cover
Contact Name
M Riyan Hidayat
Contact Email
mrhidayat28@gmail.com
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
mrhidayat28@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject : Religion,
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science, Quran Translation, Study of Quranic Tafsir, Research on the Quran, Living Quran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Analisis Komparatif Metode Harfiyyah dalam Terjemah Al-Qur’an Kemenag 2019 dan Metode Tafsiriyyah Dalam Tafsir Al-Misbah Hartafan, Azmil Iman; Moh. Abdul Kholiq Hasan
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1379

Abstract

Studi ini membandingkan metode literal yang digunakan dalam terjemahan Al-Qur'an oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2019 dengan metode interpretatif yang digunakan dalam Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab melalui analisis kualitatif komparatif terhadap ayat-ayat tertentu. Terjemahan harfiah unggul dalam akurasi leksikal-gramatikal dan kesetiaan terhadap teks sumber, menjadikannya ideal untuk studi teologis akademis, tetapi kaku dan oleh karena itu kurang jelas bagi pembaca umum. Sebaliknya, tafsiriyyah memprioritaskan makna kontekstual dengan bahasa yang mengalir, meningkatkan pemahaman publik, meskipun rentan terhadap subjektivitas interpretatif. Kedua metode saling melengkapi; model hibrida direkomendasikan: terjemahan harfiyyah dasar ditambah catatan tafsiriyyah untuk ayat-ayat kompleks. Pendekatan ini menyeimbangkan ketepatan ilmiah dan keterjangkauan untuk dakwah di Indonesia kontemporer.
Tumbuhan dalam al-Qur'an: Telaah Botani terhadap QS. Yasin Ayat 33-35 dalam Tafsir al-Azhar Ami Juwita Arnella
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1381

Abstract

Artikel ini membahas keterkaitan antara teks al-Qur’an dan ilmu botani modern melalui kajian terhadap QS. Yasin ayat 33–35, dengan menekankan penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar. Fokus utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana al-Qur’an tidak hanya menyampaikan ajaran teologis, tetapi juga menyimpan narasi biologis yang dapat dipahami dalam kerangka ilmu pengetahuan modern, khususnya botani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research) dan metode analisis isi untuk menggali pesan-pesan tematik dari ayat yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an secara naratif menggambarkan proses biologis tumbuhan seperti hidupnya tanah mati, tumbuhnya biji-bijian, serta terbentuknya kebun dan sumber air yang sejalan dengan prinsip dasar botani seperti fotosintesis, perkecambahan, dan ekologi pertanian. Dalam Tafsir al-Azhar, Hamka tidak hanya menekankan makna spiritual dari ayat-ayat tersebut, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas pertanian dan teknologi lokal, sekaligus menyuarakan pentingnya kesadaran ekologis dan rasa syukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tumbuhan dalam al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai entitas biologis, tetapi juga sebagai simbol ketuhanan, rezeki, dan pengingat atas kekuasaan Ilahi. Kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif antara ilmu sains dan tafsir dapat memperkaya pemahaman umat terhadap wahyu serta mendorong kesadaran ekologis yang berbasis spiritualitas. Dengan demikian, al-Qur’an dapat dibaca sebagai teks suci sekaligus sumber inspirasi ekologis yang relevan dalam konteks krisis lingkungan saat ini. Kata kunci: Tumbuhan; QS. Yasin ayat 33-35; Botani; Tafsir al-Azhar
Etika Berpendapat di Media Sosial: Analisis Pendekatan Ma’na Cum Maghza Pada QS. Al-Hujurat 49:11 Yoga Pratama; Mukri Mulyadi; Nurul Haliza
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1429

Abstract

Kebebasan berpendapat merupakan hak asasi manusia yang dijamin secara eksplisit oleh konstitusi Nasional maupun Internasional. Namun, kebebasan bukan berarti tanpa batas, dalam konteks berkomunikasi di ruang publik kebebasan berpendapat harus dibatasi oleh etika. Q.S al-Hujurat 49:11 merupakan ayat yang relevan untuk membahas etika berpendapat. Ayat ini mengajarkan kepada umat Islam untuk saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain, meskipun pendapat tersebut berbeda dengan pendapat kita. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Q.S Al-Hujurat 49:11 melalui pendekatan ma’na cum magzha guna mencari kerangka ideal etika berpendapat di media sosial yang relevan dengan tantangan komunikasi digital kontemporer seperti fenomena ujaran kebencian, hoaks dan polarisasi di ruang digital. Melalui analisis linguistik terhdapa term yaskhasru, al-lamz dan tanabuz bi al-alqab serta rekonstruksi konteks historis mikro dan makro, penelitian ini menemukan empat perinsip etika Qur’ani yang bisa diaplikasikan yakni: prinsip anti peremehan atau larangan merendahkan atau mengejek dalam bentuk verbal paupun non-verbal, prinsip anti lamz atau larangan menyindir, mengisyaratkan cela atau mengekspresikan penghinaan secara terselubung, kemudian prinsip anti stigmatisasi atau larangan memberi label negatif dan julukan yang merusak martabat dan terkahir prinsip restorasi moral atau kewajiban memperbaiki hunguna sosial yang bermartabat. Novelty dalam penelitian ini terletak pada upaya reintrepetasi dan tranformasi makna ayat menjadi prinsip etika yang bisa digunakan dalam komunikasi berbasis digital yang bertumpu pada nilai-nilai al-Qur’an untuk mereduksi degradasi moral di ruang media sosial.

Page 10 of 10 | Total Record : 93