cover
Contact Name
Agus Dwi Santoso
Contact Email
journal@poltekpel-sby.ac.id
Phone
+628113636089
Journal Mail Official
journal@poltekpel-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Gunung Anyar Boulevard No.1, Gunung Anyar Surabaya Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya
ISSN : 25021621     EISSN : 26561611     DOI : https://doi.org/10.54992/7samudra.v7i2.111
Jurnal 7 Samudra ditujukan untuk kalangan akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel ilmiah hasil dari penelitian dan/atau pengabdian masyarakat baik secara empiris maupun teoritis yang terkait bidang pelayaran. Setiap edisi mencakup berbagai topik ilmiah yang merujuk pada bidang dan disiplin seperti: Keselamatan Pelayaran Teknologi Operasi Kapal Teknologi Permesinan Kapal Teknologi Kelistrikan Kapal Teknologi Informasi dan Komunikasi Pelayaran Lingkungan Laut Pengembangan SDM Maritim Logistik Kepelabuhanan Bisnis Pelayaran
Articles 114 Documents
PENERAPAN WIRELESS SENSOR NETWORK SEBAGAI SISTEM KONTROL DAN MONITORING MULTI TANGKI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) MENGGUNAKAN NRF24L01 Hariyono; Novandi , Faris
Jurnal 7 Samudra Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v6i2.84

Abstract

Dalam penelitian ini akan dibuat suatu prototype alat untuk memonitor level ketinggian atau volume bahan bakar minyak yang tersimpan di dalam tangki yang menerapkan teknologi wireless sensor network. Alat di rancang dalam bentuk simulasi yang menggunakan komponen utama Arduino Microcontroller dan Modul Transceiver NRF24L01+. Dalamsimulasi alat terdiri dari 3 buah tangki yang tiap-tiap tangkinya dilengkapi dengan panel kontrol slave yang dilengkapi dengan node sensor. Pada panel slave digunakan untuk mengatur setting level ketinggian BBM yang akan diisikan dalam tangki. Sedangkan pada panel Kontrol master diginakan untuk memonitor volume bahan bakar yang tersimpan dalam tangki secara wireless merupakan ringkasan yang lengkap dan jelas.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS STUDENT CENTERED LEARNING PADA MATA KULIAH DASAR-DASAR SISTEM OPERASI PERMESINAN KAPAL DI POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA Edy Kristiyono, Antonius; Fatimah, Siti
Jurnal 7 Samudra Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v6i2.85

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk berupa video pembelajaran yang digunakan dalam Mata Kuliah Dasar-Dasar Sistem Operasi Permesinan Kapal. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang memiliki tahapn analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Produk pengembangan ini telah divalidasi oleh ahli isi, ahli media pembelajaran dan ahli desain pengembangan. Produk pengembangan telah dilakukan uji lapangan meliputi uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Hasil penilaian terhadap uji produk pengembangan menunjukkan bahwa produk pengembangan ini layak digunakan dalam pembelajaran Mata Kuliah Dasar-Dasar Sistem Operasi Permesinan Kapal pada taruna Jurusan ETO di Politeknik Pelayaran Surabaya
ANALISIS SISTEM PROTEKSI MOTOR POMPA AIR UMPAN BOILER MP 1101 MENGGUNAKAN EOCR-I3BZ Aditya Matofani; Hendro Agus Widodo; Joessianto Eko Poetro
Jurnal 7 Samudra Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v6i2.95

Abstract

Motor pompa MP 1101 ini sebagai motor air umpan boiler yang mengalirkan air yang telah selesai melalui proses demineralisasi menuju ke boiler di bagian pemeliharaan III PT. Petrokimia Gresik. Motor pompa ini dilengkapi dengan proteksi EOCR (Electronic Over Current Relay), yaitu sebuah peralatan yang berfungsi untuk mengamankan motor ketika terjadi gangguan arus lebih. Alat pengaman ini dapat bekerja untuk memutus aliran listrik menuju ke motor pompaMP 1101 apabila motor terjadi gangguan over current ataupun gangguan yang termasuk di dalam karakteristik EOCR.dari analisis yang dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa karakteristik yang dimiliki sistem proteksi EOCR lebih banyak dari pada Over Current, proteksi EOCR sebanyak 9 dan 3 yang terdapat pada Over Current. Gangguan yang sering terjadi pada motor lebih banyak disebabkan kondisi panas pada bearing dan membutuhkan over houl setiap 1 tahun sekali. Dalam perhitungan arus starting motor diperoleh 185,3 A atau 6 kali arus nominal motor, sedangkan dalam pengaturan yang terseting oleh teknisi 8 kali arus nominal. Pengaturan untuk arus starting ini tidak boleh terlampau dari set poin yang ditentukan, hal ini dapat mengakibatkan motor terbakar. Gangguan selain dari sistem kelistrikan yaitu panas yang sering terjadi pada bearing motor, hal ini dapat diminimalisir dengan pemberian greasing/pelumas secara terjadwal agar kinerja motor dapat berjalan dengan baik dan tidak mendapatkan suhu yang berlebihan. Kata Kunci: EOCR, Motor Pompa MP 1101, Over Current, Proteksi.
ANALISIS KERUSAKAN SPIRAL WIRES PADA ELECTROSTATIC PRECIPITATOR DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Arif Purnomo Aji; Mohammad Basuki Rahmat; Purwidi Asri
Jurnal 7 Samudra Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v6i2.96

Abstract

Batu bara adalah salah satu elemen terpenting pada proses produksi energi listrik di pembangkit listrik tenaga uap. Proses pembakaran batu bara pada PLTU menghasilkan residu berupa abu. Teknologi Electrostatic Precipitator (ESP) digunakan untuk menangkapan abu sisa proses pembakaran sebelum dibuang ke cerobong asap. Mekanisme kerja dari ESP terdiri dari proses charging, collecting, rapping, dan transporting. Proses charging adalah proses pemberian muatan listrik negatif pada partikel abu melalui discharge electrode (DE). Setting arus dilakukan oleh teknisi guna mengatur arus yang mengalir pada DE. Pada PLTU paiton unit 9 pengaturan tersebut dilakukan secara manual. Setting arus yang diberikan dilakukan tanpa adanya acuan. Fakta menunjukkan, pada 3 bulan terakhir terjadi kerusakan discharge electrode sebesar 0.34% di internal ESP. Jenis DE yang digunakan di PLTU paiton 9 adalah spiral wires. Metode yang digunakan adalah observasi dan perbandingan berdasarkan data data yang telah diperoleh selama operasional 3 bulan. Pada proses identifikasi ditemukan penyebab rusaknya spiral yaitu, electrical problem, mechanical problem & human eror. Electrical problem berkaitan dengan setting arus yang terlalu besar hingga mencapai 1800 mA. Mechanical problem berupa lepasnya collecting plate sehingga jarak antar elektrode 3 field ESP sebesar 100 mm, 128 mm dan 150 mm. Dan human error berkaitan dengan kesalahan pemeliharaan yang tidak sesuai dengan manual book. Berdasarkan analisa data yang dilakukan juga diketahui korelasi setting arus terhadap efisiensi dan kerusakan wires. Kata Kunci: Electrostatic Precipitator, Spiral wires, Setting arus
ANALISIS KEBUTUHAN LAMPU SESUAI CLASS BKI DAN ABS PADA KAPAL LPD ( LANDING PLATFROM DOCK )
Jurnal 7 Samudra Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v6i1.98

Abstract

Kapal LPD ( Landing Platfrom Dock ) adalah kapal yang berfungsi untuk keperluan militer. salah satu pembuat kapal LPD adalah PT. PAL INDONESIA (persero) di dalam membangun kapal terutama pada penentuan jumlah lampu di butuhkan akurasi yang baik dalam menentukanya lampu dalam hal ini PT. PAL INDONESIA (persero) menentukan jumlah lampu menggunakan perhitungan secara manual. Maka untuk merencanakan penerangan dengan mudah dibuatlah program perhitungan lampu menggunakan bantuan program Visual Basic. Program ini dibuat menggunakan perhitungan berdasarkan data yang diterapkan di PT. PAL INODNESIA (persero) dalam menggunakan program ini terdapat beberapa langkah seperti memasukkan dimensi ruangan, iluminasi, dan luminasi dengan demikian akan dapat di ketahui luas ruangan dan jumlah lampu yang di butuhkan berdasarkan tipe lampu yang sudah dipilih. Program ini dapat digunakan untuk menghitung jumlah lampu berdasarkan 2 class yaitu ABS dan BKI. Berdasarkan perhitungan program yang mengunakan 2 class dapat di ketahui ruangan yang mengunakan class ABS mempunyai jumlah lampu lebih banyak dibandingkan ruangan yang menggunakan class BKI. Program ini mempercepat perhitungan jumlah lampu dibandingkan perhitungan lampu mengunakan perhitungan secara manual. Kata Kunci: Landing Platfrom Dock, class, Visual Basic.
ANALISIS KINERJA UPS (UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY) BEBAN GEDUNG TERMINAL DENGAN BEBAN AIRFIELD LIGHTING SYSTEM
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i1.100

Abstract

UPS (Uninterruptible Power Supply) memberi daya sementara ketika daya utama mengalami kegagalan sehingga beban tidak mengalami pemadaman. UPS sangat dibutuhkan pada perusahaan agar ketika terjadi pemadaman, beban esensial dapat terus teraliri listrik. UPS dipasang pada beberapa peralatan listrik untuk aplikasi gedung dan AFL (AirField Lighting System). Setiap UPS yang dipasang pada keduanya sangat berbeda karakteristiknya. Diperlukan pendataan terlebih dahulu sebelum memutuskan pemasangan UPS, agar UPS yang digunakan sesuai dengan standart yang diperlukan untuk menjadi supply catu daya cadangan sementara. Kapasitas Suplai UPS pada Gedung Terminal diketahui lebih kecil dibandingkan dengan Airfield Lighting System, dimana kapasitas Suplai UPS pada Gedung Terminal sebesar 32.988VA, sedangkan kapasitas suplai UPS pada Airfield Lighting System sebesar 65.913VA. Nilai %THDi yang dihasilkan pada Airfield Lighting System sangatlah besar hingga mencapai 34,08%, sedangkan pada Gedung Terminal %THDi nya hanya mencapai 10,75% saja. Hal ini dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan UPS yang sesuai dengan karakteristik bebannya masing-masing. Kata Kunci: AFL (AirField Lighting System), Beban Esensial, Catu daya cangan, UPS (Uninterruptible Power Supply)
ANALISIS GANGGUAN SISTEM PENGENDALI LAMPU NAVIGASI PADA KRI FATAHILLAH 361 Muhammah, Anisatul; Hidayat, Edy Prasetyo; Arfianto, Afif Zuhri; Erna, Erna
Jurnal 7 Samudra Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v8i2.101

Abstract

KRI Fatahillah merupakan kapal perang jenis perusak kapal berpeluru kendali milik TNI AL. Kapal tersebut yang dibuat oleh galangan kapal Wilton- Fijenoord, Schiedam, Belanda pada tahun 1979. KRI Fatahillah 361 bertugas sebagai armada pemukul dengan kemampuan melumpuhkan kan permukaan, kapal selam dan pesawat udara. Instalasi penerangan navigasi KRI Fatahillah menggunakan dua power supply sebagai sumber tegangan. Tegangan pertama yaitu tegangan AC 115 Volt yang dirubah menjadi tegangan DC 24 Volt menggunakan trafo step-down dan tegangan kedua adalah DC 24 Volt sebagai tegangan darurat apabila tegangan utama mengalami blackout/gangguan. Instalasi sistem pengendali penerangan navigasi mengalami kerusakan pada bebarapa komponen yaitu trafo, lampu navigasi, kabel, fuse dan fiting lampu sehingga dilakukan perbaikan dengan cara menggulung/melilit kembali trafo yang terbakar, mengganti lampu dan fuse yang putus, mengganti kabel dan fiting lampu yang rusak, cara mengatasi masalah/gangguan pada instalasi sistem pengendali penerangan navigasi KRI Fatahillah 361 dilakukan dengan menggunakan metode penyelesaian masalah, observasi/pengamatan dan eksperimen. Kata Kunci : Gangguan, Komponen, Lampu Navigasi, Sistem pengendali, Power Supply.
ANALISIS KAPASITAS GENERATOR PADA KAPAL IKAN 15 GT
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i1.102

Abstract

Sistem kelistrikan pada kapal merupakan bagian yang sangat penting dalam operasional kapal. Perancangan sistem kelistrikan yang tepat akan memudahkan pekerja untuk mengerjakan instalsi dan pengecekan di lapangan. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, dewasa ini sektor maritim terutama bidang perkapalan menggunakan sistem pembangkit listrik dengan diesel untuk memenuhi kebutuhan daya pada kapal. Daya listrik yang dihasilkan oleh diesel ini harus bisa memenuhi kebutuhan beban listrik pada kapal sehingga perlu di hitung agar memudahkan pemilihan kapasitas diesel untuk memenuhi kebutuhan semua beban listrik kapal. Dalam tugas akhir ini, difokuskan pada studi pemilihan kapasitas generator, pengaman, dan luas penampang kabel hantaran. Pemilihan kapasitas pengaman dan luas penampang kabel hantaran ditentukan berdasarkan besarnya nilai arus nominal beban yang disesuikan dengan Standar PUIL 2000. Berdasarkan perhitungan load factor generator dengan kapasitas generator sebesar 13kVA untuk memenuhi kebutuhan beban maximum pada kapal Ikan 15 GT mencapai 77 %. Sistem transmisi tenaga listrik dari sumber AC menuju titik beban menggunakan jenis kabel NYY 3x25mm2 sedangkan pengaman pusat menggunakan rating MCB 1P 63A. Kata Kunci: kapasitas generator, kapasitas pengaman, luas penampang kabel.
MONITORING PROTEKSI MOTOR POMPA UAP AKIBAT UNBALANCE TEGANGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i1.103

Abstract

Sistem kelistrikan kapal merupakan salah satu sistem yang menunjang aktifitas kapal dalam memasok daya untuk peralatan kelistrikan. Sehingga diperlukan standarisasi untuk sistem kelistrikan kapal. Standarisasi yang digunakan adalah standarisasi dari Biro Klasifikasi Indonesia. Dilakukan standarisasi dengan maksud untuk mengetahui khususnya pada sistem kelistrikan kapal apakah kapal layak beroperasi. Pada standarisasi peralatan listrik dilakukan sertifikasi maupun uji coba terhadap safety device peralatan kelistrikan kapal. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Tahap pertama dilakukan studi lapangan yaitu survey lokasi untuk menggali secara langsung mengenai informasi dilapangan. Tahap selanjutnya yaitu observasi awal yang dilakukanguna untuk memperoleh studi kasus. Berikutnya dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer berupa sertifikasi Main Switchboard, sertifikasi Emergency Switchboard , Megger test elektromotor dan Load test generator. Data sekunder berupa rule BKI volume 4 Rule for Electical Installation. Data yang dikumpulkan dibandingkan dengan standart dari rule BKI volume 4 yang berkaitan dengan objek yang di amati. Dari hasil analisa penulisan Tugas Akhir ini didapatkan hasil sertifikasi peralatan listrik pada kapal Fery 1200 GT 100 % memenuhi standart dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan dinyatakan layak beroperasi. Kata Kunci : Sertifikasi Main Switchboard, sertifikasi Emergency Switchboard , Megger test elektromotor dan Load test generator
SISTEM MONITORING POWER METER ANTARA HMI DENGAN DATABASE SERVER PADA PABRIK GULA
Jurnal 7 Samudra Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v6i1.104

Abstract

Sistem monitoring dengan menggunakan power meter pada panel daya terhadap suatu kebutuhan daya pada pabrik saat ini sudah tidak asing lagi. Jadi untuk memonitoring panel listrik tersebut cara perusahaan untuk menganalisa jangka panjang harus menggunakan manusia untuk mencatat data dibuku pada power meter perjam didepan power meter pada panel daya, tidak bisa mencatat secara otomatis menggunakan alat yang lainnya. Sehingga hanya terpaku pada power meter dan dibukukan di buku saja monitoringnya. [20] Untuk mengatasi persoalan tersebut diciptakanlah suatu sistem monitoring kebutuhan daya dengan menggunakan power meter yang sudah diintegrasikan menjadi satu dengan jaringan komunikasi SCADA kemudian ditampilkan dalam bentuk HMI di PC sehingga dapat di monitoring pada control room dan pada PC tersebut data dicatat secara otomatis pada file dalam bentuk dokumen Excel. Dengan pembuatan sistem ini pada RTU A menggunakan baudrate 19200 dan RTU B menggunakan baudrate 9600 maka semua data power meter dapat terbaca di control room sehingga pada PC data diproses dengan hasil akhir file excel. Dengan file excel dapat dilakukan penghitungan data dalam rumus matematis yang diinginkan. Dengan penghitungan data yang semakin mudah dan dengan pengambilan data tanpa batas dengan delay rata-rata tercepat 2,3 detik dan rata-rata terlama 7,93 maka perusahaan dapat mengkalkulasi data baik detik,menit,jam,hari,bulan,tahun dengan data yang akurat sesuai yang diinginkan dan dapat digunakan untuk presentasi dalam bentuk grafik,tabel,dan sejenisnya. Kata Kunci: Sistem monitoring, power meter, komunikasi SCADA ,HMI, File Excel.

Page 7 of 12 | Total Record : 114