cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “N” Usia 30 Tahun dengan Riwayat Persalinan Sectio Caesarea Yuliarta, Marliana; Andayani, Ari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the health status of a country. Efforts for early detection and prevention of morbidity and mortality in mothers, babies and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The aim of this research is to provide midwifery care to Mrs. N comprehensively and continuously starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in SOAP form. In this treatment, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and literature studies. This research was carried out in August-October 2024. From the results of providing pregnancy care, problems were found, namely stiffness in the legs and back. During the birth process, a cesarean section was carried out because the previous history of pregnancy was that Mrs. N gave birth at the Pertaminan Hospital in Balikpapan. Postpartum care is carried out 4 times. On caring for newborns in By. Mrs F was done 3 times and had no complaints. in family planning services, Mrs. N used an IUD after the placenta was born. The conclusion of this study is that as health workers, midwives can apply COC midwifery care in  improving  the  quality  of  services  that  require continuous  relationships  between  patients  and  health workers,  namely  monitoring  the  condition  of  pregnant women  from  early  pregnancy  to  delivery  to  health workers, monitoring newborns. from signs of infection, postnatal complications as well as facilitators for couples of childbearing age in family planning services.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur status kesehatan suatu negara. Upaya deteksi dini penanggulangan kesakitan dan kematian ibu, bayi, dan balita dapat dilakukan dengan melaksanakan perawatan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan KB. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus, instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam perawatan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu pegal-pegal pada kaki dan punggung.Pada saat proses persalinan dilakukan sectionio cesaria karena riwayat persainan sebelumnya adalah pengiriman Sectio cesaria Ny.N bersalin di RS Pertaminan Balikpapan. Pada pengasuhan nifas dilakukan sebanyak 4 kali. Pada pengasuhan bayi baru lahir pada By. Ny F dilakukan sebanyak 3 kali dan tidak ada keluhan. dalam pelayanan KB, Ny. N menggunakan IUD setelah plasenta lahir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai  tenaga  kesehatan  bidan  dapat  menenerapkan asuhan  kebidanan  secara  COC  dalam  meningkatkan kualitas pelayanan yang membutuhkan hubungan terus menerus  antara  pasien  dan  tenaga  kesehatan,  yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai  proses  persalinan  ke  bidan  ,  serta  memantau perkembangan bayi baru lahir, adakah komplikasi setelah melahirkan  serta  fasilitator  untuk  pasangan  usia  subur dalam pelayanan keluarga berencana.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “N” Usia 27 Tahun di Puskesmas Sepaku Rohana; Andayani, Ari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. N starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2024. From the results of the provision of pregnancy care, the mother complained of back pain and was given acupressure care. The labor process was spontaneous with 60-step APN. Postpartum care went normally, no signs of complications were found during the postpartum period. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization. Mrs. N's family planning care used a 3-month injection. The conclusion of this study is that as health workers, midwives can apply COC midwifery care in  improving  the  quality  of  services  that  require continuous  relationships  between  patients  and  health workers,  namely  monitoring  the  condition  of  pregnant women  from  early  pregnancy  to  delivery  to  health workers, monitoring newborns. from signs of infection, postnatal complications as well as facilitators for couples of childbearing age in family planning services.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengeluh nyeri punggung dan diberikan asuhan akupresure. Proses persalinan secara spontan dengan APN 60 langkah. Asuhan nifas berjalan normal, tidak ditemukan tanda-tanda penyulit pada masa nifas. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai  tenaga  kesehatan  bidan  dapat  menenerapkan asuhan  kebidanan  secara  COC  dalam  meningkatkan kualitas pelayanan yang membutuhkan hubungan terus menerus  antara  pasien  dan  tenaga  kesehatan,  yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai  proses  persalinan  ke  bidan  ,  serta  memantau perkembangan bayi baru lahir, adakah komplikasi setelah melahirkan  serta  fasilitator  untuk  pasangan  usia  subur dalam pelayanan keluarga berencana.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “R” Usia 38 Tahun dengan Anemia Ringan Supraptini, Hemi; Andayani, Ari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. R starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2024. Pregnancy care, the mother complained of dizziness, easily tired and lethargic, HB 10.5 gr / dL and was given nutritional education care and provision of 1x1 fe table, 1x1 vitamin C, the mother experienced back pain and was given acupressure care. The labor process was spontaneous with 60-step APN and was given effluent massage care. Postpartum care, the mother complained of low breast milk production and was given oxytocin massage care, no signs of infection were found during the postpartum period. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg vitamin K care, hepatitis B0 immunization. Mrs. R's family planning care uses IUD birth control.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. R secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2024. asuhan kehamilan, ibu mengeluh pusing, mudah Lelah dan lesu, HB 10,5 gr/dL dan diberikan asuhan edukasi pola nutrisi dan pemberian table fe 1x1, vitamin C 1x1, ibu mengalami nyeri punggung dan diberikan asuhan akupresure. Proses persalinan secara spontan dengan APN 60 langkah dan diberikan asuhan massage efflurage. Asuhan nifas ibu mengeluh produksi asi sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin, tidak ditemukan tanda-tanda infeksi pada masa nifas.  Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0. Asuhan KB Ny. R menggunakan KB IUD.
Mobilisasi Dini pada Ibu Post Operasi Sectio Caesaria untuk Mencegah Komplikasi Imobilisasi di Rumah Sakit Ken Saras Aice Bela Fitriyani; Fransiska Bertha Verdiawati; Moneca Diah Listiyaningsih; Ari Widyaningsih; Dewi Nurani Suci
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem that is often experienced by post-cesarean section patients is impaired physical mobility. Early mobilization after caesarean section is carried out to prevent immobilization complications. The priority problem with this activity is that the obstacle faced by postpartum mothers after post-sc is that patients do not know how to mobilize early post-sc for a fast recovery process. Problems: Mothers who give birth via caesarean section (SC) can experience various problems, such as pain, infection and bleeding. This community service was carried out at Ken Saras Hospital on 21-28 July 2024. The target was 30 post-Sc mothers. The technique for implementing this community service activity is teaching early mobilization and providing health education about early mobilization. The final evaluation of the activity was carried out by distributing questionnaires to the participants to fill in according to their knowledge. The questionnaire contains questions about early mobilization material. Then an assessment is carried out to determine the success of this activity. The results of the final evaluation using a questionnaire showed that the majority of post-SC mothers were able to carry out early mobilization.   Abstrak Masalah yang sering dirasakan pada pasien post sectio caesarea adalah gangguan mobilitas fisik. Mobilisasi dini post sectio caesarea di laksanakan untuk mencegah komplikasi imobilisasi..  Permasalahan prioritas kegiatan ini adalah kendala yang dihadapi ibu nifas setelah post sc adalah pasien tidak mengetahui bagaimana mobilisasi dini post sc untuk proses pemulihan yang cepat. Permasalahan Ibu yang melahirkan melalui operasi caesar (SC) dapat mengalami berbagai permasalahan, seperti nyeri, infeksi, dan pendarahan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di RS Ken Saras pada tanggal 21-28 Juli 2024 Sasaran adalah ibu post sc sejumlah 30 orang. Teknik pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengajarkan mobilisasi dini dan pemberian pendidikan kesehatan tentang mobilisasi dini. Evaluasi akhir kegiatan dilakukan pembagian kuesioner kepada para peserta untuk diisi sesuai dengan pengetahuan mereka. Kuesioner berisi pertanyaan tentang materi mobilisasi dini. Kemudian dilakukan penilaian untuk dapat mengetahui keberhasilan dari kegiatan ini. Hasil evaluasi akhir dengan kuesioner didapatkan sebagian besar ibu post SC sudah bisa melakukan mobilisasi dini.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Senam Nifas di RSUD Tidar Magelang Amelia Hesti Pradita; Agil Ayu Sabila; Mutia Rahmadani; Heni Hirawati Pranoto; Luvi Dian Afriyani; Ari Andayani; Partinah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period needs more attention because maternal death occurs during the postpartum period. In this figure, the Maternal Mortality Rate (MMR) describes the number of women who die after giving birth due to lack of maternal care. Postpartum exercise can support the uterine involution process and prevent postpartum bleeding due to delayed uterine involution. In general, postpartum mothers do not carry out postpartum exercises, because postpartum mothers do not know about postpartum exercises and do not realize that postpartum exercises will affect their needs. muscles will receive oxygen, blood flow will become smooth so that it can help the health recovery process after giving birth. The method used in this community service activity is pre test post test. The target of this activity is post partum mothers who are in the Bougenville room. This community service activity starts from July 21 – August 11 2024 and is carried out in the Bougenville room (Mother's room). The instrument used was a questionnaire to measure the knowledge of mothers of toddlers before and after being given counseling. Mothers' knowledge before being given counseling and demonstrations about postpartum exercise was in the good category of 15 respondents (50%), the sufficient category of 10 respondents (33%), and the poor category of 5 respondents (17%).  Mothers' knowledge after being given counseling and demonstrations about postpartum exercise was that all 29 respondents (97%) had good knowledge and 1 person (3.0%) had sufficient knowledge. Counseling has proven to be effective in increasing mothers' knowledge about postpartum exercise at Tidar Hospital, Magelang.   Abstrak Masa nifas perlu mendapat perhatian lebih karena kematian ibu terjadi pada masa nifas. Pada angka tersebut, Angka  Kematian Ibu (AKI) menggambarkan banyaknya perempuan yang meninggal setelah melahirkan karena kurangnya perawatan terhadap ibu. Senam nifas dapat menunjang proses involusi uterus dan mencegah perdarahan postpartum akibat involusi uterus yang tertunda. Pada umumnya ibu postpartum tidak melaksanakan senam nifas, dikarenakan ibu nifas belum mengetahui tentang senam nifas dan tidak menyadari bahwa dengan senam nifas akan mempengaruhi kebutuhan. otot akan oksigen, aliran darah menjadi lancar sehigga dapat membantu proses pemulihan kesehatan setelah melahirkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu pre test post test. Sasaran kegitan ini adalah ibu post partum yang berada di ruang Bougenville.sebanyak 30 orang Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dari tanggal 21 Juli – 11 Agustus 2024 yang dilakukan di ruang Bougenville (ruang Ibu). Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang senam nifas yaitu dengan kategori baik sebanyak 15 responden (50%), kategori cukup sebanyak 10 responden (33%), dan kategori kurang sebanyak 5 responden (17%).  Pengetahuan ibu sesudah diberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang senam nifas yaitu bahwa seluruh responden sebanyak 29 orang (97%) berpengetahuan baik dan sebanyak 1 orang (3,0%) yang perpengetahuan cukup. penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang senam nifas di RSUD Tidar Magelang.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Tentang Akupresure untuk Mengurangi Disminore di RT 36 Kelurahan Klandasan Ilir Kota Balikpapan Kalimantan Timur Maria Arisphina Dewi; Meilina Novi Anita; Muhdia; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acupressure is a traditional complementary therapy originating from China that can be used to minimize dysmenorrhea pain using the fingers by pressing on certain meridian points (acupuncture points). Dysmenorrhea (menstrual pain) is abdominal pain that comes from uterine cramps that occur during menstruation. The purpose of this community service is to teach acupressure therapy for dysmenorrhea pain that occurs in adolescent girls. The population in this study was 15 teenagers. Acupressure therapy is performed on the SP6 point massage (san yin jao) as many as 30 times of pressure, clockwise, performed on both sides of the body. The san yin jao point is located 3 cun above the malleolus internus, on the posterior edge of the tibia, the activity carried out is acupressure therapy assistance to overcome dysmenorrhea pain in adolescents. Before the counseling was held through the preparation stage process which was carried out by coordinating the midwife, coordinating with the head of the adolescent study group in RT 36, Klandasan Ilir Village. The implementation will be carried out in RT 36 on November 2, 2024 with a total of 15 adolescents.   Abstrak Akupresur adalah terapi komplementer tradisional yang berasal dari Tiongkok yang dapat digunakan untuk meminimalisir nyeri dismenore menggunakan jari tangan dengan cara penekanan pada titik meridian tertentu (titik akupunktur). Disminore (nyeri haid) adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim yang terjadi selama haid. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengajarkan terapi akupresur terhadap nyeri disminore yang terjadi pada remaja putri. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja sebanyak 15 orang. Terapi akupresur dilakukan pada pijat titik SP6 (san yin jao) sebanyak 30 kali penekanan, searah jarum jam, dilakukan di kedua sisi tubuh. Titik san yin jao terletak 3 cun di atas malleolus internus, di tepi posterior tibia, kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan terapi akupresur untuk mengatasi nyeri disminore pada remaja. Sebelum di adakan penyuluhan melalui proses Tahap persiapan yang dilakukan dengan mengkoordinasi bidan, koordinasi dengan ketua pengajian remaja di RT 36 Kelurahan Klandasan Ilir. Pelaksanaan yang akan dilakukan di RT 36  pada tanggal 2 November 2024 dengan jumlah remaja sebanyak 15 remaja.
Smartpunktur untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa di Posyandu Desa Pedawang Agustin Dwiningrum; Sri Wigati; Vidya Efriliana; Asmanah; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smartpuncture is a massage technique that aims to increase brain intelligence through stimulation to facilitate blood flow, nerves and meridians that lead to the head and brain. Smartpuncture is part of acupressure therapy, which is a legally valid form of alternative complementary therapy. The application of complementary midwifery care through smartpuncture aims to improve children's concentration and memory in the learning process. This community service activity is carried out through direct counseling at the Posyandu in Pedawang village by complying with health protocols. A total of 20 children aged 4-5 years from Posyandu in Pedawang village participated in this activity. Smartpuncture is carried out once, with prior explanation to the child and teacher. All children were able to follow the smartpuncture process well. Apart from that, parents and teachers are also given information about the benefits of smart puncture for children. Children involved in this service activity can practice smartpuncture techniques according to the instructions given.   Abstrak Smartpunktur merupakan teknik pemijatan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan otak melalui rangsangan untuk memperlancar aliran darah, saraf, dan meridian yang mengarah ke kepala dan otak. Smartpunktur adalah bagian dari terapi akupresur, yaitu salah satu bentuk terapi komplementer alternatif yang sah secara hukum. Penerapan asuhan kebidanan komplementer melalui smartpunktur bertujuan meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak dalam proses belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung di Posyandu desa Pedawang dengan mematuhi protokol kesehatan. Sebanyak 20 anak berusia 7-9 tahun dari Posyandu desa Pedawang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Smartpunktur dilakukan satu kali, dengan penjelasan terlebih dahulu kepada anak dan guru. Semua anak mampu mengikuti proses smartpunktur dengan baik. Selain itu, orang tua dan pengajar juga diberikan informasi mengenai manfaat smartpunktur bagi anak. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini dapat mempraktikkan teknik smartpunktur sesuai instruksi yang diberikan.
Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui septiana, Ayun Rizqi Septiana; Harina Noviyanti; Latri Lestari; Siswati; Setyowati; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk is defined as milk produced by the mother's mammary glands after childbirth, which provides complete nutrition and immune protection for the baby, especially in the first 6 months of life. Exclusive breastfeeding is one of the main recommendations in breastfeeding because breast milk contains nutrients and antibodies that are important for the baby's growth and immunity. This Community Service aims to increase the knowledge and understanding of breastfeeding mothers and families about oxytocin massage techniques. This Community Service was carried out in Mukiran Village, Kaliwungu District, Semarang Regency, to 15 breastfeeding mothers, on November 20, 2024. This community service technique uses demonstrations. The results of community service found that the knowledge of breastfeeding mothers about breastfeeding and oxytocin massage mostly had less than 5 people (50%), enough knowledge of 2 people (20%) and good knowledge of 2 people (30%). and about the knowledge of the participants after being educated, most of the participants had good knowledge 6 (60%), enough 3 (30%) and less than 1 (10%). This shows an increase in participants' knowledge after the provision of the education.   Abstrak ASI didefinisikan sebagai susu yang dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu setelah melahirkan, yang menyediakan nutrisi lengkap dan perlindungan imun untuk bayi, terutama pada 6 bulan pertama kehidupan.Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah salah satu rekomendasi utama dalam pengasuhan bayi karena ASI mengandung nutrisi dan antibodi yang penting bagi pertumbuhan dan kekebalan tubuh bayi. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu menyusui dan keluarga tentang Teknik pijat oksitosin. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Desa Mukiran, Kecamatan Kaliwungu, Kab. Semarang, pada Ibu Menyusui sejumlah 15 Orang, tanggal 20 November 2024. Teknik pengabdian Masyarakat ini menggunakan demonstrasi. Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI dan pijat oksitosin sebagian besar memiliki pengetahuan kurang 5 orang (50%), pengetahuan cukup 2 orang (20%) dan pengetahuan baik 2 orang (30%). dan tentang pengetahuan peserta yang sesudah diberikan edukasi peserta sebagian besar berpengetahuan baik 6 (60%) cukup 3 (30%) dan kurang 1 ( 10%). Ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah pemberian edukasi tersebut.
Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja di RT 09 Desa Sumi Kecematan Lambu Kabupaten Bima Suryani, Lilis; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acupressure is one of the medical therapies or a healthy way with the act of massaging or pressing the fingers on the surface of the skin, where the massage or pressure will reduce tension, improve blood circulation and stimulate the body's energy strength to heal or nourish (Anisa, et al, 2022). Primary dysmenorrhea is menstrual pain that is not based on the pathological condition of certain diseases (Patricia, 2021).  Community midwifery basic care includes prevention, early detection for referrals, emergency, maternal and neonatal care, first aid to diseases, mild treatment, care for chronic conditions, and health education. This community service activity aims to teach acupressure techniques in overcoming dysmenorrhea pain in adolescent girls. In this study, the population involved consisted of 20 adolescents. Acupressure therapy is performed by pressing the SP6 point (san yin jao) 30 times in a clockwise direction, performed on both sides of the body. The point of san yin jao is located 3 cun above the malleolus internus, on the posterior edge of the tibia. This activity includes acupressure therapy assistance to help reduce dysmenorrhea pain in adolescents. Before the counseling was carried out, the preparation stage was carried out by coordinating with the midwife and the head of the youth recitation in RT 09, Sumi Village, Lambu District. The implementation of the activity is scheduled at the Sumi Village office on October 19, 2024, with the participation of 20 teenagers.   Abstrak Akupresur merupakan salah satu terapi pengobatan atau cara sehat dengan tindakan pemijatan atau penekanan jari di permukaan kulit, di mana pemijatan atau penekanan tersebut akan mengurangi ketegangan, meningkatkan peredaran darah dan merangsang kekuatan energi tubuh untuk menyembuhkan atau menyehatkan (Anisa, dkk, 2022). Dismenore primer merupakan nyeri haid yang tidak didasari kondisi patologis penyakit tertentu (Patricia, 2021). Asuhan mendasar kebidanan komunitas mencakup pencegahan, deteksi dini untuk rujukan, asuhan kegawatdaruratan, maternal dan neonatal, pertolongan pertama pada penyakit, pengobatan ringan, asuhan pada kondisi kronik, dan pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan teknik akupresur dalam mengatasi nyeri dismenore pada remaja putri. Dalam penelitian ini, populasi yang terlibat terdiri dari 20 remaja. Terapi akupresur dilakukan dengan menekan titik SP6 (san yin jao) sebanyak 30 kali dengan arah searah jarum jam, dilakukan di kedua sisi tubuh. Titik san yin jao terletak 3 cun di atas malleolus internus, di tepi belakang tibia. Kegiatan ini meliputi pendampingan terapi akupresur untuk membantu mengurangi nyeri dismenore pada remaja. Sebelum penyuluhan dilaksanakan, tahap persiapan dilakukan dengan mengkoordinasikan dengan bidan dan ketua pengajian remaja di RT 09, Desa Sumi, kecematan Lambu. Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan di kantor Desa Sumi pada tanggal 19 Oktober 2024, dengan partisipasi sebanyak 20 remaja.
Pijat Common Cold di Desa Semuntai RT. 15 Isni, Fitri; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cough and cold problems in toddlers are very common, because the toddler's immune system is still low so that they are very susceptible to viruses. Treatment of acute respiratory infections can be done in 2 ways, namely pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological treatment can be done with complementary therapy or common cold therapy which is a relaxation therapy to reduce anxiety and depression in respiratory tract disorders. The purpose of this activity is to introduce common cold massage as a solution to overcome coughs and colds in toddlers. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage is to prepare by collaborating with partners. The Second Stage is the implementation stage, before the counseling is carried out, a pretest is carried out to explore the mother's knowledge about common cold massage. Furthermore, education and training in common cold massage are carried out. The Third Stage is to carry out an evaluation by providing a posttest and direct interviews and ending with making an activity report. From the results of Community Service, it was found that this activity was attended by 10 mothers who had children aged 12-59 months. Before the counseling on baby massage was conducted, all mothers' knowledge was in the poor category, namely 10 people (100%) and after the counseling, 10 mothers had knowledge in the good category (100%). It can be concluded that there was an increase in knowledge before and after counseling on common cold massage. It is hoped that health workers can increase health promotion on the benefits of baby massage to increase knowledge on baby massage.   Abstrak Masalah batuk pilek pada balita sangat sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita masih rendah sehingga sangat rentan terjangkit virus. Pengobatan infeksi saluran pernafasan akut bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan farmakologi dan non farmakologi. Pengobatan non farmakologi bisa dengan terapi komplementer atau terapi common cold merupakan terapi relaksasi untuk menurunkan rasa gelisah dan depresi pada gangguan saluran nafas. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan tentang pijat commond cold sebagai solusi dalam mengatasi batu pilek pada balita. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat commond cold. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat commond cold. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 10 orang ibu yang memiliki anak usia 12-59 bulan. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat bayi didapatkan semua pengetahuan ibu dalam kategori kurang yaitu sebanyak 10 orang (100%) dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 10 orang (100)%. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyeluhan mengenai pijat commond cold.  Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai manfaat pijat bayi untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pijat bayi.