cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Biologi
ISSN : -     EISSN : 30267390     DOI : https://doi.org.10.47134/biology
Jurnal Biologi ISSN 3026-7390 combines two crucial aspects of the biology world.Biology education and the practical application of biological science. The journal plays a vital role in supporting the integration of biological science with practical contexts across various fields. This journal aims to bridge the gap between research and practice, providing information, ideas, and opinions, in addition to critical examinations of advances in biology research, teaching, and learning. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. Journal of Biology provides an opportunity for researchers, educators, and biology education practitioners to contribute to the development of theory and practice in biology education and bridge the gap between research and teaching
Articles 57 Documents
Analisis Kesulitan Guru Dalam Menyusun Modul Ajar di SMA Negeri Pakusari Jember Agusty, Selly Syeh; Afrida, Indah Rakhmawati; Prafitasari, Aulya Nanda
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1955

Abstract

Salah satu perangkat penting untuk melancarkan penerapan pem- belajaran dalam kurikulum merdeka belajar adalah modul ajar. Guru wajib menyusun modul ajar secara lengkap dan sistematis hal ini karena merupakan kompetensi pedagogik guru yang perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kesulitan guru dalam menyusun modul ajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 15 guru yang mengajar di kelas X SMA Negeri Pakusari Jember dengan kisaran umur kurang dari 30 tahun sampai lebih dari umur 50 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kriteria kesulitan guru yaitu: (1) guru paham mengenai modul ajar beserta komponennya sebesar 53%; (2) guru paham mengenai modul ajar tetapi kurang paham komponennya sebesar 20%; dan (3) guru tidak paham mengenai modul ajar beserta komponennya sebesar 27%. Komponen modul ajar yang harus dipahami oleh guru adalah komponen infomasi umum dan komponen inti.
Implementasi PBL dalam Meningkatkan Karakter Gotong Royong dan Penguasaan Konsep Sistem Imunitas di SMAN 1 Rogojampi Fitri, Ayu Nur; Utomo, Agus Presto; Arabia, Arabia
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1956

Abstract

Fenomena yang terjadi dalam proses pembelajaran ialah terdegradasinya karakter gotong royong dalam diri peserta didik. Hal ini diakibatkan perkembangan teknologi yang pesat dan rasa egoisme yang tinggi sehingga menyebabkan tidak meratanya penyampaian aspirasi dalam suatu kelompok saat proses diskusi. Selain itu juga permasalahan terkait rendahnya pemahaman konsep materi yang ditandai dengan ketidaktuntasan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan karakter gotong royong dan penguasaan konsep pada materi sistem imunitas dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian ini ialah penelitian Tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus. Subjek penelitian adalah kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Rogojampi berjumlah 35 orang, terdiri dari 10 laki-laki dan 25 perempuan pada tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data berupa instrumen pengamatan dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan karakter gotong royong yang ditandai dengan meningkatnya tiga indikator penilaian yaitu berkolaborasi, peduli, dan mampu berbagi solusi dalam penyelesaian masalah dengan persentase peningkatan berkisar 80-89%. Hasil juga menunjukkan terdapat peningkatan penguasaan konsep pada materi sistem imunitas sebesar 86% peserta didik yang mendapat nilai diatas KKM. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning sangatlah penting diterapkan dalam proses pembelajaran karena mampu meningkatkan karakter gotong royong dan penguasaan konsep pada peserta didik.
Implementasi Pembelajaran Diferensiasi dengan Model PBL untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Kelas X.2 SMAN Rambipuji Ermawati, Ermawati; Komarayanti, Sawitri; Purwaningsih, Sri
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1957

Abstract

Peserta didik merupakan individu unik dengan karakteristik yang berbeda-beda dengan individu lainnya. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, memiliki preferensi belajar yang berbeda, minat yang berbeda, atau belajar dengan kecepatan yang berbeda pula kesiapan mereka untuk belajar berbeda. Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia yang termasuk di dalamnya kemampuan literasi sains siswa, berada pada posisi sangat rendah. Rendahnya literasi sains siswa disebabkan oleh beberapa faktor dalam sistem pendidikan, seperti kurikulum, guru, maupun siswa itu sendiri. Model dan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk menemukan sendiri pengetahuannya serta berperan aktif dalam pembelajaran sehingga mampu memahami konsep dengan baik dan mengembangkan kemampuan literasi sainsnya adalah model pembelajaran problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi sains siswa kelas X.2 SMAN Rambipuji dengan menerapkan pembelajaran diferensiasi dengan model PBL. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelasyang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.2 SMAN Rambipuji Jember yang berjumlah 34 orang siswa. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes di berupa soal post test yang berisi indikator literasi sains. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan literasi sains siswa kelas X.2 dari rata-rata skor 69,11 hingga 79,11 ketika pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui pembelajaran berbasis masalah pada siklus I dan siklus II.
Korelasi Mindfulness Social Emotional Learning terhadap Fokus Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi SMA Nasihudin, Muhammad Dimas; Prafitasari , Aulya Nanda; Mudayanti, An RIni; Sari, Ratna; Fauzi, Rahmat
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1958

Abstract

Permainan daring benar-benar telah menjadi gaya hidup baru bagi sebagian anak-anak, pelajar, terutama pelajar SMA yang sebagian besar memiliki smartphone pribadi. Semakin populernya permainan daring di era kekinian ini mengakibatkan pemain menjadi kecanduan akan permainan tersebut. seseorang kecanduan permainan daring yaitu menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam sehari untuk bermain permainan daring sehingga tidak dapat membagi waktunya dengan baik, lupa untuk mengerjakan tugas-tugas dari guru mata pelajaran, mudah marah, emosi negatif, kesal, sedih dan cepat bosan pada suatu hal serta mudah jenuh saat belajar, waktu tidur dan waktu bersama keluarga berkurang. Hal ini tentu menjadi permasalahan baru dalam dunia pendidikan. Tantangan baru bagi guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan kodrat alam dan kodrat zaman peserta didik sesuai dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah pendekatan mindfulness. Pengendalian diri dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan untuk mengontrol perhatian pada berbagai tingkat pengalaman kognitif, emosional, perilaku, tubuh, dan interpersonal melalui pendekatan mindfulness. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi yang diperoleh pada bulan Mei 2023. Setelah diterapkan pendekatan mindfulness dalam pembelajaran sosial emosional didapatkan bahwa 100% peserta didik menjadi fokus memperhatikan dan aktif mengikuti alur pembelajaran sehingga berdampak pada proses diskusi dan presentasi kelompok menjadi lebih lancer, interaktif dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta didik. Semua peserta didik benar-benar tidak membuka smartphone untuk membuka game namun hanya membuka untuk kepentingan proses pembelajaran seperti membuka Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan mencari sumber belajar tambahan secara daring.
Model Problem Based Learning (PBL) Dengan Pendekatan STEAM Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Sari, Ratna; Komarayanti, Sawitri; Mudayanti, An Rini
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1959

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaboratif (ptkk) yang data awal sebagai acuan penelitian didapatkan dari pembelajaran pra siklus dilanjutkan dengan siklus I dan siklus II yang hasilnya diuraikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi kegiatan belajar peserta didik yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar biologi menggunakan model pembelajaran PBL dengan pendekatan STEAM. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.3 SMAN Jenggawah tahun ajaran 2022/2023 berjumlah 35 siswa dengan 13 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Hasil penelitian setiap siklus menunjukkan adanya peningkatan yang terjadi dari tahap pra siklus, awal siklus (siklus I) sampai tahap akhir (siklus II) melalui data hasil lembar observasi mengenai aktivitas siswa. Perubahan dalam tingkat keaktifan belajar peserta didik terlihat dari persentase siswa dengan kategori sangat aktif, aktif dan cukup aktif mengalami peningkatan persentase yang cukup signifikan yaitu dari 46 % pada pra siklus menjadi 95% pada siklus 2. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu model PBL dengan pendekatan STEAM mampu meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran.
Pemanfaatan Media Quizizz pada Asesmen Sumatif Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Gaya Belajar Peserta Didik Candrasari, Pipit; Munandar, Kukuh
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1960

Abstract

Implementasi kruikulum merdeka mengenalkan 2 macam asesmen yaitu asesmen formatif dan juga asemen sumatif. Asesmen sumatif merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan sehingga asesmen ini dilakukan saat akhir proses pembelajaran, akhir tahun ajaran atau akhir jenjang pendidikan. Implementasi kurikulum merdeka mengharuskan guru untuk memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang berbeda-beda terutama kebutuhan gaya belajar peserta didik. Gaya belajar yang berbeda-beda pada setiap pe-serta didik mengharuskan guru dapat mamfasilitasi media pembelajaran, model pembelajaran dan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang interaktif dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media quizizz. Quizizz ini merupakan platform quiz berbasis game yang terdapat edukasi, hiburan dan juga kompetisi yang dapat dimanfaatkan guru sebagai penilaian sumatif peserta didik saat proses pembelajaran. Sehingga tujuan daripada penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pem-anfaatan penggunaan media pembelajaran quizizz pada asesmen sumatif terhadap pemenuhan kebutuhan learning modalities (gaya belajar) yang berbeda-beda pada materi penanganan limbah di kelas X SMAN 02 Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 02 Bondowoso kelas X F pada materi penanganan limbah. Pengumpulan data dilaksanakan saat pelaksanaan asesmen sumatif diakhir pembelajaran melalui posttest. Pemanfaatan media quizizz ini baik digunakan sebagai instrument penilaian asesmen sumatif oleh guru dalam pembelajaran.
Pemanfaatan Tumbuhan dalam Upacara Nyepi di Pura Luhur Giri Salaka Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi Erythriana, Chelsea Nadia; Utomo , Agus Prasetyo; Usman, Ali
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1961

Abstract

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya yang dirayakan oleh masyarakat hindu setiap Tahun Baru Saka. Upacara Nyepi terdiri dari 4 tahapan yaitu Upacara Melasti, Upacara Tawur Kesanga, Amati Geni dan Ngembak Geni, Setiap tahapan dalam upacara memanfaatkan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis dan bagian tumbuhan yang digunakan dalam Upacara Nyepi di Pura Luhur Giri Salaka Taman Nasional Alas Purwo dan kearifan lokal dalam memanfaatkan tumbuhan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling untuk mendapatkan informan. Pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara Semi-Sructured dan dokumentasi. Analisa data menggunakan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Upacara Nyepi di Pura Luhur Giri Salaka Taman Nasional Alas Purwo menggunakan 38 jenis tumbuhan yang dikelompokkan dalam 29 famili. Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu: batang, daun, bunga, buah, biji, dan serabut dengan persentase terbanyak adalah buah (45%) dan bunga (33%). Kearifan lokal penggunaan tumbuhan dalam Upacara Nyepi yaitu kepercayaan (tumbuhan memiliki makna atau filosofi yang melambangkan keseimbangan antar makhluk hidup), pengetahuan (jenis dan bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara), dan praktik (penggunaan tumbuhan segar, serta penanaman tumbuhan di pekarangan rumah, sekitar pura, dan sawah). Kearifan lokal tersebut berperan dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
Penerapan Media Book Widget untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI di SMAN 2 Tanggul (Materi Sistem Reproduksi) Hesti, Hesti; Prafitasari, Aulya; Zunaidah, Evi
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1962

Abstract

Materi sistem reproduksi pada mata pelajaran biologi dianggap materi yang kompleks dikarenakan banyaknya istilah-istilah biologi didalamnya ditambah dengan lemahnya inovasi dalam pembelajaran biologi akan berdampak pada hasil belajar biologi siwa menjadi kurang baik. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Tanggul dengan tujuan untuk mengetahui apakah penerapan media Book widget mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas atau disebut juga Classroom Action research dengan menerapkan 2 siklus dengan 2 kali pertemuan tiap siklusnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan media Book Widget mampu meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata siswa dari pra tindakan dan sesudah tindakan, yaitu pra (73,8), siklus I (80,8), dan siklus II (87,7). Terjadi peningkatan nilai rata-rata dari pra tindakan ke siklus I sebesar 7 serta dari siklus I ke siklus II sebesar 6,9. Serta adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa pra tindakan dan sesudah tindakan yaitu: pra (50 %), siklus I (69,4 %), dan siklus II (90 %). Peningkatan ketuntasan hasil belajar dari pra ke siklus I sebesar 19,4 % dan dari siklus I ke siklus II sebesar 20,6 %. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan refleksi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Implementasi Model Problem Based learning (PBL) Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi pada Mata Pelajaran Biologi di Kelas X SMA Afelia, Yolanda Dhea; Utomo, Agus Prasetyo; Sulistyaningsih, Henik
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1963

Abstract

Keterampilan abad 21 menjadi hal penting saat ini, terutama bagi peserta didik. Keterampilan abad 21 membantu peserta didik dalam menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Keterampilan berkolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang perlu dimiliki oleh peserta didik. Namun, pada saat proses pembelajaran Biologi di kelas X, peserta didik memiliki tingkat keterampilan berkolaborasi yang relatif rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan diskusi kelompok dari lima kelompok hanya terdapat 1 kelompok yang dapat membagi tugas dan diskusi dengan baik. 2 kelompok dikerjakan oleh satu orang saja, 1 kelompok mengerjakan secara individu, dan 1 kelompok mengerjakan melibihi batas waktu yang ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mening-katkan keterampilan berkolaborasi peserta didik dengan menerapkan model problembased learning (PBL) berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran Biologi di kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Teknik pengumpulan data melalui kegiatan observasi. Tahapan penelitian terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini diperoleh persentase hasil keterampilan ko-laborasi pada siklus 1 58%, siklus 2 77%, dan siklus 3 92%. Sehingga model problembased learning (PBL) berbasis pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik pada peembelajaran Biologi kelas X.
Implementasi Pembelajaran Problem Based Learning Materi Perubahan Lingkungan untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Siswa SMA Negeri 1 Bangorejo Nurmayasari, Khilma Vita; Utomo , Agus Prasetyo; Sulistyaningsih, Henik
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i2.1964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kolaborasi belajar peserta didik pada materi perubahan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan tiga siklus, masing-masing siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu perencanaan, aksi atau tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas X.4 SMA Negeri 1 Bangorejo yang berjumlah 32 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi untuk mengetahui keterampilan kolaborasi peserta didik. Instrumen keterampilan kolaborasi menggunakan lima aspek dan empat indikator yaitu kontribusi, manajemen waktu, pemecahan masalah, bekerja dengan orang lain, dan teknik penyelidikan. Data penelitian dianalisis menggunakan presentase rata-rata pada setiap aspek indikator. Diperoleh nilai rata-rata presentase keterampilan kolaborasi peserta didik pada pra siklus yaitu sebesar 48%, siklus I sebesar 57%, siklus II sebesar 59%, dan siklus III sebesar 74%. Implikasi dari penelitian tindakan kelas ini yaitu model Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik pada materi perubahan lingkungan yang dibuktikan dari kenaikan presentase kemampuan kolaborasi peserta didik pada pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III.