. Tahap develop dilakukan untuk menghasilkan RPP dan LKPD berbasis model pembelajaran CNP serta soal pretest dan posttest. Tahap disseminate dilakukan untuk penyebaran RPP dan LKPD berbasis model pembelajaran CNP dalam skala yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) LKPD berbasis model pembelajaran CNP yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran fisika pada materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi guna meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik SMA kelas XI ditinjau dari hasil validitas, reliabilitas, dan respon peserta didik. (2) Peningkatan kemampuan kognitif peserta didik SMA kelas XI dengan menggunakan LKPD berbasis model pembelajaran CNP pada materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi ditinjau dengan standard gain sebesar 0,18 yang termasuk dalam peningkatan kategori rendah.Kata-kata kunci : Pengembangan LKPD, Curious Note Program, Kemampuan Kognitif, dan Keseimbangan dan Dinamika Rotasi.ABSTRACTThis study aims to: (1) produce LKPD products in the form of Finding Out Question, Discussion and Determination, Study Related Theory, and Inquiry Activity based on CNP learning model on Balance and Dynamics Rotational material in Senior High School / MA which is feasible to improve cognitive ability ofstudent.(2) Perceive the improvement of cognitive ability of the student after LKPD is implemented in the form of Finding Out Question, Discussion and Determination, Study Related Theory, and Inquiry Activity developed based on CNP learning model. This study is a development research (R D) with design adapted from 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate) according to Thiagarajan and Semmel (1974). The define stage is done to define the problem at hand. Design stage is done by developing research instrument, initial design of RPP and LKPD based on CNP learning model, along with learning device. Develop stage is done to produce RPP and LKPD based on CNP learning model and about pretest and posttest. The disseminate stage is done for the dissemination of RPP and LKPD based on the CNP learning model on a wider scale. The results showed that: (1) LKPD based on CNP learning model developed feasible to be used in physics learning on Balance and Rotational Dynamics materials to improve cognitive ability of high school students of class XI in terms of the validity, reliability, and response of the student. (2) Improvement of cognitive ability of senior high school students of class XI by using LKPD based on CNP learning model on Balance and Rotational Dynamics material is reviewed with standard gain of 0.18 which is included in the low categoryimprovement.Keywords : Development of LKPD, Curious Note Program, Critical Thinking Skills, and Balance and Rotational Dynamics.
DEVELOPING SETS- BASED INQUIRY APPROACH STUDENTS WORKSHEET TO IMPROVE THE HIGH SCHOOL STUDENTS MATERIAL MASTERY AND SCIENTIFIC PROCESS SKILL ON WORK AND ENERGY MATERIAL Fadilah Rohmah , Rahayu Dwisiwi S.R
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 4 (2018): Jurusan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD pendekatan inkuiri berbasis SETS yang layak digunakan untuk pembelajaran, mengetahui peningkatan penguasaan materi menggunakan LKPD pendekatan inkuiri berbasis SETS, dan mengetahui pencapaian keterampilan proses sains menggunakan LKPD pendekatan inkuiri berbasis SETS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 dan X IPA 2 SMA Ali Maksum. Hasil menunjukkan produk LKPD pendekatan inkuiri berbasis SETS layak digunakan untuk pembelajaran dengan tingkat persetujuan validator 91,91% , besar peningkatan penguasaan materi pada uji terbatas adalah 0,69 kategori sedang dan uji lapangan adalah 0,75 kategori tinggi. Pencapaian keterampilan proses sains uji terbatas pertemuan pertama 54,45 % kategori kurang baik, pertemuan kedua 78,48 % kategori baik, pertemuan ketiga 90,76 % kategori sangat baik. Pencapaian keterampilan proses sains uji lapangan pertemuan pertama 56,67 % kategori kurang baik, pertemuan kedua 71,42% kategori cukup, pertemuan ketiga 79,28% kategori baik. Kata kunci : LKPD, Pendekatan Inkuiri, SETS , Usaha dan Energi Abstract This study aimed at developing feasible SETS-based Inquiry approach students worksheet for the learning process, discovering the improvement of material mastery by using SETS-based inquiry approach student worksheet, and finding out the achievement of scientific process skill by using SETS-based inquiry approach student worksheet. This study was categorized as Research and Development with the ADDIE model. The subject of this study was the students of class X IPA 1 and X IPA 2 of SMA Ali Maksum. The result of the study showed that SETS-based inquiry approach student worksheet was feasible by the validators' approval 91.91%, the improvement of material mastery in preliminary testing was 0.69 and was categorized as medium and 0.75 for the main testing and was categorized as high. The achievement the scientific process skill in the first meeting was 54.45% and was categorized as very not good in the preliminary testing and 56.67% and was categorized as not good in the main testing, the second meeting, 78.48% and was categorized as good in preliminary testing and 71.42 and was categorized as good in main testing, the third meeting, 90.76% and was categorized as very good in preliminary testing and 79.28 and was categorized as good in the main testing. Keywords: Student Worksheet, Inquiry approach, SETS, Work and Energy
EFFECT OF USE OF RECIPROCAL TEACHING MODEL ON PHYSICS LEARNING ON IMPROVING MOTIVATION AND LEARNING RESULT Mochtar Purwo Nugroho , Suyoso
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018): Jurusan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching dan model pembelajaran konvensional terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik, (2) mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran reciprocal teaching lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran reciprocal teaching lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian the nonequivalent control grup design. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling Instrumen penelitian yang digunakan yaitu RPP, LKPD, angket motivasi, soal tes, lembar observasi keterlaksanaan RPP, dan lembar validasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) adaperbedaan pengaruh peserta didik yang mengikuti model pembelajaran reciprocal teaching dengan model pembelajaran konvensional terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar, (2) peningkatan motivasi belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran reciprocal teachinglebih tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional berdasarkan nilai Normalized Gain yaitu 0,14 dengan 0,07 dalam kategori rendah, dan (3) peningkatan hasil belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran reciprocal teachinglebih tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional berdasarkan nilai Normalized Gain yaitu 0,53 dengan 0,45 dalam kategori sedang. Kata kunci: model reciprocal teaching, motivasi belajar dan hasil belajar. Abstract The purpose of this research is (1) to know the difference of the effect reciprocal teaching model and the conventional learning model on the improvement of motivation and learning outcomes, (2) to know the improvement of learners' motivation which follows the learning model of reciprocal teaching is higher than the learning model conventional, and (3) to know the improvement of learners' learning outcomes that follow the reciprocal teaching learning model is higher than the conventional learning model This research is an experimental research with the nonequivalent control design group design. The sampling technique is purposive sampling. The research instrument used is RPP, LKPD, motivation questionnaire, test question, observation sheet of RPP implementation, and validation sheet. The result of the research shows that: (1) there is a difference of the effect of the students who follow the learning model of reciprocal teaching with the conventional learning model on the improvement of motivation and learning outcomes, (2) the improvement of learners' motivation which follows the learning model of reciprocal teaching is higher than the conventional learning model based on the Normalized Gain value of 0.14 with 0.07 in the low category, and (3) the improvement of learning outcomes of students following the reciprocal teaching learning model is higher than the conventional learning model based on the Normalized Gain value of 0.53 to 0.45 in medium category. Keywords: reciprocal teaching model, learning motivation, learning result
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN ASPEK AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR PESERTA DIDIK PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE TWO STAY-TWO STRAY DALAM MATA PELAJARAN FISIKA SMA THE DEVELOPMENT OF STUDENT’S ASSESSMENT INSTRUMENTS OF AFFECTIVE AND PSYCHOMOTOR ASPECTS IN TWO STAY-TWO STRAY COOPERATIVE LEARNING FOR HIGH SCHOOL PHYSICS SUBJECT Vika Asriningtyas Vika Asriningtyas; Supahar Supahar
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan konstruksi yang terdapat dalam instrumen penilaian peserta didik aspek afektif dan psikomotorik pada model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray, (2) menghasilkan kelayakan instrumen penilaian peserta didik aspek afektif dan psikomotorik pada pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray, dan (3) Mendeskripsikan kemampuan peserta didik dalam aspek afektif dan psikomotorik pada pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) dengan model 4-D menurut Thiagarajan (1974). Tahap define meliputi analisis awal, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, dan penyusunan instrumen penilaian. Tahap design dilakukan dengan mengembangkan rancangan awal instrumen penilaian peserta didik aspek afektif dan psikomotorik. Tahap develope dilakukan untuk menghasilkan instrumen penilaian peserta didik aspek afektif dan psikomotorik yang layak digunakan untuk menilai sikap dan keterampilan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Kelayakan instrumen penilaian peserta didik aspek afektif dan psikomotorik dilihat nilai validitas dan reliabilitas yang dihasilkan. Tahap disseminate dilakukan dengan penyebaran instrumen penilaian peserta didik aspek afektif dan psikomotorik di SMA Negeri 1 Jetis Bantul dan pengunggahan di e-journal Pendidikan Fisika FMIPA UNY.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) instrumen penilaian peserta didik aspek afektif terdiri atas 17 butir pernyataan beserta rubrik penilaiannya dan aspek psikomotorik terdiri atas 14 butir pernyataan beserta rubrik penilaiannya, (2) instrumen penilaian peserta didik aspek afektif dan psikomotorik pada model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray layak digunakan karena memenuhi syarat validitas dari aspek afektif memiliki nilai CVI sebesar 1 dan reliabilitasnya sebesar 0,99 (sangat reliabel), sedangkan validitas dari aspek psikomotorik memiliki nilai CVI sebesar 1 dan reliabilitasnya sebesar 0,99 (sangat reliabel), dan (3) persentase kemampuan peserta didik kelas X IPS 1 pada aspek afektif sebesar 37% (baik) dan 63% (sangat baik), sedangkan pada aspek psikomotorik sebesar 25% (baik) dan 75% (sangat baik); serta persentase kemampuan peserta didik kelas X IPS 3 pada aspek afektif sebesar 29% (baik) dan 79% (sangat baik), sedangkan pada aspek psikomotorik sebesar 23% (baik) dan 77% (sangat baik).Kata-kata kunci: instrumen penilaian aspek afektif dan psikomotorik, pembelajaran kooperatif, tipe Two Stay-Two StrayAbstractThis research aimed to: (1) produce the construction of student’s assessment instruments of affective and psychomotor aspects in Two Stay-Two Stray cooperative learning, (2) produce feasibility of student’s assessment instruments of affective and psychomotor aspects in Two Stay-Two Stray cooperative learning, and (3) describe student’s ability in affective and psychomotor aspects in Two Stay-Two Stray cooperative learning. This study is a research and development (RD) using 4-D from Thiagarajan (1974). The define stage includes front-end analysis, learner analysis, task analysis, concept analysis, and assessment instruments. The design stage was done by developing the former plan of student’s assessment instruments of affective and psychomotor aspects. The develop stage was done by developing the former plan of student’s assessment instruments of affective and psychomotor aspects which were feasible to be used to assess student’s attitude/ability throughout the learning process. The feasibility of student’s assessment instruments of affective and psychomotor aspects could be seen from the results of the validity and reliability values. The disseminate stage was done by distributing student’sassessment instruments of affective and psychomotor aspects to SMA Negeri 1 Jetis Bantul and uploading it in e-journal of Physics Education Faculty of Mathematic and Natural Science Yogyakarta State University. The results showed: (1) student’s assessment instruments of affective aspect contained of 17 statements with the assessment rubric and psychomotor aspect contained of 14 statements with the assessment rubric, (2) student’s assessment instruments of affective and psychomotor aspects in two stay-two stray cooperative learning was feasible since the validity of affective aspect CVI value was 1 and the reliability was 0,99 (very reliable), and (3) the percentage of students’ ability of X IPS 1 class in affective aspect was 37% (good) and 63% (excellent), while for the psychomotor aspect was 25% (good) and 75% (excellent); and the percentage of students’ ability of affective aspect was 29% (good) and 79% (excellent), while the psychomotor aspect was 23% (good) and 77% (excellent).Keywords: student’s assessment instruments of affective and psychomotor aspects, Cooperative Learning, and Two Stay-Two Stray

Page 7 of 22 | Total Record : 211


Filter by Year

2016 2025