cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health & Medical Sciences
ISSN : -     EISSN : 30263867     DOI : https://doi.org.10.47134/phms
Core Subject : Health,
Pubmedia Health & Medical Sciences uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Amidst the trend in attempting to constantly provide answers in problems or phenomena in our reality for a better health condition, Pubmedia Digital Series strive to publish a factual and applicable research result through the publication of journals from a wide arrange of field of studies such as in medicine, pharmacy, biology and the like. Focus and Scope Physiology Pharmacology Toxicology Genetics Neuroscience Tissue Engineering Regenerative Medicine Hematology Immunology Oncology Dentistry
Articles 201 Documents
Kajian Literatur tentang Pelayanan Farmasi Klinik dalam Pencegahan Medication Error Hesti Burhan
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pelayanan farmasi klinik dalam pencegahan medication error melalui analisis berbagai hasil penelitian yang relevan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka. Data diperoleh dari artikel ilmiah, systematic review, randomized controlled trial, observational study, dan berbagai dokumen akademik yang membahas medication error, medication reconciliation, drug related problems, dan pelayanan farmasi klinik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur dan analisis dokumen secara sistematis, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, interpretasi temuan, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelayanan farmasi klinik berperan penting dalam mencegah medication error melalui medication review, medication reconciliation, identifikasi drug related problems, optimalisasi dosis, edukasi pasien, serta kolaborasi multidisiplin. Intervensi farmasis klinis terbukti mampu menurunkan medication discrepancies, meningkatkan keamanan penggunaan obat, mengurangi adverse drug events, dan meningkatkan efisiensi biaya pelayanan kesehatan pada berbagai setting pelayanan, termasuk rawat inap, rawat jalan, intensive care unit, dan layanan onkologi. Selain itu, perkembangan virtual clinical pharmacy service juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan akses pelayanan farmasi klinik di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan farmasi klinik merupakan komponen penting dalam sistem keselamatan pasien dan memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas penggunaan obat serta mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja Petugas Filing di RSD Nganjuk Kusuma Ayu Ningrum; Indah Muflihatin; Efri Tri Ardianti; Angga Rahagiyanto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.658

Abstract

Ruang filing merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan rekam medis. Proses filing rekam medis dapat mengakibatkan potensi kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja diakibatkan karena pencahayaan yang kurang terang, tidak adanya tangga kecil yang digunakan untuk mengambil berkas, berkas yang menumpuk pada atas rak dan menumpuk pada lantai, dan tidak terdapat ventilasi udara. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis risiko kesehatan dan keselaamatan kerja petugas rekam medis di bagian filing rekam medis dengan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assassment, Risk Control). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Subjek penelitian ini 5 orang petugas filing rekam medis, kepala rekam medis, dan Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahaya fisik disebabkan karena ketidaksesuaian pencahayaan, kelembapan, dan kebisingan. Adanya debu pada berkas rekam medis sebagai penyebab bahaya biologi. Bahaya ergonomic disebabkan karena ruangan filing yang kurang luas dan banyaknya staples pada berkas sebagai penyebab bahaya mekanik. Selain itu, bahaya listrik disebabkan karena adanya kabel yang berserakan. Berdasarkan hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa terdapat 13 risiko kerja dengan hasil penialian 2 risiko high (tinggi), 4 risiko moderate (sedang), 7 risiko low (rendah). Upaya pengendalian risiko yang dilakukan dengan pembersihan secara general, melakukan desain ulang terhadap ruang rekam medis, menambahkan exhaust fan, dan mengganti bahan berbahaya dengan bahan yang lebih aman.
Evaluasi Tingkat Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Jalan dan Faktor Penyebab di Puskesmas Bangil Jihan Ghina Mumtaza; Atma Deharja; Dony Setiawan Hendyca Putra; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.659

Abstract

Pada Puskesmas Bangil permasalahan ketidaklengkapan rekam medis berakibat pada keterlambatan pengembalian rekam medis. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, diketahui pada bulan Januari-Maret 2022 ditemukan sebanyak 880 dari 6708 rekam medis rawat jalan yang tidak terisi lengkap dengan persentase mencapai 12,73%. Penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis rawat jalan di Puskesmas Bangil menggunakan teori 5M. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Permasalahan yang ditemukan diprioritaskan menggunakan metode USG serta disusun upaya perbaikan menggunakan metode brainstorming. Berdasarkan hasil penelitian diketahui faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis rawat jalan pada faktor man adalah rendahnya pengetahuan perawat terkait standar kelengkapan rekam medis serta belum dilakukan pelatihan internal. Pada faktor method belum tersedia SPO pengisian rekam medis. Pada faktor money keterbatasan dana serta belum terdapat anggaran khusus untuk pelatihan internal. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan antara lain sosialisasi kelengkapan rekam medis, penyusunan SPO pengisian rekam medis, serta perencanaan pelatihan internal.
Analisis Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di RSU Bhakti Husada Banyuwangi Dwi Lestari; Atma Deharja; Rossalina Adi Wijayanti; Angga Rahagiyanto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.660

Abstract

Keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di RSU Bhakti Husada Banyuwangi mencapai 33,82% hal tersebut masih jauh dari target standart pengembalian rekam medis rawat inap 100% setelah pasien pulang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Bhakti Husada Banyuwangi. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu kualitatif deskriptif. Subjek penelitian antara lain 3 perawat, 1 bidan, 1 petugas assembling dan 1 kepala rekam medis. Perawat dan bidan dalam subjek penelitian ini berperan sebagai informan utama yang terlibat langsung dalam proses pengembalian rekam medis rawat inap, sedangkan petugas assembling sebagain informan pendukung yang menerima pengembalian rekam medis serta kepala rekam medis yang bertugas mengevaluasi kegiatan pengelolaan rekam medis. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis keterlambatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap yaitu kurangnya pengetahuan perawat dan bidan terhadap standart waktu dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengembalian rekam medis, ketidakdisiplinan dokter dan perawat dalam mengisi rekam medis, ketidaklengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap, belum adanya reward, belum optimalnya pemberian punishment serta kurangnya sosialisasi SOP. Saran dalam penelitian ini yaitu perlu dibuatnya SOP pengisian rekam medis, memberikan pemahaman kepada perawat dan bidan terkait standart waktu dan SOP pengembalian rekam medis melalui sosialisasi, melakukan sosialisasi SOP secara rutin minimal satu bulan sekali setiap awal bulan, mengadakan reward dan mempertimbangkan punishment agar memberikan efek jera kepada perawat dan bidan supaya lebih disiplin dalam mengembalikan berkas.
Analisis Penyebab Keterlambatan Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis Rumah Sakit Citra Husada Digna Hastika Nandita; Gamasiano Alfiansyah; Novita Nuraini; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.661

Abstract

Rumah Sakit Citra Husada terlambat dalam pelaksanaan retensi dan pemusnahan rekam medis. Berdasarkan studi pendahuluan pada 20 Juli 2022 di Rumah Sakit Citra Husada, bahwa retensi rekam medis belum optimal dan pemusnahan rekam medis tahun 2012 sampai sekarang belum dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan retensi dan pemusnahan rekam medis di Rumah Sakit Citra Husada. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan USG. Variabel dalam penelitian ini yaitu personal factors, leadership factors, team factors, system factors, dan situational factors. Hasil penelitian ini, keterlambatan retensi dan pemusnahan rekam medis disebabkan kurangnya pengetahuan petugas, petugas masih ada yang berlatar belakang pendidikan bukan RMIK, staf rekam medis belum pernah mengikuti pelatihan, kapasitas ruang dan rak penyimpanan rekam medis inaktif penuh, kurangnya alat scanner, petugas kesusahan membaca diagnosa dalam mengisi daftar pertelaan, tidak terdapat alat pemusnah rekam medis inaktif, dan petugas melakukan double job. Hasil USG prioritas masalah yaitu petugas melakukan double job.
Analisis Faktor Penyebab Lamanya Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di Klinik Suherman Aji Galih Pamenang; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.664

Abstract

Pelayanan rawat jalan di Klinik Rawat Inap Dr. M. Suherman Jember sudah cukup baik, akan tetapi masih terdapat masalah yaitu lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan yang berdampak pada kepuasan pasien. Berdasarkan observasi diketahui adanya lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan dengan jumlah waktu tunggu pelayanan pasien rata-rata 62 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan di Klinik Rawat Inap Dr. M. Suherman Jember dengan menggunakan 5M. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, untuk memprioritaskan masalah menggunakan NGT, untuk menyusun alternatif pemecahan masalah menggunakan brainstorming. Informan dari penelitian ini adalah 2 petugas rekam medis, 1 perawat, dan 1 dokter umum. Hasil penelitian didapatkan prioritas masalah berdasarkan variabel machine yaitu masih terdapat sistem error pada SIM Klinik, variabel man yaitu jumlah petugas pelayanan rawat jalan belum mencukupi yaitu pada shift pagi hanya terdapat 1 dokter umum sehingga jika ada pasien gawat darurat maka pasien umum harus menunggu dokter selesai melayani pasien gawat darurat. Alternatif pemecahan masalah yang didapat yaitu melakukan evaluasi dan perawatan rutin 1 bulan sekali terhadap sistem yang berlaku, menambahkan jumlah dokter untuk shift pagi.
Evaluasi SIMRS Menggunakan Metode PIECES di Instalasi Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun Naim Khoirul Ummah; Atma Deharja; Selvia Juwita Swari; Bakhtiyar Hadi Prakoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.665

Abstract

RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun telah menggunakan SIMRS sejak tahun 2019 untuk membantu proses pelayanan kepada pasien. Namun, dalam penerapannya masih ditemukan beberapa kendala yaitu pada aspek information terdapat perbedaan data jumlah kunjungan pasien antara sistem dengan manual, aspek economic SIMRS belum terintegrasi dengan BPJS, serta aspek control yang meliputi username dan password belum diberikan kepada masing-masing petugas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit menggunakan metode PIECES (performance, information, economic, control, efficiency, service) di Instalasi Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa SIMRS PKU Muhammadiyah Kutowinangun di Instalasi Rekam Medis pada aspek information belum mampu memberikan kinerja baik, adanya perbedaan data jumlah kunjungan pasien antara di sistem dengan manual, fitur yang masih kurang lengkap dan tampilan yang membosankan. Informasi yang dihasilkan juga masih kurang dipercaya, serta integrasi yang kurang maksimal. Keamanan data belum sepenuhnya terjamin karena belum tersedianya username dan password bagi masing-masing petugas. Berdasarkan hasil evaluasi ini diharapkan pihak IT untuk memperbaiki kesalahan terkait perbedaan data antara sistem dengan manual dan melengkapi kekurangan sistem seperti fitur yang diperlukan dan memaksimalkan integrasi dengan aplikasi lain.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis di Klinik Wirasakti Jember Harnis Tika Sukma; Gamasiano Alfiansyah; Rossalina Adi Wijayanti; Efri Tri Ardianto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.666

Abstract

Persentase ketidaklengkapan rekam medis di Klinik Wirasakti Jember pada bulan Juni Tahun 2022 adalah 49%. Hal ini berdampak terhadap mutu rekam medis dikarenakan tidak memuat informasi secara lengkap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis di Klinik Wirasakti Jember berdasarkan teori kinerja Armstrong dan Baron. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi,USG (Urgency, Seriousness, Growth). Subjek penelitian terdiri dari 2 dokter, 2 petugas pendaftaran, 1 petugas rekam medis, 2 perawat, 1 penanggung jawab rekam medis, dan kepala Klinik Wirasakti Jember. Hasil penelitian ini yaitu terdapat petugas yang belum memiliki kualifikasi pendidikan minimal DIII RMIK, rata-rata petugas belum pernah mengikuti seminar atau pelatihan mengenai rekam medis, kurangnya pengetahuan petugas terkait standar pelayanan minimal pengisian rekam medis, komunikasi antar rekan kerja belum optimal, dan belum adanya SOP pengisian rekam medis yang spesifik.
Upaya Perbaikan Kejadian Misfile Menggunakan Metode PDCA di Puskesmas Nogosari Jember Nanda Purnagiri Agatha; Atma Deharja; Rossalina Adi Wijayanti; Ida Nurmawati
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.667

Abstract

Kejadian misfile mempengaruhi mutu pelayanan di Puskesmas Nogosari Jember dengan persentase tertinggi 16% dan jumlah terendah 10%. Tujuan penelitian yaitu menyusun upaya perbaikan kejadian misfile menggunakan metode Plan, Do, Check, Action. Penelitian dilakukan di Puskesmas Nogosari Jember pada bulan Februari - April 2023 yang dilakukan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi dan brainstorming. Subyek penelitian meliputi 1 petugas pendaftaran, 1 petugas filing, 1 dokter, 1 kepala tata usaha. Hasil skoring didapatkan prioritas penyebab masalah yakni tidak adanya tracer. Hasil penelitian pada tahap plan yaitu pembuatan tracer kemudian tahap do dilakukan implementasi tracer pada bulan Februari – Mei 2023. Tahapan check didapatkan hasil sebelum implementasi 12% dan hasil setelah implementasi 4%. Tahapan action, menetapkan SOP mengenai pengelolaan rekam medis diruang penyimpanan. Saran dari penelitian yakni petugas perlu mengikuti seminar, pelatihan, bekerja sesuai standar operasional, perlunya anggaran dana penunjang pengendalian rekam medis, rak diberikan label nomor penjajaran serta dilakukan retensi.
Analisis Desain Ergonomis Ruang Unit Kerja Rekam Medis di Puskesmas Cermee Kabupaten Bondowoso Fadellia Insyaf; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.669

Abstract

Ruang unit kerja rekam medis di Puskesmas Cermee masih belum memenuhi aspek ergonomis. Hal ini menyebabkan petugas merasa tidak nyaman saat bekerja dan membuat petugas kurang leluasa saat bergerak. Tujuan penelitian ini menganalisis dan mendesain ruang unit kerja rekam medis secara ergonomis di Puskesmas Cermee. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, pengukuran dan brainstorming. Subyek penelitian terdiri dari 1 kepala Puskesmas dan 4 petugas rekam medis. Hasil penelitian adalah desain rak penyimpanan ergonomis yang sudah disesuaikan dengan antropometri petugas dengan ukuran tinggi rak = 180,56 cm dan jarak antar rak = 45,8 cm. Perhitungan kebutuhan rak 5 tahun yang akan datang yaitu sebanyak 4 buah roll o’pack. Puskesmas diharapkan mengimplementasikan desain ruang unit kerja rekam medis baru dengan luas ruangan 10,5 m x 6 m yang sudah disesuaikan dengan alur pengolahan rekam medis.