cover
Contact Name
Alil Rinenggo
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
-
Journal Mail Official
karim@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran - 50514 Telp. (024) 76911929, Fax. (024) 6923180 Email: waspada.fkip@undaris.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Waspada : Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 25802267     EISSN : 27220435     DOI : 10.61689
Core Subject : Education,
WASPADA - Jurnal Wawasan Perkembangan Pendidikan diterbitkan oleh Fakultas Pengembangan Pendidikan Guru. Redaksi mengharapkan para peneliti, penulis dan pakar bidang Pendidikan dapat turut menyumbang naskah kemajuan dunia pendidikan dan jurnal ini
Articles 140 Documents
Pengaruh Model Flipped Classroom terhadap Peningkatan Hasil Belajar SBdP Siswa Kelas III SDN Pasekan 03 Ambarawa Noviandani, Syela; Fakih, Moh; Sarwono, Ridha
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 11, No 1 (2023): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v11i1.410

Abstract

The background of this research is that the performance test assignments that are done at home will certainly be made by the students' parents and the lack of time at school to carry out performance test activities which results in low student learning outcomes in SBdP learning. The formulation of the problem is whether there is an effect of the flipped classroom model on increasing the learning outcomes of SBdP grade III students at SDN Pasekan 03 Ambarawa Even Semester 2022/2023 Academic Year. This study aims to describe the effect of the flipped classroom model on improving the learning outcomes of SBdP grade III students at SDN Pasekan 03 Ambarawa Even Semester 2022/2023 Academic Year. The design used in this research is Post test-Only Control Design. The research population was all third grade students at SDN Pasekan 03 Ambarawa. The sampling technique in this study was by using a random class sampling technique or Cluster Random Sampling with a sample of 34 students (17 students in the Experiment class and 17 students in the Control class). This research was conducted from January to February 2023 at SDN Pasekan 03 Ambarawa. The variables studied included: the Flipped Classroom learning model and SBdP learning outcomes. Data collection techniques in this study are tests and observations. Data analysis used inferential analysis techniques to describe the effect of SBdP learning outcomes in the form of student performance tests. The results showed that: the Flipped Classroom model had an effect on student learning outcomes. This can be seen by the differences in learning outcomes in the control class and the experimental class. Learning outcomes in classes that use the Flipped Classroom model increase compared to the control class.Keywords: Flipped Classroom Model, SBdP learning outcomes
UPAYA MENINGKATAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH OLEH GURU DALAM PEMBELAJARAN PADA CLASSROOM READING PROGRAM MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BAGI GURU SD NEGERI MENDONGAN KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Hamid, Abdul
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 8, No 2 (2020): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v8i2.172

Abstract

Berkaitan dengan pemanfaatan referensi perpustakaan sekolah oleh guru dalam pembelajaran, kondisi objektif di SD Negeri Mendongan Kec. Sumowono Kabupaten Semarang saat ini belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan, sehingga ada beberapa fenomena: (1) Buku perpustakaan jarang dibaca para siswa, (2) Terdapat anak-anak yang kurang aktif dalam mencari informasi dari referensi perpustakaan, (3) Kurangya siswa SD Negeri Mendongan yang memanfaatkan referensi perpustakaan sekolah, (4) Dalam proses pembelajaran sehari-hari tampak pemanfaatan referensi perpustakaan siswa menunjukkan intensitas yang tidak sama, (5) Pemanfaatan referensi perpustakaan oleh siswa tampak biasa-biasa saja, kecuali tugas dari guru.Dari beberapa masalah yang diidentifikasikan, dalam penelitian ini dilakukan supervisi akademik pada classroom reading program dan pemanfaatan referensi perpustakaan oleh siswa. Subyek penelitian ini adalah guru SD Negeri Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang berjumlah 6 orang.Hasil penelitian sebagai berikut: Sebelum supervisi akademik pada classroom reading program kualitas guru dalam pemanfaatan referensi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran di SD Negeri Mendongan, Kec. Sumowono, Kabupaten Semarang rata-rata 64,58% dan skor guru yang mencapai ≥ 75 ada 2 orang (33,33%). Setelaah supervisi akademik pada classroom reading program siklus I, kualitas guru dalam pemanfaatan referensi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran di SD Negeri Mendongan, Sumowono, Kabupaten Semarang, rata-rata 73,60% dan skor guru yang mencapai ≥ 75 ada 3 orang (50,00%). Peningkatan rata-rata skor 9,0 dan peningkatan kualitas pemanfaatan referensi perpustakaan 16,7%. Setelaah supervisi akademik pada classroom reading program siklus II, kualitas guru dalam pemanfaatan referensi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran di SD Negeri Mendongan, Kec. Sumowono, Kabupaten Semarang, rata-rata 78,50% dan skor guru yang mencapai ≥ 75 ada 5 orang (83,33%). Peningkatan rata-rata 4,9 dan peningkatan IPK guru 33,3%.Dapat disimpulkan, supervisi akademik pada classroom reading program dapat meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh guru dalam meningkatkan  budaya baca siswa dalam pembelajaran pada classroom reading program di SD Negeri Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
Analisis SWOT Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Era New Normal di Kampus Undaris Kurnianto, Bagas
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 10, No 2 (2022): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v10i2.358

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed all sectors of human life, including the world of education and teaching. The transformation of teaching experienced massive changes, ranging from teaching styles, learning models to learning evaluation. However, the relaxation of social access restrictions in early 2022 provides an opportunity for face-to-face learning to be held. The purpose of this study was to analyze the readiness of face-to-face learning in the new normal era with a SWOT matrix analysis for Undaris students. This research method is qualitative to formulate the readiness needed in carrying out limited face-to-face learning. The subjects of this study were all Undaris students. Meanwhile, data collection uses a questionnaire with the help of the google form application. The results obtained four formulations from the SWOT analysis, namely the Strength–Opportunities (SO) strategy, Weaknesses–Opportunities (WO), Strength–Threats (ST), and Weaknesses–Threat (WT) strategies, among others, improving the quality and standards of learning, restoring commitment students, evaluation of new building construction activities, and adjustment of lecture halls. The conclusion in this study is that the SWOT analysis in limited face-to-face learning can be used as a reference and input in improving learning standards for lecturers, students, and institutions so that the quality of learning at Undaris is maintained and optimal.Keywords: SWOT analysis, face-to-face learning, new normal
KONSEP SENI PADA KARYA SENI LUKIS ANAK USIA 4 SAMPAI 8 TAHUN Sarwono, Ridha
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 2, No 2 (2017): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v2i2.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ide dan konsep lukisan anak usia 4 sampai 8 tahun berdasarkan model penciptaan konsep seni. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah lukisan anak usia 4-8 tahun berupa dekskipsi karya seni lukis anak usia 4-8 tahun, dan dokumen tambahan mengenai teori konsep seni, seni lukis anak, dan teori perkembangan manusia. Sumber data primer pada penelitian ini adalah lukisan anak usia 4 sampai 8 tahun sebagai sumber data mengenai ide dan konsep karya. Sumber data sekunder berupa dokumen­dokumen mengenai seni lukis anak, karya, dan teori konsep seni. Subjek penelitian ini adalah lukisan anak, sedangkan objek formal meliputi ide dan konsep, dan objek material meliputi warna, garis, bidang, dan bentuk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pada penelitian ini peneliti sebagai instrumen penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan karya seni lukis anak usia 4 sampai 8 tahun berdasarkan konstruksi konsep seni. Hasil verifikasi kemudian melewati tahapan pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik pemeriksaan triangulasi untuk membuktikan validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ide dan konsep merupakan fondasi dalam anak berkarya seni lukis. Anak-anak usia 4-8 tahun menggunakan seni lukis sebagai sarana menyampaikan hal yang ada dalam pikiran dan perasaannya yakni ide dan konsep. Berdasarkan hasil analisis data, ide yang disampaikan anak usia 4-8 tahun dalam bentuk karya seni lukis diantaranya adalah representasi diri, tempat tinggal, pemandangan gunung, pergi berlibur naik alat transportasi, proses sosial, jalan raya, dan kseniun. Sedangkan konsep yang disampaikan dalam lukisan anak diantaranya adalah konsep ruang dan konsep waktu.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS DITINJAU DARI KEBIASAAN MEMBACA, MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Yanti, Rosmalah
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 7, No 1 (2020): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v7i1.139

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa siswa yang telah dibiasakan membaca, memiliki motivasi belajar, dan prestasi belajar yang baik ternyata kemampuan literasi sainsnya masih rendah. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bua Ponrang Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Metode penelitian ini Ex Post Facto dengan variabel kebiasaan membaca, motivasi belajar, prestasi belajar, dan kemampuan literasi sains. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII sejumlah 193 siswa dengan sampel 112 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner kebiasaan membaca dan motivasi belajar serta soal kemampuan literasi sains yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur. Kebiasaan membaca berpengaruh secara langsung sebesar 0,16% terhadap motivasi belajar, 9,67% terhadap prestasi belajar, dan 3,6% terhadap kemampuan literasi sains. Kebiasaan membaca dan motivasi belajar memberikan pengaruh langsung sebesar 1,58% terhadap prestasi belajar, dan prestasi belajar terhadap kemampuan literasi sains sebesar 7,12%. Selain pengaruh langsung, kebiasaan membaca berpengaruh sebesar 0,50% terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar, serta berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains melalui motivasi belajar sebesar 0,13%. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains secara dominan dipengaruhi oleh kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca mempengaruhi motivasi belajar dan prestasi belajar. Namun, motivasi belajar tidak mempengaruhi kemampuan literasi sains. Saran yang diberikan adalah agar siswa dilatih dan dibiasakan mengerjakan soal-soal yang menguji kemampuan literasi sains.
Prospek Sistem dan Budaya Politik di Indonesia Rinenggo, Alil
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 10, No 01 (2022): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v10i01.308

Abstract

Sistem politik di Indonesia masih kental dengan sistem paternalisme dan oligarki. Hal ini justru dapat menghambat kemajuan sistem politik di Indonesia. Penulisan ini menggunakan teknik studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber yaitu artikel jurnal, berita, dan buku yang berkaitan dengan sistem dan budaya politik di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan sistem politik Indonesia ke depan yaitu peningkatan pelembagaan demokrasi dan SPI (Sistem Politik Indonesia) presidensialisme, serta penyesuaian pola kepemimpinan politik dan pemerintah. Peluang sistem politik Indonesia ke depan yaitu berpangku pada para pemuda yang memiliki peran penting dalam menentang sistem paternalisme dan oligarki yang sudah membudaya dan bisa mendobrak kemajuan sistem politik di Indonesia. Budaya politik masyarakat masih bersifat parokhialkaula dan parokhial-partisipan. Sikap ikatan primordialisme masih sangat mengakar dalam masyarakat Indonesia. Paternalisme dalam budaya politik Indonesia menjadikan pola orientasi dan sikap politik masyarakat bersifat patronage.
PENERAPAN METODE ‘SI KUPAT PEDIS’ GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN DI SDN KEBONAGUNG 03 Widayati, Sri Wahyuni
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 6, No 2 (2019): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v6i2.89

Abstract

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 20 poin a, disebutkan bahwa guru memiliki kewajiban untuk merencanakan pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru hendaknya membuat perencanaan kegiatan belajar mengajar sebelum memasuki kelas. Perencanaan kegiatan belajar yang baik akan memudahkan guru melaksanakan pembelajaran yang bermutu. Dengan pelaksanaan pembelajaran yang bermutu, maka keterampilan guru dan aktivitas siswa akan meningkat. metode ‘Si Kupat Pedis’ guna mengatasi permasalahan akademik yang ada di SDN Kebonagung 03. Sebelum penerapan metode ‘Si Kupat Pedis’, terdapat 2 dari 8 guru (25%), yang sudah mengerti pelaksanaan pembelajaran dengan model problem solving. Meskipun demikian, kedua guru tersebut belum mengintegrasikan model problem solving dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah mereka susun. Secara keseluruhan, guru-guru di SDN Kebonagung 03 telah dapat melaksanakan pembelajaran dengan model problem solving. Setelah dilakukan evaluasi, guru yang belum mampu melaksanakan kelima langkah pembelajaran model problem solving menyampaikan bahwa langkah paling susah untuk dilaksanakan oleh siswa adalah melakukan pengumpulan data. Kekurangan yang masih terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran akan dicermati untuk perbaikan selanjutnya
HUBUNGAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DENGAN JIWA NASIONALISME SISWA KELAS IV DAN V SDN BANYUBIRU 01 KABUPATEN SEMARANG Sho’im, Achmad Nur
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 3, No 1 (2018): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v3i1.125

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan tentang rendahnya jiwa nasionalisme. Rumusan masalah penelitian yaitu adakah hubungan ekstrakurikuler pramuka dengan jiwa nasionalisme siswa Kelas IV dan V SDN Banyubiru 01 Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan Ekstrakurikuler Pramuka dengan jiwa nasionalisme siswa Kelas IV dan V. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV dan kelas V SD N Banyubiru 01 yang berjumlah 69 siswa dengan komposisi kelas IV 36 Siswa dan Kelas V 33 Siswa. Variabel-variabel yang diteliti meliputi: ekstrakurikuler pramuka dan jiwa nasionalisme diantaranya cinta tanah air, menghargai jasa-jasa pahlawan, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, mengutamakan persatuan dan kesatuan,berjiwa pembaharu dan tidak kenal menyerah, serta memiliki sikap tenggang rasa sesama manusia. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan dokumentasi dan angket. Pengujian korelasi menggunakan uji korelasi product moment berbantuan SPSS 23.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: terdapat hubungan antara ekstrakurikuler pramuka dengan pembentukan jiwa nasionalisme siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil korelasi product moment yaitu dengan nilai signifikansi 0,000 dan pada signifikansi 5% dalam r tabel bernilai 0,232. Nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,232 yang artinya ada hubungan antara ekstrakurikuler pramuka dengan jiwa nasionalisme siswa SDN Banyubiru 01 Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang
Tari Jepin Bismillah sebagai Identitas dan Karakter Masyarakat Melayu Pangestu, Hesty
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 9, No 02 (2021): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v9i02.275

Abstract

Tari Jepin Bismillah merupakan tari tradisi Melayu yang bermakna sebagai ucapan selamat, dan karakter masyarakat Melayu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tari Jepin Bismillah sebagai identitas dan karakter masyarakat Melayu di Desa Belitang I. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa identitas budaya dan tradisi masyarakat Melayu melalui tari Jepin Bismillah dapat dilihat dalam aspek biologis, sosial, culture, religi, dan ekonomis. Pertunjukan tari yang terdiri dari ragam gerak, tata busana, tata rias, tempat pertunjukan, tema tari, syair dan musik iringan dapat menggambarkan karakter masyarakatnya. Tari Jepin Bismillah saat kini lebih dikenal sebagai identitas kesenian Desa Belitang I yang dapat menggambarkan karakter masyarakatnya.Kata Kunci: Jepin Bismillah, identitas, karakter masyarakat
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Cerita Fiksi menggunakan Model Problem Based Learning berbantuan Wayang Kertas di Kelas IV SDN Sendangmulyo 03 Kota Semarang Rahmawati, Indah; Purwati, Panca Dewi; Sarini, Kuntarti Endah
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 11, No 2 (2023): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v11i2.467

Abstract

This research aims to describe improving the learning process and outcomes of students in class IV of SD Negeri Sendangmulyo 03, Semarang City on fictional story material through the application of the Problem Based Learning learning model assisted by paper puppets. The data collected in this study were 29 students. This study used a Classroom Action Research (PTK) design. This research was carried out in two cycles through four stages, namely, planning, acting, observing and reflecting. Data collection techniques used in this study include observation, testing, and documentation. Observation sheets are used to determine the improvement of the learning process, namely the ability to reason critically and independently in learning. The test is used to determine the increase in student learning outcomes regarding fictional story material. The data analysis techniques used are descriptive qualitative and quantitative. The results of research in cycle I showed that the number of students who achieved completeness was 17 with a percentage of 59% and 12 students who had not yet completed it with a percentage of 41%. In cycle II there was an increase with 27 students achieving completeness with a percentage of 93% and 2 incomplete students with a percentage of 7%. The average score in cycle I was 72 and cycle II 87.93. The average increase in learning outcomes in pre-cycle and cycle II through the N-gain test was 0.69 in the medium category. Based on these results, it can be concluded that the use of the problem based learning model assisted by paper puppet media can improve students' learning outcomes in class IV fiction story material at SDN Sendangmulyo 03, Semarang City.Keywords: Critical reasoning, independence, problem based learning, paper puppets

Page 6 of 14 | Total Record : 140