cover
Contact Name
Frangky Silitonga
Contact Email
frangkyka@gmail.com
Phone
+6281229755701
Journal Mail Official
jurnallogistica@iteba.ac.id
Editorial Address
ITEBA - Institut Teknologi Batam The Vitka City Complex Jl. Gajah Mada, Tiban, Batam, Kepulauan Riau, INDONESIA 29425 Phone : +62 778 3540889
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Logistica
ISSN : 29643244     EISSN : 29628555     DOI : -
Jurnal Logistica merupakan publikasi artikel – artikel ilmiah pada disiplin keilmuan Teknik Industri yang mencakup logistik dan manajemen rantai pasok, manufaktur, ergonomi serta keselamatan kerja. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Logistica menerima artikel ilmiah dari penelitian yang berkualitas baik dari peneliti, dosen, dan mahasiswa berdasarkan hasil review dari mitra bestari. Artikel yang masuk harus bebas plagiat dan harus mengikuti layout yang sesuai dengan template jurnal Logistica.
Articles 48 Documents
ANALISIS TINGKAT KELELAHAM KERJA OPERATOR PRODUKSI PALET KAYU DI PT. BUANA KRISNA MULYA MENGGUNAKAN METODE CVL DAN IFRC Almunazat, Muhamad Randy; Setyo Rini, Asih; Muhammad, Irfan
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 1 (2025): VOL.4.NO.1. DESEMBER 2025
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/logistics.v4i1.729

Abstract

PT. Buana Krisna Mulya merupakaan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan palet kayu. Operator produksi kayu palet kerap mengalami kecelakaan kerja tekanan fisik yang di akibatkan oleh kelelahan kerja dengan sistem kerja yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan kerja operator produksi kayu palet guna mengetahui tingkat kelelahan kerja berdasarkan hasil Cardiovascular Load (CVL) dan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif . Data digunakan melalui pengukuran denyut nadi istirahat, denyut nadi kerja, dan kuisioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dengan 1-4 skala likert. Jumlah responden berjumlah 17 operator dari karyawan bagian produksi. Alat yang di gunakan untuk mengukur berupa stopwatch dan kuisioner IFRC secara subjektif. Hasil analisis tingkat kelelahan kerja berdasarkan Caridiovascular Load operator menunjukkan bahwa dari 17 responden, sebanyak 11 orang (64,71%) termasuk dalam kategori kelelahan ringan, sedangkan 6 operator (35,29%) termasuk dalam kategori sedang yang memerlukan tindakan perbaikan. Sedangkan hasil kuisioner IFRC memperkuat temuan tersebut, di mana 11 responden (64,71%) berada pada kategori kelelahan rendah dan 6 responden (35,29%) pada kategori kelelahan sedang.
ANALISIS PENILAIAN SUPPLIER PACKAGING PRODUK WAFER MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT XYZ Alfi Hidayat; Budiharjo; Ogie Kustiadi
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 1 (2025): VOL.4.NO.1. DESEMBER 2025
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/logistics.v4i1.731

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan produsen makanan ringan dan minuman di Indonesia. Dalam menjaga kualitas produk dan daya saing perusahaan, kemasan berkualitas memegang peranan penting untuk menjaga mutu produk dan daya tarik konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai supplier kemasan karton terbaik guna menjaga kualitas kemasan, dapat menjadi acuan dalam menentukan volume pemesanan serta menciptakan persaingan sehat antar supplier untuk peningkatan kualitas berkelanjutan. Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu model pendukung keputusan dengan menyusun suatu prioritas dari berbagai pilihan untuk pengambilan keputusan menggunakan beberapa kriteria (multi criteria). Metode ini digunakan sebagai sistem pendukung keputusan untuk memilih supplier terbaik. Pada penelitian ini mengidentifikasi empat kriteria utama dalam evaluasi dan penilaian kinerja supplier kemasan karton yaitu kualitas, harga, dan ketepatan waktu kedatangan. Kualitas memiliki bobot tertinggi sebesar 0.63, sehingga menjadi prioritas utama. Selanjutnya harga dengan bobot 0.26, dan ketepatan waktu kedatangan dengan bobot 0.11. berdasarkan pembobotan kriteria tersebut makan diperoleh  penilaian dan peringkat supplier, menunjukkan bahwa kinerja supplier terbaik yaitu PT MGM dengan bobot overall composite weight 0.41, selanjutnya PT PAK dengan bobot 0.12, PT DCK 0.11, PT API 0.09, PT SWAT 0,08, PT CMI 0,07, PT PGC 0,07 dan yang terakhir PT PEP dengan nilai terendah 0,06.
ANALYSIS OF CONCERN REPORT AND STOP WORK AUTHORITY ON EMPLOYEE OCCUPATIONAL SAFETY AT PT XY Meldra, Delia Meldra; Yopy Mardiansyah
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 2 (2026): VOL 4.NO.2.JUNI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/xa45nn38

Abstract

Occupational health and safety is a crucial aspect in manufacturing industries as it directly affects employee productivity and well-being. PT XY still faces occupational accident risks despite implementing an Occupational Health and Safety Management System. This study aims to analyze the effect of Concern Report Card and Stop Work Authority implementation on employee safety levels. This research uses a descriptive method with a cross-sectional approach. Data were collected through document studies, field observations, and interviews, including work accident data in 2023 and the implementation data of Concern Report and Stop Work in 2024 in the machine shop and weldshop departments. Data analysis was conducted using the Ryan–Joiner normality test and multiple linear regression. The results show that Concern Report and Stop Work significantly affect employee safety improvement with p-values < 0.05. The implementation of both programs successfully reduced workplace accidents and achieved zero accident conditions for eight months in 2024. Therefore, Concern Report and Stop Work are effective tools for improving safety culture in manufacturing industries.
OPTIMALISASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN PADA LINGKUNGAN KERJA PRODUKSI PALLET KAYU DI CV QUARANTA JAYA ABADI MENGGUNAKAN ERGONOMI CHECKLIST Setyo Rini, Asih; Maulana, Andrey Imam; Agustin, Nur Sella; Rohmandi, Anisa Andisni; Ramadhan, Virgi
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 2 (2026): VOL 4.NO.2.JUNI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/7gan1w11

Abstract

Perkembangan industri saat ini sangat signifikan. Industri di Indonesia menghadapi persaingan yang cukup ketat untuk dapat bertahan. Upaya dalam meningkatkan kualitas produk merupakan hal yang paling penting, hanya saja diperngaruhi oleh sumber daya manusia Hal ini industri wajib memperhatikan keselamatan dan kesehatan pada lingkungan kerja agar tidak terjadi risiko kecelakaan kerja akabiat proses produksi dari CV Quranta Jaya Abadi. Industri ini terletak di Kota Cilegon, dimana sistem yang digunakan yaitu make-to-order. Guna mengurangi pembiayaan, indutri ini meminimalisir dengan memperkerjakan pekerja harian. Hal ini, CV Quranta Jaya Abadi tidak memperhatikan lingkungan kerja terhadap aktivitas pekerja yang mengakibatkan kecelakaan kerja. Ergonomi dapat memainkan peran penting untuk optimalisasi keselamatan dalam jangka panjang. Ergonomi checklist merupakan sebuah metode yang terdiri dari 132 point pernyataan berstandar ILO yang terdiri dari 9 kriteria Berdasarkan pengolahan dan analisis data terdapat 69 point masuk dalam kategori “baik” dan 63 point masuk kedalam kategori “tidak ada”. Ada empat fakor yang harus dilakukan perbaikan segera mungkin diantaranya : penyimpanan bahan dan penanganan, keamanan mesin, pencahayaan, serta fasilitas umum.
STRATEGI OPTIMALISASI K3 DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN METODE HSE (HEALTH AND SAFETY ENVIRONMENT) Berutu, Ribka Putri; Purbasari, Annisa; Afma, Vera Methalina
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 2 (2026): VOL 4.NO.2.JUNI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/ayccj862

Abstract

Dalam perkembangan industri yang semakin pesat, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Dunia industri modern menghadapi beragam tantangan, mulai dari penggunaan teknologi mutakhir hingga kondisi kerja berisiko tinggi, seperti di sektor konstruksi, manufaktur, dan pertambangan. Tanpa penerapan K3 yang optimal, potensi kecelakaan maupun penyakit akibat kerja akan meningkat, sehingga berdampak pada kesejahteraan pekerja sekaligus menurunkan efisiensi operasional perusahaan. K3 tidak hanya berfungsi sebagai langkah pencegahan terhadap kecelakaan, tetapi juga sebagai strategi untuk mendorong produktivitas dan efektivitas kerja. Perusahaan yang konsisten menerapkan standar K3 akan memperoleh manfaat berupa peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, pengurangan biaya akibat insiden, serta meningkatnya motivasi dan kepuasan karyawan. Kepatuhan terhadap standar internasional, seperti ISO 45001, juga menjadi indikator penting dalam menjaga reputasi dan daya saing perusahaan. Permasalahan penelitian ini menyoroti adanya laporan kecelakaan kerja di bagian produksi, sehingga mendorong pengelola K3 untuk memperkuat implementasi program melalui Health and Safety Environment (HSE) Inspection, HSE Meeting, HSE Training, dan HSE Promotion.
PENINGKATAN KUALITAS PADA WIRING HARNESS MODEL 36650-59S01 MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT XYZ M. Saleh; Siti Nur Maulidina; Wibowo, Sadiq Ardo
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 2 (2026): VOL 4.NO.2.JUNI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/p9f4p252

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengatasi tingkat defect yang tinggi dalam proses pembuatan wiring harness di PT XYZ, yang berdampak negatif pada mutu produk dan efisiensi produksi. Fokus utama penelitian ini adalah mencari penyebab utama defect dan menerapkan solusi perbaikan melalui metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap define, dilakukan identifikasi jenis defect yang paling sering terjadi dan ruang lingkup masalah. Tahap measure mencakup pengumpulan data tentang defect secara terstruktur untuk memahami tingkat dan pola defect yang menunjukkan bahwa proses produksi wire harness 36650-59S01 berada pada level 4 Sigma dengan nilai rata-rata 3,67063 dan 301.015,35 DPMO. Pada tahap analyze, dilakukan analisis menggunakan diagram Pareto dan diagram Fishbone untuk menemukan faktor penyebab utama: Terminal Ben 10,14%, defect No Tapping 8,77%, Mis Location 8,27%, Conector Breakage 7,52%, Part Attachment 7,01%, Excensive Length 5,51%, dan defecive dimension of on band cut 5,26%. Tahap improve berfokus pada penerapan solusi, termasuk pelatihan bagi operator, perbaikan pada mesin CPG, dan standarisasi prosedur kerja. Hasil implementasi menunjukkan bahwa tingkat cacat menurun dari 54% menjadi 3%. Tahap Control menjamin keberlanjutan perbaikan lewat pengawasan proses secara rutin.
PERANCANGAN ULANG FASILITAS PRODUKSI BERBASIS SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING DAN BLOCPLAN PADA PT MUHAYYA CILEGON STEEL Abdulgani, Muhamad Fiqih; Sopyan, Sofhan; Ramadhan, Virgi; Mubaraq, Ibnu; Prabowo, Dimas Rakha; Meylandri , Raffi Trie; Maulana, Adriyan; Rini, Asih Setyo
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 2 (2026): VOL 4.NO.2.JUNI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/xw7hpv49

Abstract

Unplanned facility layout is the main cause of operational inefficiency at PT Muhayya Cilegon Steel, a steel plate processing manufacturer established in 2024 in Cilegon, Banten, Indonesia. Based on field observations conducted in March 2026, this company faces four fundamental problems: unverified location placement, 2.30% non-value-added activities, unstructured floor space calculation, and material backtracking caused by machines placed out of process sequence. This study applies the Systematic Layout Planning (SLP) approach in an integrated manner. The stages include Factor Rating and Transportation methods, Operation Process Chart (OPC), Flow Process Chart (FPC), Activity Relationship Chart (ARC) analysis, and layout redesign using BLOCPLAN-90 software. The results prove Cilegon as the optimal location with the highest Factor Rating score of 4.25. The Least Cost method generates a distribution cost of Rp585,000,000, representing 7.5% efficiency improvement compared to the North West Corner method. The total floor space requirement is 168.991 m². BLOCPLAN Layout 6 was selected as the best layout with an Adjacency Score of 0.82 and Product Movement of 387, successfully eliminating backtracking in the existing conditions and fulfilling all critical adjacency relationships defined in the ARC.
IDENTIFIKASI AREA PENINGKATAN KUNCI UNTUK UMKM MINUMAN BOBA DI KOTA BATAM MELALUI UMPAN BALIK PELANGGAN DAN HOUSE OF QUALITY Suryaningsih, Mirna Saida; Lawi, Ansarullah
JURNAL LOGISTICA Vol. 4 No. 2 (2026): VOL 4.NO.2.JUNI 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/k9rj8g39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelanggan terhadap UMKM minuman boba di Kota Batam dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan melalui pembuatan House of Quality (HoQ). Data dikumpulkan dari 24 responden melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert 5 poin. Analisis statistik menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal dengan p-value sebesar 0.708 dari uji Anderson-Darling. Korelasi antar item dianalisis menggunakan koefisien korelasi Pearson, menunjukkan bahwa sebagian besar item memiliki korelasi signifikan dengan p-value < 0.05. Setelah validitas dan reliabilitas data dikonfirmasi, HoQ dibuat untuk memetakan hubungan antara kebutuhan pelanggan dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh UMKM minuman boba. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kualitas bahan baku, pelayanan, dan diversifikasi menu adalah prioritas utama. Penelitian ini memberikan rekomendasi konkret bagi UMKM minuman boba di Kota Batam untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk, yang diharapkan dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.