cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health & Medical Sciences
ISSN : -     EISSN : 30263867     DOI : https://doi.org.10.47134/phms
Core Subject : Health,
Pubmedia Health & Medical Sciences uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Amidst the trend in attempting to constantly provide answers in problems or phenomena in our reality for a better health condition, Pubmedia Digital Series strive to publish a factual and applicable research result through the publication of journals from a wide arrange of field of studies such as in medicine, pharmacy, biology and the like. Focus and Scope Physiology Pharmacology Toxicology Genetics Neuroscience Tissue Engineering Regenerative Medicine Hematology Immunology Oncology Dentistry
Articles 201 Documents
Analisis Faktor Keterlambatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember Nurul Fadillah Azizah; Gamasiano Alfiansyah; Selvia Juwita Swari; Veronika Vestine
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.670

Abstract

Keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember merupakan permasalahan dalam penyediaan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di RSD dr. Soebandi Jember berdasarkan teori kinerja Mc Cormick dan Tiffin yang meliputi faktor individu dan situasional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 1 kepala rekam medis, 4 petugas pendaftaran, 2 petugas filling, 2 petugas distributor dan 3 petugas poliklinik. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti terkait keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan yaitu belum terdapat anggaran dana untuk pelatihan, belum pernah diadakannya sosialisasi terkait Standar Operasional Prosedur penyediaan rekam medis rawat jalan, belum terdapat pelatihan internal maupun eksternal, latar belakang pendidikan mengenai pengetahuan petugas terkait pelaksanaan, waktu penyediaan yang masih kurang, dan tracer yang digunakan belum maksimal. Menyikapi faktor-faktor tersebut maka perlu memperhatikan dan membuat anggaran terkait dana pelatihan petugas, penambahan rak penyimpanan menggunakan roll o’pack, sebulan sekali melakukan pengecekan pada komputer yang digunakan, diadakan sosialisasi kepada petugas rekam medis tentang SOP atau pedoman penyediaan rekam medis rawat jalan, memberikan pelatihan secara internal maupun eksternal, memberi tahu tentang pelaksanaan penyediaan rekam medis dan dampaknya jika terlambat.
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan Kurnia Candra Septianingrum; Rossalina Adi Wijayanti; Ervina Rachmawati; Angga Rahagiyanto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.671

Abstract

Standar pengembalian rekam medis rawat inap yaitu 2x24 jam setelah pasien keluar. Berdasarkan hasil observasi di RSUD Bangil bahwa rata-rata keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap sebesar 69,79%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di RSUD Bangil. Hasil penelitian berdasarkan faktor ability yaitu petugas admin ruangan yang tidak memiliki pendidikan minimal D-III rekam medis. Faktor motivation yaitu belum adanya pemberian penghargaan (reward) dan belum adanya pemberian hukuman (punishment) kepada petugas. Faktor opportunity yaitu belum adanya sosialisasi SOP pengembalian rekam medis dan petugas admin ruangan belum pernah mendapat pelatihan terkait rekam medis. Saran yang diberikan peneliti yaitu kepala rekam medis memberikan pelatihan kepada petugas admin ruangan terkait pengelolaan rekam medis, mengajukan diberlakukannya pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment), sosialisasi secara berkala mengenai SOP pengembalian rekam medis dan memberikan pelatihan dasar rekam medis mengenai pengembalian rekam medis kepada petugas.
Redesain Ruang Filling dengan Pendekatan Ergonomi di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Atha Rasendriya Salsabila; Indah Muflihatin; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.673

Abstract

Ruang fillling di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Trenggalek belum ergonomis dikarenakan ukuran luas ruangan yang belum sesuai dengan standar Permenkes Nomor 43 Tahun 2019. Banyak rekam medis yang disimpan dalam kardus karena rak penuh, tempat duduk dan meja kerja yang digunakan petugas belum sesuai dengan antropometri petugas. Hal ini mempengaruhi kenyamanan para pegawai, dengan keadaan ruangan yang seperti itu pekerjaan menjadi tidak nyaman. Tujuan di penelitian ini adalah untuk menganalisis keadaan dan memperbarui desain ruang filling dengan ilmu ergonomi di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi ruangan yang kurang memadai, jumlah rak rekam medis yang tidak seimbang dengan jumlah dokumen serta tempat duduk dan area kerja yang tidak sesuai dengan antropometri petugas. Peneliti memvisualisasikan dalam bentuk desain rak rekam medis, meja kerja, kursi kerja dan ruang filling yang ergonomis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu desain ruangan baru dengan luas 52 m², desain rak rekam medis, meja dan kursi kerja sesuai antropometri petugas. Saran dari peneliti perlu penambahan jumlah rak agar sesuai dengan luas ruangan yang ada dan dapat menyimpan semua dokumen rekam medis.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Bagian Filing Rumah Sakit Umum Ananda Puwokerto Irfan Arya Hidayatulloh; Atma Deharja; Ervina Rachmawati; Efri Tri Ardianto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.674

Abstract

Penyeleggaraan rekam medis di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari permasalahan yang terjadi ketika survei pendahuluan masih ditemukan berkas misfile sebanyak 50 berkas atau 3,83%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya misfile rekam medis di bagian filing Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif menggunakan variabel man, material dan machine. Prioritas masalah menggunakan metode USG dan menyusun perbaikan masalah menggunakan brainstorming. Subjek penelitian terdiri dari 1 kepala instalasi rekam medis dan 4 petugas PMIK. Hasil penelitian menggunakan variabel man yaitu terdapat petugas berlatar belakang pendidikan bukan DIII rekam medis, jumlah petugas ruang filing kurang mencukupi dan hanya beberapa PMIK yang mengikuti pelatihan rekam medis. Variabel material yaitu rak penyimpanan yang kurang ergonomis dan ruang penyimpanan yang letaknya kurang strategis. Variabel machine yaitu desain dan penggunaan tracer masih belum optimal dan tidak terdapat checklist pengembalian rekam medis buku ekspedisi. Hasil prioritas masalah yaitu ruang penyimpanan terpisah menjadi 3 tempat yang letaknya kurang strategis. Upaya perbaikan masalah yaitu melakukan pembangunan ruang filing menjadi 1 ruangan yang lebih strategis.
Analisis Desain Formulir Informed Consent Pencabutan Gigi di Puskesmas Dringu Amelia Herdianti Purnama; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.675

Abstract

Formulir informed consent merupakan formulir yang berisi pernyataan persetujuan atas tindakan medis dari pasien kepada dokter. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Dringu pada bulan Juni 2022 didapatkan informasi bahwa terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan standar pedoman dalam desain formulir yang digunakan yang dilihat dari 3 aspek. Segi aspek fisik dari bahan baku kertas mudah, dari segi aspek anatomi belum ditemukan nomor formulir, belum terdapat cara pengisian formular, dan belum ada autentifikasi dokter, saksi dan pasien, dari segi aspek isi belum mencantumkan informasi yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan desain pada formulir sebelumnya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan FGD. Subjek penelitian ini adalah perekam medis, dokter gigi, petugas pendaftaran, dan kepala puskesmas. Penelitian ini menghasilkan desain formulir berdasarkan aspek fisik yaitu kertas F4 berat 80 gram, berwarna putih berbentuk persegi panjang. Untuk aspek anatomi telah dilakukan penyesuaian pada kepala formulir, perintah, badan formulir. Sedangkan untuk aspek isi yaitu penambahan informasi pada identitas pasien, informasi yang terkait tindakan dan penyesuaian urutan dan istilah yang digunakan. Disarankan perlu diadakan evaluasi berulang atau berkala untuk menilai apakah desain formulir persetujuan tindakan medis masih relevan untuk digunakan.
Perancangan Aplikasi Pelayanan Kesehatan (SIP-KES) di Nutrition Care Center Berbasis Android Sonia Putri Haris Fadilah; Novita Nuraini; Niyalatul Muna; Muhammad Yunus
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.676

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Nutrition Care Center ditemukan permasalahan yaitu pendaftaran dan pencatatan rekam medis dilakukan secara manual karena belum adanya sistem secara terkomputerisasi. Belum adanya sistem informasi di Nutrition Care Center dikarenakan keterbatasan personal computer dibagian pendaftaran, diruang asesmen gizi, dan di ruang konselor gizi. Permasalahan lainnya yaitu hasil pemeriksaan yang diberikan kepada pasien dalam bentuk kertas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat aplikasi pelayanan kesehatan (SIP-Kes) di Nutrition Care Center berbasis android. Kelebihan SIP-Kes dapat melakukan upload lembar InBody, pemilihan jenis lembar leafleat, dan dapat melakukan registrasi online. Metode yang digunakan adalah metode prototype dengan tahapan identifikasi kebutuhan user, membuat dan penyesuain prototype, membuat sistem, melakukan testing, menyesuaikan sistem, dan menggunakan sistem. Pembuatan SIP-Kes menggunakan bahasa pemrograman dart dengan framework flutter dan database Mysql. Didukung dengan penghitungan kepuasan pengguna terhadap SIP-Kes menggunakan metode skala likert dengan hasil range nilai tingkat kepuasan 4.2 – 5 termasuk dalam kategori sangat puas. Hasil penelitian ini dengan adanya SIP-Kes dapat mempermudah petugas dalam pelaksanaan pelayanan gizi di Nutrition Care Center.
Analisis Prediksi Kebutuhan Tempat Tidur Menggunakan Metode Exponential Smoothing Tahun 2023-2027 di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo Nada Aprilika Putri Wahyudi; Efri Tri Ardianto; Rossalina Adi Wijayanti; Mochammad Choirur Roziqin
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.680

Abstract

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan pada pelayanan rumah sakit adalah penggunaan tempat tidur pasien. Tempat tidur pasien perlu mendapatkan perhatian yang besar dari manajemen rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan tempat tidur ideal yang seharusnya dimiliki oleh rumah sakit supaya dapat mencapai efisiensi dalam penggunaannya. Salah satu cara yang digunakan untuk pengelolaan perencanaan kebutuhan tempat tidur yaitu dengan melakukan peramalan. Penelitian ini menggunakan metode peramalan Triple Exponential Smoothing Holt Winters Multiplicative. Penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan objek penelitian rekapitulasi sensus harian rawat inap. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pelayanan rawat inap tiap kelas di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo tahun 2018-2022 masih belum efisien. Diketahui nilai penggunaan tempat tidur cenderung tinggi dibeberapa ruang rawat inap, namun rendah pada ruang rawat inap lainnya. Berdasarkan hasil prediksi kebutuhan jumlah tempat tidur tahun 2023 - 2027 didapatkan bahwa terdapat beberapa ruang rawat inap yang perlu penambahan tempat tidur namun terdapat pula ruangan yang perlu pengurangan tempat tidur, sehingga perlu pemerataan dan perencanaan tempat tidur supaya dapat mencapai efisiensi. 
Rancang Bangun Sistem Informasi Sensus Harian Rawat Inap di RSD Kalisat Bramanti Isman Patty; Bakhtiyar Hadi Prakoso; Rossalina Adi Wijayanti; Efri Tri Ardianto
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.681

Abstract

Pengisian formulir sensus harian rawat inap yang tidak sesuai dengan SOP berdampak signifikan pada proses rekapitulasi data di Rumah Sakit Daerah Kalisat, Jember. Penggunaan formulir Microsoft Excel yang tidak terintegrasi otomatis memerlukan transfer data manual dari Google Spreadsheet ke Excel, meningkatkan risiko kesalahan dan memperlambat proses. Hal ini mempengaruhi pembuatan laporan kinerja rumah sakit yang diperlukan oleh manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi sensus harian rawat inap berbasis web menggunakan metode waterfall, yang meliputi analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap dukungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil pengujian black-box menunjukkan semua fitur berfungsi dengan baik dan dapat diakses oleh pengguna. Uji kegunaan menunjukkan 74% responden menemukan fitur aplikasi mudah digunakan, 80% mudah dioperasikan, 74% antarmuka mudah dikenali, 84% aplikasi bermanfaat, 76% aplikasi memenuhi kebutuhan, 78% fitur cetak berfungsi dengan baik, 78% tampilan data berfungsi dengan baik, dan 86% informasi mudah dipahami. Kepuasan pengguna terhadap aplikasi sangat tinggi. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi sensus harian rawat inap berbasis web yang memfasilitasi pengolahan data menjadi laporan sensus harian yang diperlukan dan mengatasi masalah dari sistem manual.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan dan Ketidakakuratan Kodefikasi Kasus Neoplasma di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember Eden Shella Abia Cayuga; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.682

Abstract

Kode yang lengkap pada diagnosis Neoplasma harus mencantumkan kode topografi dan morfologi berdasarkan ICD. Kode topografi adalah kode yang menggambarkan tempat asal neoplasma, sedangkan kode morfologi adalah kode yang menggambarkan jenis sel tumor dan aktivitas biologisnya. Berdasarkan observasi di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember ditemukan 73% rekam medis yang memiliki kode topografi tidak lengkap sesuai ICD-10 dan 100% tidak lengkap karena tidak terdapat kode morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan dan ketidakakuratan kodefikasi kasus Neoplasma. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 3 koder rawat inap, 1 dokter spesialis onkologi, dan 1 kaur yanmed. Prioritas masalah menggunakan metode Skoring dengan upaya perbaikan menggunakan metode brainstorming. Hasil penelitian berdasarkan variabel individu yaitu pengetahuan petugas yang kurang. Variabel psikologi yaitu sikap dokter yang tidak segera mengisi diagnosis penyakit dan tidak menulis diagnosis secara spesifik, pelatihan belum merata, tidak adanya Reward dan Punishment. Variabel organisasi yaitu tidak terdapat SPO Kodefikasi Neoplasma, belum adanya monitoring dan evaluasi. Solusi permasalahan yaitu meminta bantuan pihak lain yang terkait untuk mengingatkan dokter dalam pengisian diagnosis, diadakan kegiatan yang menambah pengetahuan petugas seperti workshop/pelatihan secara merata terkait kodefikasi diagnosis kasus Neoplasma.
Strategi Perbaikan Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Pesanggaran Dismara Anggrelya; Atma Deharja; Maya Weka Santi; Gamasiano Alfiansyah
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.683

Abstract

Pada Triwulan IV tahun 2023, angka terlambatnya pengembalian rekam medis rawat inap di Puskesmas Pesanggaran mencapai 72,9%. Masalah ini disebabkan oleh penundaan pekerjaan oleh petugas, yang mengakibatkan penumpukan rekam medis dan memperlambat proses kembalinya rekam medis rawat inap di unit rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi perbaikan guna mengatasi keterlambatan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Action Research melalui teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, dan brainstorming. Subjek penelitian meliputi kepala Puskesmas, tiga petugas rekam medis, tiga dokter penanggung jawab, dan tiga perawat rawat inap. Prioritas masalah ditentukan dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab keterlambatan adalah tidak adanya SOP yang mengatur pengembalian rekam medis rawat inap, tidak adanya tracer, dan belum diterapkannya buku ekspedisi. Berdasarkan temuan ini, strategi perbaikan yang disarankan meliputi penyusunan SOP pengembalian rekam medis rawat inap , sosialisasi dan distribusi SOP, desain dan implementasi tracer, serta penerapan buku ekspedisi.