cover
Contact Name
M. Zaenal Arifin
Contact Email
jurnalfikrah@stai-binamadani.ac.id
Phone
+6282249559482
Journal Mail Official
jurnalfikrah@stai-binamadani.ac.id
Editorial Address
JL. KH. Hasyim Ashari, Gg. Ambon / Kavling DPR, No. 236, Nerogtog Pinang, RT.003/RW.004, Kenanga, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Banten 15148
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Al Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : 28083571     EISSN : 28092252     DOI : https://doi.org/10.51476/alfikrah
Core Subject : Education,
Al Fikrah Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh program Magister Pendidikan Agama Islam STAI Binamadani Tangerang. Jurnal ini mencakup aspek-aspek pendidikan islam dan pemikiran islam yang difokuskan pada ; 1. Komponen-komponen pembelajaran ; kurikulum, model, psikologi, manajemen, 2. Konsep pemikiran Islam, 3. Problematika pendidikan Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah" : 7 Documents clear
NEGARA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI Kholilurohman, Kholilurohman; Arifin, Zainal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.440

Abstract

Pemikiran Syeikh Nawawi terkait bela negara tidak sacara khusus tercermin dalam satu pembahasan, baik dalam karya tafsirnya maupun karyanya yang lain. Karya-karya Syeikh Nawawi tidak secara spesifik memuat tema bela negara, namun dapat kita temukan uraian terkait tema tersebut. Jenis penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data primer penelitian adalah literatur kepustakaan, utamanya Tafsîr al-Munîr li Ma‘âlim al-Tanzîl al-Musammâ Marâḫ Labîd li Kashfi Ma’na al-Qur’ân al-Majîd. Data yang terkumpul dibahas secara mendalam dan dianalisis dengan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Syeikh Nawawi terhadap ayat-ayat bela Negara, setidaknya tercermin dalam tujuan akhir yang hendak dicapai oleh suatu negara, yaitu terwujudnya “baldah ṭayyibah”. Melihat terminologi yang menunjukkan makna “Negara” dalam al-Qur’an, setidaknya terdapat tujuh hal yang harus dipenuhi untuk mewujudkan “Baldat ṭayyibah”, yaitu: keamanan, kemakmuran atau kesejahteraan, keimanan, keadilan, pemerataan, persatuan, iḫsân. Apabila ketujuh hal tersebut sudah terpenuhi, maka sebuah negara dapat dikatakan sebagai “Baldat ṭayyibah”. Sementara dalam tataran aplikatif, bela negara dapat diwujudkan dalam bentuk menjaga persatuan, cinta tanah air, patriotisme, pluralisme atau keberagaman, kebebasan atau kemerdekaan.
HAK ASASI MANUSIA DI DUNIA ISLAM Saeful, Achmad; Turmidzi, Imam
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.446

Abstract

This article is about human rights in the Islamic world. This study confirms that human rights are an important part of Islamic teachings. Since the beginning of its arrival Islam has greatly accommodated the concept of human rights. Nevertheless, the concept of human rights at the beginning of its emergence, precisely in the Declaration of Human Rights of December 10, 1948 was not approved by some Islamic countries, considered a product of the West and not part of Islam. On the other hand, in the practice of its application, Muslim countries in Southeast Asia, such as Indonesia, Malaysia and Brunei Darussalam are very different, but these countries at least agree on one word, that the concept of human rights should be upheld and actualized in the life of the nation and state.
DAMPAK POSITIF KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI DALAM DOKTRIN KEIMANAN DAN PENGAMALAN RITUAL IBADAH ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Arifin, Mohamad Zaenal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.449

Abstract

Tulisan ini mengulas tentang pandangan al-Qur'an terkait dampak positif dari doktrin keimanan dan pengamalan ritual ibadah dalam agama Islam. Di kalangan kaum muslimin terdapat satu keyakinan bahwa seluruh ajaran yang terkandung dalam al-Qur'an, khususnya doktrin keimanan dan ritual ibadah, membawa manfaat pada kesehatan jasmani dan rohani pelakunya. Penelitia ini berjenis kualitatif kepustakaan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tafsir maudhu'i, dimana peneliti menentukan tema pokok pembahasan, mengumpulkan ayat-ayat yang relevan dengan tema, dan selanjutnya mendeskripsikan serta menganalisisnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keimanan yang kuat dan istiqamah akan memberikan kestabilan sikap dan emosi bagi orang beriman. Sementara, ritual ibadah shalat, puasa, berzakat, ibadah Haji, dan dzikir, secara psikis akan memberi rasa tenang, bahagia, jauh dari kecemasan, putus asa, dan melatih jiwa memiliki daya tahan untuk berjuang, harapan, optimis, dan semacamnya. Terhadap kesehatan fisik, pengamalan ritual ibadah akan membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh, mengistirahatkan dan mengurangi beban organ tubuh, meningkatkan daya serap makanan, memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh, membersihkan tubuh dari racun, menyingkirkan penyakit, bahkan menyembuhkan dari penyakit yang diderita. Selanjutnya, secara sosial akan menumbuhkan rasa kebersamaan, rasa diperhatikan, dan dukungan sosial. Sebaliknya, akan menghindarkan seseorang dari rasa terisolir, dikucilkan, tidak dapat bergabung dalam kelompok, dan tidak diterima oleh orang lain
THE FUTURE CHALLENGES OF MODERATE PESANTREN IN INDONESIA: Fata, Badrus Samsul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.452

Abstract

Abstract Moderate Indonesia's Islamic boarding schools (pesantren) and madrasahs are firmly linked with mass organizations like Nahdlatul Ulama (N.U.), Nahdhatul Wathan (N.W.), Perti, Jam'iyyah al-Khairat, Mathla'ul Anwar (M.A.), and others. Moderate pesantrens have developed teaching methods and an educational system that are open, moderate, pluralistic, and even resistant to radical ideology, violent extremism, and terrorism throughout the centuries. Western sociological-anthropological investigations by Bruinessen, Fealy, Barton, Steenbrink, Horikoshi, Ziemek, and Indonesian scholars such as Dhofier, Wahid, Rahardjo, and Mansur Noor supported this, with certain limitations. Dhofier asserted that the Islamic boarding schools and madrasas were unique until the 1970s as alternative educational institutions. They built a community that valued kyai, santri, langgar, pondok, and kitab kuning. However, violent extremism and terrorist acts in Indonesia over more than a decade implicated alumnae of different radical pesantren; four were affiliated with Jamaah Islamiyyah (Al-Islam Lamongan, al-Mukmin Ngruki, Al-Muttaqien Jepara, and Darusy Syahadah Klaten), and the two others (al-Manar and Al-Hikmah) affiliated with Jamaah Ansharus Tauhid (JAT), and Jamaah Ansharus Syariah (JAS). This paper examines and measures moderate pesantren's future challenges, particularly how global Islamic political movements have fueled religious radicalism and fundamentalism in contemporary Indonesia.
PESAN MORAL PENDIDIKAN ANAK DALAM SURAH LUQMAN MENURUT PENAFSIRAN HAMKA Suliyono, Suliyono; Has, Hamzah; Latif, Abdul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.464

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggali muatan pesan moral dalam konteks pendidikan dan pengajaran anak dalam surah Luqman ayat 12-19. Salah satu interaksi edukatif ‎dalam al-Qur’an adalah kisah Luqman dengan anaknya. Melalui penceritaan sosok Luqman, al-Qur'an hendak memberikan pendidikan dan pengajaran kepada manusia. ‎Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber data dari ayat-ayat al-Qur’an, kitab tafsir dan buku-buku yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Metode yang digunakan adalah tafsir tematik satu surah di mana penulis mengkaji dan memahami secara mendalam penafsiran Hamka terhadap ayat 12-19 surah Luqman. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berdasarkan pada penafsiran Buya Hamka, didapati muatan pesan moral pendidikan yang mengarah pada 4 (empat) aspek hubungan, yaitu: 1) Pesan moral dalam hubungan hamba dengan Allah Swt; 2) Pesan moral dalam hubungan orang tua dengan anaknya. 3) Pesan moral dalam hubungan anak terhadap orang tua, dan 4) Pesan moral dalam hubungan dengan sesama manusia.
HISTORITAS DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AYAT-AYAT 'ITAB Ghofur, Abdul; Arifin, Jaenal; Ridwan, Muhammad
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.471

Abstract

Tulisan ini bertujuan menelusuri aspek sejarah dari ayat-ayat 'Itab dan menggali makna subtantif dari ayat-ayat 'Itab dengan mengkaitkannya pada aspek pendidikan yang terkandung di dalamnya. Di satu sisi, pribadi Rasulullah Saw merupakan tauladan dalam segala aspek kehidupan, sementara di sisi lain dalam al-Qur'an didapati banyak ayat yang bernada teguran atas sikap, perbuatan, ataupun ijtihad beliau. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dimana pembahasannya menggunakan data-data yang diperoleh melalui penelusuran literatur kepustakaan, seperti kitab tafsir, buku, dan sumber lainnya yang relevan. Hasil tulisan ini menyimpulkan bahwa peristiwa atau kejadian yang menjadi sebab turunnya ayat-ayat 'Itab tercatat dalam banyak hadits shahih. Dari riwayat-riwayat tersebut diketahui bahwa hal-hal yang menjadikan sebab turunnya ayat-ayat 'Itab terkait dengan persoalan tawanan perang Badar, pengecualian orang munafik turut dalam perang Tabuk, menshalatkan jenazah orang munafik, mendoakan kerabat yang tidak beriman, mengharamkan madu, dan lainnya. Dalam konteks pendidikan, turunnya ayat-ayat 'Itab dijadikan sebagai sarana Allah Swt untuk memberi pendidikan dan arahan kepada Rasulullah Saw dalam hal membetulkan sikap dan perbuatan Rasulullah Saw saat bergaul dengan orang lain, menegakkan keadilan hukum, memutuskan suatu perkara secara adil, dan lainnya
PENDIDIKAN ISLAM DALAM KURUN MODERN Akhyar, Muhamad Zainal; Samsudin, Umar
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.474

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang perkembangan pendidikan agama Islam dan kaitannya dengan sistem pendidikan di Indonesia pada masa kolonial hingga beberapa tahun setelah kemerdekaan. Upaya memasukkan pendidikan agama Islam ke dalam sistem pendidikan modern mengharuskan adanya berbagai perubahan dan penyesuaian dalam sistem pendidikan. Berbagai pembaharuan yang muncul, seperti di Minangkabau, al-Jamiyah al-Washiliyah, Muhammadiyah, PERTI, NU, dll merupakan upaya umat Islam dalam memajukan pendidikan agama Islam bagi masyarakat muslim Indonesia. Kajian ini merupakan penelitian pustaka yang bersifat kualitatif. Sumber data utama adalah karya Karel A. Steenbrink, Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam kurun modern. Sumber data yang lain diperoleh dari literatur kepustakaan, seperti: buku, jurnal, dan lainnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa madrasah merupakan sintesis dari sistem pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan Indonesia telah mengadopsi pendidikan agama yang mulanya hanya dilakukan di pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional yang hanya mengajarkan ilmu agama juga telah membuka diri dengan melaksanakan pendidikan umum bagi para santri.

Page 1 of 1 | Total Record : 7