cover
Contact Name
M Riyan Hidayat
Contact Email
mrhidayat28@gmail.com
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
mrhidayat28@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject : Religion,
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science, Quran Translation, Study of Quranic Tafsir, Research on the Quran, Living Quran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Ekosistem Laut Sebagai Manifestasi Kekuasaan Allah: Pendekatan Tafsir Ilmi Terhadap Ayat-Ayat Kauniyah Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad; Dikriyah; Maulana, Iqbal; Fauzan, Miftahul; Rosa, Andi
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1131

Abstract

Artikel ini mengkaji ekosistem laut sebagai manifestasi kekuasaan Allah dengan pendekatan tafsir ilmi terhadap ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an. Laut, sebagai komponen vital bagi kehidupan, menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat kaya, khususnya di Indonesia, yang diakui sebagai pusat keanekaragaman laut global. Melalui analisis kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini menghubungkan penafsiran Al-Qur’an dengan data ilmiah terkini mengenai ekosistem laut. Temuan menunjukkan bahwa fenomena alam, seperti pertemuan dua laut yang tidak bercampur dan siklus pasang surut, mencerminkan keteraturan dan kebijaksanaan Tuhan. Pendekatan tafsir ilmi diharapkan dapat memperkaya pemahaman umat Islam tentang keterkaitan antara wahyu dan sains, serta mendorong kesadaran ekologis dalam menjaga kelestarian lingkungan laut. Namun, penelitian ini juga mengingatkan akan tantangan dalam penafsiran ilmiah yang perlu dihadapi dengan hati-hati untuk menjaga akurasi dan relevansi. Dengan demikian, kolaborasi antara ahli tafsir dan ilmuwan sangat penting untuk menggali hikmah yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Pendekatan Ma’na Cum Maghza atas QS. Al-Maidah: 77 Sebagai Kritik Terhadap Ekstrimisme Beragama asmullah; Aulia Karimatul Ma'rifat; Muhammad Alwi HS; Ali Akbar
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1139

Abstract

Artikel ini bertujuan mengaplikasikan pendekatan Ma’na cum Maghza (MCM) terhadap larangan ghuluw dalam QS. Al-Maidah: 77 sebagai kritik terhadap ekstrimisme dalam beragama. MCM dipilih agar QS. Al-Maidah: 77 tidak hanya dikontekstualisasikan, tetapi juga mengungkap signifiknasi ayat berupa implikasi sosial-keagamaannya di Indonesia. Artikel ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Artikel ini menyimpulkan bahwa QS. Al-Maidah: 77 diwahyukan untuk mengkritik sikap Yahudi dan Nasrani (ahl Kitab) yang berlebih-lebihan dalam beragama sehingga menjadikan Nabi Isa sebagai anak Tuhan. Sekalipun asalnya mengkritik umat Yahudi dan Nasrani, pendekatan MCM memberi pemahaman bahwa ayat ini berlaku untuk agama apapun. Berdasarkan analisis konteks historis (mikro dan makro), kebahasaan, dan pemahaman kontemporernya, ghuluw dalam QS. Al-Maidah: 77 setara dengan konsep dan sikap ekstremisme beragama yang mesti dihindari karena merugikan berbagai pihak, individu-kolektif, muslim-non muslim, umat beragama-berbangsa. Menghindari ekstremisme beragama sama halnya mewujudkan moderasi beragama.
Epistemologi Mimpi Nabi Yusuf Nurul Aulia
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1265

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji makna, simbolisme, dan fungsi mimpi Nabi Yusuf dalam perspektif tafsir klasik dan modern, sekaligus menelusuri dimensi epistemologis serta hermeneutikanya dalam konteks keilmuan Islam. Mimpi merupakan fenomena universal yang menarik perhatian berbagai tradisi keilmuan, baik Barat maupun Islam. Dalam psikologi modern, seperti pandangan Freud dan Jung, mimpi dianggap sebagai manifestasi pengalaman dan dorongan bawah sadar yang membuka jendela menuju alam psikis terdalam manusia. Sementara dalam tradisi Islam, tokoh seperti al-Ghazali dan Ibn Khaldun menegaskan bahwa mimpi tidak hanya merefleksikan kondisi psikologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang termasuk dalam ilmu mukāsyafah, sebagai media penerimaan ilham dan pancaran pengetahuan gaib. Salah satu bentuk epistemologi mimpi yang paling penting tercermin dalam kisah Nabi Yusuf, khususnya dalam QS. Yusuf, di mana mimpi tentang matahari, bulan, dan sebelas bintang menjadi simbol wahyu Ilahi yang menuntun perjalanan hidup dan kenabiannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa mimpi berfungsi sebagai sarana komunikasi Ilahi, wahyu simbolik, serta mengandung pesan moral dan spiritual tentang kepemimpinan, ketakwaan, dan pertumbuhan jiwa manusia.Kata kunci: Epistemologi, Mimpi Nabi Yusuf, QS. Yusuf.