cover
Contact Name
Agus Dwi Santoso
Contact Email
journal@poltekpel-sby.ac.id
Phone
+628113636089
Journal Mail Official
journal@poltekpel-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Gunung Anyar Boulevard No.1, Gunung Anyar Surabaya Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya
ISSN : 25021621     EISSN : 26561611     DOI : https://doi.org/10.54992/7samudra.v7i2.111
Jurnal 7 Samudra ditujukan untuk kalangan akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel ilmiah hasil dari penelitian dan/atau pengabdian masyarakat baik secara empiris maupun teoritis yang terkait bidang pelayaran. Setiap edisi mencakup berbagai topik ilmiah yang merujuk pada bidang dan disiplin seperti: Keselamatan Pelayaran Teknologi Operasi Kapal Teknologi Permesinan Kapal Teknologi Kelistrikan Kapal Teknologi Informasi dan Komunikasi Pelayaran Lingkungan Laut Pengembangan SDM Maritim Logistik Kepelabuhanan Bisnis Pelayaran
Articles 114 Documents
PENGARUH PENERAPAN ISM CODE ATURAN 10 TENTANG PEMELIHARAAN KAPAL DAN PERLENGKAPANNYA TERHADAP KESELAMATAN TRANSPORTASI LAUT STUDI EMPIRIS DI PT. PELNI (PERSERO)
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i1.61

Abstract

Keselamatan dan keamanan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dan sebagai dasar dan tolok ukur bagi pengambilan keputusan dalam menentukan kelayakan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang transportasi laut.Kecelakaan tranportasi laut yang masih terjadi merupakan indikator perlunya melakukan pembenahan secara serius dalam pengelolaan sektor pelayaran publik bidang transportasi laut. Dalam rentang tahun 2012-2017 telah terjadi kecelakaan transportasi laut yang diakibatkan oleh berbagai penyebab dengan angka yang cukup tinggi, total ada 107 kecelakaan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan aturan 10 ISM Code tentang pemeliharaan kapal dan perlengkapannya terhadap keselamatan pelayaran. Setelah melakukan beberapa tahap penelitian maka dapat diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh ISM Code aturan 10 tentang pemeliharaan kapal dan perlengkapannya terhadap keselamatan transportasi laut
PROTOTYPE RADAR UNTUK NELAYAN TRADISIONAL
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i1.62

Abstract

Berdasarkan data dari KNKT, dari tahun 2010 sampai 2016 telah terjadi 17 kasus kecelakaan tubrukan Kapal di wilayah Indonesia, KNKT juga menyatakan 59% kecelakaan kapal disebabkan oleh kesalahan teknis. Biasanya tidak adanya peringatan bahaya pada saat kapal berdekatan dengan salah satu objek ataupun kapal lain. Dari permasalahan diatas maka dilakukanlah penelitian tentang pembuatan prototipe radar dengan peringatan bahaya pendeteksi objek yang mendekat. Tujuan dari alat ukur ini adalah untuk mendeteksi objek atau benda secara visualisasi berbentuk radar. hasil data berupa jarak objek. Radar ini nantinya akan di bekali dengan alarm bahaya. Jadi jika terdeteksi adanya objek yang mendekat dengan jarak tertentu, maka alarm bahaya akan berbunyi dan secara otomatis akan menggerakan kapal untuk menghindari objek tersebut. Setelah objek terlewati, posisi kapal akan kembali seperti semula. Prototipe ini menciptakan radar dengan komponen yang sederhana dan harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan radar yang ada pada saat ini. Pada pengujian yang telah dilakukan, Radar ini memiliki kemampuan mengukur jarak obyek dengan range 0.02 - 3m. Dan dengan 10 kali pengujian perfomance menggunakan metode menentukan jarak menggunakan konsep radar, kapal ini dapat melewati objek sebanyak 8 kali. Atau dapat disimpulkan bahwa kapal ini memiliki eror sekitar 20%. Data jarak objek ditampilkan pada HMI menggunakan module Nextion . Prototipe ini nantinya akan di implementasikan pada kapal tradisional. Karena banyaknya kapal nelayan tradisional di indonesia yang tidak memiliki radar yang memadai
ANALISIS IMPLEMENTASI BIRO KLASIFIKASI INDONESIA (BKI) PADA PENGUJIAN PANEL MAIN SWITCH BOARD KAPAL PERINTIS 2000 GT
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i2.66

Abstract

Dalam dunia perkapalan, kelistrikan merupakan sesuatu yang sangat penting. Baik untuk penerangan (lighting), power, dan keperluan lainnya yang menggunakan energi listrik. Beban daya sistem kelistrikan yang terpasang pada kapal biasanya disuplay oleh dua atau lebih generator. Selain itu juga dapat disuplai dari emergency generator atau dari battery (aki). Daya listrik keluaran dari generator ini akan dipusatkan menuju ke satu panel Main Switch Board ( MSB ). Sehubungan dengan hal tersebut, fungsi panel Main Switch Board memiliki peran yang sangat fital. Untuk menunjang keselamatan dan keamanan dalam pengoperasian Main Switch Board, tentunya harus dilakukan pengujian mulai dari high voltage, function test, sampai pada safety device yang sesuai dengan standart yang berlaku. Adapun standart yang digunakan adalah standart dari Biro Klasifikasi Indonesia ( BKI ) salah satunya. Dari hasil analisa penulisan Tugas Akhir ini didapat hasil pengujian panel Main Switch Board pada kapal Perintis 2000 GT secara keseluruhan 100% memenuhi standart dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan dinyatakan layak untuk dioperasikan.
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM DIPLOMA III TEKNIKA DI POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan dosen mata kuliah diploma III Teknika dilihat dari segi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah dosen mata kuliah diploma III teknika.. Pengumpulan data menggunakan multi-metode yaitu angket, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas instrumen dilakukan melalui penilaian para ahli (Judgement Expert). Data disajikan berdasarkan kesimpulan dari data hasil ketiga metode dan diinterpretasikan sesuai dengan kriteria indikator yang diukur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1). Penerapan kurikulum diploma III teknika pada pembelajaran produktif teknika dapat diketahui melalui masing-masing variabel, yaitu kesiapan dosen termasuk dalam kategori kurang baik, perencanaan pembelajaran dalam kategori kurang baik, pelaksanaan pembelajaran dalam kategori baik, dan penilaian hasil belajar dalam kategori kurang baik. (2). Tidak ada perbedaan signifikan dalam pelaksanaan kurikulum di Poltekpel Surabaya dengan taraf signifikansi 5 %. Hal ini didasarkan pada hasil analisis paired sample t test yaitu harga t untuk indikator siswa sebesar 88,538 dan untuk indikator guru sebesar 103,32. (3). Usaha yang dilakukan dosen untuk mengatasi hambatan- hambatan dalam penerapan kurikulum diploma III Teknika yaitu dengan menggunakan metode mengajar variatif, dosen membuat modul dan menambah refrensi bahan ajar, memperbaiki dan menambah sarana prasarana yang memadai
ANALISIS PERSEPSI INDUSTRI PELAYARAN TERHADAP KOMPETENSI LULUSAN PROGRAM DIKLAT ELECTRO TECHNICAL OFFICER DI POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA STUDI EMPIRIS DI PT . PELNI (PERSERO)
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i2.68

Abstract

Dalam pelaksanaan penelitian ini tujuan yang akan dicapai adalah mendapatkan data empiris tentang persepsi industri pelayaran nasional dalam hal ini PT. Pelni sebagai pengguna lulusan diklat ETO angkatan I terhadap kompetensi diklat Electro Technical Officer (ETO). Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif. Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah persepsi konsumen tentang variabel kompetensi lulusan Diklat Electro Technical Officer (ETO). Variabel ini terdiri dari lima subvariabel: a). Fungsi I yaitu kelistrikan, elektronika dan teknik kontrol ada level pelaksana (electrical, electronic and control engineering at the operation level) b. Fungsi II yaitu perawatan dan perbaikan pada level pelaksana (maintainance and repair at the operation level) c. Fungsi III yaitu pengendalian kapal dan kepedulian terhdap personel yang ada di kapal (Controlling the Operation of the Ship and Care for Persons on Board at the Operational Level. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh rata-rata perhitungan fungsi I memperoleh nilai 20,27 yang termasuk klasifikasi baik. Fungsi II memperoleh rata-rata 14,80 yang termasuk klasifikasi baik. Fungsi III memperoleh rata-rata 17.80 yang termasuk klasifikasi sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa persepsi Industri Pelayaran Nasional Terhadap Kompetensi Diklat Electro Technical Officer (ETO) angkatan I dalam fungsi I, II, dan III dinyatakan baik dan patut untuk diteruskan serta dikembangkan lagi kompetensi diklatnya supaya semua fungsi dapat memperoleh klasifikasi sangat baik. Hal ini membuktikan bahwasannya lulusan Electro Technical Officer dinyatakan baik dalam mengemban tugas diatas kapal.
KEPENTINGAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN KEAHLIAN TENAGA PELAUT INDONESIA MENJADI LEBIH BERKUALITAS DALAM ERA INDUSTRI EMPAT (4.0)
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i2.69

Abstract

Kegiatan transportasi merupakan salah satu penjuru globalisasi, yang berkorelasi signifikan dengan komunikasi, standar internasional, trade (niaga) dan liberalisasi sebagai dampak dari beberapa faktor, diantaranya pengaruh tekanan teknologi, ekonomi dan sosiokultural. Saat ini perkembangan armada peti kemas, akan beralih dari kapal yang berukuran 5000 TEU menjadi kapal peti kemas yang lebih besar ukurannya. Peralihan tersebut berupa peremajaan armada niaga atau kapal terkait usia teknis kapal dalam rangka mencapai tujuan keselamatan, keamanan dan pelayanan dunia pelayaran. Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran pentingnya suatu perancangan Pengembangan Keahlian Tenaga Pelaut Laut Indonesia Menjadi Lebih Berkualitas Dalam Era Industri Empat (4.0). Guna mengantisipasi Revolusi Industri 4.0 seluruh komponen sektor yang terkait pembangunan, pengembangan dan pemanfaatan SDM mulai berkontribusi positif dalam mempersiapkan generasi angkatan kerja yang jujur, berdedikasi, berpotensi, kerjanyata, produktif dan kompetitif ditandai dengan multi digitalisasi dan otomasi. Pada dunia pendidikan tentunya kegiatan civitas akademika tidak lagi sebatas pada transfer of knowledge saja, tetapi bagaimana caranya menjawab pembentukan karakter dan watak generasi angkatan kerja Indonesia menjadi lebih baik, lebih beretika, lebih terampil, lebih profesional melalui pemanfaatan peluang era revolusi industri 4.0 dengan hasil akhir menjadikannya kader-kader pemimpin pekerja yang jujur dan ahli di bidangnya masing- masing. Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 diperlukan suatu kolaborasi pemikiran bahwa tenaga pelaut memiliki multi peran dalam mendukung terciptanya keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan maritim.
PENERAPAN SHIP MAINTENANCE SYSTEM (SMS) APPLICATION OF THE SHIP MAINTENANCE SYSTEM (SMS)
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i2.70

Abstract

Pada penelitian ini permasalahan yang dibahas yaitu mengenai penerapan Ship Maintenance System (SMS) bagian deck kapal yang penulis focus ke bagian pengecatan, dan Safety Equipment di Kapal dimana kapal yang diteliti tersebut mempunyai rutinitas tinggi sehingga waktu untuk melakukan system ini sangat minim. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran dan pemahaman tentang pelaksanaan penerapan Ship Maintenance System (SMS) diatas kapal dalam upaya memelihara dan merawat kapal apalagi apabila kapal tersebut beroperasi di daerah Near Coastal Voyage sangat minim waktu untuk menerapkan prosedur ini. Metode Penelitian Kualitatif adalah suatu Secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah, Jenis dan sumber data, Studi Literatur dan Pengumpulan Data, juga Teknik pengumpulan data nya menggunakan: Penyajian Data, Reduksi Data, Menarik Kesimpulan.
RANCANG BANGUN MONITORING PROTEKSI MOTOR POMPA UAP AKIBAT UNBALANCE TEGANGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i2.71

Abstract

PLTGU adalah pembangkit listrik tenaga gas dan uap, menghasilkan energi listrik sebesar 3x526 MW yang dimiliki PT.PJB UP Gresik. Proses pembangkitan PLTGU memliki beberapa komponen penunjang salah satunya motor induksi 3 phasa. Motor induksi 3 phasa membutuhkan suplai tegangan listrik tiga phasa yang seimbang dalam pengoprasiannya. Masalah yang sering terjadi adalah suplai tegangan yang tidak seimbang (unbalance voltage). Menyebabkan ketidakseimbangan arus yang menuju stator motor, jika tidak langung diperbaiki menyebabkan tingginya suhu pada motor sehingga dapat terbakar. Berdasarkan permasalahan diatas maka dilakukan penelitian dan perancang sebuah sistem yaitu “RANCANG BANGUN MONITORING PROTEKSI MOTOR POMPA UAP AKIBAT UNBALANCE TEGANGAN BERBASIS IOT DI PLTGU”. Sistem ini menggunakan sensor tegangan Adaptor AC 1 phasa, sensor arus SCT-013 dan Arduino Uno sebagai pemroses disertai dengan web sebagai tampilan dari sistem. Dari hasil 3 kali pengujian sensor yang digunakan dapat bekerja secara baik. Sensor tegangan Adaptor AC 1 phasa dapat membaca tegangan dengan persentase eror tidak melebihi 1%. Persentase eror sensor arus SCT-013 sebesar 5.15% tetapi selisih nilai antara sensor dengan alat ukur Avo meter sebesar 0.01. Sistem ini ditampilkan dengan menggunakan web untuk mempermudah memonitoring kondisi motor.
RANCANG BANGUN PURWARUPA SISTIM MONITORING ALAT KESELAMATAN DAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i1.72

Abstract

Proses monitoring perawatan peralatan keselamatan umumnya dilaksanakan secara manual, yaitu dengan memeriksa kartu di setiap peralatan. Potensi terjadinya kesalahan menjadi besar, misalnya terdapat peralatan yang terlewatkan masa pemeriksaan rutinnya, dan ini seringkali terjadi. Kesalahan ini dapat berakibat fatal, contohnya adalah sekoci yang tidak dapat diturunkan pada saat kondisi darurat, atau sprinkle tidak menyala ketika terdeteksi terdapat asap. Hal ini tentu saja memperbesar risiko jika terjadi keadaan darurat. Penerapan teknologi informasi telah terbukti banyak memberikan manfaat, terutama dalam hal pertukaran dan penyimpanan informasi sebagai pelaporan, pendukung keputusan, dan alat bantu koordinasi, serta mempermudah pelaksanaan pekerjaan monitoring perawatan peralatan keselamatan di atas kapal. Pembangunan aplikasi monitoring perawatan peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran dibangun berdasarkan pada proses bisnis yang berlaku pada perusahaan yang terdiri dari SOP, dokumen-dokumen, serta aktor dan perannya dalam kegiatan perawatan peralatan pemadam kebakaran dan keselamatan. Temuan ini dipadukan dengan standar yang telah ditetapkan dalam ISM Code, sehingga form yang dibangun dalam aplikasi dapat digunakan secara umum. Aplikasi dibangun menggunakan basis web-based ERP yang dimodifkasi sedemikian hingga. Fitur penting yang ada adalah peringatan dini tentang jadwal perawatan dan pengambilan gambar peralatan, serta dapat dijalankan pada semua gawai dan daring, baik mobile maupun desktop, sehingga fleksibilitas menjadi tinggi. Fitur-fitur ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang timbul pada sistem manual.
STUDI PENGGUNAAN DAYA LISTRIK DAN PENENTUAN KAPASITAS GENERATOR DI KAPAL LATIH BUNG TOMO POLTEKPEL SURABAYA
Jurnal 7 Samudra Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v4i2.73

Abstract

Dalam industri Perkapalan, generator listrik memegang peranan penting karena digunakan sebagai sumber kelistrikan dalam pengoperasian suatu kapal serta untuk pengoperasian peralatan-peralatan pendukung. sistem kelistrikan apa yang akan dipakai nanti dalam pengoperasiannya . Sehingga penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dan mengambil judul studi Penggunaan Daya Listrik dan Penentuan Kapasitas Generator di Kapal Latih Bung Tomo Poltekpel Surabaya. Rumusan masalah yang akan dibahas adalah Apakah kapasitas generator yang digunakan di kapal latih Bung Tomo sesuai dengan kebutuhan daya listrik dan bagaimana penerapan sistem kelistrikan kapal di kapal latih Bung Tomo Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk kedalam penelitian kualitatif deskriptif. Sehingga dari perhitungan daya yang dipakai didapatkan untuk dua kondisi Siang Hari = 675,69 KW, Malam Hari = 734,22 KW. Dari hasil perhitungan generator, maka kapasitas generator yang dipakai yaitu 734,22 atau daya pakai yang terbesar. Berdasarkan brosur mesin kapal latih Bung Tomo, didapatkan spesifikasi generator sebagai berikut Spesifikasi mesin generator yang digunakan adalah Merek = MITSUBITSI Model = S6R2- T2MPTK3L Jumlah Silinder = 8 Rpm = 1500, BHP = 759 KW, Bore = 170 mm, Stroke = 215 mm, Berat = 5261 Kg, Panjang = 2310 mm, sehingga dari perhitungan ini kapasitas generator di Kapal Bing Tomo memenuhi dan mampu melayani beban yang ada di Kapal.

Page 5 of 12 | Total Record : 114