cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Upaya Pencegahan Anemia pada Kehamilan Yamba kodi, Elvira; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnancy is one of the national problems because it reflects the value of the socio-economic welfare of the community and its influence is very large on the quality of human resources. Anemia that occurs in pregnant women can have an impact on the growth and development of the fetus and is at risk of complications during pregnancy, childbirth, and postpartum. The purpose of this activity is to increase the knowledge of pregnant women regarding the prevention of anemia in pregnancy. Community service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage is to prepare by collaborating with partners. The Second Stage is to provide counseling on the prevention of anemia in pregnant women. The Third Stage is to conduct an evaluation by providing post-test questions. From the results of community service, it was found that before the counseling, the majority of pregnant women's knowledge levels were in the poor category, namely 6 people (75%), and after the counseling, the level of knowledge of pregnant women regarding the prevention of anemia was in the good category, namely 8 people (100%). This shows that there was an increase in the knowledge of pregnant women before and after the counseling. It is hoped that health workers can increase health promotion with attractive and easy-to-understand media for pregnant women to change the behavior of pregnant women towards the prevention of anemia in pregnancy.   Abstrak Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia yang terjadi pada ibu hamil dapat berdampak terjadinya gangguan pertumbuhan maupun perkembangan pada janin serta beresiko terjadinya komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, nifas. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan anemia pada kehamilan. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua Memberikan penyuluhan mengenai pencegahan enemia pada ibu hamil. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan soal posttest. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan, sebagian besar tingkat pengetahuan ibu hamil dalam kategori kurang yaitu 6 orang (75%), dan sesudah penyuluhan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan anemia dalam kategori baik yaitu 8 orang (100%). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah penyuluhan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan promosi kesehatan dengan media yang menarik dan mudah dipahami kepada ibu hamil untuk merubah perilaku ibu hamil terhadap pencegahan anemia pada kehamilan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.R Umur 23 Tahun G1P0A0 di Danagoa Kabupaten Muna Ilmi Nur Wulan Bitara; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) is one of the midwifery care models aimed at early detection of complications. A woman receiving continuous midwifery care from a midwife is more likely to have an emotional bond with the midwife they know during pregnancy, childbirth, and delivery. This model allows for spontaneous vaginal delivery with a lower likelihood of episiotomy or assisted delivery. Midwifery services should be provided from preconception, early pregnancy, throughout pregnancy, childbirth, and up to six weeks postpartum. This care model can reduce maternal and infant mortality rates, thus improving the health status of a nation. The aim of providing comprehensive midwifery care to Mrs. R (Continuity of Care) includes the pregnancy period, childbirth, postpartum, newborns, neonates, and family planning. The method in this study involves data collection through interviews, observations using primary and secondary data through the KIA book, physical examinations, and the study was conducted from July to November 2024 using the SOAP instrument. Based on the comprehensive case study (Continuity of Care), Mrs. R, a 23-year-old G1P0A0 with a gestational age of 20 weeks and 5 days, was found to have anemia. Mrs. R's delivery was conducted at RSUD dr.H.L.M. Baharuddin, M. Kes. Kab. Muna, through a Caesarean section due to Premature Rupture of Membranes. The postpartum period proceeded normally without any issues. The newborn had normal anthropometric results, SHK negative, and Mrs. R decided to use an IUD for contraception.   Abstrak Asuhan berkelanjutan (COC) merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk mendeteksi dini komplikasi. Seorang wanita yang menerima asuhan kebidanan berkelanjutan dari bidan lebih cenderung memiliki kedekatan emosional dengan bidan yang mereka kenal selama kehamilan, persalinan, dan kelahiran. Hal ini memungkinkan kelahiran secara vagina spontan dengan kemungkinan yang lebih kecil mengalami episiotomi atau kelahiran dengan bantuan alat. Layanan kebidanan ini harus disediakan mulai dari prakonsepsi, awal kehamilan, selama kehamilan, persalinan, hingga enam minggu pertama postpartum. Model asuhan ini dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan derajat kesehatan suatu bangsa. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. R secara komprehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas dan bayi baru lahir, neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak Juli-November 2024 dan instrumen penelitian ini menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif (Continuity of Care) didapatkan pada Ny. R usia 23 tahun G1P0A0 usia kehamilan 21 minggu 5 hari dengan anemia. Persalinan Ny.R dilakukan di RSUD dr.H.L.M. Baharuddin, M. Kes. Kab. Muna, secara Sectio Caesarea dengan indikasi Ketuban Pecah Dini. Masa nifas berlangsung normal tidak ada masalah. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan Ny. R memutuskan menggunakan KB IUD.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. E Usia 27 Tahun G1P0A0 di RSIA Asih Balikpapan Juwita Novita; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, and neonates are physiological conditions that can potentially threaten the lives of mothers, babies and even cause death. One effort that can be made is to implement a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high maternal neonatal risk. The purpose of the study was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, giving birth, postpartum, BBL and KB. The research method was observational descriptive analytic. The case study approach to the implementation of midwifery care includes pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB) care. The sample was a pregnant woman G2 P1 A0 with a gestational age of 38 weeks. The research period was August 23-September 7, 2024 at RSIA Asih Balikpapan. The research instrument used the SOAP documentation method with a Varney management mindset. The collection technique used primary data through interviews, observations, physical examinations, and KIA books. The results of the care obtained were Mrs. E, a pregnant woman G2P1A0 with a gestational age of 38 weeks. The mother is pregnant with her second child with a gestational age of 9 months, the mother wants to check her pregnancy. The mother complained of tight stomach, frequent urination accompanied by blood and mucus, pain scale 8 (severe). On August 23 at 10.05 WITA to the Emergency Room at RSIA Asih Balikpapan because the stomach felt tight since 08.00 WITA and there was blood and mucus. To reduce the pain, endorphin massage was performed from 6 to 8 dilation. The baby was born spontaneously, immediately cried at 10.18 WITA, the placenta was born completely at 10.25 WITA and there was no bleeding. During the Postpartum Period Midwifery care during the postpartum period was carried out 3 times, namely, 6 hours postpartum, 7 days postpartum and 14 days postpartum. The results of subjective and objective data confirmed Mrs. "E" P20002 with normal postpartum. In newborns there were 3 visits, namely at 6 hours, 7 days and 14 days. The results of subjective data assessment, the newborn baby is normal, breastfed well and actively, there are no complications, the baby is in good health. Furthermore, Mrs. "E" decided to install an Implant KB 24 days after delivery.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif analitik. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel adalah seorang ibu hamil G2 P1 A0 dengan usia kehamilan 38 minggu. Waktu penelitian 23 Agustus-7 September 2024 di RSIA Asih Balikpapan. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny.E ibu hamil G2P1A0 dengan usia kehamilan 38 minggu. Ibu hamil anak kedua dengan usia kehamilan 9 bulan, ibu ingin memeriksakan kehamilannya. Ibu mengeluh perut kencang, sering kencing disertai keluar darah dan lender, skala nyeri 8 (berat). Pada tanggal 23 Agustus jam 10.05 Wita ke UGD di RSIA Asih Balikpapan karna perut terasa kencang- kencang sejak 08.00 WITA  dan ada keluar darah dan lender. Untuk menguirangi nyeri dilakukan pijat endorphin dari pembukaan 6 sampai 8. Bayi lahir spontan, langsung menangis pada pukul 10.18 WITA, plasenta lahir lengkap pada pukul 10.25 WITA dan tidak ada pedarahan. Pada Masa Nifas Asuhan kebidanan pada masa nifas dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan yaitu, 6 jam post partum, 7 hari post partum dan 14 hari post partum. Hasil dari data subyektif dan obyektif ditegakkan Ny “E” P20002 dengan nifas normal. Pada bayi baru lahir terdapat 3 kali kunjungan, yaitu pada 6 jam, 7 hari dan 14 hari. Hasil pengkajian data subjektif, bayi baru lahir normal menyusu dengan baik dan aktif tidak ada komplikasi apapun, bayi dalam keadaan sehat. Selanjutnya Ny “E” memutuskan untuk memasang KB Implant 30 hari setelah persalinan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. SF Umur 24 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Petung Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur Chicin Jesika Ardiyanti; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is the number of women who die from a cause of death related to pregnancy disorders or their management (excluding accidents, suicides or incidental cases) during pregnancy, childbirth, and in the postpartum period (42 days after delivery) without taking into account the length of pregnancy per 100,000 live births (Kemenkes RI, 2020). Midwives are one of the main health workers in Indonesia. The government is trying to reduce the maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) through various programs, including integrated antenatal services to Continuity of Care (COC). One measure of a country's welfare is maternal and child health (MCH) ) (Khairoh Miftahul, 2019). This case study aims to apply Continuity of Care midwifery care to Mrs. SF, 24 years old, G1P0A0, with a gestational age of 33 weeks at Puskesmas Petung, Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan. The research methods used include data collection through interviews, observation, and documentation, both primary and secondary data. Data were collected from the MCH Book, physical examination, and research instruments such as observation formats, interview sheets, and midwifery care documentation formats according to guidelines. This study was conducted from June to September 2024 (Asiyah & Pranoto, 2023). The results ofContinuity of Care for Mrs. SF, 24 years old, G1P0A0, with a gestational age of 21 weeks showed that no significant problems were found during pregnancy. The delivery was done at BPM Rayhanah spontaneously. The postpartum period was normal without complications; uterine contractions were good, lochea rubra was observed, and the perineal wound was dry. The baby was born spontaneously without any abnormalities, anthropometric examination results were within normal limits, and a comprehensive health check (screening) was conducted.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh diri atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan, dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2020). Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan utama di Indonesia. Pemerintah berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui berbagai program, termasuk pelayanan antenatal terpadu hingga perawatan berkelanjutan atau Continuity of Care (COC). Salah satu tolak ukur kesejahteraan suatu negara adalah kesehatan ibu dan anak (KIA) (Khairoh Miftahul, 2019). Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. SF, usia 24 tahun, G1P0A0, dengan usia kehamilan 33 minggu di Puskesmas Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, baik data primer maupun sekunder. Data dikumpulkan dari Buku KIA, pemeriksaan fisik, serta instrumen penelitian seperti format observasi, lembar wawancara, dan format dokumentasi asuhan kebidanan sesuai pedoman. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni hingga September 2024 (Asiyah & Pranoto, 2023). Hasil asuhan berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. SF, usia 24 tahun, G1P0A0, dengan usia kehamilan 21 minggu menunjukkan bahwa tidak ditemukan masalah signifikan selama masa kehamilan. Persalinan dilakukan di BPM Rayhanah secara spontan. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi; kontraksi uterus baik, lochea rubra terpantau, dan luka perineum kering. Bayi lahir spontan tanpa kelainan, hasil pemeriksaan antropometri berada dalam batas normal, dan dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (screening).
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. R Umur 27 Tahun di Puskesmas Lempake Kota Samarinda Maria Arisphina Dewi; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is continuous care, This continuity of care demonstrates the professional and responsible care of midwives in partnership with women.. Descriptive observational research method. The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample was a third trimester pregnant woman, gestation age 37 weeks G2P1A0. Research time June 2024 – August 2024 in the working area of the Lempake health center. The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. R G2P1A0. gestational age 37  weeks normal presentation. Normal delivery in hospital. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal wounds, the mother received vitamin A, the results of the newborn examination were normal and there were no congenital defects. Mrs. R decided to use birth control implants.   Abstrak Continuity of Care (CoC) merupakan perawatan yang berkesinambungan, perawatan yang berkesinambungan ini menunjukkan asuhan bidan yang profesional dan bertanggungjawab dalam kemitraan dengan wanita. Metode penelitian observasional desktiptif. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 37 minggu G2P1A0. Waktu penelitian Juni 2024 – Agustus 2024 di wilayah kerja Puskesmas Lempake. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. R G2P1A0. usia kehamilan 37 minggu presentasi normal. Persalinan normal di RS. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka perineum, ibu mendapatkan vitamin A, pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan normal dan tidak ada cacat kongenital. Ny. R memutuskan menggunakan KB implant.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc) pada Ny”S” Umur 26 Tahun dengan Infertilitas Primer di Desa Leyangan Sri Widyawati; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are important indicators of the level of public health. The highest causes of maternal mortality in Semarang are bleeding, preeclampsia/eclampsia. Meanwhile in babies it is due to birth with low birth weight, asphyxia, congenital abnormalities. Efforts made to address this problem are by providing continuous Continuity of Care (COC) services. The purpose of writing this report is to provide Continuity of Care (CoC) midwifery care for pregnant, maternity, BBL, postpartum and family planning mothers at PMB Sri Widyawati, S.Keb Leyangan. The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. The author carried out monitoring of pregnant women 3 times in the third trimester. The monitoring results obtained were complaints in the third trimester in the form of low back pain which was physiological. Delivery by SC on 05 August 2024 08.35 WIB, gender female. The author carried out KF 2 to KF 4 care well without any problems. The mother used injectable birth control for 3 months and found no problems. Care has been provided comprehensively and there is no gap between theory and cases in Mrs. S and By. Mrs. S at TPMB Sri Widyawati   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Penyebab tertinggi angka kematian ibu di Semarang adalah karena perdarahan, preeklamsi/eklamsi. Sementara pada bayi adalah karena kelahiran dengan Berat Bayi Lahir Rendah, asfiksia, kelainan kongenital. Upaya yang dilakukan untuk masalah tersebut adalah dengan memberikan pelayanan secara berkesinambungan Continuity of Care (COC). Tujuan dari penulisan lapran ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan secara Continuity of Care (CoC) pada ibu hamil, bersalin, BBL, nifas dan KB di PMB Sri Widyawati,S.Keb Leyangan. Metode dalam penelitian ini diskriptif yang berupa studi kasus (case study) dengan menggunakan manajeman kebidanan Varney dan pendokumentasian metode SOAP. Studi kasus ini dilaksanakan di PMB Sri Widyawati,S.Keb Leyangan pada bulan Juli – Agustus 2024. Subjek studi kasus yaitu Ny.S G1P0A0. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, pemeriksaan fisik, dan wawancara individu, serta dokumentasi menggunakan format pengkajian, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku KIA. Dalam melaksanakan penelitian pada asuhan kehamilan diberikan sebanyak 2X yaitu pada trimester III pada tanggal 03 juli 2024 usia kehamilan 35 minggu dan 18 Juli 2024 pada usia kehamilan 37 minggu dengan hasil pemeriksaan fisik dan obstetri tidak ditemukan masalah, hanya saja ibu merasa cemas dan khawatir menghadapi persalinan, sehingga diberikan asuhan komplementer hypnobirthting dan Ny.S merasa lebih tenang setelah dilakukan Hypnobirthing dan menganjurkan persalinan di rumah sakit. Pengasuhan persalinan sebanyak 1 kali saat asuhan kala I dengan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan periksa dalam pembukaan 1 cm, kemudian ibu dainjurkan segera ke rumah sakit. Asuhan bayi baru lahir sebanyak 2 x, yaitu pada 4 hari, 1 hari, dan 8 hari dengan data primer hasilnya bayi dalam kondisi stabil , pengasuhan nifas sebanyak dua kali yaitu empat hari setelah melahirkan ditemukan masalah ASI belum lancar, sehingga diberikan asuhan komplementer pijat oksitosin, menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif  dan delapan hari setelah melahirkan dengan data primer dan keluarga penyuluhan keluarga berencana yaitu satu kali yaitu pada hari ke delapan setelah melahirkan dengan data primer.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Pada Ny. A G1P0A0 Umur 29 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas Herlina Tipuk Rosdiana; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The MMR in Semarang Regency in 2021 experienced a significant increase compared to 2020, if in 2020 it was 75.8 per 100,000 KH (7 cases), then in 2021 it will increase to 95.32 per 100,000 KH (10 cases). The greatest number of maternal deaths occurred in mothers aged > 35 years (5 cases), mothers aged 20-35 years (1 case) and mothers aged < 20 years (1 case). The highest mortality occurred during the delivery period (4 cases) and the postpartum period (3 cases).ontinuity of Care is fundamental in the midwifery practice model to provide holistic care, build ongoing partnerships to provide support, and foster relationships of mutual trust between midwives and clients, Astuti (2017).The method in this research is the case study method. Where researchers get information directly from patients based on Continuity of Care for pregnant women, giving birth, newborns, postpartum and family planning. Through the Varney and SOAP approaches. Results: Based on the results of a case study based on Continuity of Care from pregnancy to family planning counseling, it was found that midwifery care for Mrs. A during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning was in accordance with theory and there were no gaps.Comprehensive midwifery care has been carried out on Mrs. A aged 29 years from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. The results show that the management is in accordance with theory and facts.   Abstrak AKI di Kabupaten Semarang 2021 mengalami peningkatan yang signifikan bila dibandingkan Tahun 2020, bila di Tahun 2020 yaitu sebanyak 75,8 per 100.000 KH (7 kasus) maka pada Tahun 2021 naik menjadi 95,32 per100.000 KH (10 kasus). Kematian ibu terbesar terjadi pada ibu pada usia > 35 tahun (5 kasus), usia ibu 20–35 tahun (1 kasus) dan usia ibu < 20 tahun (1 kasus). Kematian tertinggi terjadi pada masa bersalin (4 kasus) dan masa nifas (3 kasus).Continuity of Care adalah hal yang mendasar dalam model praktik kebidanan untuk memberikan asuhan yang holistik, membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memberi dukungan, dan membina hubungan saling percaya antara bidan dengan klien. Metode dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Peneliti mendapatkan informasi langsung dari pasien dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, bersalin,, bayi baru lahir, nifas dan KB.Berdasarkan hasil studi kasus berbasis Continuity of Care mulai dari kehamilan hingga konseling KB di dapatkan hasil bahwa asuhan kebidanan pada Ny.L selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KBtelah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.Aumur 29 tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan fakta.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. I Umur 27 Tahun G1P0A0 di TPMB Rizkiyah S.Keb Kota Tangerang Selatan Umi Nurlistiani; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), maternal mortality is death during pregnancy or within 42 days of the end of pregnancy, due to all causes related to or aggravated by the pregnancy or its management, but not due to accident/injury. The maternal mortality rate (MMR) is one of the targets of the Global Sustainable Development Goals (SDGs) in reducing the maternal mortality rate (MMR) to 70 per 100,000 live births by 2030. According to WHO, the mortality rate is 303,000 people. The maternal mortality rate (MMR) in ASEAN is 235 per 100,000 live births (ASEAN Secretariat, 2020). According to the SDKI, the MMR in Indonesia increased from 228 per 100,000 live births in 2002-2007 to 359 per 100,000 live births in 2007-2012. MMR decreased in 2012-2015 to 305 per 100,000 live births and the number of maternal deaths in Indonesia in 2019 was 4,221 cases (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in Continuity of Care (COC) to Mrs. I Age 28 Years G1P0A0 at TPMB Rizkiyah S.Keb, South Tangerang City with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and at the time of choosing a contraceptive and documenting using SOAP. While health services for children are carried out when the baby is born, neonatal visits and counseling on how to care for the umbilical cord to Exclusive Breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques used interview methods and direct observation of patients. The results obtained from comprehensive assistance through Continuity of Care (COC) on Mrs. I from pregnancy are still within normal limits, normal delivery, postpartum is physiological, newborns are normal, and Mrs. I decided to use birth control pills. The conclusion obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care through Continuity of Care (COC) on Mrs. I is that as health workers, especially midwives, they can apply comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR. Suggestions for the author in carrying out pregnancy, childbirth, BBL, postpartum and family planning care are in accordance with SOP and midwifery knowledge is improved again by conducting training.   Abstrak Menurut World Health Organization (WHO) Kematian Ibu (Maternal Mortality) merupakan kematian selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cedera. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu target Global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Menurut WHO Angka Kematian yaitu sebanyak 303.000 jiwa. Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN yaitu sebesar 235 per 100.000 kelahiran hidup. Menurut SDKI AKI di Indonesia meningkat dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002-2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007-2012. AKI mengalami penurunan pada tahun 2012-2015 menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup dan jumlah kematian ibu di Indonesia pada tahun 2019 yaitu sebanyak 4.221 kasus. Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerrapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. I Umur 28 Tahun G1P0A0 di TPMB Rizkiyah S.Keb Kota Tangerang Selatan dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehatan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lahir, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga ASI Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. I dari kehamilan masih dalam batas normal, persalinan normal, nifas berjalan secara fisiologis, bayi baru lahir normal, dan Ny. I memutuskan untuk menggunakan KB Pil. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. I adalah sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB. Saran buat penulis dalam melakukan asuhan kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan KB sesuai dengan SOP dan ditingkatkan kembali ilmu kebidanan dengan melakukan pelatihan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.S di Desa Candirejo Kec. Ungaran Kab.Semarang Amelia Hesti Pradita; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant deaths are a health failure and a social failure. Maternal deaths mostly occur in families with low socio-cultural, economic, educational levels and barriers to access to referrals. Midwives have a role as providers of comprehensive care. One effort that midwives can make is by implementing comprehensive midwifery care. The aim of this care is to provide Continuity Of Care (COC) midwifery care to Mrs. S aged 33 years G5P4A0 starting from pregnancy, delivery, BBL, postpartum and family planning. The research design used is descriptive and case study research. The place for taking the case study is in the working area of the Ungaran Community Health Center, namely Candirejo Village, while the time for the case study is from July – October 2024. The subject of the case study is Mrs. S, 33 years old G5P4A0 with a risky pregnancy. Under Mrs. S's care, pregnancy visits were carried out twice and no problems were found, the complaints felt were physiological. Childbirth care was carried out using 60 APN steps and no problems occurred. Newborn baby care was visited twice and no problems occurred, the baby got enough breast milk. Care during the postpartum period was carried out twice and no problems occurred. Under family planning care, the mother uses IUD contraception. The suggestion is that comprehensive care needs to be carried out so that the health of the mother and baby is monitored.   Abstrak Kematian ibu dan bayi merupakan kegagalan kesehatan dan kegagalan sosial. Kematian pada ibu kebanyakan terjadi pada keluarga dengan sosial budaya, ekonomi, pendidikan yang rendah dan kendala akses rujukan. Bidan memiliki peran sebagai pemberi asuhan secara komprehensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan bidan yaitu dengan menerapkan asuhan kebidanan komprehensif. Tujuan asuhan ini yaitu memberikan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care (COC) pada Ny.S Umur 33 Tahun G5P4A0 mulai dari hamil, bersalin, BBL, Nifas dan KB. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Tempat Pengambilan studi kasus yaitu di wilayah kerja Puskesmas Ungaran yaitu Desa Candirejo, sedangkan waktu studi kasus yaitu dimulai dari Juli – Oktober 2024. Subyek studi kasus yaitu Ny.S Umur 33 tahun G5P4A0 dengan Kehamilan beresiko. Pada asuhan Ny.S kunjungan hamil dilakukan sebanyak 2 kali dan tidak ditemukan masalah, untuk keluhan yang dirasakan merupakan hal fisiologi. Asuhan persalinan dilakukan dengan 60 langkah APN dan tidak terjadi permasalahan. Asuhan bayi baru lahir dilakukan kunjungan sebanyak 2 kali dan tidak terjadi masalah, Bayi mendapatkan ASI yang cukup. Asuhan pada masa nifas dilakukan sebanyak 2 kali dan tidak terjadi masalah. Pada asuhan Keluarga Berencana, ibu memakai KB IUD. Sarannya yaitu Asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi terpantau.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. H Umur 25 Tahun Untari, Asni; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Pregnancy care prioritizes continuity. The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on Mrs. H G2P1A0 in July to November 2024, the data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Comprehensive midwifery care for pregnant women was found that the mother experienced complaints of discomfort in the third trimester and was managed by providing health education, normal delivery, the mother gave birth at 40 weeks of pregnancy at Rahayu Clinic. The newborn was normal and IMD was carried out. The mother's postpartum was normal and care was carried out according to the standard of care, namely 4 visits. The mother chose to use 3-month injection contraception. Comprehensive midwifery care will improve the health and well-being of the mother and fetus   Abstrak Continuity  of  care  dalam  kebidanan  adalah  serangkaian kegiatan  pelayanan  yang  berkelanjutan  dan  menyeluruh mulai  dari  kehamilan, persalinan,  nifas,  pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan    kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan kehamilan mengutamakan   kesinambungan. Desain penelitian yang digunakan   yaitu   deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Manajemen Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny. H G2P1A0 pada bulan Juli sampai November 2024 metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif dari Ibu Hamil didapatkan ibu mengalami keluhan ketidaknyamanan pada kehamilan TM III dan ditatalaksana dengan pemberian pendidikan kesehatan, bersalin normal ibu bersalin pada umur kehamilan 40 minggu di Klinik Rahayu. bayi baru lahir normal dan dilakukan IMD. Nifas ibu normal dan dilakukan asuhan sesuai standar asuhan yaitu 4 kali kunjungan. Ibu memilih untuk ber-KB Implant. Dengan pemberian asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.