cover
Contact Name
M Riyan Hidayat
Contact Email
mrhidayat28@gmail.com
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
mrhidayat28@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject : Religion,
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science, Quran Translation, Study of Quranic Tafsir, Research on the Quran, Living Quran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Peradaban Islam dan Renaissance Barat: Al-Qur’an dan Bahasa Kunci Terdepan Ilmu Pengetahuan Komaruddin Sassi
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.432

Abstract

Renaissance Barat dapat terjadi tidak terlepas dari mengadopsi peradaban Islam. Meski demikian, harus diakui justru seiring dengan kemajuan peradaban Islam itu pula, menunjukkan kegelisahan Barat menuju kebangkitan dengan semangat menggali semua peradaban Islam melalui al-Qur’an dan Bahasa Arab sebagai bahasa terdepan (kunci) ilmu pengetahuan kala itu. Sejumlah kitab-kitab para ilmuwan Muslim yang berbahasa Arab diterjemahkan ke bahasa Latin. Hasil terjemahannya diajarkan pada perguruan tinggi Barat. Eropa bangkit dengan pesat hingga zaman milenial ini, sementara dunia Islam justru mengalami kemunduran dan keterbelakangan dalam berbagai bidang kehidupan. Sibuk dilanda persengitan antar mazhab, eksistensi al-Qur’an dan Bahasa Arab dieliminasikan, bahkan kurang dianggap kunci terdepan ilmu pengetahuan.
Pengaruh Qira’at Terhadap Penafsiran Al-Qur’ān (Telaah Surat Al-Fatihah) Niswatul Malihah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.433

Abstract

Ilmu qirā’āt adalah ilmu yang mempelajari tata cara pengucapan redaksi al-quran dan perbedaannya dengan menyandarkan bacaan tersebut kepada perawi-perawinya. Perbedaan qirā’āt sudah ada sejak masa diturunkan al-Qur’ān, perbedaan ini adakalanya mempengaruhi penafsiran dan adakalanya tidak. Dalam menyikapi perbedaan qirā’āt, para mufassir ada yang membedakan maknanya dan ada juga menggabungkan perbedaan tersebut sehingga menjadi satu makna yang utuh, karena perbedaan makna dalam perbedaan tersebut tidak bersifat tuḍad (kontradiktif).
IsrᾹῙliyyᾹt dalam Kitab Tafsir Al Alusi Relly Suryani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.434

Abstract

Al-Qur’ᾱn dan hadiṡ merupakan pegangan umat Islam. Setelah Rasul saw wafat dan dengan berlalunya zaman, permasalahan yang dihadapi umat Islam semakin banyak. Sehingga para ulama harus berijtihad mencari solusi dari permasalahan yang muncul. Adanya ahli kitab yang masuk Islam menimbulkan diskusi atas peran mereka dalam menjelaskan al-Qur’ᾱn yang mereka ketahui sebelum masuk Islam dan mengundang kontra terutama hal-hal yang terkait dengan ayat-ayat yang mengandung unsur Isrᾱῑliyyᾱt. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Isrᾱῑliyyᾱt menurut pandangan al Alusi, 2) Bagaimana sikap al Alusi terhadap Isrᾱῑliyyᾱt. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui Isrᾱῑliyyᾱt menurut al Alusi, 2) Mengetahui sikap al Alusi terhadap Isrᾱῑliyyᾱt. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research dengan metode kualitatif melalui pendekatan tafsir muqᾱran (perbandingan). Sumber data utama penelitian ini yaitu al-Qur’an al-Karim, kitab tafsir al-Alusi. Tehnik mengelolah data menggunakan metode deskriptif analisis. Adapun langkah-langkahnya adalah: 1) Menghimpun sejumlah ayat al-Qur’an yang dijadikan objek studi, 2) Melacak berbagai pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut, 3) Membandingkan pendapat-pendapat mereka untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan identitas dan pola berfikir dari masing-masing mufassir. Sedangkan untuk menarik kesimpulan menggunakan metode deduksi. Penemuan penelitian ini secara garis besar yaitu: 1) Isrᾱῑliyyᾱt menurut al Alusi adalah berita-berita bohong dan palsu yang dimasukkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab ke dalam kitab tafsir dan dikutip oleh ahli tafsir serta diduga bahwa berita-berita tersebut adalah benar, 2) Al-Alusi dalam menafsirkan kisah Isrᾱῑliyyᾱt adalah; pertama, beliau bersikap selektif dalam periwayatan. Kedua, beliau meriwayatkan riwayat Isrᾱῑliyyᾱt dengan memberikan alasan dan ulasan secara tegas. Ketiga, Riwayat Isrᾱῑliyyᾱt yang dikemukakan al-Alusi sangat singkat. Hal ini dapat dilihat dari halaman dalam kitabnya yang membahas tentang kisah-kisah Isrᾱῑliyyᾱt.
Faktor-Faktor Kebinasaan Umat Terdahulu dalam Al-Qur’an Tapa’ul Habdin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.435

Abstract

Hukum kausalitas (sebab-akibat) berlaku di muka bumi ini, umat-umat terdahulu mendapatkan azab dari Allah Swt., karena perbuatan mereka sendiri. Merekalah yang mengundang azab-Nya. Di antara sebab pengundang azab yang telah mereka lakukan adalah mendustakan Rasul, melakukan kemaksiatan, kedurhakaan dan berbagai macam dosa. Mengetahui sebab-sebab tersebut sangat penting, karena dengan mengetahui sebab maka kita tidak akan melakukan perbuatan yang sama dan agar sejarah tidak terulang kembali.
Makna Tabayun dalam Prespektif Tafsir Al-Misbah (Kajian Surah Al-Hujarat Ayat 6) Zaimuddin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.436

Abstract

Sekarang, kata tabayyun semakin populer dan tidak asing lagi di telinga kita. Banyak orang, tidak hanya mereka yang terikat dengan tradisi Islam seperti santri, mulai orang biasa, politisi, aktivis dan bahkan seniman sering menggunakan dan mengucapkan kata ini. Tidak jarang kita mendengar politisi mengatakan tabayyun setiap kali menanggapi pernyataan atau kritik dari lawan politik, atau artis yang sedang dilanda gosip, serta aktivis. Ketika dikritik, mereka akan dengan mudah mengatakan, "etika itu bertabayyun sebelum berkencan atau mengkritik." Atau terkadang tabayyun juga diartikan sebagai perintah sowan atau datang ke pihak tertentu yang dibahas atau dilaporkan. Biasanya dibumbui dengan kalimat yang begitu akrab, "datang, bisakah kau bertanya dulu sambil minum bersama, jadi aku tidak salah?"Tafsir misbah dalam hal ini mengkaji ayat yang terkaiat dengan tabayun dan pentingnya mengkaji setiap kabar berita yang belum tentu benar kevaliditasannya. Dengan bahasa yang lugas dan tegas misbah mencoba menjelaskan ayat-ayat tersebut di kaiatkan dengan era saat ini.
Urgensi Asbab An-Nuzul Dalam Penafsiran Al-Qur’an (Kajian Ayat Tentang Ruh Qs. Al-Isra’ Ayat 85) Zali Rahman
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.437

Abstract

Tulisan ini berangkat dari adanya kekeliruan yang terjadi ketika orang hendak menafsirkan ayat al-Qur’an yang langsung membahas maksud dan tujuan tanpa melihat mengapa ayat itu diturunkan, bahkan ada di antara mereka mengatakan membahas Asbab alNuzul sebuah ayat merupakan hal yang tidak begitu penting. Padahal salah satu langkah penting yang harus ditempuh ketika berhadapan dengan satu ayat sebaiknya menyeidiki terlebih dahulu sejarah diturunkannya ayat itu. Seperti terlihat di atas, di setiap kesempatan orang dalam membela pendapatnya selalu menggunakan ayat al-Qur’an sebagai penguat ucapan yang disampaikannya sehingga kegiatan menafsirkan ayat selalu terjadi dan ini berarti diperlukan aturan dalam menafsirkan ayat al-Qur’an diantaranya adalah memahami sejarah turunnya ayat dalam hal ini para ahli al-Qur’an memperkenalkan istilah Asbab an-Nuzul. Berangkat dari adanya informasi yang tertulis dalam literatur dan pengalaman yang terjadi di masyarakat, penulis mencoba menjelaskan konsep penafsiran al-Qur’an dengan memfokuskan urgensi Asbab an-Nuzul, yaitu salah satu cabang Ulumul Qur’an yang membahas tentang sebab-sebab diturunkannya ayat al-Qur’an.
Maqashid Syari 'Ah Prespektif Mutazilah: Tela'ah Penafsiran Al Qadi Abdul Jabbar Dalam Tanzih Al-Quran 'An Al-Mataha'in Hamzah, Idil; Muhtarul Alif
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 01 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v2i01.394

Abstract

Tulisan ini membahas Maqashid Syariah Prespektif Mu’tazilah dengan mengkaji pemikiran salah satu tokohnya, yaitu Al-Qadhi Abdul Jabbar dalam kitabnya Tanzīh al-Qur’an ‘an al-Maṭha’in. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang sumber datanya diperoleh dari kepustakaan (Library research). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa, Pada dasarnya, prinsip maqashid Al-Qadhi Abdul Jabbar sejalan dengan prinsip keadilan Tuhan yang merupakan salah satu asas dasar pandangan Mu’tazilah, yakni wujub al-aslah bagi Allah. salah satu maqasid ‘ammah yang dapat dengan mudah ditemukan dalam penafsirannya adalah bahwa Allah menghendaki perkara paling maslahat, tidak membebani mukallaf di luar kapasitas, serta memberikan kebebasan bagi mukallaf untuk memilih. Sedangkan salah satu maqasid khassah yang dapat dilihat dari penafsirannya, khususnya dalam permasalan pernikahan, adalah bahwa Allah menghendaki manusia untuk menjaga hubungan kekeluargaan serta bersabar terhadap ketidaksukaan tabiat yang terkadang muncul dalam relasi suami istri. Qadhi Abdul Jabbar dalam menentukan maqasid, umumnya mendasarkan kepada akal, kecuali dalam permasalahan ibadah yang dapat diketahui melalui pendengaran atau riwayat.
Harmoni Beragama: Studi Penafsiran atas Qs. Al-Maidah (5):82 Perspektif Ma’nā-Cum-Maghzā Ebin, Muhammad Ebin Rajab Sihombing; Roma Wijaya
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.400

Abstract

Penafsiran terhadap QS. al-Maidah (5):82 tergolong masih stagnan dengan pemahaman tekstual. Kandungan ayat yang secara umum menjelaskan tentang hubungan empat keyakinan, cenderung masih dipahami sebagai sebuah kenyataan yang tidak bisa diganggu gugat lagi. Akibatnya, hal ini tak jarang menimbulkan paranoid dengan sesama pemeluk agama lain. Oleh karena itu, penulis ingin melihat lebih jauh bagaimana al-Qur’an memberikan tanggapannya dengan menggunakan pendekatan ma’nā-cum-maghzā. Pemilihan ini muncul akibat pendekatan ma’nā-cum-maghzā dianggap penerapannya lebih luas dan dapat menampung aliran dari teks dan penafsir, sehingga arah kajian menjadi seimbang. Untuk mendukung pendekatan ini, penulis menggunakan metode kualitatif jenis kajian pustaka. Dengan begitu, setidaknya ada tiga pertanyaan yang diajukan. Pertama, bagaimana al-ma’nā al-tarikhī dari surah al-Maidah (5):82 ?. Kedua, bagaimana al-maghzā al- tarikhī dari surah al-Maidah (5):82 ?. Ketiga, bagaimana al-maghzā al- mutaharrik dari surah al-Maidah (5):82 ?. Penelitian ini menemukan, QS. al-Maidah (5):82 memiliki makna historis permusuhan, persahabatan diantara empat keyakinan dilatarbelakangi oleh karakter dan kepribadian. Al-maghzā al- tarikhī ayat ini menunjukkan bahwa hubungan keaagamaan bukanlah sesuatu yang final, tetapi sesuatu yang bisa berubah kapan dan dimana saja. Adapun al-maghzā al-mutaharrik QS. al-Maidah (5):82 secara implisit didalamnya tertuang semangat moderasi beragama yang cocok diaplikasikan di Indonesia sebagai Negara yang multi agama.
Konsep Poligami Perpektif Amina Wadud dan M. Quraish Shihab Azzahra, Qonita; Nurhayati; Aulia Fitria Ramadhani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 01 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v2i01.498

Abstract

Polygamy is a pretty hot topic these days, especially because of the social media factor. Discussions about polygamy attracted much attention, caused debate and gave rise to a fairly lengthy debate, among them by contemporary Mufashirs, Amina Wadud and M. Quraish Shihab for example. This article uses the type of descriptive-analysis research to describe the data collected in this research and focus on library research. (library research). Amina Wadud who came from the West and M. Quraish Shihab from a learned Muslim family gave birth to different concepts of polygamy. Amina Wadud tends to reject polygamy with the argument that this practice is not in line with the concept of gender equality and does not support the formation of a loving family as the Quran expects. While M. Quraish Shihab gives arguments in favour of polygamy on fair terms.
Korelasi Sains Dan Agama Untuk Meningkatkan Literasi Prespektif Kitab Al Jawahir Fi Tafsir Risma Rizkiawati; Muhamad Husnul Maab; Ibtidaiyatul Musyarofah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 01 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v2i01.516

Abstract

Tulisan ini membahas tentang korelasi sains dan agama untuk meningkatkan literasi dalam kitab Al jawahir fi tafsir dimulai dari mengenal biografi Syeikh Tanthawi Al-Jawhari sampai Korelasi sains dan agama dalam kitab Al jawahir fi tafsir untuk meningkatkan literasi, kolaborasi sains dan agama untuk meningkatkan literasi dalam kitab Al jawahir fi tafsir yang mencakup kontemporer, literasi, dan kitab Al jawahir fi tafsir. Sehingga bisa membuka cakrawala untuk meningkatkan literasi dalam minat baca karena membaca adalah garda terdepan untuk dapat membuka wawasan pengetahuan terhadap pembaca. Syeikh Tanthawi Al-Jawhari sangat cinta dengan ilmu pengetahuan/sains, beliau begitu ulet dalam mumpuni ilmu pengetahuan, menulis artikel, menelaah berbagai macam buku, beliau juga sering membaca artikel di media masa. Sehingga semangat dan ambisinya dalam ilmu pengetahuan yang dimana beliau membuat sebuah karya populer yaitu kitab Al jawahir fi tafsir ini karena keajaiban-keajaiban di sekelilingnya, penafsiran nya menggunakan corak ilmi dengan pendekatan ilmu pengetahuan sains. Hal ini mendorong motivasi untuk para pembaca agar meningkatkan minat baca dan menghasilkan sebuah karya.