cover
Contact Name
Qholiva Yuni Fadilla
Contact Email
qholiva.yuni.fadilla@umy.ac.id
Phone
+6282323199490
Journal Mail Official
audiens.ik@umy.ac.id
Editorial Address
Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Audiens
ISSN : -     EISSN : 27224856     DOI : https://doi.org/10.18196/jas
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Audiens focuses on issues of media review, whether print, electronic, film, social media and new media and various on communication including: 1. Advertising, Public Relations, and Broadcasting 2. Social Media, New Media, Information Communication and Technology 3. Health Communications, Disaster Communications, Sport Communication 4. Political Communication, Political Marketing 5. Multiculturalism, Islam and Communication
Articles 268 Documents
Stereotip terhadap Aliran Penghayat Sapta Dharma dan Usaha Penganut Sapta Dharma mengatasinya melalui Konsep Diri Athaya Saraswati; Afrilia Sekar Dewanti
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1107

Abstract

Kepercayaan yang ada di Indonesia terbentuk dari adat-istiadat maupun budaya yang sudah ada sejak dahulu. Salah satu dari kepercayaan yang memiliki banyak pengikut, yakni Sapta Dharma. Ajaran Sapta Dharma berpegang teguh pada kesetiaan kepada Allah Hyang Maha Agung, serta menolong siapa saja bila perlu tanpa mengharapkan sesuatu. Konsep Tuhan dalam Sapta Dharma berbentuk sederhana dan abstrak. Namun pada kenyataannya, terdapat beberapa kelompok masyarakat penganut agama tertentu yang tidak menginginkan keberadaan Sapta Dharma, anggapan penganut aliran kebatinan Sapta Dharma adalah penganut aliran sesat sering muncul didalam persepsi masyarakat. Stereotip tersebut memberikan banyak dampak sosial yang dirasakan oleh warga penganut kepercayaan Sapta Dharma. Dengan mengguanakan teori interaksionalisme simbolik, penelitian ini menemukan bahwa stereotip yang diberikan kepada penghayat Sapta Dharma dan usaha mereka mengatasinya melalui konsep diri. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi kasus. Hasilnya, respon yang sama diberikan oleh beberapa penganut Sapta Dharma dalam menanggapi stereotip tersebut. Melalui konsep diri, penganut aliran kepercayaan Sapta Dharma memilih perilaku yang mereka tentukan untuk menanggapi stereotip yang melekat pada mereka.
Konsep Diri Suporter Sepak bola Perempuan PSS Sleman Kevin Orkananda; Raden Muhammad Bathara Poerbaningrat
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1108

Abstract

Sepak bola merupakan cabang olahraga yang paling diminati oleh lapisan besar masyarakat. Sepak bola terbukti dapat memicu antusiasme masyarakat yang menyukai sepak bola lalu membentuk suatu kelompok atau komunitas. Salah satunya kelompok suporter Brigata Curva Sud yang memiliki sub-organisasi Ladies Curva Sud. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep diri dari kelompok suporter yang seluruhnya beranggotakan perempuan yaitu, Ladies Curva Sud. Ladies Curva Sud merupakan kelompok suporter yang memiliki basis massa yang cukup besar dan memiliki sifat fanatisme yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Narasumber dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti menemukan konsep diri yang membentuk kelompok suporter Ladies Curva Sud serta perilaku, sikap, dan identitas Ladies Curva Sud. Ada empat prinsip dari Ladies Curva Sud yaitu No Politica, Still Solo, Sebatas Pagar Tribun, dan No Leader Just Together yang membentuk identitas mereka.
Konsep Diri Anggota Komunitas Suporter PSS Sleman Berbasis Kampus Ahmad Jihad Akbar Rewo; Haris Nur Wijayanto Aji
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1109

Abstract

Brigata Curva Sud adalah suporter yang terpengaruh kultur “ultra†dari Eropa. Kelompok suporter ini tidak memiliki pemimpin struktural seperti suporter pada umumnya, tetapi melakukan forum dengan komunitas dan anggota independen yang tergabung di dalamnya. Salah satu komunitas yang ada di dalamnya adalah komunitas Campus Boys yang berbasis pada kampus-kampus. Berbeda dengan komunitas pada umumnya yang berbasis geografis, Campus Boys adalah komunitas berisikan kaum intelektual muda. Teori interaksi simbolis yang dikembangkan oleh George Herbert Mead digunakan sebagai pijakan penulis dalam mengembangkan ide dan paparan pembahasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan pada anggota komunitas suporter PSS Sleman berbasis kampus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap lingkungan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan konsep diri yang terbentuk pada anggota komunitas suporter PSS Sleman berbasis kampus yakni menunjukkan identitas komunitas dan tim kebanggan, rutin mengikuti forum komunitas, mengadakan kegiatan intelektual dengan tujuan mendukung PSS Sleman, mendukung PSS Sleman di stadion, dan tetap mengutamakan pendidikan.
Isu Intoleran dan Video Akun Menjadi Manusia (Sebuah Pendekatan Penerimaan Penonton) Yunisa Dhifa Luqyana; Filosa Gita Sukmono
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.11010

Abstract

Penelitian ini fokus pada penerimaan audiens terhadap masalah intoleransi yang terdiri dari dua aspek, yaitu ekstremisme agama dan agama adalah pilihan pribadi. Penelitian ini menggunakan analisis resepsi dalam video nomor 48 yang ada di akun YouTube Menjadi Manusia. Informan adalah dua orang yang berpartisipasi dalam organisasi keagamaan, dua orang yang tidak berpartisipasi dalam organisasi keagamaan, dan dua orang yang berasal dari agama minoritas. Hasil penelitian ini menunjukkan kepada kita makna tayangan tersebut berdasarkan masalah intoleransi memberikan posisi yang berbeda terkait dengan pola pikir dan latar belakang yang dibuat oleh masing-masing informan.
Komunikasi Strategis Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Mensosialisasikan Kawasan Pedestrian di Malioboro Retno Aulia Putri; Yeni Rosilawati
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.11011

Abstract

Malioboro sebagai ikon Kota Yogyakarta adalah wajah yang ditampilkan kepada dunia. Oleh karena itu, kawasan Malioboro harus tertata indah dan dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat yang berkunjung ke kawasan tersebut. Dalam mewujudkan Malioboro sebagai kawasan pedestrian, perlu sosialisasi kepada beberapa pihak yang akan terdampak selama pembangunan pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap-tahap strategi komunikasi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mensosialisasikan kawasan pedestrian di Malioboro kepada Pedagang Kaki Lima (PKL), pemilik toko, tukang becak dan parkir di kawasan Malioboro. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Malioboro dan Ketua Paguyuban Malioboro dan data sekunder diperoleh dari klipping berita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mensosialisasikan kawasan pedestrian dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota Yogyakarta melalui kepada paguyuban PKL, pemilik toko, kusir andong, tukang parkir dan becak di Malioboro. Pesan yang disampaikan adalah dampak dan perlunya dukungan stakeholders terhadap program pembangunan kawasan pedestrian di Malioboro. Adapun media komunikasi yang digunakan melalui FGD (Focus Group Discussion) dengan para PKL, pemilik toko, kusir andong dan tukang becak. Adapun media yang digunakan dalam sosialisasi adalah media massa konvensional dan media sosial seperti Facebook dan Instagram.
Kecenderungan Perilaku Body Shaming dalam Serial Netflix Insatiable Dea Tiara Sandinia Amri
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.11012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase elemen body shaming dalam seri “Insatiable†di Netflix. Adegan body shaming sering disisipkan dalam berbagai genre film. Salah satunya adalah genre komedi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis isi dari model Holsti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 'puas' memiliki kecenderungan untuk melakukan body shaming di ruang pribadi lebih besar daripada di ruang publik yaitu 88,7%. Dimana ia didominasi oleh tubuh verbal yang dipermalukan sebesar 87,6%, dalam bentuk monolog pribadi, dengan menilai bentuk dan karakteristik tubuh mereka secara pribadi sebanyak 39 kali.
Model Manajemen Produksi Film Pendek Cerita Masa Tua Salma Monica Haren
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.11013

Abstract

Film pendek Cerita Masa Tua ini berhasil mendapatkan penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri. Film ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari seorang wanita yang sudah lanjut usia. Penelitian ini melihat bagaimana proses manajerial sebuah produksi film yang dilakukan dalam produksi film pendek Cerita Masa Tua. Penelitian ini berfokus pada manajemen produksi film pendek Cerita Masa Tua yang meliputi tiga tahap yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan untuk menciptakan film yang berkualitas dengan keterbatasan kru dan tidak adanya budget dalam sebuah manajemen produksi. Dalam hal ini tujuan utama pembuatan film harus dipahami dan juga koordinasi kru harus dibangun sebaik mungkin untuk dapat bekerja sama dengan optimal.
Mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI dalam Bingkai Pemberitaan Media Cetak Nasional Ali Rahman Hakim
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.11014

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pemberitaan media nasional Jawa Pos dan Republika mengenai mundurnya Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI saat kongres tahunan PSSI yang dilaksanakan di Bali pada tanggal 20 Januari 2019. Hal tersebut mengundang berbagai surat kabar nasional untuk menuliskan pemberitaan mengenai PSSI sebagai headline. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian (framing) yang dibuat oleh surat kabar Jawa Pos dan Republika dalam memberitakan PSSI pasca mundurnya Edy Rahmayadi. Menggunakan pendekatan kualitatif, metode yang digunakan adalah analisis framing model Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Data penelitian ini bersumber dari pemberitaan yang diberitakan dua surat kabar nasional Jawa Pos dan Republika dalam memberitakan PSSI pasca mundurnya Edy Rahmayadi pada periode 21-25 Januari 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Jawa Pos mempunyai tiga bingkai pemberitaan diantaranya: Edy Rahmayadi mundur karena tidak dihargai, masuknya hukum positif pada kasus match fixing, dan ketidakcerdasan pengurus PSSI. (2) Republika mempunyai dua bingkai pemberitaan diantaranya: desakan perombakan pengurus PSSI dan match fixingdan match setting masuk pada wilayah pidana.
Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia dalam Iklan Baris di Solopos Edisi Mei-Juni 2018 Abdillah Tsani Nurrohman
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.11015

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pelanggaran etika iklan baris dalam surat kabar harian Solopos periode 8 Mei-8 Juni 2018. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran, mengetahui frekuensi, mendiskripsikan secara kuantitatif jenis-jenis pelanggaran Etika Pariwara Indonesia dalam iklan baris surat kabar harian Solopos periode 8 Mei-8 Juni 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Iklan baris dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian, ditemukan 333 pelanggaran etika iklan baris yang terbukti melanggar etika periklanan berdasarkan EPI. Dalam penelitian ini dijelaskan secara rinci kategori-kategori pelanggaran Etika Pariwara Indonesia melalui uji reliabilitas menggunakan rumus Holsti untuk mengetahui persentase persetujuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori pelanggaran EPI paling banyak ditemukan pada kategori pelanggaran penggunaan kata garansi/jaminan dengan frekuensi sebesar 104 atau persentase sebanyak 30%. Sedangkan kategori pelanggaran dengan frekuensi paling sedikit adalah kategori pelanggaran penggunaan kalimat hiperbolisasi dengan frekuensi sebesar 2 atau persentase sebanyak 1% dari total keseluruhan kategori pelanggaran.
Dari Kuning Langsat Menjadi Putih: Representasi Identitas Kulit Perempuan Ideal Indonesia Dalam Iklan Citra Okta Pratiwi; Luthfianiza
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.12016

Abstract

Setiap perempuan pastinya berharap memiliki kecantikan yang dikagumi oleh semua orang. Hanya saja saat ini makna kecantikan alami seolah terhapus oleh iklan-iklan industri kecantikan. Beberapa iklan menampilkan cantik ideal yaitu yang berkulit putih, langsing, dan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode semiotika untuk menganalisis objek penelitian. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah iklan Citra White Lotion Indonesia versi kembar Santi dan Sinta Tahun 1996. Objek penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang mengembangkan pemikiran dari Ferdinand De Saussure. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi identitas kulit perempuan ideal Indonesia dalam iklan Citra yang berubah dari kuning langsat di tahun 1980-an menjadi putih pasca tahun 2000-an. Analisis yang dilakukan yaitu melalui tanda yang muncul dari cuplikan adegan-adegan yang diambil dalam iklan Citra mulai dari ekspresi gerak tubuh, dan kombinasi warna yang digunakan.

Page 6 of 27 | Total Record : 268